30.12.10

Menggenjreng Blog Di Akhir Tahun

30.12.10
Sebuah gitar akan tetap menjadi gitar yang tidak melahirkan suara apa apa jika tidak disentuh, dibelai dan dicumbui jemari.

Sebaliknya, dia akan memperlihatkan kecantikan dan memperdengarkan kemerduannya pada orang orang yang tahu bagaimana cara mencintai seonggok gitar.

Ada yang pernah tahu kalimat di atas? Saya dapetnya dari skenario pilem tapi sudah lupa judul pilemnya. Trus kalimatnya juga nggak se-mbulet itu.

Terus terang saya senang dengan perumpamaan di atas. Beberapa kali saya menuliskan kata kata itu untuk saya baca sendiri. Ini tentang kemauan. Juga tentang rasa cinta.

Seperti halnya gitar, blog juga butuh disentuh, dibelai dan digenjreng. Bagaimanapun, mencintai peran dan aktifitas kita sebagai seorang blogger, itu jauh lebih indah.

Mustahil kita akan bisa bertahan menulis dan terus menulis, kalau kita nggak suka dengan aktifitas itu. Apalagi yang nggak digaji alias blog personal.

Pertanyaan yang muncul kemudian, bisakah saya? Apakah saya mampu setia pada proses kreatif sebagai seorang blogger? Bagaimana bisa setia pada proses kreatif bila urusan perut belum selesai? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang seirama.

Akan saya coba sebisa mungkin, itu jawaban saya. Kalaupun pada akhirnya proses ini nggak lama, tidak masalah. Toh berkarya itu berbanding lurus dengan kata hati dan kemerdekaan. Setidaknya dengan mencoba saya tahu akan batas kemampuan.

Hmmm.. Semoga saja saya bisa. Doakan ya paranetter. Dan moga moga tulisan ini bisa menjadikan muhasabah akhir tahun saya, sedikit lebih indah dari yang lalu lalu.

Paranetter, selamat menikmati akhir tahun 2010. Mari kita merayakannya dengan merenungkan perjalanan hidup dan memetik hikmah dibalik semuanya.
Dan jangan lupa untuk menggenjreng blog kita masing masing setiap kali ada kesempatan.

"Jreeeeng..."

29.12.10

Sepak Bola Di Negeri Kita

29.12.10
Sepak bola adalah empat suku kata yang begitu digemari di negeri ini. Bisa dibilang ini adalah olah raga yang paling mencuri perhatian. Ya begitulah. Medan magnetnya menyedot hampir seluruh rakyat nusantara.

Kenapa bisa begitu?

Pertanyaan yang singkat padat dan saya kira sangat jelas. Sayang, ternyata jawabannya tidak berhasil saya rangkum menjadi sebuah kalimat yang juga singkat. Tentu saja, karena dari segi apapun sepak bola memang sangat menggiurkan.

Sebutlah apa yang ingin anda sebut, lalu hubungkan dengan sepak bola. Bagaimana hasilnya, apakah nyambung? Entahlah, mungkin banyak yang tidak bisa disambung sambungkan meskipun sudah dipaksa. Tapi saya menemukan yang sebaliknya.

Dari segi bisnis, sepak bola adalah pangsa pasar tersendiri. Dan ini sambung menyambung dengan piranti lainnya. Membola salju. Katakanlah pembuat aksesoris, pedagang, pemodal, konsumen, sponsor, pewarta, dan seterusnya, semua berhubungan.

Dilihat dari sisi supranatural pun oke. Dari sisi perjudian laris manis. Dari sudut politik, wah jangan ditanya. Dari segi medis? Setidaknya setiap kesebelasan butuh sebuah tim medis untuk mendukung kelancaran, memastikan bahwa semua baik baik saja.

Bagaimana bila dilihat dari segi HANKAMNAS? Wuih, terlalu muluk ya? Gak apa apalah, namanya juga belajar nulis, hehe..

Dari segi Keamanan Negara, sudah pasti negara akan aman dari isu isu yang membelenggu. Setidaknya para penyelenggara negeri ini masih bisa bernafas lebih panjang dari biasanya. Why?

Karena konsentrasi massa, itu jelas. Dan satu lagi, karena kita punya 'musuh' bersama.

Paranetter, diakui maupun tidak, pertandingan sepak bola kali ini adalah perang dalam skala kecil. Apalagi lawan mainnya adalah negara tetangga. Ini tentang pengendapan energi yang tak tersalurkan. Tentang arti sebuah eksistensi.

Wajar jika tiba tiba banyak komentator sepak bola di sekitar kita. Banyak yang bicara tentang nasionalisme. Banyak yang menyebutkan kata kata GANYANG. Banyak propaganda. Tiba tiba bertebaran filsuf sepak bola. Hebat, mungkin lebih hebat dari final piala dunia kemarin.

Itulah sepak bola di negeri kita. Sepak bola yang seharusnya menjadi sebuah olah raga yang menyenangkan, berubah menjadi semacam tumpuan harapan. Ada sebuah mimpi besar yang dititipkan di dalam bola yang kecil.

Ibaratnya sebuah bola, negeri ini adalah sebuah bola yang ditekan ke dalam air. Semakin ia di tekan, semakin ia ditindas, semakin ia di injak injak, saat ia berhasil keluar dari tekanan nanti, saya yakin bola itu akan mencuat tinggi mengecup mimpi.

Bila mak bedunduk banyak yang bicara tentang nasionalisme tapi grambyang akan apa itu nasion, sangat dimaklumi. Artinya pendidikan di negeri gibol ini butuh sekali sekali ditengok.

Bila tiba tiba banyak filsuf, saya justru senang. Bukankah itu menandakan dunia sastra di negeri ini patut diacungi jempol? Bukankah itu modal dasar cinta damai?

Nah, kalau yang terjadi nanti ada banyak taruhan, ada banyak asongan, ada banyak pemulung di sekitar GBK, itulah wajah negeri ini. Dan itu semua butuh perhatian, seperhatian Bapak Presiden saat menonton sepak bola.

Paranetter, itulah acacicu saya tentang bola. Mari kita berbuat sesuatu untuk kemajuan negeri ini, apa saja asal berbuat sesuatu.

Selalu ada doa dan cinta untuk tim GARUDA, apapun hasilnya.

Catatan nggak penting :

Ada yang berani menebak berapa kira kira skor Indonesia vs Malaysia nanti? Mari kita budayakan ngeBLOG sambil bermain tebak tebakan, hiyahaha...

Salam 4-0 untuk Indonesia..!

27.12.10

Sekeping Cinta Untuk TIMNAS

27.12.10
Jika saja yang kalah itu adalah kesebelasan kebanggaan kota Jember bukan TIMNAS, saya masih bisa menyanyikan sebuah lagu. Lagu yang memang tamasya persiapkan untuk menghadapi kekalahan.
Berjanjilah padaku kau kan tetap tersenyum
PERSID kalah lagi bukanlah satu satunya alasan
Engkau tidak lagi berkarya
Tak lagi bersorak dan bernyanyi
Itu adalah petikan lagu Untuk Letoy Sang Dirigen, biar tidak terlalu sedih saat PERSID kalah lagi.

Tapi ini tentang Garuda. Ini tentang Merah Putih. Tentang warna kebanggaan rakyat Indonesia. Ini juga tentang kesedihan WNI yang ada di luar negeri. Seperti yang terlukis pada Lagu Para Pengembara.
Indonesia Indonesia
Berani dan suci bukankah
itu arti dari warna bendera kita

Paranetter, inilah sepak bola. Ada yang menang dan ada yang kalah. Wajar bila yang menang tersenyum manis.

Bagaimana dengan yang kalah? Apakah harus terjebak sedih dan meratap? Saya kira tidak perlu. Itu tidak merubah keadaan.

Bangkit dari keterpurukan, instropeksi dan bisa memandang kedepan, itu baru istimewa.

Untuk TIMNAS, mari kita bangkit bersama. Mari kita lanjutkan meski kita lelah. Percayalah bahwa kita masih punya celah. Bukankah setiap celah menawarkan sebuah kemungkinan?

Yang pasti, saya masih punya sekeping cinta untuk TIMNAS

Salam GARUDA...!

NB :

Lagu bisa di share di SINI

25.12.10

Teman

25.12.10
Dari semua lagu yang ada di album kedua tamasya band, ada dua lagu yang diciptakan oleh Mungki Krisdianto. Salah satunya berjudul teman.

Nah, hari ini 25 Desember si pencipta lagu sedang ulang tahun. Tiba tiba saya berpikir, gimana ya rasanya kalau orang yang sedang ultah dihadiahi karyanya sendiri?

Ini dia lagunya. Judulnya singkat saja, TEMAN.

Teman

Berjalan perlahan
Menyusuri tempat yang indah
Tuk lepaskan gundah

Bersamamu teman
Mari kita lanjutkan meski
kita lelah

Engkau ada saat kuhilang arah
Engkau ada saat aku lelah dan resah
Untuk menemaniku
Untuk mengingatkanku
Bahwa hidup di dunia tak mungkin sendiri

Trimakasih untukmu sahabatku

Reff :

Biarkan ku disini
Bersamamu hilangkan sepi
Menatap mentari
Di tempat ini kunikmati


Share : Klik di SINI

Yang nyiptain lagu ini, yang ngaransemen, yang recording, mixing, semuanya adalah, ya yang sedang ulang tahun itu, Mungki Krisdianto.

Selamat berhari bahagia ya dulur, semoga selamanya berkarya dan berdansa dengan alam raya.

Paranetter, ini dia gambar sahabat saya, orang pertama yang memanggil saya Bro sejak 1999.



Nah, ini dia orangnya


Keren Gak Keren Sing Penting Eksyen


Ada yang ingin mengucapkan selamat ulang tahun?

Terimakasiiiiih...

23.12.10

Untuk Dija

23.12.10
Pada 23 September 2010 Tamasya Band mengadakan tasyakuran ultahnya yang ketiga.

Dan dihari yang sama, lewat blognya Mas attayaya, saya temukan seorang blogger yang juga sedang ulangtahun. Tanpa babibu, saya langsung meluncur ke TKP.

Dan ups.. Sepertinya ada yang janggal di blog ini.

Namanya Dija. Lengkapnya, Khadijah Putri Nur Aini. Dija sedang merayakan ultahnya yang ke 6. Bukan tahun tapi bulan. Mana mungkin? Bisakah seorang bayi ngeblog? Apalagi masih berusia setengah tahun. Wah, ini pasti blog palsu.

Maksud hati segera berlalu dari blog tersebut, tapi apa daya saya masih penasaran. Akhirnya mata saya mulai mencari cari.

Ternyata tidak butuh waktu lama untuk membongkar teka teki ini. Ya, di pojok kanan bawah ada sebuah widget tersendiri. Di sana ada tulisan yang menjawab pertanyaan saya.

Yang Bantuin Ngetik, begitu saja tulisannya. Tapi cukuplah untuk meredam persangkaan kurang baik. Elsa, itu nama yang bantuin si Dija ngetik. Akhirnya, terjawab sudah.

Aneh, bukannya berhenti sampai di sana, saya malah dibuat penasaran lantaran di kolom tersebut, persis di bawah nama Elsa, ada tulisan sedang berkabung. Ada apa ini? Semakin rasa penasaran ini membola salju, semakin saya mendadak menjadi detektif.

Dan..

Akhirnya saya tahu bahwa Elsa adalah adek kandung mamanya Dija, Ibunda Noni. Akhirnya saya mengerti bahwa mamanya Dija meninggal dunia seminggu kurang dari 2 x 24 jam setelah melahirkan Dija. Akhirnya saya paham bila Almarhummah meninggalkan sebuah nama buat putrinya.

Khadijah, itu nama yang diamanahkan.

Paranetter, bagi saya Dija istimewa. Bukan saja karena ultah enam bulannya sama persis dengan ultah tamasya. Ada satu lagi. Karena Dija punya blog. Tepatnya, karena ada yang membuatkan dia blog.

Saya senang dengan blog seperti blognya Mas Arman yang seringkali menceritakan kisah lucu si Andrew. Atau blognya BundaMahes. Atau Mbak Erry Titi Teliti yang berkisah tentang Kayla dan Fathir. Atau blognya Mbak Zee dan Vaya. Dan atau atau yang lainnya lagi.

Karena ini adalah kado terindah bagi si kecil saat mereka besar nanti.

Untuk Dija, istimewa karena dia dibuatkan blog pada saat usianya masih hitungan hari. Sekitar dua minggu. Masih saat saat berkabung atas kepergian mamanya.

Dija, selamat berusia sembilan bulan ya sayang.. Salam kenal buat ketiga kakak kandungmu.

Saat kau besar nanti dan sudah bisa menulis, menulislah. Seperti kata Pak De Pramudya, jika umurmu tak sepanjang dunia, sambunglah dengan tulisan.


Paranetter, itulah cerita tentang Dija. Ohya, satu lagi yang membuat Dija istimewa bagi saya, karena saya dan Dija sama sama dilahirkan pada 23 Maret.

Salam Hangat Dari Rasi Bintang Aries..

22.12.10

Mother How Are You Today

22.12.10
Ibu..

Ibu adalah dua suku kata yang sulit saya cari arti tepatnya selain bila dilihat dari sudut biologi. Saya nggak bisa merangkai definisi tentang dua suku kata ini bila tidak dengan menggunakan kata bantu bagaikan, seperti, ibarat, layaknya, dan kata kata yang semacam itu.

Kenapa? karena definisi seorang Ibu pada masing masing insan itu berbeda. Karena Ibu adalah argumen yang tak pernah tuntas. Itulah kenapa saya memilih media lagu untuk menyampaikan rasa kagum saya pada sosok seorang ibu.

Seperti pada sosok BunDa Yati, seorang blogger sepuh berusia 71 tahun, saya ciptakan sebuah lagu berjudul Untuk BunDa.

Atau saat Manda, salah satu keluarga tamasya, meminta pada saya untuk diciptakan sebuah lagu istimewa hanya untuk ibunya, saya ciptakan lagu berjudulUntuk Mama.

Dan untuk Ibu saya sendiri, saya belum pernah bisa. Setiap kali saya coba untuk menciptakan sebuah lagu untuk beliau, selalu saja tidak pernah selesai.

Mother How Are You Today. Lagu ini yang sekarang ingin saya nyanyikan untuk Almarhumah.

Paranetter, Selamat Hari Ibu.

21.12.10

Menjemput Hari Ibu

21.12.10
Ini adalah sebuah tulisan pendek ringan saja. Dimulai dari penggalan lirik lagu ciptaan sendiri, dan diakhiri dengan kata kata, selamat hari ibu.

Karena liriknya agak panjang, saya tuliskan bait reff nya saja ya. Semoga bisa sedikit menghibur dan bermanfaat.
Setara Itu Indah

Reff :

Setara bukan berarti aku
Ingin jadi seperti lelaki
Aku mencintai kodratku
Menemani kekuranganmu

Hanya ingin ada di sampingmu
Merdeka tapi tetap kau lindungi
Meski peran kita berbeda
Di mata Tuhan kita sama..

Nah, itu dia reff lagunya. Seperti biasa, jika sekedar tergelitik mendengarkan, bisa di share di sini.

Lagu ini saya dedikasikan untuk perempuan perempuan anggun lagi kreatif Indonesia, teristimewa BunDa Lily DontWorry. Selamat Hari Ibu ya BunDa.


NB :

Yang ngaransemen lagunya masih orang yang sama, Mungki Krisdianto. Nantilah kapan kapan saya cerita sedikit tentang Mungki dan GARASI Record nya.

Yang nyanyikan lagu ini seorang cewek bernama Tita, salah satu keluarga tamasya.

Paranetter.. Selamat Hari Ibu..

19.12.10

Kisah Seorang Dirigen Sepak Bola

19.12.10
Ini tentang kawan saya yang juga personil Tamasya Band. Namanya Andi Letoy. Dia adalah seorang dirigen sepak bola. Itu lho, yang biasanya memimpin supporter kalo pas nyanyi nyanyi. Nah, si Andi Letoy ini adalah dirigennya supporter PERSID Jember.

Apa yang menarik dari seorang dirigen sepak bola?

Jadi pusat perhatian penonton satu tribun, itu yang pertama. Seperti memiliki kharisma ratu lebah. Terus, bisa jadi panutan, setidaknya selama pertandingan berlangsung. Mau nyanyi apa, geraknya seperti apa, mau loncat loncat, pasti diikuti oleh penonton, lha wong itu emang tugasnya dirigen.

Masih ada banyak lagi sebenarnya. Tapi takutnya tulisan ini malah jadi novel, haha.

Sekarang, apa sih nggak enaknya jadi seorang dirigen sepak bola? Menurut cerita si Letoy, ada dua yang paling nggak enak.

Seorang dirigen adalah satu satunya orang yang nggak ngerti bagaimana proses gol tercipta. Bagaimana bisa tahu, kan dirigen selalu menghadap ke arah penonton dan membelakangi lapangan.

Ada lagi yang nggak enak buat seorang dirigen. Nggak pernah masuk tipi. paling2 yang kena shoting cuma punggungnya aja.

Terlepas dari itu semua, seorang dirigen dituntut untuk peka terhadap keadaan, pandai membaca situasi, dan sekuat tenaga harus mampu mengendalikan suasana.

Itulah cerita tentang Andi Lethoy, dirigen Persidmania yang juga gitarisnya Tamasya Band.

Ohya, kalau ada yang pengen ngerti seperti apa wajah Andi Letoy, ini dia orangnya.


Ada juga lagu di album kedua Tamasya yang memang didedikasikan untuk sang dirigen. Judulnya Untuk Lethoy / PERSIDMANIA. Bercerita tentang apa yang harus Letoy lakukan saat timnya kalah dan terpuruk.

Paranetter, terutama yang pencinta sepak bola. Selamat atas kemenangan Tim Merah Putih atas Filipina. Semoga persepak bolaan di negeri ini semakin berkibar.

Salam Olah Raga..!!!

18.12.10

Bila Pencinta Alam Jatuh Cinta #3

18.12.10
Artikel kali ini masih tentang dunia pencinta alam dan pernak pernik asmaranya. Setelah selesai dengan bila pencinta alam jatuh cinta volume satu dan dua, saya kok jadi pengen bikin volume tiganya ya.

Paranetter, bila pencinta alam dihadapkan pada sebuah pilihan, antara mendaki dan pujaan hati, mana kira kira yang akan dia pilih? Itulah garis besar cerita dari lagu tamasya yang akan saya tuliskan di bawah ini. Semoga bisa dinikmati.

Aku Bukan Hanya Untukmu

Ku bukan seorang pecundang sayang
Ku tak selalu di dunia hitam
Dan itu semua ingin aku buktikan
Ku ingin semua termaafkan

Yang tak pernah aku sadari
Keinginanku membuat dirimu pergi
Kau hanya tak ingin melihatku mendaki
Sayang...

Reff :

Tak mungkin ku hanya
Kunikmati indahnya
Pesona alam sekitar kita

Hanya
Kunikmati merdunya
Kicau burung di cemara kita

*******

Lagu bisa di unduh di SINI

Aranger Mungki Krisdianto / G - Rec

Orang bilang hidup adalah pilihan. Pencinta alam lain lagi. Mereka bilang hidup adalah sebuah keputusan. Lho sama aja ya? hehe. Pada akhirnya kita memang harus berani memutuskan sesuatu, diantara pilihan pilihan yang ada.

Paranetter, pernahkan anda membuat sebuah keputusan diantara pilihan yang sulit? Kita pantas bersyukur bila masih sanggup melakukannya.

Salam Lestari...!!!

17.12.10

Bila Pencinta Alam Jatuh Cinta #2

17.12.10
Cinta yang tiada pernah.. Aku ungkapkan rasa itu
Ku terlalu hanyut dibuai alam.. Nikmati pesona hutan
Hingga ku tenggelam
Dan lupa kupaparkan.. Aku padamu...
Apa yang ada di benak anda setelah membaca penggalan dari lirik lagu tamasya di atas?

Ya benar, ini tentang sebuah penyesalan. Tentang seseorang yang terlalu larut berdansa dengan alam raya, hingga melupakan satu hal. Lupa mengucapkan sepenggal kata pada edelweissnya.

Bagaimana dengan yang ini?

Cinta yang tiada pernah aku ungkapkan rasa itu.. Ku denganmu slalu kukatakan yang tak seharusnya aku katakan.. kini kau menghilang.. Jauh melayang..

Hmmm..sama sama tentang penyesalan. Menyesal mengapa tidak dari dulu dia mengungkapkan perasaannya. Menyesal mengapa jika ada di dekatnya, justru bukan kata cinta yang dia katakan. Kini, setelah semuanya hilang, kerinduan pun memuncrat.

Paranetter, ini yang seringkali terjadi bila pencinta alam jatuh cinta.

Adakalanya kita butuh berani mengungkapkan uneg uneg isi hati kita, sebelum semuanya terbang dan melayang. Kalimat lebih baik nekad daripada terlambat kadang juga butuh dipertimbangkan, hehe..

Paranetter, adakah di antara anda yang pernah memiliki pengalaman seperti penggalan lirik lagu ini? Senang sekali jika kita bisa saling berbagi.

NB :

Judul Lagu : Harusnya Kukatakan
Ciptaan saya sendiri
Rekamannya di Garasi Record
Yang Ngaransemen Mungki Krisdianto
Masuk dalam Album perdana Tamasya Band

Silahkan klik judulnya jika sekedar ingin mendengar secara keseluruhan. Mator Sakalangkong alias Terimakasih.

16.12.10

Bila Pencinta Alam Jatuh Cinta

16.12.10
Ini hanya berdasarkan pengamatan subyektif dari saya. Jadi kalau ada yang sekiranya kurang pas, mohon dipaskan ya paranetter..

1. Bila anak PA jatuh cinta, jangan harap ada setangkai bunga apalagi edelweiss seperti adegan sinetron.

2. Bila anak PA jatuh cinta, sulit melahirkan kata kata manis yang sifatnya puitis, sedang lokasinya tidak di alam bebas. Kalaupun ada itu pasti dirancang. Yang ada malah pembicaraan yang ngalor ngidul apa adanya.

Sulit mengungkapkan perasaan, itulah mereka.

Pencinta Alam tidak terbiasa dengan hal hal romantis. Harap digaris bawahi, tidak terbiasa. Jangan salah tebak. Tidak terbiasa bukan berarti tidak bisa.

Pertanyaannya adalah, apa yang mereka lakukan bila jatuh cinta?

Hal yang pertama kali dilakukan. Cerita ke teman temannya sesama Pencinta Alam, itu yang pasti. Ini jelas berbanding terbalik dengan pada saat dia ada di depan seseorang yang dicintai.

Berikutnya, pergi ke tempat yang dianggap indah. Entah itu mendaki gunung atau kegiatan lain yang sifatnya petualangan. Tujuannya mudah ditebak, menarik simpati dari pujaan hati.

Ada juga hal hal kecil lain yang kadang dilakukan. Misal, membuat sebuah taman berhias bunga bunga. Berharap si dia memandang hasil karyanya. Atau genjrang genjreng nggak jelas. Dan yang pasti, sejantan apapun penampilannya, lagunya tetap lagu cinta, haha..

Adakah hal termanis yang mungkin dilakukan? Ada dong. Saya beri satu contoh saja ya.

Mengajak pujaan hati keluar sekedar memandang bintang malam. Kemudian mengisyaratkan pada si dia untuk merentangkan salah satu tangannya ke arah langit sambil jari jarinya agak membentang. Tak lama kemudian berujar, "lihat, ada bintang di sela jarimu"

Paranetter, begitulah adanya dunia Pencinta Alam. Dibalik penampilannya yang liar dan dibalik hobinya yang ekstrim, ada tersimpan kelembutan di sana.

14.12.10

Sebatas Kenangan

14.12.10
Iseng iseng saya membuka album photo manual yang sudah termakan jamur. Eh ndilalah saya menemukan selembar photo kenangan. Photo jaman saya masih gondrong dulu. Dibelakangnya tertera, Desember 1999. Wow..


Di sebelah kanan saya adalah seorang sahabat. Namanya Ribut. Sudah sekitar tujuh tahunan saya tidak tahu bagaimana kabarnya.

Tentang siapa yang motret, itu yang saya lupa. Hmmm, siapa ya?

Paranetter, adakalanya sesuatu yang dianggap sepele oleh orang lain, begitu berarti bagi kita. Entah itu photo yang sudah berjamur, sapu tangan kumal, gelas yang sudah retak, sepatu butut, celana bolong bolong, dan masih banyak lagi. Semua itu adalah media penyimpan kesan yang baik. Ada kenangan indah di balik kekumalannya.

Photo di atas contohnya. Sederhana tapi indah buat saya. Mengingatkan saya pada banyak hal.

Bagaimana dengan anda? Adakah sesuatu yang sepele tapi memiliki arti?

Bukan maksud saya mengajak anda untuk mengkultuskan sesuatu. Bukan, bukan seperti itu. Ini hanya tentang kenangan. Tentang dimana kesan itu masih melekat.

Paranetter, mari kita saling berbagi cerita.

12.12.10

Ingin Menjadi Sesuatu

12.12.10
Waktu terus bergulir. Tiba tiba kita sudah sampai di bulan desember. Mau nggak mau, siap nggak siap, nantinya kita harus mengganti penanggalan lama dengan yang baru.

Ya, 2011 sudah di depan mata. Benar kata Pak De Cholik, ini adalah saat yang tepat untuk instropeksi diri.

Yang saya renungkan di tahun ini, mulai dari 1 januari 2010 sampai dengan detik ini, semua masih sama. Sama sama tentang usia. Tentang berapa lama lagi jatah hidup kita di dunia ini. Tentang bagaimana cara memaknainya.

Siapa yang bisa menghentikan tua? Tidak ada. Sama seperti tidak akan ada yang bisa menebak dengan akurat datangnya kematian.

Tapi bukan itu maksud dari penulisan artikel ini. Saya hanya sekedar merenungkan satu hal. Akan saya habiskan untuk apa sisa hidup ini?

Setidaknya ada satu karya yang tertinggal
Setidaknya ada satu pohon yang tertanam


Itu yang sering saya katakan, paling tidak untuk diri saya sendiri.

Bukan hanya ingin menjadi sesuatu, saya juga ingin meninggalkan sesuatu sebelum jatah hidup ini habis. Ingin di 2011 lebih produktif dibanding tahun ini. Ingin meninggalkan sebuah karya meski hanya berupa lagu sederhana. Atau sebuah tulisan. Atau apa saja asal hidup saya berguna.

Wah, ternyata hasil perenungan saya membuahkan banyak keinginan. Padahal katanya keinginan adalah sumber penderitaan, hehe.

Paranetter, hidup hanya sekali. Itulah kenapa saya ingin menjadi sesuatu. Bagaimana dengan anda?

Artikel ini pernah diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.

11.12.10

Ada Cinta Di MeruBetiri

11.12.10
Hutan Tanam Nasional Merubetiri selalu memberi ketenangan pada batin saya. Begitu juga saat beberapa hari kemarin, enam hari saya mencumbui cantiknya Merubetiri.

Tidak ada listrik, tidak ada sinyal apalagi warnet. Tentu saya juga nggak bisa ngeBLOG, hehe. Tapi saya senang. Kerinduan saya terobati. Kerinduan untuk mencumbui alam raya.

Merubetiri selalu memberi inspirasi kreatif buat saya. Beberapa lagu yang saya ciptakan juga lahir di Merubetiri. Salah satunya lagu berjudul Hutan Hutanku. Lagu ini ada di album kedua Tamasya Band yang bertitel Save The Tree. Sekaligus menjadi lagu andalan album ini.

Baiknya saya tuliskan saja liriknya untuk paranetter semua. Semoga ada yang bisa dipetik, Amin.

Hutan Hutanku


Ada apa dengan hutan hutan kita
Semakin lama semakin sempit saja
Semakin lama semakin banyak saja


Apa karena salah pengaturannya
Atau karena mati kesadarannya
Mungkin hanya masalah serakah saja
Tak tahulah aku takut aku salah

Reff :

Hutan hutanku
Tetaplah menjadi hutan
Tetaplah gelap jangan menjadi terang

Simpan misterimu
Seperti kau menyimpan
Harimau jawa yang belum pasti punah



Bagaimana nanti anak cucu kita
Bila hutan hanya tinggallah cerita
Sekarang saja air ada harganya
Bagaimana nanti anak cucu kita

Ciptaan sendiri
Aransemen : Mungki Krisdianto
Record : GARASI Record
Album : SAVE THE TREE #2 TAMASYA
Unduh : Hutan Hutanku


Paranetter, hampir semua orang memiliki tempat favorit, seperti saya yang jatuh cinta pada Merubetiri. Bagaimana dengan anda? Dimana dan tempat favorit seperti apa yang anda merasa bahagia saat ada di sana?

Mari kita saling berbagi sepenggal cerita.

Salam Lestari..

9.12.10

Planning B

9.12.10
Seminggu di hutan TN Merubetiri, tentu saya membawa oleh oleh cerita buat paranetter semua. Nah, pas lagi pengen pengennya menceritakan itu, eh, ndilalah salah satu huruf di keyboard nggak berfungsi. Itulah mengapa saya memilih untuk putar haluan. Menuliskan tema yang lain, yang bisa menghindari huruf setelah huruf i ini.

Planning B

Ini tentang sebuah huruf yang hilang. Sepertinya sepele, tapi ternyata efeknya lumayan menggerogoti semangat. Padahal masih satu huruf. Bagaimana kalau dua, tiga, atau lebih banyak lagi?

Paranetter, kita terbiasa dibuai oleh fasilitas. Terbiasa menggunakan huruf dari a sampai z. Manakala ada perubahan kecil, hal pertama yang menghinggapi kita adalah gelagapan.

Pesan moral yang ingin saya sampaikan sederhana.

Adakalanya kita harus berani menghadapi segala kemungkinan, meskipun itu diluar kebiasaan. Minimnya fasilitas semoga tidak menghalangi proses kreatif kita. Intinya, kita harus pinter membaca peluang. Karena memang setiap celah menawarkan kemungkinan.

Salam hangat dari kota kecil *ember.

29.11.10

Baju Seragam Di Mata Para Pengungsi

29.11.10
Pengungsi dari mana mas? Sudah lama jadi pengungsi? Sabar ya mas, semua pasti ada hikmahnya.

Kalimat kalimat pendek itu paling sering menghiasi telinga saya manakala tergabung dalam team rescue. Atau setidaknya saat menemani para pengungsi di sebuah lokasi bencana.

Kalau diingat ingat lucu juga. Menggelikan. Tapi anehnya saya justru senang dengan predikat baru tersebut. Lho kok bisa?

Padahal saya juga mengenakan baju lapang standart, sepatu PDL, dan tas yang sudah terpacking. Yang membuat saya tampak seperti pengungsi tidak lain karena rambut yang sering awut awutan. Satu lagi, karena badan saya kurus seperti kurang makan. Kalau ini memang sudah dari sononya, haha.

Dengan cap yang saya sandang, saya justru merasa lebih mudah bergaul dengan para pengungsi.

Dari obrolan obrolan kecil, saya jadi tahu, rata rata para pengungsi kurang sreg dengan mereka mereka yang mengenakan seragam formal. Yang bisa mereka maklumi mungkin hanya para aparat. Lebih disukai yang angkatan darat. Di luar itu mereka cenderung menghindari orang orang berseragam, juga yang ber id card. Anehnya gejala ini bersifat kolektif.

Kenapa ini bisa terjadi? Nah itu yang saya kurang mengerti
.

Ada banyak kemungkinan memang. Kemungkinan paling masuk akal adalah karena mereka juga ingin dimanusiakan. Para pengungsi bukan tontonan, itu jelas. Tapi kenapa banyak yang menonton? Terus, apa hubungannya dengan seragam?

Paranetter, apakah anda punya sudut pandang tentang rasa penasaran saya ini? Tentang baju seragam di mata para pengungsi. Terimakasih jika anda mau berbagi.

Salam hangat..

27.11.10

Persahabatan Yang Alangkah Indahnya

27.11.10
Saya jadi ingat tulisan saya yang berjudul Yang Saya Dapat Dari NgeBLOG. Ternyata ada banyak yang belum saya tuliskan di sana.

Saya bahkan belum mengucapkan terimakasih pada Mbak Debhoy, blogger pertama yang memberi saya award. Makasih Mbak Deb, semoga rejekinya tambah lancar, hehe.

Award berikutnya saya dapat sekitar dua minggu kemarin, dari Mbak IyHa. Makasih ya Mbak. Hmmm.. doanya masih sama, semoga rejekinya mengalir deras. Ohya, tambah cantik juga.

Terus buat Bli TuSuda. Wah Bli, saya senang banget baca artikel Bli yang berjudul Syair Pencinta Alam. Kita bacanya rame rame lho. Kebetulan waktu itu anak anak tamasya lagi kumpul. Semoga kita diberi rejeki untuk bisa kopdar ya Bli, Amin.

Ada lagi sebuah artikel yang ditulis oleh sahabat saya, Lozz Akbar. Artikelnya membahas tentang lagu ciptaan saya yang memang saya dedikasikan untuk Lozz. Dia sendiri yang melantunkan. Judulnya Luka Yang Indah. Tengkyu ulasannya Kang.

Nah, masih tentang artikel. Hari ini saya dikagetkan oleh info dari BunDa Lily di kolom komentar acacicu. Ini yang BunDa tuliskan.

Aiiimmmm................di blognya Mas Aldy ada profilnya Aim dgn Tamasya Band nya lho......
buruan kesana ...kererreeenn....deh....
salam


Wow, ternyata saya dapat kejutan manis dari Om Aldy. Sebuah ulasan tentang tamasya band. Terimakasih ya Om, Mator sakalangkong (ini bahasa Madura Om, hehe).

Semua pemberian ini sangat berarti buat saya, juga buat orang orang di sekitar saya.

Seperti pada bulan kemarin saat saya mendapat tali asih sebuah buku tentang dunia blog dari Pak De Cholik. Buku itu nggak saya nikmati sendiri, melainkan bergiliran.

Paranetter, terimakasih untuk persahabatan yang alangkah indahnya ini.

Salam hangat..

26.11.10

Hidup Hanya Sekali, Jangan Bunuh Diri

26.11.10
Perjalanan selama dua minggu, tentu saja ada banyak cerita yang bisa saya tuliskan. Tapi saya kok pinginnya menceritakan yang terakhir ya. Tentang proses kepulangan saya. Begini ceritanya.

Saya memilih untuk naik kereta api logawa. Dari stasiun lempuyangan menuju stasiun terakhir, Jember. Biasanya, waktu normal perjalanan kurang lebih 12 jam untuk kereta ekonomi. Tapi kali ini perjalanan molor dua setengah jam dari estimasi waktu. Apa yang terjadi?

Saat perjalanan sekitar empat kilo dari stasiun Probolinggo, tiba tiba kereta api yang saya tumpangi berhenti. Mulanya para penumpang tidak ada yang tahu akan apa yang terjadi. begitu juga dengan beberapa asongan yang berlalu lalang. Mereka bahkan membuat versi yang berbeda beda tentang mengapa kereta api berhenti. Syukurlah, pada akhirnya saya mengerti juga dengan apa yang terjadi.

Ya, benar. Ada seorang laki laki yang sukses melaksanakan niatnya untuk bunuh diri. Omongan pun menjalar secepat cahaya. Mulai dari para pedagang asongan sampai para penumpang sendiri. Intinya mereka menympah serapahi orang yang bunuh diri tersebut.

Masih banyak lagi sebenarnya cerita dibalik tragedi ini. Tapi rasanya itu semua kurang sedap untuk saya paparkan. Jadi langsung saja kita renungkan pesan moral dari kisah nyata di atas.

Yang pertama, jangan sekali sekali mencoba bunuh diri karena setelah anda mati, anda hanya meninggalkan sumpah serapah saja.

Berikutnya, bunuh diri tidak membuat segalanya selesai, seperti yang diharapkan.

Paranetter, apa penilaian anda tentang bunuh diri? Mari kita saling berbagi di sini, karena ngeBLOG lebih indah jika kita saling berbagi. Salam hangat dari saya di kota kecil Jember.

12.11.10

Salam Lestari

12.11.10
Paranetter, ada sesuatu yang harus saya kerjakan. Setelah tertunda oleh sakit dan jadwal perform tamasya band, akhirnya saya bisa mengerjakannya juga sekarang. Jadi mohon maaf untuk beberapa hari kedepan kemungkinan saya akan kesulitan online.

Dibawah ini akan saya tuliskan lirik lagu ciptaan saya sendiri, juga link download MP3 nya. Sekali lagi mohon maaf bila saya tidak bisa jalan jalan ke blog paranetter. Semoga lagu ini bisa lebih mempererat tali persaudaraan kita, Amin.


LESTARI

Aku ingin kita saling mengingat
Aku ingin kita ada kenangan manis
Aku ingin nantinya kita saling merindukan
Aku ingin yang kita semua saling menginginkan


Persahabatan
Dibawah atap yang sama
Melangkah dengan langkah indah

Reff :
Kuingin ada yang bernyanyi
Bila baladaku malu bernyanyi
Kuingin ada yang menari
Bersama gemulai indah lestari

Lestari
Siapakah kau sebenarnya
Lestari
Ataukah hanya sebuah kata
Lestari
Jika benar kau sarat makna
Lestari
Nggak mungkin hanya di salam saja



Record : GARASI Record
Album : SAVE THE TREE #1 - Tamasya BanD
Link lagu : Lestari

11.11.10

Untuk Api Kecil

11.11.10
Postingan kali ini sederhana saja. Tapi istimewa saya persembahkan untuk Zuhanna si api kecil, perempuan yang biasa saya panggil Prit.

Selamat ya Prit sudah berhasil menang di kontes lagak dan lagu yang diselenggarakan Pak De Cholik. Meskipun nggak juara satu, tapi kan nyantol di kategori khusus sukses membuat hati jingkrak jingkrak, haha. Semoga semakin semangat ngeBLOG-nya.


Ohya, poto ini setidaknya menjadi penghibur buat saya. Meskipun tidak sempat berpartisipasi di kontesnya Pak De, ternyata gambar saya ikut nimbrung juga. Lumayanlah.

NB : Pie (si kerudung merah), selamat menempuh hidup baru. Asyik kan, baru dua hari akad nikah photonya langsung nyebar. Salam buat suami tercinta.

Pak De, terimakasih. Juga buat buku kirimannya yang buat saya. Buku itu kita baca bergiliran. Jadi secara tidak langsung, Pak De sudah memberikan satu buku untuk banyak orang.


Paranetter, terimakasih atas persahabatannya. Salam hangat dari kota kecil Jember.

10.11.10

Ketika Presiden Datang

10.11.10
Ini bukan tentang Mr. Obama yang sekarang lagi hangat hangat kuku diperbincangkan. Tapi tentang kedatangan Presiden Republik Negeri ini, Bapak SBY.

Masih ingat banjir bandang yang terjadi di Panti - Jember, pada pembuka tahun 2006? Saat itu banyak nyawa melayang. Pengungsi jumlahnya ribuan. Korban yang dinyatakan hilang jumlahnya lumayan. Kerugian materi juga tidak sedikit. Dan semuanya butuh uluran tangan.

Suplai bantuan pun datang dari segala arah mata angin. Mulai dari obat obatan, makanan, sampai pakaian hangat. Sayangnya bukan hanya itu yang berdatangan. Masyarakat saling berbondong bondong mendatangi lokasi. Kalau istilahnya mas Joe di posting terbarunya, ini namanya wisata bencana.

Nah, beberapa hari paska bencana itulah, Presiden datang ke lokasi. Sepanjang hari, sedari pagi radio radio di Jember terus menyiarkan tentang kunjungan SBY dan team ke lokasi. Masyarakat yang berdatangan semakin berlipat. Entah, ini karena efek media atau bukan, saya tidak berani memastikan.

Apa yang terjadi saat Bapak Presiden datang?

Yang jelas lokasi menjadi steril. Masyarakat yang berdesakan di portal terakhir, dilarang keras untuk masuk ke lokasi kunjungan. Jalan jalan tembus, semua dijaga oleh Bapak2 Aparat. Poster2 partai yang tadinya menghiasi banyak posko sampai ke kardus2 bantuan, semua bisa dibikin tidak nampak. Setidaknya, tidak mencolok seperti sebelumnya.

Tiba tiba ada banyak tenda. Tiba tiba ada sekolah darurat untuk para korban usia sekolah. Singkatnya, tiba tiba ada banyak fasilitas dari yang sehari sebelumnya nggak ada. Hebat, ternyata semua bisa disulap.

Yang menyedihkan pada saat Presiden datang, team SAR jadi kesulitan untuk sekedar wira wiri. Saya sendiri pada saat itu sedang bersama SRU alias team kecil. Evakuasi korban hidup. Langkah kami tersendat karena berpapasan dengan rombongan.

Paranetter, jika ada yang menyedihkan pasti juga ada kabar baik. Kabar baiknya, kedatangan Presiden ke lokasi sangat menghibur hati para korban bencana. Ini benar. Sekilas saya melihat banyak pasang mata yang berbinar hanya karena menatap Presiden dari dekat. Beberapa dari mereka menitikkan air mata karena sempat berjabat tangan dengan SBY.

Di suasana Indonesia yang seperti ini, saya berdoa semoga tidak ada lagi sulap menyulap. Melengkapi segala kebutuhan hanya pada saat ada orang orang penting datang. Terlebih Bapak Presiden yang terhormat. Apalagi seperti yang terjadi di Panti.

Presiden datang fasilitas terbentang. Presiden pulang fasilitas banyak yang kembali hilang.

Harapan saya, semoga tidak ada yang mencuri kesempatan dalam keadaan yang seperti ini. Bagaimana paranetter, setuju?

8.11.10

Yang Saya Dapat Dari NgeBLOG

8.11.10
Siapapun mempunyai peluang yang sama untuk menjadi seorang penulis di blog. Tidak perduli apa kita merasa berbakat atau tidak. Itu yang saya tangkap dari komentar para sahabat blogger di artikel sebelum ini. Tentang apakah blogger wajib punya bakat menulis?

Tidak wajib. Karena memang selain kadang kita tidak menyadarinya, yang lebih diutamakan adalah kemauan. Jika kita sudah ada kemauan dan hasrat yang besar untuk menulis, maka kemampuan akan mengikuti.

Di tambahkan oleh Dek Dani, blogger belia yang berusia hampir sebelas tahun. Dek Dani bilang, yang dibutuhkan oleh seorang blogger adalah warna hidup atau pengalaman yang dapat di ceritakan dengan maksimal. Pandangan sederhana yang menarik.

Ada juga komentar yang menggelitik dari Kang Ian. Gimana mau jadi penulis, kalau mencoba untuk menulis saja tidak pernah. Hehe..kalimat yang asyik. Hal senada juga dikatakan oleh Mbak Isnuansa dan MyLitleUsagi. Dan masih ada banyak lagi komentar yang memberi semacam multivitamin. Semuanya menyehatkan.

Ohya ada lagi komentar yang mencuri perhatian saya. Dari Mas Darin. Membicarakan tentang satu hal yang bernama imajinasi. Dan saya sependapat dengan ini. Menurut saya, kehebatan seorang penulis bukan terletak pada kepopulerannya, tapi pada ruang imajiner hasil karya yang mengarah pada sebuah perubahan. Tentu saja perubahan ke arah yang lebih baik.

Ah, ternyata menjadi blogger membuat kita kaya. Kaya sudut pandang, kaya pengetahuan dan kaya persahabatan. Kaya akan pembelajaran. Pun masalah sopan santun dalam penulisan. Saling menjadi media pengingat, itu sungguh menyenangkan. Dunia blogger benar benar memberi sebuah penghargaan tinggi pada yang namanya proses.

Para sahabat blogger, sementara ini itu yang saya dapatkan. Bagaimana dengan anda, apa yang anda rasa dan dapatkan selama ngeBLOG?

Salam hangat dan semoga sehat selalu..

7.11.10

Apakah Blogger Wajib Punya Bakat Menulis?

7.11.10
Sebuah pertanyaan terlontar dari salah seorang keluarga tamasya. Begini pertanyaannya. Mas Hakim. saya juga pengen punya blog, tapi saya nggak bakat menulis. Pertanyaan yang keluar begitu saja, tapi saya repot juga menjawabnya.

Apakah seorang blogger wajib punya bakat menulis?

Ketika saya bilang nggak butuh bakat misalnya. Dan saya jawab dengan yang penting usaha, apa memang demikian? Bukankah jika kita berbakat pada suatu bidang, maka kita akan lebih mudah mempelajarinya? Hmmm..Ternyata gampang gampang susah untuk memberi sebuah jawaban.

Singkat cerita, akhirnya saya lebih memilih berdongeng daripada menjawabnya dengan ringkas, padat dan tepat sasaran.

Saya ceritakan padanya bahwa sejak SD, saya paling kesulitan saat ada tugas mengarang indah. Tapi saya tetap mengerjakannya. Dan tidak pernah berpikir apakah hasilnya berbobot apa nggak. Maklum masih SD, hehe.

Saya juga memberi contoh tentang seorang tukang batu yang memasang batu bata untuk pertama kali. Hingga akhirnya menjadi sebuah tembok yang panjang. Atau bahkan gedung yang tinggi. Semua diawali dengan memasang satu batu bata saja. Begitu juga dengan menulis. Pasti ada awalan.

Ternyata saya berdongeng lumayan panjang. Saya bicara ngalor ngidul. Padahal maksud hati hanya ingin berkata, jika ada kemauan maka kemampuan Insya Allah akan mengikuti.

Bila ingin menjadi penulis, yang kita butuhkan adalah hasrat untuk menulis. Selanjutnya memelihara hasrat tersebut
.

Paranetter, menurut saya, penulis yang berhasil adalah mereka yang tidak pernah menyerah untuk berproses. Menulis dan terus menulis. Melakukan pengulangan pengulangan. Tidak mau terpenjara dengan kalimat, saya tidak punya bakat.

Bagaimana menurut anda, apakah seorang blogger wajib punya bakat menulis atau tidak? Saya sangat berterimakasih jika anda mau berbagi sudut pandang di sini. Salam hangat..

6.11.10

NgeBLOG Rame Rame

6.11.10
Keinginan saya untuk menciptakan suasana kopdar ternyata disambut hangat oleh beberapa kawan di Jember. Teristimewa oleh sahabat saya yang punya blog baru, Mas Lozz Akbar.

Tadi siang saya juga sempat diskusi dengan beberapa kawan di sebuah warung kopi. Tema diskusi awalnya tentang menambah titik penggalangan dana bencana. Setelah dirasa selesai, baru ngobrol tentang bagaimana caranya biar bisa menciptakan semangat ngeBLOG secara kolektif. Nah, bukankah ini awal yang menyenangkan untuk melangkah ke diskusi diskusi selanjutnya?

Dari obrolan ringan itu saja, sudah menghasilkan dua lagi kawan yang bikin blog. Keduanya adalah sales yang biasa mangkal di warung kopi tersebut. Alhamdulillah sekarang blognya udah jadi semua, meskipun di media yang gratis.

Di artikel sebelumnya juga sudah ada beberapa pandangan dari para blogger. Tentang apa saja yang harus dipersiapkan jika ingin bikin acara kopdar. Atau jika ingin membuat kelompok kelompok diskusi tentang dunia blog, meskipun hanya skala kecil. Itu semua menyemangati saya untuk terus menyebarkan semangat untuk berkarya lewat media blog.

Paranetter, terimakasih atas doa dan semangatnya. Semoga ini berarti buat kami di kota kecil Jember untuk mencoba terus berkarya, di dunia perbloggeran.

Salam hangat..

2.11.10

Menciptakan Suasana KopDar

2.11.10
Setiap kali membaca postingan kawan kawan tentang KopDar sesama blogger, saya selalu ikut membayangkan. Senangnya jika bisa berkumpul dengan orang orang yang memiliki minat sama.

Di kota kecil saya Jember bukannya nggak ada ajang kumpul kumpul sesama blogger. Ada dan sudah terhimpun dalam satu wadah, namanya suwarsuwir dotkom. Komunitas ini terbentuk tahun 2008. Tapi kok kalau dilihat dari blognya, komunitas ini adem ayem saja. Apa saya yang salah nilai ya.

Bagaimanapun, saya ingin merasakan yang namanya KopDar. Ingin punya komunitas dengan kesamaan minat. Dan itu hanya ada dua cara. Jika tidak bergabung dengan sebuah komunitas yang sudah ada, maka saya harus merintis sebuah komunitas baru. Nah, yang kedua inilah yang akan saya pilih.

Saya ingin memperkenalkan dunia blog pada orang orang di sekitar saya. Jika mereka sudah punya blog, akan saya semangati mereka. Siapa tahu mereka mau kembali menyentuhnya. Dengan begitu, setidaknya suasana di sekitar saya akan kondusif. Dan saya nggak perlu jauh jauh bila ingin berKopDar ria.

Salam hangat..


31.10.10

Mempersiapkan Hati

31.10.10
Ternyata, beberapa waktu terakhir ini, bukan hanya saya saja yang sakit. Ada banyak kawan yang mengalami hal serupa. Ada yang karena tekanan darahnya merosot. Ada yang trombositnya melambung. Atau karena demamnya naik turun.

Ini benar benar waktu yang sama sekali tidak tepat untuk sakit. Apalagi setelah ada kejadian beberapa bencana di Indonesia. Semestinya ada yang harus saya lakukan. Andai saja datangnya rasa sakit bisa ditawar.

Sakit adalah sesuatu yang datangnya tidak bisa kita tawar. Begitu juga dengan bencana alam. Maka yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan hati dan jiwa, atas segala yang mungkin terjadi.

28.10.10

Antarkan Aku Ke Tempat Itu

28.10.10
Ku terbang kemana hati membawaku
pergi dan kunikmati

Tak ingin kehilangan kesempatan
tuk cumbui alam raya

Reff

Antarkan aku ke tempat itu
Tempat yang lebih indah darimu

Dimana tak ada lagi waktu
Untuk memikirkanmu


Judul : Antarkan aku
Recording : G - Rec
Aranger : Mungki Krisdianto
Lagu/mp3 : Antarkan aku


Lagu di atas adalah lagu lama sekali ciptaan sendiri. Masuk dalam album pertama tamasya band, bertitel SAVE THE TREE #1. Sengaja saya tuliskan di sini, sebagai doa dalam nada.

Indonesia, mari saling bergandeng tangan.

25.10.10

Anugerah Yang Sering Kita Lupakan

25.10.10
Anugerah yang paling sering kita lupakan adalah rasa sehat. Itu semua tidak lain karena saat kita sehat, kita terlalu banyak memiliki keinginan. Berbeda dengan orang yang sedang sehat, orang sakit hanya memiliki setidaknya satu keinginan. Sembuh, itu yang diinginkan.

Sungguh beruntung bagi mereka yg sakit, jika masih ada harapan untuk sehat. Ini bisa dijadikan bahan perenungan bagi yang sehat. Kita perlu menjaga dan memaknai kesehatan.

Tak perduli betapa cepat kita berlari, tak perduli betapa gigih kita memburu kesuksesan, akan ada saatnya kita merasa nyeri dan sakit.

Paranetter, rasa sakit adalah sesuatu yang layak kita renungkan. Ada yang bilang, kita tidak akan mengerti bahagianya sehat jika tidak pernah merenungkan sakit. Yakinlah bahwa ini dari Tuhan, karena manusia tidak bisa menciptakan rasa sakit.

Bagi siapapun yang barangkali sedang sakit, semoga lekas sembuh ya. Amin.

24.10.10

Investasi Cantik

24.10.10
Setiap manusia pasti ingin memiliki investasi pahala yang selalu mengalir. Tidak terkecuali saya dan orang orang di sekitar saya. Bahkan sebisa mungkin, pada saat kita mati, pahala tersebut terus mengalir dalam rekening kita. Alangkah indahnya.

Yang populer dari investasi model ini adalah mewakafkan harta benda kita pada tujuan yang baik. Dengan kata lain, bersedekah. Contoh, membangun tempat ibadah.

Ada lagi yang tak kalah populer. Mempunyai anak yang sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya. Dan satu lagi, mengajarkan kebaikan.

Di luar ketiga poin tersebut, ada yang menarik perhatian saya. Tak lain adalah tentang menanam pohon. Menanam satu pohon sama dengan membeli tiket menuju surga. Kok bisa?

Yang saya tahu, satu pohon bisa menghasilkan oksigen dan menyimpan air bersih. Selain itu, usia pohon jauh lebih panjang dari usia kita. Jika pohon tersebut dimanfaatkan oleh manusia maupun hewan pada saat kita tiada, sudah pasti pahalanya akan mengalir ke account kita.

Teringat kata kata mutiara Pramudya, "Jika usiamu tak sepanjang dunia, maka sambunglah lewat tulisan.." Bagaimana jika di akhir kalimat kita tambahkan dengan mencipta lagu menanam pohon? Saya kira itu lebih melengkapi.

Paranetter, jika kita ingin memiliki investasi jangka panjang yang terus mengalir, tidak perduli apakah kita sedang tidur, bertamasya, atau bahkan meninggal dunia, menanam pohon bisa kita jadikan pilihan yang menarik.

Ohya, saya juga pernah menorehkan hasrat ini ke dalam sebuah lagu berjudul Duniaku.

Sebagai penutup, saya akan nukilkan kata kata di blog Pak Mars.

Hidup adalah tentang mengumpulkan dan menebarkan. Tentang mengumpulkan apa yang bertebaran, lalu menebarkan kembali apa yang sudah kita kumpulkan.

Dapat saya bayangkan jika salah satu yang kita kumpulkan dan sebarkan itu adalah biji bijian. Wow..cantik sekali.

Paranetter, salam lestari...!!!

23.10.10

NgeBLOG Itu Indah

23.10.10
Yang saya rasakan selama ngeblog

Yang pertama, saya merasa menjadi seorang bos bagi media saya sendiri. Tidak menulis di bawah tekanan dan merdeka dari deadline. Bebas menentukan tema dan tidak khawatir tulisan kita bakal disensor diedit oleh redaktur bos.

Tapi seringkali, justru kenyamanan ini melahirkan monster bernama lalai

Ya saya tahu, segala hal yang menyamankan selalu ada bayang bayang kelalaian. Dimulai dari santai, lalu sangat santai, lalu sangat santai sekali, baru kemudian lalai.

Kenyataan ini menyadarkan saya, betapa sulit memerintah diri sendiri

Ini bukan tentang rasa takut yang sebegitunya. Hanya sebuah kesadaran saja. Sadar, bahwa jika saya tidak bisa memerintah diri sendiri, maka saya berpeluang untuk lalai pada blog acacicu.

Usia blog ini baru satu bulan. Sudah barang tentu saya butuh banyak masukan dari anda semua. Karena anda semualah, satu diantara alasan saya untuk senantiasa mencintai blog.

Itulah kenapa di kesempatan kali ini saya hanya ingin mengucapkan terimakasih pada anda semua.

Benar sekali, ternyata ngeBLOG itu indah..

Paranetter, TERIMAKASIH banyak..

20.10.10

Berkarya Bersama Sama

20.10.10
Foto di bawah ini diambil di studio lawas, GARASI Studio. Tempat dimana saya dan kawan kawan tamasya band berkumpul.

Disinilah kami berkarya. Berkumpul dengan ekspresi yang berbeda beda. Di sini kami kami menuangkan rasa cinta tanah air. Kadang menjadi sebuah lagu sederhana, kadang dalam bentuk yang lain.

Di sini juga kami memandang Indonesia dengan segala perbedaan dan kecantikannya.

Ya, di sini. Di bawah langit yang sama. Indonesia.

Foto Ekspresi :

Photobucket

Artikel ini pernah diikutsertakan pada Kontes Iklan Indonesia Bersatu di BlogCamp.

19.10.10

Inilah Arti Sebuah Nama

19.10.10
Di tulisan saya sebelumnya, saya bercerita tentang Catherine. Sekarang saya juga masih ingin bercerita tentang nama yang sama. Tapi Catherine yang ini sama sekali bukan tentang nama sepeda BMX.

Pada 21 September 2008, seorang sahabat bernama Har menghubungi saya via telepon. Dia mengabarkan sesuatu yang membahagiakan sekaligus mengejutkan buat saya.

Ya, saya turut senang, sahabat saya ini dikaruniai titipan oleh Yang Di Atas. Ternyata istrinya telah melahirkan seorang bayi perempuan.

Alhamdulillah...

Tapi kabar ini sekaligus membuat saya terkejut. Bagaimana saya tidak terkejut, lha wong sahabat saya ini meminta ijin pada saya untuk memberi nama putrinya dengan nama Catherine. Sama seperti nama BMX dan judul lagu ciptaan saya.

Mau dilarang ini, saya nggak punya hak paten dengan nama itu. Tapi mau diiyakan ya kok berat rasanya. Ini kan tentang sebuah doa. Tentang harapan orang tua yang disematkan pada anaknya lewat sebuah nama.

Alhasil, saya hanya bisa mengingatkannya lebih dari sekali dengan kata kata yang sehalus mungkin. Dan apa yang saya dapat?

"Justru karena itulah bro, saya ingin menamai anak saya dengan nama Catherine. Saya menaruh harapan besar di sana. Saya ingin kelak hidupnya seperti sepenggal lirik yang ada di lagu itu.."

Nah..Lho..Saya hanya bisa melongo..

Sebulan kemarin adalah hari istimewa Catherine. Pada 21 September 2010 dia genap berusia 2 tahun. Ohya, nama lengkapnya Catherine Harum Senja Ramadani.

Paranetter, nama adalah doa. Tak perduli nama tersebut terinspirasi oleh apa dan diserap dari bahasa manapun. Meskipun saya tahu, bagi orang muslim seperti saya, nama yang diserap dari bahasa Al Quran itu satu tingkat lebih mulia.

Tapi saya hanya ingin menggaris bawahi satu hal. Nama adalah doa. Orang tua kita menitipkan harapan besar pada nama yang kita sandang. Bukan itu saja sebenarnya. Nama adalah pelajaran pertama yang harus dilewati manusia. Dan setiap nama memiliki filosofi tersendiri.

Menurut saya, inilah arti sebuah nama. Bagaimana menurut anda paranetter, apakah arti sebuah nama?

Salam hangat...

17.10.10

Benarkah Tuhan Maha Pencemburu?

17.10.10
Jika anda berkesempatan singgah di kota kecil Jember, lalu anda melihat seorang lelaki kecil, hitam manis kurus dan sedang menunggang sepeda BMX warna kuning, itu adalah saya.

Kadang saya berdansa dengan sepeda BMX yang saya namai Nona tersebut. Meliuk liuk di sepanjang trotoar yang sepi. Atau hanya sekedar berbaris mengular bersama kawan kawan sesama pencinta sepeda angin.

Sebelum Nona (nama sepeda BMX saya yang sekarang), saya juga punya sepeda BMX. Yang ini saya namai Catherine.

Sedikit cerita tentang Catherine..

Pada 23 September 2005, saya menciptakan lagu untuk Catherine. Judulnya sama, Catherine
Pada Desember 2006, saya ciptakan lagu lagi. Judulnya Aku Kau Dan Catherine

Hampir satu tahun kemudian, lagi lagi saya menciptakan lagu yang terinspirasi dari Catherine. Judulnya Masih Ada Catherine.

Singkat cerita, kisah tentang Catherine berakhir pada 18 Januari 2008. Ya benar, si Catherine hilang dicolong maling.

Pesan moral dibalik hilangnya Catherine..

Kadang kita terjebak, terbuai, tergantung dan ter ter lainnya, dengan barang atau sesuatu apapun yang kita miliki. Seringkali hal hal tersebut membuat kita lalai dengan Dia yang seharusnya kita cintai.

Saya teringat kata kata seorang kawan sesaat setelah Catherine raib. Barangkali Tuhan cemburu mas. Itu yang kawan saya katakan. Dan saya masih sering memikirkan kalimat pendek tersebut.

Itulah kenapa saya belum berani menciptakan lagu yang terlalu manis untuk Nona, BMX saya yang sekarang. Bahkan saat menciptakan lagu tentang cinta, saya selalu mengambil tema yang luas. Atau tema yang tidak seperti biasanya, tapi sekiranya saya sanggup melaksanakan hidup bersama lirik lagu tersebut.

Ya benar, saya takut Tuhan cemburu. Lebih takut lagi, karena saya tahu resikonya.

Paranetter, apakah anda juga pernah punya pengalaman kehilangan sesuatu yang sangat dielu elukan? Telepon genggam misalnya. Atau pacar, hehe. Lalu, apa pertanyaan anda setelah kehilangan juga sama dengan yang saya pikirkan? Tuhan Maha Pencemburu dan memberikan kita pelajaran dengan sebuah peristiwa, Tuhan punya maksud lain yang lebih indah, atau bagaimana?

Seperti biasa, saya senang jika anda berbagi sudut pandang di sini.

NB : Sekedar info, setelah ini saya akan menggunakan nama Masbro di kolom komentar paranetter (sebelumnya menggunakan nama acacicu). Semoga dengan perubahan ini komentar saya nggak sering masuk spam lagi. Terimakasih.

16.10.10

Lagu Kita

16.10.10
Di artikel kali ini saya ingin kembali berbagi lagu ciptaan sendiri.

Liriknya pendek. Durasinya juga cuma sekitar tiga setengah menit. Tapi lagu ini adalah hasil pengendapan kenangan antara saya, alam raya dan orang orang di sekitar saya.

Akan saya tuliskan liriknya. Siapa tahu lagu yang berjudul LAGU KITA ini juga bisa mewakili kenangan anda.

LAGU KITA

Pernah kepuncak bukit denganmu
Pernah susuri sungai denganmu
Pernah menatap bintang kau dan aku
Pernah seperti itu..

Saat dalam naungan malam
Saat dalam pelukan bintang
Saat ku dingin kau menyelimuti
Saat seperti itu

Reff :

Masih ingatkah tentang itu
Dikala kita bermain batu
Di tepian sungai yang bergemericik merdu

Dan dikala sang malam tiba
Api unggun menghangatkan cerita
Mendendangkan suasana kesayangan kita

Recording : GARASI Record
Aransemen : Mungki Krisdianto



Setiap mendengar lagu ini, imajinasi saya seperti terbang ke arah dimana kenangan itu tercipta. Bagaimana dengan anda? Kenangan seperti apa yang legendaris dalam hidup anda?

Satu menit yang memiliki kenangan indah, itu lebih mempesona daripada sepuluh tahun tanpa kenangan apapun..

Ohya hampir lupa. Paranetter, seperti biasa, jika anda ingin sekedar menikmati lagu ini, silahkan mengunduh LAGU KITA di sini.

Mari kita saling berbagi kenangan..

15.10.10

Menunjukkan Cinta Pada Air

15.10.10
Keikut sertaan saya di festival blog 2010 kemarin bermula dari blogwalking ke blognya Mbak IyHa yang berjudul Pemula Non Pemalu. Tentunya ada hal baru yang saya dapatkan paska tekan enter dan resmi jadi partisipan kontes. Nggak percaya diri campur ndredeg. Tapi ironisnya, secara bersamaan saya juga merasa senang. Setidaknya saya telah belajar membuat tulisan yang terkonsep. Makasih ya Mbak IyHa.

Tapi.. artikel kali ini bukan hendak menceritakan tentang tulisan saya sebelumnya, Belajar Dari Api Unggun. Yang ini tentang ajakan mas Alamendah untuk ikutan menyemarakkan blog action day yang temanya tentang hemat air.

Terus terang saya bingung mau menuliskan tema air ini dari sudut yang mana. Padahal saya tahu, semakin hari persediaan air bersih di bumi ini semakin terancam. Saya juga menyempatkan membuka mesin pencari. Ada banyak data di sana. Tapi ya kok rasanya terlalu wah jika harus menuliskan data data tersebut.

Alhasil, akhirnya saya mengambil keputusan untuk menceritakan dongeng dari Bapak saya sendiri. Tentu saja masih tentang air.

Saya tumbuh di tengah tengah keluarga kecil muslim yang sederhana dan hangat. Sejak kecil, Bapak selalu mendongengkan kisah para Nabi. Yang paling saya suka dan ingat adalah kisah Nabi Ibrahim. Ada banyak lagi yang Bapak dongengkan di luar kisah para Nabi.

Ohya, tentang hemat air, Bapak pernah mendongengkan sesuatu pada saya. Tepatnya bukan dongeng, tapi hanya berupa obrolan santai saja. Karena pas Bapak mengatakan ini, saya sudah SMA tapi lupa kelas berapa. Pokoknya waktu itu saya lagi mau tamasya ke pantai Sukamade. Ini yang Bapak saya katakan.

Im, jangan lupa sholat waktu itu saya memang juaaaarang shalat, shalat itu tiang agama.

Cuma itu thok kok yang dikatakan Bapak saya. Nggak seru ya? hehe. Tapi nggak tahu kenapa justru itu adalah salah satu momen yang sering saya ingat sampai sekarang.

Terus hubungannya dengan hemat air?

Seperti yang kita tahu, Indonesia adalah negara yang masyarakatnya paling banyak memeluk Islam. Sedangkan Islam tiang agamanya adalah shalat. Untuk shalat, yang dibutuhkan selain niat ada lagi, bersuci. Selain dalam keadaan darurat, kita dianjurkan bersuci dengan menggunakan air.

Nah, setelah muter muter, sampai juga saya membicarakan air.

Apa yang kita butuhkan untuk menyimpan air? Ya benar. Tanah yang kondusif. Ujung ujungnya adalah kita butuh pohon. Karena pohon bisa membuat serapan air dan sangat membantu tanah dalam menyimpan air. Bisa dikatakan, tanah yang kondusif dijadikan serapan air, sama sperti galon raksasa.

Secara tersirat, ini mengajarkan pada kita teristimewa umat muslim, untuk menghemat air biar anak cucu kita nggak bingung kalau mau berwudhu. Berikutnya adalah menanam pohon. Berbanding lurus dengan Hablum Minan 'Aam, hubungan manusia dengan alam.

Bayangkan jika satu orang muslim menanam pohon dan merawatnya, lalu mengajak saudara yang non muslim untuk juga menanam pohon, betapa sejuknya Indonesia. Apalagi jika para orang tua senang berdongeng untuk buah hatinya tentang hal hal ringan seputar ramah lingkungan. Alangkah indahnya.

Paranetter, kita tentu punya cara yang berbeda dalam hal menghemat air. Bagaimana cara anda menghemat dan menunjukkan cinta pada air? Senang sekali jika anda mau berbagi meski hanya setetes solusi.

13.10.10

Belajar Dari Api Unggun

13.10.10
Penulis blog tidak jauh beda dengan api unggun. Menerangi tapi tidak melelehkan. Menghangatkan tapi tidak meludeskan. Menawarkan percik percik api tapi berbentuk inspirasi. Seperti itulah seorang blogger. Mampu menyumbang terang di tempat yang gelap.

Apa syaratnya jika ingin menjadi seorang blogger? Syarat paling dasar adalah kemauan. Katakanlah kita ahli dalam bidang perapian. Tapi jika kita tidak punya kemauan untuk membuat api unggun, maka jangan harap kita akan bisa menikmati hangatnya.

Setelah kemauan, hal paling vital yang harus kita miliki adalah pemantik api. Ya, kita harus memiliki sesuatu yang bisa mengundang datangnya api. Kenapa harus api? Karena bukan api unggun namanya jika tidak ada api, hehe.

Api identik dengan semangat. Dan itu yang harus dimiliki oleh seorang blogger

Oke, kemauan sudah ada dan pemantik api sudah tergenggam. Lalu apa yang harus kita lakukan? Mengumpulkan ranting ranting kering, itu jawabannya. Kita susun sedemikian rupa lalu kita nyalakan. Maka jadilah api unggun.

Menulis di blog pun demikian. Kita butuh ide. Kita jaring dan kumpulkan saja ide ide yang ada di sekitar, untuk kemudian kita susun semuanya hingga menjadi sebuah tulisan. Sesederhana itu saja.

Pertanyaan selanjutnya..

Bagaimana cara menggunakan internet secara sehat? Apakah masih bisa diibaratkan dengan api unggun? Tentu saja masih bisa.

Paranetter, seperti yang kita tahu, hanya api kecil yang bisa kita jadikan teman. Begitu juga dengan jika kita membuat api unggun. Kita harus membuat batasan batasan untuk memastikan api tidak menjalar. Berinternet sehat juga seperti itu. Kita harus mampu memanage tulisan kita menjadi seefisien mungkin. Menentukan waktu ngeblog misalnya. Atau membatasi tulisan tulisan untuk tidak mengangkat issu SARA.

Sebuah pelajaran lagi yang bisa kita petik dari filosofi api unggun adalah tentang konsekuensi. Berani membuat api unggun berarti berani menanam pohon. Kenapa demikian? Karena api unggun berbanding dengan penggunaan ranting dan kayu. Dan itu semua berasal dari pohon. Tidak mencampur api unggun dengan sampah yang menghasilkan asap tidak sedap, itu juga sebuah catatan.

Seorang blogger pun demikian. Berani membuat blog berarti harus berani berkarya. Setidaknya, berani menulis di blog meski hanya sebulan sekali. Satu lagi, tidak kopi paste. Bagaimanapun kopas itu tidak sehat dan sama sekali tidak sedap.

Semoga hasil renungan yang sederhana ini bisa membuat kita beraktifitas internet secara sehat. Siapa tahu, dari yang sederhana kita juga bisa menjadi seorang penulis blog yang hebat. Amin.

Tulisan ini pernah diikutsertakan dalam bandungblogvaganza.blogdetik.com festival blog 2010

12.10.10

Mencintai Langit

12.10.10
Langit kota kecil Jember menampakkan kesedihannya. Warnanya kacau. Bahkan semalam tak ada bintang yang sudi menampakkan diri.

Satu demi satu orang orang di sekitar saya didatangi Utusan Tuhan yang bernama influensa. Imun saya juga dengan senang hati membuka pintu sekedar mempersilahkan flu tamu istimewa yang satu ini. Ya benar, saya juga tak luput terkena flu. Dan semua diawali dengan warna langit yang tidak menentu.

Langit, ada apa denganmu sayang?

Apakah langit perlu dirawat? Jika pertanyaan ini disodorkan kepada saya, saya akan menjawab dengan satu kata saja. Ya. Pertanyaan kedua, kenapa harus dirawat? Pertanyaan ketiga, bagaimana cara merawatnya? Dan seterusnya.

Paranetter, sejak kecil saya sangat senang melihat pelangi. Itulah alasan kenapa saya ingin ikut serta merawat langit. Jika lapisan ozon semakin bocor, jika permukaan air laut semakin meninggi, jika musim semakin tak bisa ditebak, saya yakin pelangi akan malu untuk sekedar menunjukkan kecantikannya.

Kenapa bisa begitu? Bukankah pelangi dimulai dari hujan, lalu muncul matahari, baru kemudian ada efek warna lengkung pelangi? Ya benar, sederhananya memang demikian. Tapi bagaimana pelangi tidak malu menampakkan diri, jika datangnya musim hujan saja tidak menentu.

Lalu, bagaimana cara kita merawat langit? Jawabannya mudah. Aktifitas apapun yang ramah lingkungan, itu sama dengan kita turut serta merawat langit. Yang paling mudah adalah menanam pohon, atau hanya sekedar berjalan kaki jika jarak tempuh ke tempat yang kita tuju dekat.

Paranetter, langit, hujan, pelangi dan semacamnya adalah juga ayat ayat Tuhan. Mereka diciptakan oleh Sang Pencipta untuk bisa kita kaji, renung dan cintai. Bagaimana dengan anda, apakah anda juga mencintai langit?

Salam hangat dari kota kecil Jember yang langitnya butuh cinta..

10.10.10

Doakan Aku Pulang

10.10.10
Sesuai dengan yang saya tuliskan kemarin, kisah pendaki yang bertahan hidup di Mahameru, maka kali ini saya akan membagi lirik lagu berjudul Doakan Aku Pulang beserta link MP3 nya. Lagu ini dilantunkan sendiri oleh Dian Susanto, survivor sosok yang saya ceritakan kemarin. Baiklah, akan saya tuliskan liriknya, semoga bermanfaat, Amin.


DOAKAN AKU PULANG

Hari yang seindah ini
Mengapa sulit kunikmati
Larut terjebak jurang tebing yang tinggi
Dan aku sendiri
Di MAHAMERU sendiri

Bukan karena takut mati
Ku hanya takut selamanya tak kembali
Terus kukejar sinar hangat mentari
Ku menghibur diri
Menghibur diri bernyanyi

Reff :

Kawan ulurkan tanganmu kita kan teman
Doakan aku menemukan jalan
Tak tahan lagi aku ingin pulang

Kawan berikan aku di sini senyuman
Saat engkau ada dikejauhan
Yakinlah aku bisa merasakan

Recording : GARASI Record
Aramsemen : Mungki Krisdianto


Para netter, sesederhana itu saja lirik lagu "Doakan Aku Pulang." Ohya, sekedar info. Pada jumat 8 Oktober kemarin telah ditemukan mayat di lereng selatang Gunung Raung. Mayat tersebut ditemukan oleh kawan2 Jogja yang sedang mendaki di ketinggian 2200 DPL. Korban diketahui bernama Narwi berusia 45 tahun. Pada saat saya menuliskan ini, proses evakuasi masih sedang berjalan. Evakuasi terkendala oleh koordinasi dan lokasi ditemukannya korban.

Kembali ke lirik lagu Doakan Aku Pulang. Itu adalah lagu yang saya dedikasikan untuk Dian Susanto.

Untuk anda sendiri, lagu apa yang berkesan dalam hidup anda? lagu cintakah? Atau tembang kenangan? Senang rasanya jika anda mau berbagi cerita tentang lagu lagu yang mewarnai hidup anda. Terimakasih.

9.10.10

Kisah Pendaki Yang Bertahan Hidup Di Mahameru

9.10.10
Jika anda membuka mesin pencari dan mengetik kata kunci Dian Susanto MAHAPALA, atau Dian Susanto Hilang, atau anggota MAHAPALA hilang, maka anda akan diantarkan pada sebuah kisah di akhir bulan November 2006. Tentang hilangnya seorang pendaki selama enam hari lima malam di Gunung Semeru. Gunung yang puncaknya tertinggi sejawa, dan yang menginspirasi Dewa 19 menciptakan lagu berjudul MAHAMERU. Bagaimana cara Dian Susanto bertahan hidup? Ini yang ingin saya ceritakan.

Saya punya dua alasan kenapa saya lebih tertarik mengkisahkan cara Dian bertahan hidup daripada proses dia hilang dan semacamnya. Alasan pertama, untuk itu anda bisa menelusuri sendiri di mesin pencari, hehe. Alasan kedua, karena ini berhubungan dengan artikel saya sebelumnya. Tentang apa yang tidak bisa diwakili oleh komputer. Dan salah satunya adalah cerita. Ya, komputer tidak bisa bercerita tapi sangat akurat dalam menyimpan kisah kisah.

Begini kisahnya. Saya mulai dari hari ke empat.

Terus terang, memasuki hari ke empat pencarian, Tim SAR sudah tidak yakin jika si Dian bisa ditemukan dalam keadaan bernyawa. Saya yang ada diantara Tim, hanya bisa berdoa dan terus berdoa.

Singkat cerita, kisah si Dian berakhir happy ending.

Setelahnya, keseharian Dian disibukkan dengan menjawab apa saja yang ditanyakan para pemburu berita. Barulah beberapa waktu kemudian saya beroleh kesempatan untuk ngobrol santai berdua dengannya. Bukan berarti saya jurnalis lho. Ya benar, Dian adalah saudara saya sesama Pencinta Alam.

Saya masih sangat ingat, pertanyaan pertama yang saya tanyakan padanya. Apa yang membuatnya bertahan hidup.

"Karena saya memang harus bertahan hidup.."

Itu jawab Dian. Dan saya mengejar jawaban singkat itu dengan pertanyaan yang membola salju. Apakah karena makan dedaunan? Apakah karena meneguk air di ujung daun? Apakah karena tidur di bawah pohon dengan kaki sengaja dipendam ke dalam tanah? Dian tak segera mengangguk. Ternyata ada yang lebih dari itu. Yang lebih membuatnya bersemangat untuk bertahan hidup. Dan itu adalah sebuah cerita tersendiri.

"Saya seperti mengalami halusinasi bro. Apalagi saat saya dalam kondisi antara mau tidur dan masih terjaga. Semua dongeng yang pernah dikisahkan Ibuk saya, terpampang kembali, seperti sebuah slide"

Kira kira seperti itu jawaban Dian atas pertanyaan saya. Tak lama kemudian, Dian melanjutkan kata katanya.

"Cerita saat saya lagi kumpul2 di sekretariat MAHAPALA, kisah kawan2 saat mendaki, dan apa yang saya dapatkan saat mengikuti DIKLATSAR Pencinta Alam, itu semua juga kembali saya ingat. Saya sudah pasrah seandainya Tuhan tidak memberi jalan untuk pulang. Tapi saya harus tetap ikhtiar, berdoa dan berusaha. Saya harus kembali pulang. Saya rindu berbagi cerita dengan saudara2 saya di MAHAPALA. Saya kangen Ibuk. Saya juga harus menemui Mia. Saya benar benar ingin berbincang dengannya."

Paranetter, yang Dian paparkan adalah cerita tentang sebuah kerinduan. Rindu bercerita. Juga tentu saja tentang kerinduannya pada Mia, hehe.. Efeknya dahsyat, teman saya ini bisa bertahan dari cuaca yang ekstrem. Dari tebing tebing yang menjulang. Dari nyanyian alam yang mengiris kesendirian. Teman saya ini bisa bersemangat oleh cerita2 yang telah terlewati. Dan oleh cerita yang belum sempat dia pahat.

Beberapa waktu setelahnya, Oktober 2006, saya menciptakan sebuah lagu berjudul Doakan Aku Pulang. Lagu ini sengaja saya dedikasikan untuk Dian atas semangat bertahan hidupnya. Dia sendiri yang saya paksa untuk menyanyikannya. Sayangnya, saat saya menuliskan ini, saya belum memberitahu Dian. Ke depan Insya Allah akan saya bagikan liriknya untuk anda semua.

Paranetter, cerita yang seperti apa yang bisa membuat anda lebih bersemangat? Atau anda punya kisah tersendiri?

Seperti yang biasa saya tuliskan, saya senang jika anda mau berbagi cerita di sini. Terimakasih.

8.10.10

Apa Yang Tidak Bisa Diwakili Komputer?

8.10.10
Apa yang tidak bisa diwakili komputer? Itu adalah tema obrolan santai saya dan beberapa rekan, kemarin sore di sebuah warung kopi. Anehnya, hampir semua yang dikatakan oleh rekan rekan saya, bisa terwakili oleh komputer.

Contohnya saja dunia perdukunan. Atau istilah kerennya, ilmu perbintangan. Ingin mengetahui watak seseorang dari tanggal lahirnya? Mudah, tinggal klik. Bahkan ada juga yang menggunakan sudut pandang orang2 jawa. Hebat. Semuanya lengkap dan tersedia di komputer. Sekali lagi, tinggal klik.

Masih banyak sebenarnya yang diobrolkan seputar tema tersebut. Mulai dari memancing meskipun game, Kasparov yang terengah engah menghadapi permainan catur komputer, sistem recording lagu yang semakin mudah, hingga adegan melahirkan di film 3 ideot yang terjembatani oleh internet. Dan setelah ngobrol ngalor ngidul, ternyata pertanyaannya masih sama. Apa yang tidak bisa diwakili komputer?

Pertanyaan tersebut sukses menghantui saya hingga hari ini. Tapi Alhamdulillah, saya menemukan jawabannya di sebuah buku yang sudah lama nggak saya sentuh. Judulnya Misteri Otak Kanan manusia karya Daniel H. Pink. Buku ini memperkenalkan enam poin kecerdasan. Menariknya, poin poin tersebut hanya bisa dilakukan manusia. Fungsi komputer hanyalah sebagai penyimpan data saja. Inilah 6 poin tersebut.

1. Tidak hanya fungsi tetapi juga DESAIN
2. Tidak hanya argumen namun juga CERITA
3. Tidak hanya fokus tetapi juga SIMPONI
4. Tidak hanya logika tetapi juga EMPATI
5. Tidak hanya keseriusan namun juga PERMAINAN
6. Tidak hanya akumulasi namun juga MAKNA

Paranetter, dari keenam poin tersebut saya lebih tertarik dengan poin kedua, CERITA. Kenapa? karena poin ini yang paling mewakili kehidupan seorang blogger. Semua blogger bercerita di blognya masing masing. Dan komputer menyimpan hasil tulisan kita untuk kemudian dibaca oleh blogger lain.

Disini, saya bukannya hendak mengurai apa dan bagaimana cerita. Tidak. Hanya saja, saya tergelitik dengan kutipan di buku ini, dari seorang pengarang bernama Barry Lopez. Akan saya tuliskan untuk anda, semoga bermanfaat dan lebih bersemangat untuk berbagi cerita di blog.

"Jika anda mendapatkan sebuah cerita, jagalah sebaik baiknya. Belajarlah untuk menyampaikannya kepada orang yang membutuhkannya. Untuk dapat bertahan hidup kadangkala seseorang lebih membutuhkan cerita daripada makanan.."

Paranetter, menurut anda, kira kira apa lagi yang tidak bisa diwakili oleh komputer? mari kita saling berbagi CERITA, terimakasih.

7.10.10

Ada Cinta Di Tepi Rel Kereta

7.10.10
Tepat dibelakang rumah orang tua saya, ada sepasang rel kereta yang mengular. Melambaikan tangan ke arah laju kereta adalah kisah masa kecil saya. Dengan kata lain, saya punya jalinan asmara dengan kereta api Indonesia. Ditambah lagi, saya adalah cucu dari seorang masinis.

Artikel ini berhubungan erat dengan artikel saya sebelumnya, Tuhan Bukan Hanya Milik Orang Beriman. Ya, saya masih menceritakan tentang sosok seorang Cak. Laki laki yang punya pedoman semakin banyak luka semakin jantan, yang bekerja sebagai penjaga palang pintu rel kereta api.

Paranetter, terutama yang rumahnya dekat dengan rel kereta, menurut anda apa yang menarik dari penjaga palang pintu kereta? Apakah pengabdiannya? Atau gajinya? hehe. Saya kurang paham dengan itu. Yang jelas saya tertarik dan menaruh hormat pada mereka. Kenapa? Jawabannya saya rangkum dalam sebuah lagu berirama dangdut. Judulnya ORKES TAMASYA. Akan saya tuliskan liriknya untuk anda.

ORKES TAMASYA

Di tepi rel kereta api kawanku bekerja
Bekerja atas nama cinta
Cinta adalah menunggu datangnya kereta

Gaji pas pasan tapi kawanku tetap bertahan
Katanya katanya katanya
Ada yang tak bisa dinilai dengan uang

Oh..meskipun kita dilupakan
Meskipun kita tak dipandang
Mari bergoyang....


Reff :

Selalu ada cinta
Untuk orang2 yang bekerja dengan hatinya
Selalu ada doa..
Untuk orang2 yang berkarya dengan jiwanya

Di Record di GARASI Record
Aransement : Mungki Krisdianto
Lagu ini masuk di rencana album 3 Tamasya Band


Seperti biasa, jika anda sekedar ingin menikmati video slidenya, silahkan lihat di youtube.

Ohya, bagaimana menurut anda, apa yang menarik dari penjaga palang pintu rel kereta api? Terimakasih.

6.10.10

Tuhan Bukan Hanya Milik Orang Beriman

6.10.10
Tak ada manusia yang hitam pekat sepekat pekatnya tanpa warna putih. Barangkali kalimat itu yang bisa menggambarkan sosok yang akan saya ceritakan ini. Inisialnya S tapi saya biasa memanggilnya Cak. Dua kali masuk penjara. Yang pertama karena kasus pembunuhan. Enam tahun kemudian dia dijebloskan lagi lantaran kasus curanmor. Apa yang menarik dari Cak?

Kata orang, Cak tidak ada menarik menariknya sama sekali. Tiap hari kerjanya persis seperti lirik sebuah lagu dangdut yang berjudul mabuk dan judi. Dua kali dipenjara tidak membuat hatinya terpanggil untuk berubah drastis. Sebaliknya, Cak semakin memiliki relasi dan reputasi mentereng di kalangan orang orang rantai.

Mohon maaf sebelumnya jika saya punya pandangan yang berbeda tentang Cak..

Saya punya dua alasan kenapa berani berbeda pandangan dengan orang orang di sekitar lingkungan saya. Yang pertama. Pada dasarnya Cak orang baik tapi gengsi untuk memulai berbuat sesuatu yang baik. Pandangan saya ini bisa saja salah. Tapi saya percaya, berbaik sangka itu lebih bijaksana daripada sebaliknya. Terus alasan kedua adalah karena Cak pernah berbagi cerita dengan saya.

"Mosok uripku cuma ngene2 thok Im, aku kan yo pengen mlebu surgo"
Translate : Masak hidupku cuma gini2 aja Im, aku kan juga pengen masuk surga.

Cak mengatakan itu pada saya, di suatu sore di tepi rel kereta api. Dia mengatakannya dengan mata memerah, dan mulut yang beraroma anggur kolesom. Ya benar, Cak dalam keadaan mabuk. Tapi entahlah, saya menaruh harapan dari kata kata yang Cak ucapkan.

Singkat cerita..

Harapan saya terkabul. Ini sudah memasuki tahun ketiga dimana Cak bekerja sebagai penjaga palang pintu rel kereta api *yang digaji oleh warga sekitar*. Apakah saya turut senang? Tentu saja. Meskipun ada berita kurang sedapnya. Sampai saat ini, Cak masih saja tidak bisa lepas dari alkohol.

Dalam hati saya memohon pada Yang Di Atas, sudilah kiranya Tuhan mengirimkan rizki berupa seseorang pada Cak. Entah profesor, entah kyai, entah Ustad, entah Biksu, entah Sufi, entah filosof, entah orang gila sekalipun, yang bisa merangkul Cak ke jalan yang setidaknya lebih baik.

Sudah ratusan kali saya mendengar khotbah yang mengutuk para pemabuk. Tapi, melihat orang yang hidupnya didedikasikan untuk menyentuh jantung persoalan, yang bisa merangkul yang tak terangkul, tak lebih dari jumlah jemari. Ini wajar. Ada banyak fitnah di tempat berpestanya setan. Saya paham akan ini. Tapi...

Paranetter, seorang pencuri pun berdoa sebelum melaksanakan aksinya. Begitu juga pemabuk. Mereka adalah orang orang yang haus ampunan tapi tidak tahu cara memulainya.

Mengutuk, mengucilkan, memandang sebelah mata, itu semua terbukti bukan sebuah solusi. Mereka ada di sekitar kita. Mereka butuh teman. Mereka butuh bahu seseorang sebagai tempat bersandar. Jika kebutuhan mereka tidak terpenuhi, bisa jadi mereka akan tetap seperti itu.

Sampai saat ini saya masih memelihara keyakinan, bahwa Tuhan bukan hanya milik orang beriman. Tuhan juga milik para pencuri kelas teri, copet, orang orang di balik jeruji, dan para pemabuk yang nuraninya belum terkecup rindu Ilahi.

Paranetter, semoga di sekitar anda steril dari karakter2 seperti yang saya gambarkan. Karena itu adalah impian kita bersama. Tapi seandainya ada, bolehkah saya tahu, apa yang akan anda lakukan? Senang sekali jika anda mau berbagi di sini. Terimakasih.

5.10.10

Lagu Para Pengembara

5.10.10
Judul di atas sebenarnya adalah judul sebuah lagu milik saya sendiri. Saya mempersembahkan lagu ini istimewa hanya untuk para TKI Tenaga Kerja Indonesia dimanapun berada. Tapi setelah membaca artikel terbaru milik Bli Tusuda yang berjudul Tugas Tegas Tentara, saya jadi kepingin mempersembahkan lagu ini untuk para TNI.

Tentang para TNI sendiri, saya juga punya sekeping kenangan. Diawali dengan masa kecil saya. Kebetulan rumah saya di Jember tidak jauh dari Taman makam Pahlawan. Jadi cerita tentang mencari selongsong peluru paska pemakaman, mencari lilin di malam upacara, dan mengais keranjang bunga pada saat ada acara tabur bunga, itu semua tidak bisa dilepaskan dari kenangan masa kecil.

Saat saya besar dan terjun di dunia Pencinta Alam, saya mengenal jabat komando. Sebuah cara bersalaman khas anak PA yang diadopsi dari jiwa korsa TNI.

Saat terjadi banjir bandang Panti di kota saya sendiri, saya terlibat aktif dengan cara kerja TNI. Kebetulan SRU tim SAR PA berpartner dengan Angkatan Darat dan Brimob kepolisian. Rasa kagum saya bertambah saat saya nge-SAR di beberapa titik lainnya. Terutama ketika merapat di Jogja - Bantul - Klaten, di waktu terjadi Gempa Jogja.

Terlepas dari semuanya, saya berani berkata bahwa mereka hebat. TNI bukan milik pemerintah, tapi milik negara. Negara tanpa rakyat adalah bukan negara. Jadi TNI adalah milik rakyat. Dan ini adalah sebuah kado lirik lagu dari saya rakyat biasa, untuk TNI.

LAGU PARA PENGEMBARA

Hai Para Tenaga Kerja Indonesia
Percayalah Bahwa Merah Putih masih berkibar
Burung Garuda Kita Pun Masih Menoleh
Ke Arah Yang Sebenarnya..

Kumandangkanlah lagu
Indonesia raya Di Sana..


Reff : Indonesia..Indonesia..

Berani Dan Suci Bukankah Itu arti
Dari warna Bendera Kita..

NB : Dirgahayu TNI;

Bagi yang sekedar ingin menikmati slide lagu ini, silahkan meluncur ke youtube, terimakasih..

4.10.10

Lagu Anak, Riwayatmu Kini

4.10.10
Saya tumbuh besar bersama sebuah lagu. Setiap kali Almarhumah ibu menimang dan meninabobokan saya, beliau senantiasa menyanyikan lagu tersebut dengan intonasi yang begitu pelan. Di telinga saya, lagu tersebut benar benar syahdu dan menenangkan.

Pada saat saya ketakutan, entah oleh petir atau apa saja, ketika ibu menyanyikan itu, sungguh saya merasa aman di dekat beliau. Yang saya heran, sampai sebesar ini belum saya temukan tempat yang lebih aman dari itu.

Itu hanya sekelumit cerita tentang saya. Dan bukan fiksi.

Alhasil, saya miris begitu membaca artikel di blog milik Ummi Rizka yang berjudul rindu lagu anak anak. Ketambahan juga dengan artikelnya Bunda Mahes, dengan tema yang serupa. Ada apa sebenarnya dengan Indonesia?

Negara tercinta ini, yang tadinya terkenal dengan slogan pemuda harapan bangsa, kini itu semua seperti hanya tinggal cerita. Kenapa? Untuk pertanyaan ini, saya punya jawaban subyektif.

Pendidikan yang mahal, sistem pendidikan yang terlalu sering digodog, bukanlah satu satunya alasan. Ada yang lain. Semua hanya karena lagu, istimewanya lagu anak anak. Pantesan mamanya Mahes terkejut begitu mendapati teman sepermainan putranya menyanyikan lagu keong racun. Pantesan juga jika Ummi Rizka sampai merindukan lagu anak anak.

Super spon, itulah otak anak anak. Dia bisa menyerap apa saja. Dan lirik lagu adalah sesuatu yang paling mudah diserap oleh otak super spon tersebut. Bisa kita bayangkan, apa yang terjadi dengan Indonesia 20 tahun mendatang, jika kini wajah lirik lagu lagu Indonesia kurang cerdas dalam menyikapi kondisi yang ada.

Ibaratnya, lirik lagu adalah sebuah sugesti yang bisa membentuk gaya hidup dan pola pikir kita.

Berbicara tentang sugesti dan bentuk membentuk, saya jadi teringat ucapan guru ngaji saya dulu. Kenapa kita dianjurkan untuk berdzikir? salah satunya adalah biar kita berkarakter. Jika lisan sering mengucapkan kata kata yang baik, niscaya orangnya juga cenderung baik.

Yah, semoga saja para pencipta lagu anak dan para penyelenggara negeri ini mempunyai pola pikir yang sama dengan guru ngaji saya.

Jika kita ingin negeri kita nanti tidak terlalu banyak koruptornya, ada baiknya kita mulai dengan lagu anak. Dengan catatan, lagu anak anak yang sebenarnya. Bukan lagu anak yang seperti itu. Yang dinyanyikan bocah tapi liriknya cinta. Atau lagu bocah yang dinyanyikan bocah, tapi si bocah dipermak sedemikian rupa hingga kebocahannya tidak tampak lagi alias tidak polos. Bukan yang seperti itu maksud saya.

Lagu bocah yang benar benar untuk bocah, itu yang saya rindukan. Seperti lagu anak yang sudah dirintis oleh Haddad Alwi, Sherina kecil dan beberapa musisi lainnya. Terlebih, jika lirik lagu tersebut tidak berkesan menggurui. Bagaimanapun, bocah juga tidak senang jika digurui.

Sebagai penutup, ada yang ingin saya tuliskan. Tentang sebuah kalimat sederhana yang dulu legendaris di kampung saya. Ngaji disek baru nyanyi. Artinya, mengaji dulu, baru boleh nyanyi. Sekarang sepertinya berubah jadi, nyanyi sambi ndelok tivi.

Paranetter, tentang lagu anak anak Indonesia kini, apakah anda punya tanggapan?

Mari kita berbagi. Terimakasih...

3.10.10

Cinta Tak Harus Memiliki

3.10.10
Seorang teman, sebut saja Bondet, begitu resah akhir akhir ini. Begitu resahnya sehingga mau nggak mau saya juga kecipratan imbasnya. Usut punya usut, ternyata si Bondet sedang memikirkan Bunga bukan nama sebenarnya.

Ternyata beberapa hari lagi Bunga akan merayakan ultahnya. Dan dia ingin pada hari H nanti, Bondet datang dan melangkah ke arahnya sambil menggenggam sekuntum edelweiss. Nah, ini yang menjadi masalah.

Tidak seperti yang kita bayangkan. Bondet sama sekali bukan seorang idealis lingkungan. Dia bahkan tidak mau tahu tentang perdagangan satwa liar, pro kontra punah tidaknya harimau jawa, atau issue lama yang masih hangat sampai hari ini. Tentang konversi Taman Nasional Meru Betiri menjadi tambang emas. Untuk issue issue seperti itu saja si Bondet apatis, apalagi hanya tentang sekuntum edelweiss.

Masalahnya adalah, Bondet tidak menyukai ide itu. Rencana untuk melangkah ke arah Bunga sambil membawa sekuntum edelweiss adalah kebodohan kuadrat. Setidaknya itu menurut Bondet.

"Terus sekarang, apa yang harus aku lakukan?"

Itu pertanyaan dari Bondet untuk saya. Dan saya mengenal Bondet seperti saya mengenal sepeda Astrea 800 milik saya. Bondet tidak akan pernah berhenti bertanya jika saya tidak memberinya jalan keluar.

Dan Alhamdulillah, otak Abunawas saya bekerja dengan cukup encer. Itu semua karena saya terinspirasi oleh salah satu artikel agak lawas di blog milik PakDe Cholik. Judulnya "Ikut Campur Urusan Tuhan"

Dan saya pun mulai berkata kata...

Edelweiss identik dengan bunga keabadian. Dibilang begitu karena bunga ini tidak akan layu meski dipetik dari pohonnya. Itulah mengapa banyak yang berasumsi, hanya edelweiss lah bunga terbaik untuk mengungkapkan cinta. Sayangnya, saat dibawa ke daratan rendah, bunga ini akan berubah warna. Tidak secantik saat ada di ketinggian sana.

Saya masih berkata kata. Dan sepertinya, Bondet benar benar mendengarkan apa yang saya katakan. Hingga akhirnya dia mengulangi pertanyaan yang sama.


"Terus, apa yang harus aku lakukan?"

Biarkan edelweiss tetap ada di ketinggian sana. Biarkan ujungnya berdansa terkecup angin pegunungan. Biarkan edelweiss berdzikir dengan caranya sendiri. Jika kamu paksa dia untuk turun di tempat yang bukan habitatnya, itu namanya kamu ikut campur urusan Tuhan.

Begini saja, katakan saja pada Bunga. Jika dia benar benar menginginkan edelweiss, antarkan dia ke tempat dimana edelweiss tinggal. Tidak harus dengan mencerabut dan merampas kemerdekaan hidupnya. Bukankah cinta tidak harus memiliki?

Sepertinya kawan saya ini masing nggak sreg dengan kata kata saya. Akhirnya, terpaksa saya mengeluarkan jurus pamungkas. kalau ini juga tidak mempan, entahlah.

Gini aja bro, jangan katakan cintamu dengan edelweiss. Katakan saja lewat lagu. Kebetulan aku ada lagu, judulnya edelweiss. Bagaimana?

Dan apa yang terjadi? Alhamdulillah, kali ini si Bondet tersenyum. Lalu menyeruput kopi. Lalu menyambar korek api. Lalu tersenyum lagi. Lalu berkata, benar kamu bro, cinta tak harus memiliki. Sejak kecil aku mencintai bintang bintang, tapi aku tidak bisa memetiknya untuk kutaruh dalam saku celana. Terus sekarang, lagunya mana...?????

Ah Bondet.. Ada ada saja..

NB : Lagu Untuk Bondet, Edelweiss...

Buat PakDe Cholik, Matur Sembah Nuwon Pak De. Salam Sungkem Dari Jember.

2.10.10

Antara saya, Seorang Kawan Dan Puncak Rinjani

2.10.10
Kening saya berkerut mendengar cerita seorang kawan. Dia baru saja turun dari gunung Rinjani. Dengan meledak ledak dia menceritakan tentang pengalamannya selama mendaki.

"Ah, akhirnya bisa kurengkuh juga.."

Saat saya tanyakan apakah tujuannya hanya itu, dia menggeleng. Ternyata masih ada satu lagi selain menaklukkan puncak Rinjani. Ya benar, dari caranya bicara, saya tahu dia ingin mendapat semacam penghargaan. Ingin mendapat sambutan hangat dari rekan rekannya, termasuk saya. Dengan kata yang lebih sederhana lagi, dia ingin mendapat tepuk tangan.

Lalu kenapa kening saya berkerut? Bukankah itu sah sah saja..

Paranetter, saya hanya heran dengan dua tujuan itu. Antara menginjakkan kedua kaki di puncak, dengan mengharapkan tepuk tangan. Saya punya pendapat lain tentang tujuan naik gunung, dan itu tidak bisa digugat tapi masih bisa diganggu.

Pertama. Jika saya naik gunung, Semeru misalnya. Tujuan saya bukan ingin menaklukkan puncak mahameru, bukan. Tujuan saya adalah bisa kembali pulang dengan selamat. Hanya itu, tapi itu sudah mencakup banyak hal. Mulai dari menciptakan kenangan sampai membawa kenangan itu pulang.

Yang kedua. Saat saya sudah tiba di puncak, setelah melewati halang rintang jiwa raga, yang saya dapati adalah sebuah keheningan. Di atas sana, tidak ada seremonial penyambutan. Tidak ada yang namanya tepuk tangan bergemuruh. Juga tidak ada kata kata, "Selamat kamu hebat". Dan saya pun kembali turun dengan membawa filosofi kesunyian.

Itulah paranetter, yang membuat kening saya berkerut saat mendengar celoteh kawan saya.

Tapi, setelah saya renungkan lagi, ternyata bukan hanya itu. Saya punya satu alasan lagi. Alasan itu adalah, karena dia lupa tidak mengajak saya, hehe..

Saya melupakan satu hal. Sebenarnyalah kawan saya ini hanya butuh semacam 'tong sampah' untuk menceritakan kisahnya selama perjalanan. Dan saya baru sadar bahwa dia tidak punya niat lebih dari itu. Bisa jadi dia hanya butuh join kopi dengan saya, atau hanya sebuah senyuman, bukan pandangan yang bertele tele.

Ada kalanya, saya hanya perlu diam, mendengarkan dan berbagi secangkir kopi panas. Itu saja sebenarnya..

Paranetter, kok saya sering lupa ya, kalau menjadi pendengar itu sebenarnya indah, hehe..

Salam hangat semuanya...

30.9.10

Bumi Juga Butuh Cinta

30.9.10
Bahwa ngeblog itu penting, saya juga sepakat. Apalagi jika dikaitkan dengan ramah lingkungan. Katanya, ini semua bisa meminimalisir pemanfaatan kertas. Pencinta alam mana yang tidak bahagia mendengarnya.

Tapi, sayang seribu sayang, yang terjadi di lapangan tidak demikian. Semakin hari semakin banyak pohon bertumbangan. Sebagian digunakan untuk menunjang pembangunan. Sebagian lagi untuk memenuhi tuntutan jaman. Salah satu tuntutan itu adalah permintaan pasar akan bahan dasar kertas. Pohon. Ya, pohon.

Adek-adek paud dan TK yang mau belajar melipat kertas, jelas butuh kertas. Pedagang kacang, gorengan, nasi bungkus, mereka butuh kertas. Mesin ATM butuh kertas. Bahkan saya sendiri juga butuh kertas. Intinya, meskipun kita hidup di jaman yang mau apa apa tinggal pencet ini, kita tak lepas dari kebutuhan akan kertas.

Lalu? Apakah kita harus membuat paham baru tentang anti kertas? Tentu saja tidak.

Apakah kita harus memusuhi para penggergaji pohon ilegal, atau memusuhi sopir kendaraan alat berat yang memberangus hutan dan merobohkan banyak pepohonan? Jangan.. Jangan mereka. Bisa jadi mereka hanyalah orang baik yang belum ada pilihan pekerjaan yang lebih baik. Kalaupun mereka kita paksa untuk berhenti dari pekerjaannya, pasti akan ada orang baik lainnya yang mengisi posisi mereka. Begitu seterusnya.

Terus????

Mari kita mulai saja dari yang paling mudah dan sederhana. Istilah PA nya, memanfaatkan alam sesuai dengan batas kebutuhan.

Kalau memang nggak butuh tas kantong plastik, ya nggak perlulah kita menggunakannya. Jika butuhnya cuma satu, ya lebih baik nggak usah nambah. Begitu maksudnya. Bukankah itu mudah dan sederhana?

Terinspirasi dari blog sendangjiwa, berjudul saatnya bertindak bukan hanya diam, juga tulisan Bli Budiarnaya tentang bagaimana seharusnya cinta, saya ingin menyegarkan kembali ingatan kita akan kata cinta. Sebenarnyalah, bumi juga butuh cinta.

Catatan : Mari kita memanfaatkan kertas sesuai dengan batas kebutuhan.
acacicu © 2014