30.9.10

Bumi Juga Butuh Cinta

30.9.10
Bahwa ngeblog itu penting, saya juga sepakat. Apalagi jika dikaitkan dengan ramah lingkungan. Katanya, ini semua bisa meminimalisir pemanfaatan kertas. Pencinta alam mana yang tidak bahagia mendengarnya.

Tapi, sayang seribu sayang, yang terjadi di lapangan tidak demikian. Semakin hari semakin banyak pohon bertumbangan. Sebagian digunakan untuk menunjang pembangunan. Sebagian lagi untuk memenuhi tuntutan jaman. Salah satu tuntutan itu adalah permintaan pasar akan bahan dasar kertas. Pohon. Ya, pohon.

Adek-adek paud dan TK yang mau belajar melipat kertas, jelas butuh kertas. Pedagang kacang, gorengan, nasi bungkus, mereka butuh kertas. Mesin ATM butuh kertas. Bahkan saya sendiri juga butuh kertas. Intinya, meskipun kita hidup di jaman yang mau apa apa tinggal pencet ini, kita tak lepas dari kebutuhan akan kertas.

Lalu? Apakah kita harus membuat paham baru tentang anti kertas? Tentu saja tidak.

Apakah kita harus memusuhi para penggergaji pohon ilegal, atau memusuhi sopir kendaraan alat berat yang memberangus hutan dan merobohkan banyak pepohonan? Jangan.. Jangan mereka. Bisa jadi mereka hanyalah orang baik yang belum ada pilihan pekerjaan yang lebih baik. Kalaupun mereka kita paksa untuk berhenti dari pekerjaannya, pasti akan ada orang baik lainnya yang mengisi posisi mereka. Begitu seterusnya.

Terus????

Mari kita mulai saja dari yang paling mudah dan sederhana. Istilah PA nya, memanfaatkan alam sesuai dengan batas kebutuhan.

Kalau memang nggak butuh tas kantong plastik, ya nggak perlulah kita menggunakannya. Jika butuhnya cuma satu, ya lebih baik nggak usah nambah. Begitu maksudnya. Bukankah itu mudah dan sederhana?

Terinspirasi dari blog sendangjiwa, berjudul saatnya bertindak bukan hanya diam, juga tulisan Bli Budiarnaya tentang bagaimana seharusnya cinta, saya ingin menyegarkan kembali ingatan kita akan kata cinta. Sebenarnyalah, bumi juga butuh cinta.

Catatan : Mari kita memanfaatkan kertas sesuai dengan batas kebutuhan.

Tentang Perbuatan Yang Tidak Disukai TUHAN Dan Dibenci Setan

Suatu hari di sebuah warung kopi..

Mulanya saya sama sekali tidak memperhatikan segerombolan bocah yang bergerumbul tak jauh dari tempat saya dan kedua teman saya ngopi. Tapi itu tidak berlangsung lama. Kurang dari lima menit, mereka sudah berhasil merampok perhatian saya. Alhasil, kedua telinga ini saya persembahkan khusus untuk mencuri dengar apa yang sedang mereka perbincangkan.

Apa yang mereka obrolkan hingga tertawa cekikikan? Ah, ternyata mereka sedang bermain tebak tebakan. Tebakan pertama yang sempat saya ikuti, dari bocah kecil berwajah manis, kurang lebih berusia 8 atau 9 tahun. Begini tebakannya.

"Hayo, kelakuan opo sing Tuhan gak seneng terus setan yo pegel?"

Kira kira artinya seperti ini, "Perbuatan apa yang Tuhan nggak suka (kita melakukannya) bahkan setan pun marah?"

Satu persatu dari mereka pun mulai menjawab, bersahutan dan ngawur. Ternyata semuanya salah. Si pelempar pertanyaan, dengan wajah kemenangan khas bocah seusianya, akhirnya menjawab. Dan jawaban itu menggodam sisi humaniora saya.

Jedarrr...!!!

Wow..! Sungguh saya terkejut dengan hasil pendengaran saya sendiri. Bukankah mereka masih bocah? Hidup di kota kecil lagi...Tapi mengapa jawabannya semaut itu? Dibandingkan dengan masa kecil saya, mereka sangat2 jauh lebih ganas dalam memilih kata kata.

Sayangnya.. Keterkejutan saya sama sekali tidak menghalangi suara tawa menggelegar dari sekumpulan bocah bocah tersebut.

Sungguh, saya shock. Kedua partner ngopi saya bahkan tidak membantu apa apa, meski sebenarnya mereka sudah berusaha memberi saya pengertian. Mereka juga coba bikin analisa, ibaratnya komentator dadakan di tipi2. Di waktu yang lain, kami lebih senang menyebutnya diskusi warung kopi. Sampai2, salah satu teman saya berbalik menyalahkan saya.

"Sudahlah, salae dewe salah sendiri nguping"

Teman saya yang satunya lagi bilang, "Yang namanya bocah ya seperti itu, seringkali lebih filosofis dari filosof itu sendiri."

Maniskah kalimat itu? Apakah akhirnya berhasil menenangkan kegundahan hati saya? Tidak, sama sekali tidak.

Ada yang salah dengan ini, tapi apa? Saya tidak tahu. Kalaupun saya tahu, berarti cukup sampai di diskusi warung kopi saja cerita ini. Tak mungkinlah saya membagi cerita ngawur semacam ini di blog.

Barangkali anda bertanya tanya, sebenarnya apa sih yang membuat saya shock? Bukan hanya masalah pertanyaannya saja yang istilahnya, nyrempet2 'bahaya'. Tapi sekaligus juga jawabannya.

Inilah jawabannya (versi bahasa Indonesia). Diungkapkan dengan mimik wajah yang polos sekali oleh si pelempar tebakan.

"Perbuatan yang Tuhan nggak suka dan bikin setan marah adalah...., menghamili menyelingkuhi istri setan"

Ups..O ow..

*********** Dan Haripun Berlalu ***********

Jika kembali mengenang adegan itu semua, rasanya saya masih marah. Tapi percuma saja. Saya bahkan nggak tahu kepada siapa seharusnya kemarahan ini saya komunikasikan.

Akhirnya saya lebih memilih untuk kembali blogwalking ke blog BundaDontWorry, dimana beberapa menit sebelum menulis ini saya sempat numpang baca baca di sana. Menarik, karena artikel terbarunya berjudul, Lho Kok Marah?


Catatan

Mengenang saat ngopi di pinggiran kota kecil Jember, sekitar tiga tahun yang lalu. Tulisan sederhana ini juga untuk bocah bocah dusun Sumber Jeruk. Ingat kata Cacak ya Cong, jangan lupa ngaji.

Buat Bunda Hajjah Lily Suhana, Matur Sembah Nuwon Bunda. Ohya Bunda, kebetulan sekali saya ada lagu berjudul Suhana. Kapan2 akan saya kirimkan untuk Bunda.

29.9.10

Penulis Muda Itu Bernama Tasaro

29.9.10
Apakah anda sudah membaca sebuah novel tentang masa di jaman Nabi Muhammad? Judulnya Muhammad : Lelaki Penggenggam Hujan. Nah, kalau anda tahu tentang novel itu, saya ada sedikit cerita tentang penulisnya.

Penulis muda itu bernama Tasaro GK. Tasaro adalah akronim dari nama lengkapnya. Sedangkan GK, biasanya disematkan setelah nama Tasaro, adalah singkatan dari Gunung Kidul. Dilahirkan tahun 1980 dan sudah berkeluarga. Murah senyum, ramah, dan apalagi yah? Terus terang saya agak sulit menggambarkan sosoknya, karena ketemuan secara langsung hanya satu kali. Murah senyum dan ramah, cukuplah itu saja sekilas tentang Tasaro.

Sama seperti Bunda Yati, juga ada lagu untuk Tasaro. Judulnya sederhana, Tasaro.

Lagu ini semata mata adalah sebentuk ucapan rasa salut saya terhadap karyanya. Secara luas, lagu ini juga dipersembahkan untuk mereka yang sampai detik ini masih berdansa dengan pena. Terus terang, saya terkesan dengan novel Lelaki Penggenggam Hujan. Inspiratif, ringan, renyah, lezat lagi menyehatkan hati.

Maaf, saya tidak sedang berpromosi. Ini hanya penilaian saya saja.

Sayangnya, dua alamat blog milik tasaro, setelah saya buka ternyata kedua duanya sama sama nggak bisa di akses. Yang di multiply dan yang di blogspot. Satu satunya yang bisa di akses hanya jejaring sosialnya, facebook.

Narablog, itu sedikit bagi bagi cerita dari saya. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk singgah. Sebagai penutup, akan saya tuliskan lirik lagu Tasaro untuk anda semua.

TASARO :

TASARO

Bahkan belum selesai
Aku baca novelmu
Saat ku menciptakan lagu..
Ini

Begitu indah kata kata
Yang telah engkau rangkai
Hingga membuat nurani tersentuh

Karyamu bercerita tentang
Lelaki Penggenggam Hujan..


Reff :

Tasaro jalanmu masih panjang
Semoga engkau tak berhenti

Mungkin akan ada yang melintang
Semoga kau bisa menghadapi

NB : Anda juga bisa mendapati video slide lagu ini di youtube.

28.9.10

Kisah Nenek Blogger Berusia 71 Tahun

28.9.10
Namanya Yati Rachmat, tapi biasa dipanggil Bunda. Saya mengenalnya saat dulu membaca sebuah artikel di blog bisnis milik Yusi Setiawati.

Itu juga yang mengantarkan saya pada facebook Bunda Yati, perempuan sepuh berusia 71 tahun. Beliau masih saja senang menulis. Satu lagi, Bunda Yati senang belajar bisnis online, hehe..

Hebat adalah kata pertama yang mampir di otak saya begitu mengetahui ada seorang perempuan sepuh yang masih mau dan mampu menulis. Tentu saja, seandainya Allah memberi saya umur panjang, saya ingin seperti beliau.

Tak berhenti berkarya hingga di ujung senja..

Di kesempatan kali ini, saya ingin sekali membagi sekerat kebahagiaan kepada anda semua. Meski yang ingin saya bagikan hanyalah sebuah lirik lagu berjudul Untuk Bunda (Yati Rachmat). Semoga dari yang sederhana ini ada yang bisa kita jadikan hikmah, Amin.

UNTUK BUNDA

Bunda Yati yang ada jauh di sana
Salam hangat untuk anak cucu Bunda

Ohya Bunda..Ini lagunya
Maaf bila terlalu sederhana
Tapi...
Ini hanya untuk Bunda
Hanya untuk Bunda..

reff :

Bunda.. Aku di sini
Ingin.. Seperti Bunda

Tak berhenti berkarya
Dan terus berkarya
Hingga di ujung senja


Itulah para netter, lirik lagu yang saya cipta dan persembahkan, istimewa untuk Bunda Yati Rachmat di Pamulang. Terimakasih semuanya..

NB :

Barangkali ada dari anda yang ingin mendengarnya secara utuh, bisa mengunduhnya disini. Atau hanya ingin melihat, bisa di youtube.

26.9.10

Menyambung Usia Dengan Tulisan

26.9.10
Seorang kawan pernah berkata pada saya. Kenapa kita diberi dua mata, dua telinga dan satu mulut? Itu semua karena kita harus lebih sering melihat, mendengar dan bisa menjaga ucapan.

Saat ini saya sedang merenungkan kata kata tersebut. Kalimat yang sederhana namun mengandung makna yang tidak sesederhana itu. Dan saya mengamini jika kalimat tersebut benar adanya.

Seringkali saya mengucapkan sesuatu tanpa terlebih dahulu melihat dengan seksama tentang apa yang terjadi. Juga, lebih sering lupa untuk mendengar. Entah itu mendengar nasehat bijak, teguran orang terdekat, ataupun mendengarkan kata hati sendiri.

Ah, ternyata ada banyak filosofi yang bisa kita pelajari di anatomi tubuh kita sendiri. Salah satu yang menjadi favorit saya, kita begitu mudah melihat punggung orang lain, tapi tidak dengan sebaliknya.

Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa kita dianugerahi dua tangan juga dua kaki dan sepuluh jari? Apa benar kita dianjurkan untuk mau dan mampu menuliskan apa yang sudah kita lihat dengar dan rasakan?

Seperti yang pernah dikatakan Alm. Pramoedya..

"Jika umurmu tak sepanjang umur dunia, maka sambunglah dengan tulisan"

Para netter, apakah anda punya sudut pandang yang berbeda? Sudilah kiranya anda berbagi di sini. Terimakasih.

Bingung Mencari Judul Akhirnya Langsung Posting

Para netter, saya senang sekali menulis. Sejak SD, mata pelajaran yang paling saya cintai adalah mengarang indah. Begitu juga saat saya SMP. Anehnya, saya terlambat mengenal blog. Kenapa?

Sebenarnya saya tidak benar benar terlambat. Sebelum acacicu ini saya telah mengelola blog milik bersama band saya sendiri, tamasya band. Ada lagi, jemberspot, blog yang bercerita seputar sejarah Jember, sesuai dengan latar belakang sekolah saya dulu di ilmu sejarah. Yang menjadi perkecualian, di sana saya tidak perlu repot repot ngurusi tetek bengeknya seperti template, foto, link, kunjungan dan semacamnya. Semuanya dibantu oleh kawan saya. Saya hanya tinggal menulis dan menulis. Saya bahkan sudah lupa blog siapa yang memberi komentar perdana di tamasyakata.

Di luar itu, aktifitas saya untuk band adalah menciptakan lagu. Masih tentang menulis meskipun menuliskan lirik lagu dan juga mencari nada tentunya. Kadang kadang saja, kalau ada waktu sangat senggang sekali senggang, saya meneruskan novel ketiga yang sepertinya tidak pernah selesai, haha. Bukan untuk diterbitkan, tapi untuk investasi dalam bentuk tulisan saja.

Ada sebuah cerita menggelikan. Jauh sebelumnya, di KTP saya, tepatnya di kolom pekerjaan, sudah tertera kata penulis di sana. Padahal saya paling minder kalau harus mengirimkan tulisan di media massa. Tapi tak apalah. Cukuplah mempunyai status sosial sebagai penulis di KTP saja, hehe. Dan itu sudah sangat menyemangati hari hari saya.

Bicara tentang menciptakan sebuah lagu, baru baru ini saya menciptakan lagu untuk tasaro GK. Dia adalah seorang mantan jurnalis yang sekarang memilih jalan hidup sebagai penulis lepas. Salah satu karyanya berjudul Muhammad : Lelaki Penggenggam Hujan. Novel itu juga yang menginspirasi saya untuk menggenjreng gitar dan menciptakan lagu.

Judulnya Tasaro. Lagu ini akan masuk di album ketiga tamasya yang Insya Allah akan launching Awal 2011. Tapi maaf, belum ada link format mp3. Jika sekedar ingin mendengar, anda bisa melihat video slide nya di youtube. Ohya, Alhamdulillah saya sudah bersilaturrahmi langsung dengan tasaro. Tasaro datang ke Jember tiga bulan setelah lagu tersebut di record.

Para netter, sekarang saya sudah mempunyai blog. Sudah ada beberapa masukan untuk blog saya. Mulai dari masalah template, anjuran untuk memasang pagerank, beli hosting sendiri saya berhosting blogspot, sampai pada bagaimana seharusnya memberikan komentar di blog orang lain. Dan tentu saja saya mengucapkan terimakasih untuk semua itu. Meskipun pelan, saya pasti akan bergerak ke sana.

Saat ini yang ingin saya lakukan masihlah menulis, selagi diberi kesempatan untuk ber acacicu. Untuk SEO dan semacamnya, saya tidak tahu. Insya Allah ke depan saya akan mencari tahu. Kemana lagi kalau bukan di kediaman para blogger sekalian.

Terimakasih, senang telah menjadi bagian di dunia anda. Senang juga bisa bertamasya di blog. Benar benar tamasya yang terjangkau. Salam hangat dari saya di kota kecil Jember.

24.9.10

Sudah Malam Pak

24.9.10
Sudah Malam Pak..

Ya nak, Bapak mengerti. Tapi Bapak masih ingin melihat bintang. Masih ingin merasakan dinginnya malam. Lagipula.. Bapak masih ada urusan dengan masa lalu. Bapak sedang diterkam kenangan nak.

Tapi Pak, ini sudah malam..

Ya benar, ini sudah malam. Bapak terlambat nak. Seharusnya sejak dini hari tadi Bapak sudah packing .

Maksud Bapak?

Ah tidak tidak, tidak ada apa apa nak. Hanya saja Bapak ingin katakan satu hal padamu. Jangan percaya bila ada yang bilang manusia tak bersayap, jangan sekali sekali termakan oleh kalimat yang menyesatkan itu.

Tapi Pak..

Sebentar nak, Bapak belum selesai bicara.

Hening sejenak

Kita semua punya sayap tapi tersembunyi dihati. Berbahagialah mereka yang bisa menemukan sayapnya..

Dan kamu nak, terbanglah kemana hati membawamu....


Sudah Malam Pak.. Sepertinya Bapak butuh istirahat.

Terkekeh sang Bapak

Kamu saja yang istirahat, Bapak baik baik saja. Lagipula.. Bapak masih ingin di sini. Ingin berdua saja dengan Allah.



Sudah Malam Pak...

Antara saya dan Bapak, 23 September 2010

23.9.10

23 September, Hari Acacicu Sedunia

23.9.10
Pada kenyataannya domain blog ini saya dotcom kan pada 21 September 2010 kemarin. Tapi saya ingin mengumumkannya pada hari ini, 23 September 2010. Kenapa harus hari ini? Ada apakah dengan 23 September 2010?


Karena ada cerita dibalik tanggal di hari ini. Pertama, ini adalah hari jadi tamasya, sebuah band indie tempat dimana saya bernaung, berproses, dan proaktif menciptakan lagu lagu sendiri.

Dua tahun sebelum tamasya berdiri, yaitu pada 23 September 2005, saya pernah menciptakan sebuah lagu berjudul Catherine. Itu adalah lagu pertama yang recording. Meskipun proses record-nya hanya di GARASI Record home studio dan minim fasilitas, tapi saya senang. Lebih senang lagi saat saya tahu bahwa lagu itu diterima dengan hangat oleh orang orang di sekitar saya. Inilah alasan kedua saya.

Alasan ketiga berikutnya, dan ini yang baru saya sadari, tidak lain adalah karena tanggal kelahiran saya berjarak persis setengah tahun dari hari ini. Hanya saja sebenarnya saya tidak sependapat dengan istilah ulang tahun. Tanggal, hari dan bulan, akan pasti berulang sesuai kesepakatan umat manusia sebelumnya. Tahun tidak pernah berulang. Tapi seperti yang pernah kawan saya katakan dulu, "Bukankah itu hanya sebuah istilah?". Ah, entahlah..

Untuk tanggal pembelian nama domain ini, 21 September 2010, itu juga jangan disangka tak punya arti. Dua hari kemarin kawan saya bernama Lozz mengirimkan sebuah pesan pendek. Setelah saya baca, ternyata ada seorang sahabat yang istrinya melahirkan. Putra pertama, berjenis kelamin laki laki dan belum ada nama sampai artikel ini saya tulis. Alhamdulillah, akhirnya si Tarno jadi bapak, batin saya.

Kurang dari sepuluh menit dari pesan pendek tersebut, ada kabar lagi. Masih dengan pesan pendek. "Masbro, istriku sudah melahirkan anak yang kedua,cewek lagi mas", itu isi pesannya. Dari seorang kawan bernama Hendra di kota sebelah.

Itulah kenapa dua hari kemarin saya memaksakan diri untuk mendaftarkan domain dotkom acacicu. Semua karena saya ingin memahat sesuatu. Dan pendaftaran dotcom adalah sebuah pilihan yang indah untuk mengukir kebahagiaan dua sahabat saya, Tarno & Hendra.

Ada satu lagi, dan masih tentang 21 September 2010. Yang ini tentang Catherine Harum Senja Ramadhani. Putri dari Cak Har salah satu keluarga tamasya ini dua hari kemarin genap berusia dua tahun. Yang membuat dia istimewa di mata saya, namanya diambil dari salah satu judul lagu tamasya band. Ya benar,Catherine. Bapaknya sendiri yang meminta langsung kepada saya, beberapa hari sebelum Catherine dilahirkan. Tentu saja, seperti keluarga Hendra & Tarno, cinta yang ada di acacicu dotcom satu diantaranya juga milik catherine.

Para netter, apakah anda juga termasuk jenis orang yang senang menciptakan kesan seperti saya? Jika iya, sudilah kiranya anda berbagi cerita dengan saya. Jika tidak pun tidak apa apa. Siapa, bagaimana dan apapun pilihan hidup anda, seberbeda apapun anda dengan saya, bukan berarti kita tidak bisa berteman baik bukan?

Terakhir, saya ingin menuliskan kembali apa yang pernah Albert Einstein ucapkan..

"Ada dua cara dalam menjalani hidup, yaitu menjalani dengan keajaiban - keajaiban, atau menjalaninya dengan biasa biasa saja.."

Para netter, saya ucapkan selamat hari Acacicu sedunia..

22.9.10

Semanis Mimpi Prita

22.9.10
Namanya Prit, tapi kadang kadang kalo pas lagi berdua saya memanggilnya Prita. Mungil lagi cantik. Tentu saja saya nulisnya gini, wong dia adalah calon ibu dari anak anak saya, hehe, Amin. Tidak jauh dari judulnya, semanis mimpi prita, bercerita tentang mimpi yang pernah singgah di tidur lelapnya.

"Mas, tadi aku mimpi dikerubungi harimau loreng. Macannya banyak mas, kecil kecil, mau nggigit aku. Takut maaas.."

Ya benar, Prita yang mengatakan itu. Dan pernyataan bahwa dia takut, terbukti saat itu juga. Seharian nggak kemana mana. Mau ke kamar mandi aja minta dianterin. Tapi yang paling bikin repot, Prita tak henti menanyakan perihal mimpinya pada saya. Ini yang bikin saya kerepotan lantaran saya memang bukan perawi mimpi. Bagaimana ini, apa yang harus saya lakukan? Setidaknya, biar saya nggak diribetkan lagi oleh pertanyaan yang sama dan berulang ulang.

Sore harinya, saya putuskan mengajak Prita jalan jalan sambil mampir ke rumah beberapa teman. Tentunya mereka juga saya sodori pertanyaan perihal mimpi Prita. Dan kesimpulannya, seratus persen mengatakan bahwa itu adalah pertanda yang buruk. Dari semua tanggapan yang semuanya tidak berhasil menghibur Prita, hanya ada satu yang logis. Dari salah satu teman saya. Dia bilang, itu tanda tanda orang mau demam. Dan bagaimana tanggapan Prita tentang yang satu ini? Sama sekali tidak tertarik.

Hari pun berlalu tapi sepertinya Prita nggak berhenti memikirkan mimpinya. Kenapa ya? batin saya. Apakah ini hanya semacam kekuatan pikiran saja? Entahlah.Saya masih turut mencari perihal mimpi Prita pada hampir semua orang yang saya anggap mumpuni untuk memberi jawaban. Bahkan mesin pencari tidak luput dari pertanyaan saya. Tapi semuanya tidak bisa memuaskan hati Prita.

Sampai pada suatu hari, saat saya berbincang berdua dengan Bapak di rumah, barulah saya mendapatkan titik terang. Tentang dunia mimpi secara global.

"Yang pasti mimpi yang baik asalnya dari Tuhan le..", kata Bapak dengan menggunakan bahasa jawa. Lalu beliau kembali bertutur. "Semakin benar hidup seseorang maka semakin mendekati kebenaran pula mimpi yang dialaminya. Untuk mimpi si Prita seperti yang kamu ceritakan tadi, tidak perlulah kau menjadikan itu sebagai hujjah. Lebih bijaksana jika kau katakan padanya, arti mimpinya baik. Kalian kan pencinta alam, jadi bilang saja kalau itu pertanda harimau jawa belum punah, hahaha..", Bapak mengakhiri ucapannya dengan tawa renyah. Senang rasanya mendengar kalimat sederhana dari Bapak saya sendiri.

Alhasil, tak lama setelahnya saya segera meluncur ke khost-an Prita. Lalu saya ceritakan itu pada Prita, dan hasilnya.. Prita tersenyum. Manis sekali, semanis mimpinya.

"Alhamdulillah, ternyata harimau jawa belum punah. Dia bahkan bersarang di mimpiku. Apa ini pertanda kita harus lebih konsisten lagi menyuarakan keberadaan harimau jawa ya mas.."

Mendengar kata kata Prita, saya hanya bisa tersenyum. Bukan lantaran bibirnya yang mungil, tapi karena kata kata yang keluar dari bibirnya. Saya bisa menangkap sebuah keindahan di sana. Satu lagi alasan kenapa saya tersenyum. Karena hari hari kedepan, saya tidak akan direpotkan lagi dengan pertanyaan yang sama.

Para netter, tulisan Semanis Mimpi Prita ini sengaja saya tulis setelah tadi berkunjung ke blognya mbak advertiyha. Dia bilang kalau ada kontes menulis mimpi di blognya Bang Munir. Jadinya saya langsung teringat akan mimpi Prita beberapa waktu yang lalu. Bagi anda yang juga pengen ikutan, masih ada waktu kok. Paling lambat dua hari lagi, 24 September 2010. Makasih;

21.9.10

SMP Oh SMP

21.9.10
Ini cerita tentang pesbuk saya. Tadi pagi pagi sekali saya update status. Gini statusnya. Buka google, ketik kata kunci 'anak SMP',,Lalu tunggu apa yang terjadi.. Eh ada juga yang kasih komentar. Padahal nulisnya habis subuh. Nah diantara komentar komentar itu, ada satu komentar yang kayaknya agak salah persepsi. Dari seorang cewek, dia nulis gini.

"Boys will be boys..till they transform to a man, a gentleman!!"

Jiaaahhh..jadi nggak enak ati saya akhirnya. Ya terpaksa deh, untuk menyelesaikan apa yang sudah saya mulai, mau nggak mau saya nulis di catatan pesbuk. Yah, semacam klarifikasi.

Nah, catatan pendek ini yang ingin saya bagi ke para netter semua. Gak keberatan kan? Hehe, tengkyu. Ohya, di pesbuk, catatan pendek ini saya beri judul Anak SMP Punya Cerita.

Semoga info ini belum basi :

Sebuah ajakan buat kawan-kawan yang senang nulis di blog (maupun di catatan apekpekbook, eh pesbuk ding), untuk membelai kembali blognya masing masing. Lek sing wis ngerti, bisa nambah info di sini.

BEGINI

Ketika kita mencari di Google dengan kata SMP, maka yang terpampang saat ini adalah tentang "SMP" yang tidak senonoh. Demikian juga dengan kata "anak SMP" yang beberapa tingkat lebih parah lagi.

Nah dulur-dulur blogger mengajak kita untuk rame rame bikin artikel dengan judul “SMP” atau yang ada kata-kata “SMP”-nya (di blog masing-masing). Gitu kawan-kawan. Mari kita berangkatkan..!!

Semenjak Mak Pergi

Hari itu, 23 Mei 2008

Di luar terik menyengat. tapi panas matahari itu tidak menyurutkan langkah penyelenggara negara untuk menaikkan harga bensin BBM. Satu liter bensin menjadi 6500 rupiah. Keadaan menjadi kacau. Berita berita yang tidak jelas datang dari segala arah mata angin. Bahkan di dekat pintu kamar mayat ada juga orang yang sempat ngobrol tentang tema yang sama. Mulai dari issue lokal sampai issue bahwa ibukota Jakarta akan terjadi demo besar besaran. Issue ini beredar di sejumlah milis, dua hari sebelumnya.

Akhirnya kenaikan BBM tidak juga bisa dibendung. Malam harinya tepat pukul sembilan, pemerintah mengumumkan bahwa harga BBM naik. Ibu Sri Mulyani menteri keuangan waktu itu
mengatakan bahwa harga BBM bersubsidi rata rata naik 28,7 persen.

Semua heboh. POM ramai oleh antrean. Kios bensin eceran rame rame berebut lezatnya kue puzzle yang tak terjadi setiap hari. Maka harga eceran pun melambung. Bahkan ada yang dzolim menghargai satu liternya dua puluh ribu rupiah. Masya Allah, padahal ini Jember. Padahal ini kota kecil. Padahal...

Diantara jutaan rakyat Indonesia yang terjepit oleh keadaan, yang heboh, yang seperti tergerus alat berat, ada sedikit yang menghadapinya dengan tenang. Satu dari yang sedikit itu adalah Mak Ibu kandung saya.

Kedua matanya terpejam. Napasnya teratur meski selang infus dan monitor di sana sini. beliau bahkan tidak mengucapkan sepatah kata. Bagi saya itu adalah solusi yang 'baik' untuk mengatasi hari hari yang 'memuakkan'.

Sesekali saya masuk ke dalam spesialis ruang stroke. Tapi entah mengapa saya lebih banyak menghabiskan waktu di luar. Beberapa kali saya masuk ke ruang itu dalam keadaan suci, meraih ayat suci, dan melantunkannya sesuci yang saya bisa. Mak, ini sudah hari kedua dimana kau berbaring di atas sprai putih RSUD DR. Soebandi Jember.

Esoknya, 24 Mei 2008

Keadaan semakin kacau. Kritik kepada SBY datang silih berganti. Dan tentu saja itu bukan hanya monopoli orang orang Ibukota. Jember juga bergoyang. Suasana memanas, jauh lebih panas dari issue Indonesia Malaysia. Tapi Mak diam saja. tak satu patah kata pun yang beliau ucapkan. Apalagi menghujat para penyelenggara negara dengan cara politikus kampus palsu pasaran. Tindakannya sungguh anggun, diam. Jauh lebih anggun dari komentator dadakan.

Sampai pada sore hari, pukul lima lebih lima, Mak kembali pada Pelukan Sang Pencipta.

Sedih, tentu saja. Ingin menangis tapi tidak sempat. Ini rumah sakit Dr.Soebandi, bukan rumah mbah buyut saya. Bapak melakukan sujud tak jauh dari ranjang Mak, sambil tak henti menyebut Asma Allah. Sementara mbak, satu satunya saudari kandung saya, melelehkan air mata dengan naluri keperempuanannya. Tidak ada laki laki lagi di sana. Tak sampai lima menit kemudian, saya sudah disibukkan dengan segala hal yang bersifat administratif. Mulai dari pembayaran gono gini sampai pemesanan ambulance. Jauh dekat 75.000. Dan rumah saya sangat dekat sekali dengan rumah sakit. Kurang lebih satu kilometer. Tapi sama, 75.000.

Mak, sampai detik terakhir kau masih saja mengajari aku untuk pandai membaca situasi. Pandai menyikapi segala hal. Termasuk menyikapi carut marutnya negeri ini. Tiga hari engkau ada di rumah sakit, tiga hari itu pula engkau diam, mulai dari berangkat dari rumah, hingga jenasahmu kami shalati di rumah.

Mak, aku tidak sempat menangis mak. Hanya saja kali ini aku tidak kuat menahannya. Maaf Mak, pada saat anak lelakimu menuliskan ini, kedua matanya basah oleh air mata. Padahal kau tidak berpesan apa apa selain satu hal. DIAM. Dan diam diam aku malu untuk melelehkan air mata.

Hening sejenak
..Beberapa menit kemudian;

Semenjak Mak Pergi, semua berangsur angsur membaik. Butuh waktu lama memang. Tapi Alhamdulillah 'kami' bisa.

Pada 15 Januari 2009, SBY menurunkan kembali harga BBM. Ini merupakan penurunan harga yang kedua kalinya di bulan yang sama.

Ada kalanya, sebuah masalah yang rumit bisa diselesaikan dengan cara yang sangat sederhana. Diam adalah pilihan terakhir. Tapi Mak membuktikan, meskipun pilihan terakhir dan dianggap tergampang dari beberapa pilihan, diam bukan berarti solusi yang tidak bijaksana.

Mak, sembah sungkem dari lelaki kecilmu..

20.9.10

Senang Menikmati Pemandangan

20.9.10
Judul tulisan ini masih mengusung kata kunci SMP. Tapi bukan berarti ini adalah pemaksaan imajinasi lho. Ini benar benar tentang saya. Tentang cara saya memandang dunia dari sudut yang paling sederhana. Tentang Tamasya. Itulah kenapa saya senang mendendangkan lagu ciptaan sendiri bersama Tamasya Band. Hehe, maap kelepasan promosi.

Para netter, bagaimana cara anda bertamasya? Apakah harus ke pantai, mendaki gunung, atau sama seperti saya? saya senang ngalas, istilah populer di kalangan pencinta alam jawa timuran untuk menggambarkan orang yang senang blusuk'an keluar masuk hutan. Kebetulan di sekitar kota kecil Jember ada banyak laboratorium alam raya. Favorit saya adalah Taman Nasional Meru Betiri. Tapi itu kalau pas ada acara bersama saja. Kalau lagi sendirian apalagi pas lagi bokek, menikmati hijaunya persawahan, itu sudah cukup indah buat saya.

Semua orang punya naluri untuk menghibur diri, salah satunya dengan menikmati pemandangan. Tapi tidak semua orang bisa menikmati pemandangan di tempat tempat favorit. Kendala utamanya biasanya menyangkut tenaga waktu dan biaya. Mau nggak mau, kita harus lebih kreatif lagi dalam mensiasati keadaan. Nggak bisa ke pantai, kan masih bisa nongkrong di pinggir sungai. Nggak bisa mendaki ke puncak rinjani, kan masih ada bukit. Setidaknya kita cari aja gundukan miniatur pegunungan, hehe. Begitu juga jika kita ingin keliling dunia. Kalau nggak bisa dilakukan dengan manual, kita blogging aja ke blognya kawan kawan blogger luar negeri. Itung itung, memperlebar sayap silaturrahmi.

Berjalan jalan ke blog milik para netter adalah sebuah tamasya yang menyenangkan. Tema ini pernah saya tuliskan di tamasyakata dengan judul menjadikan blog sebagai ruang alternatif bertamasya kata.

Siapapun kita, apapun pekerjaan kita pengangguran sekalipun, dan bagaimanapun latar belakang kita, kita butuh yang namanya bertamasya menikmati pemandangan. Semua orang berhak bertamasya. Semua orang punya keinginan yang sama, Senang menikmati pemandangan. Mulai dari anak kecil, anak SMP sampai orang tua, adakalanya mereka semua butuh penyegaran. Dan, bertamasya tidak harus mahal. Bagaimana para netter, tamasya yang seperti apa yang paling anda sukai?

Salam Tamasya..

Satu Menit Pertama

Ini tentang sesuatu yang sepele, tapi efeknya gedhe dan bertele tele. Tentang satu menit pertama. Tentang kesan yang kita maupun orang lain ciptakan.

Contoh kecil. Saya punya pengalaman saat ngenet di sebuah warnet, ternyata di satu menit pertama sudah terlihat tanda tanda lemot yang sebegitunya. Apa yang kemudian terjadi? Saya tidak pernah kembali ke warnet itu untuk kedua kalinya. Padahal bisa jadi praduga saya bahwa warnet itu lemot salah total. Tetap saja saya tersugesti untuk malas ngenet di sana. Apalagi saya nggak kenal sama penjaga warnetnya. Hehe, intermezzo

Masih banyak lagi sebenarnya contoh contoh yang bisa kita paparkan perihal satu menit pertama ini. Yang paling mudah adalah cara kita menilai orang yang baru kita kenal. Biasanya kategori penilaian tergampang adalah dari kesan pertama.

Seperti yang sering terdengar di lagu pop Indonesia tentang cinta pertama, ternyata bukan hanya itu yang sulit dilupakan. Satu menit pertama juga sama. Sama sama membekas. Seringkali juga sama sama sulit dilupakan.

Katakanlah ini adalah sebuah bidang ilmu. Sebut saja ilmu SMP alias satu menit pertama. Tidak ada salahnya jika kita belajar mengoreksi lagi tentang kebiasaan kita di satu menit pertama. Entah dalam hal apapun. Terlebih dalam hal perjumpaan dengan orang lain.

Tidak salah jika ada yang bilang, satu menit yang berkesan itu lebih indah daripada sepuluh tahun tapi tidak berkesan apa apa.

Para netter, mari kita rame rame mempelajari ilmu SMP, satu menit pertama.

Terimakasih.

Susahnya Mandi Pagi

Judul SMP ini terinspirasi oleh tulisan di blognya tante Monda yang berjudul SMP : Siap siap Mengurangi Plastik. Maap ya tante, saya nyontek, hehe..

Para netter, ada nggak yang hobinya seperti saya? Ya benar, saya paling males kalau harus mandi pagi. Bukan lantaran saya seorang pencinta alam dan irit air lho, hehe. Kalau itu lain soal. Ini tentang mengguyur tubuh dengan air di pagi hari alias mandi pagi. Hmm, membayangkannya saja saya sudah menggigil. Padahal, ada yang pernah bilang begini sama saya.

"Mas, ada satu yang kurang perihal konsep pendidikan di negeri kita. Tentang menempa diri", Itu kata kawan saya.

Dia mencoba mencontohkannya dengan proses pendidikan yang di terapkan di shaolin master.

"Kalo nggak percaya tonton sendiri pilem pilemnya para shaolin", begitu katanya.

Saya sih bisanya cuma manggut manggut. Beda saat dia mencontohkan proses pendidikan yang ada di dunia pesantren. Kalo yang ini saya nggak cuma manggut manggut, tapi sampek melotot lantaran nggak pernah memikirkan itu sebelumnya. Padahal ini hanya tentang mandi di pagi hari.

Benar juga. Bukankah mereka yang ada di pesantren wajib bangun sepagi mungkin dan mandi sebelum melaksanakan sholat subuh? Nah, itu dia baru namanya pendidikan. Intinya menempa diri.

Saat lagi terbuai oleh pemikiran sederhana itulah, saya jadi ingat siapa sebenarnya teman saya tersebut. Untuk masalah kebiasaan, dia kurang lebihnya sama seperti saya. Jarang bangun pagi apallagi mandi.

Alhamdulillah saya masih ingat apa yang pernah dikatakan Bapak Qurais Shihab pas beliau tampil di acara ramadhan kemarin. Petik Hikmah Itu walau Dari Mulut Orang Gila. Dalam hati, saya tersenyum simpul, membayangkan sesuatu. Bagaimana ya kalau teman saya itu membaca tulisan ini? Semoga saja dia tahu bahwa itu adalah kalimat hikmah, bukan bertujuan memperoloknya sebagai orang gila.

Para netter, bagaimana dengan anda? Apakah anda termasuk golongan yang rajin mandi pagi? hehe..

19.9.10

Anak SMP Punya Cerita

19.9.10
Saya baru tahu dari blognya Mas Attayaya kalau keyword di mesin pencari untuk kata anak SMP ternyata menghasilkan konten yang negatif. Hampir semuanya mengandung unsur pornografi dan kekerasan.

Selang beberapa menit kemudian setelah saya dapat info dari blog attayaya.net, saya jadi kepikiran untuk nulis konten tentang masa masa SMP saya. Tapi tangan saya tak jua lekas mengetikkan sesuatu. Bukannya lagi buntu dan nggak ada ide. Saya jadi bingung aja, kok bisa ya keyword untuk anak SMP sebegitu laris manisnya oleh konten gambar dan video yang seperti itu? Kelamaan memikirkan itu akhirnya saya lupa, nggak jadi cerita tentang masa SMP saya, hehe.

Kembali pada rasa penasaran saya. Ada apa dengan anak SMP?

Mereka adalah pangsa pasar yang empuk dan yang sedang penuh gairah hidup, itu yang pertama. Kedua, usia SMP adalah usia dimana rasa ingin tahunya tinggi akan hal hal yang seperti itu. Ketiga, di usianya yang masih sulit dikendalikan,biasanya semakin kita larang mereka akan semakin main terobos. Tentu dengan segala cara. Nah cara termudah saat ini adalah dengan memanfaatkan tehnologi internet. Misalkan, mereka ingin mengerti tentang apa itu pornografi. Tidak mungkin kan untuk menanyakan itu ke ortu? Penyelewengan penyelewengan akhirnya terjadi tanpa bisa dicegah secara optimal.

Harapan saya pribadi tentang keyword anak SMP, semoga kita bisa melakukan apa saja hal hal yang sekiranya bisa diterima oleh ketegangan emosi generasi seusia mereka, yang sesuai dengan harapan masyarakat pada umumnya. Dan membuat konten yang menarik dengan kata kunci anak SMP, itu adalah salah satu pilihan bijak.

Para netter, ini semua terjadi lantaran perbedaan cara memandang hidup antara kita masyarakat pada umumnya dengan generasi SMP. Mereka sedang gairah gairahnya menikmati fase adaptasi. Dan kita tidak bisa memaksakan kehendak dengan cara cara yang kaku.

Semoga, pada akhirnya semua akan baik baik saja menjadi lebih baik. Selama kita masih perduli dan mau melakukan sesuatu, harapan itu bukanlah isapan jempol semata. Amin..

Acacicu

Apa yang ada di benak anda jika mendengar kata acacicu? Bingungkah? Atau anda punya definisi sendiri tentang kata yang satu ini? Jika saya disodori pertanyaan serupa, mungkin reaksi pertama saya adalah tersenyum. Kenapa bisa demikian?

Para netter, saya lahir tumbuh dan besar di salah satu sudut kota Jember. Sebuah kota kecil yang berjarak kurang lebih 197 kilometer dari Kota Surabaya. Ini ada sedikit cerita tentang tempat tinggal saya.

Menurut data sejarah, Jember baru resmi dibuka sebagai sebuah pemukiman pada tahun 1859. Terbukanya tempat ini tidak lain karena ketertarikan george birnie dan kedua temannya (pegawai VOC) untuk berbisnis di bidang tembakau. Karena berbagai pertimbangan, mereka menganggap jember sangat cocok untuk dikembangkan sebagai daerah agro pertanian khususnya tembakau. Nah, singkat cerita, berbondong bondonglah para pendatang dari beberapa daerah untuk mencari mata pencaharian sebagai buruh.

Dari sekian banyak para pendatang, mayoritas terbagi atas dua suku besar yaitu Jawa dan Madura. Dan dua suku tersebut sampai hari ini masih mendominasi. maka dari itu tidak perlu kaget jika mendapati rata rata warga Jember bisa menguasai lima bahasa sekaligus. Bahasa yang dikuasai adalah bahasa Indonesia, bahasa jawa ngoko, kromo inggil, bahasa madura kasar dan bahasa madura halus.

Seiring berlalunya waktu, lahirlah beberapa glosarium kata hasil akulturasi dua budaya yang berbeda bahasa. Nah para netter, dari sekian perbehendaraan kata khas Jember itulah, ada satu yang sukses mencuri perhatian saya. Apalagi kalau bukan Acacicu, hehe. Trus, apa dong artinya?

Bagi sebagian warga Jember tengah dan jember Utara, Acacicu bisa diartikan berbicara panjang lebar tanpa arti, omong kosong, ngelantur, ngomong tanpa data dan tentu saja belum terbukti kebenarannya, dan masih banyak lagi. Yang jelas tidak jauh jauh dari OMDO alias omong doang.

Kenapa saya bisa jatuh hati dengan kata yang filosofinya sedangkal itu?

Para netter, jika kebanyakan orang melihat awan ada di atas kepala kita, saya tidak. Saya lebih senang bila melihat awan yang menggumpal, ada di bawah telapak kaki saya. Sebagai pencinta alam yang kadang mendaki gunung, tentu saya tidak hendak ber-acacicu di depan anda, hehe.

Ehm, begini para netter, saya punya pandangan yang berbeda tentang kata tersebut. Acacicu, bagi saya lebih seperti kicau burung di pagi hari. Menyambut Keagungan Tuhan dan tak pernah berhenti berdzikir. Acacicu seperti suara butir butir hujan, yang hanya bisa di dengar kemerduannya oleh siapapun yang mau meluangkan waktu untuk mendengar. Itulah acacicu saya.

Bagaimana para netter, apakah anda juga punya pandangan dari sudut yang juga berbeda? Mari kita saling memperbincangkan tentang acacicu, dari sudut yang tidak sama.

Salam Acacicu...!!!

18.9.10

Gak Masalah Blog Sederhana Yang Penting Cinta

18.9.10
Usai sudah utak atik blog acacicu ini. Setelah melek merem tiga hari, akhirnya template kembali ke minima 3 kolom, hehe. Habisnya capek, lihat template gratis yang ditawarkan semuanya bagus bagus. Semakin banyak pilihan semakin bingung menentukan.

Untuk seorang pemula, minima 3 kolom udah lebih dari cukup. Yang menjadi pertanyaan mendasar justru bukan template seperti apa yang kita gunakan, tapi seberapa cintakah kita pada blog. Nah, kalau kita separuh hati membuat blog, mudah ditebak hasilnya ke depan.

Itulah kenapa saya tidak terlalu perduli (sementara ini, hihi..) dengan jenis template. Ohya satu lagi. Tentang domain yang saya gunakan sekarang. Acacicu. Sama sekali tidak menjual. Tapi biar aja gak apa apa, yang penting saya jatuh hati dengan nama itu. Toh kita kan emang tidak menulis untuk mesin. Jadi bila nama domain ini tidak terindeks mesin pencari, adalah tugas kita untuk rajin posting tulisan. Apalagi kalau kontennya unik. Setidaknya itu bisa mengimbangi kekurangan blog kita. Wah, sip sarah..!

Sebagai penutup, ada baiknya kita merenungkan kalimat berikut ini.

"Sesuatu akan semakin terlihat indah jika dia mampu menampilkan kesederhanaannya"

17.9.10

Manfaat Gumuk

17.9.10
Jumpa lagi. Masih berbincang tentang Gumuk. Kali ini akan saya coba kupas dari sisi manfaatnya.

Warga Jember pasti tahu kalau ditanya tentang manfaat Gumuk. Apalagi kalau bukan digali dan dijual batunya. Secara ekonomi jelas bermanfaat. Apa manfaat lainnya? Sebagai penyimpan cadangan air buat warga Jember. Apa lagi? Sebagai tempat wisata alias tamasya. Contohnya pemandian Oleng si butong dan taman rekreasi bukit bedadung. Terus apalagi ya?

Dari sisi ilmu pengetahuan jelas bermanfaat. Dari gumuk bisa ditelusuri dinamika alam masa lalu. Sebagai referensi. Bisa jadi kembali terjadi di masa yang akan datang. Mengingat di Indonesia perbukitan dikaki gunung hanya ada di dua lokasi. Kaki Gunung Raung (Jember) dan kaki gunung Galunggung (Tasikmalaya).

Sengaja saya membatasi tulisan. Tidak mengangkat tema tentang perbandingan manfaat. Dari sisi ekonomi dan ekologi. Mungkin kedepan saya akan menguraikan itu. Saat ini saya hanya ingin menekankan. Bahwa GUMUK ADALAH KHAS MILIK JEMBER. Dan juga punya makna filosofis yang tidak “enteng”.

Merupakan sebuah kebanggaan bagi kita selaku orang Jember. Dititipi Gumuk oleh Tuhan. Tinggal bagaimana kita bersikap. Memelihara atau menghancurkan.

Berbanggalah kita rakyat Jember. Ditakdirkan tumbuh di kaki gunung Raung. Letusannya yang melahirkan Gumuk dan aliran sungai bedadung, itu mempengaruhi karakter kita.

Kita bukan hanya tumbuh dan berkembang di kaki gunung Raung. Tapi kitalah kaki gunung Raung itu. Tergantung kita. Akan kita arahkan kemana langkah kaki kita.

Kalau kita adalah kaki dari gunung Raung itu sendiri, bagaimana dengan tangan kita?. Tangan tangan kita adalah tangan tangan yang nantinya diharapkan bisa membelai lingkungan disekitar kita. Tangan tangan yang kreatif. Tangan tangan yang melahirkan karya. Tangan tangan yang menuliskan indahnya daerah sekitar kita.

Bagi orang Jember, tulislah indahnya Jember. Begitu juga dengan para netter. Mari kita tuangkan dengan pena keindahan sekitar kita.

Itulah kita, terlepas dari segala kekurangan kita. Berbahagialah anda menjadi warga Jember. Karena memang tidak ada alasan untuk malu.

Sekian dulu artikel tentang manfaat gumuk, dari sisi material maupun immaterial.

Tulisan ini juga saya terbitkan di sebuah blog yang bercerita tentang seputar jember, jemberspot.blogspot.com

Terima kasih.. Salam Lestari..!!!

Gumuk, Ciri Khas Kota Jember

Ada yang menarik dikota Jember selain TAMASYA BAND. Hehe..sekalian promosi. Gumuk namanya. Menurut penelitian Lembaga Penelitian Universitas Jember pada tujuh kecamatan., jumlah gumuk mencapai lebih dari seribu buah. Belum lagi jumlah gumuk di kecamatan kecamatan lainnya.

Gumuk merupakan istilah khusus yang diberikan pada suatu bukit. Dengan ketinggian berkisar antara 1 meter sampai dengan 57,5 meter. Jember dengan gumuknya, memberikan pola bentang alam yang khas. Yang tidak dijumpai di daerah daerah lain di Indonesia (padang, 1939). Namun ada bantahan dari Ir. Sutrisno M.S. Dosen jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember. Wilayah lain yang mempunyai bentang alam gumuk adalah Tasikmalaya.

Formasi gumuk gumuk di Jember dianggap sebagai bekas aliran lava dan lahar dari kawah gunung Raung. Aliran ini lalu tertutup oleh bahan vuklanik yang lebih muda. Sampai ketebalan puluhan meter yang berasal dari gunung Raung sekarang. Kemudian terjadi erosi pada bagian bagian yang lunak. Yang terdiri atas sediment vulkanik lepas2 selama kurang lebih 2000 tahun. Lalu menghasilkan bentukan topografi gumuk. Seperti yang dap[at dilihat saat ini. (Verbeek dan Vennema, 1936).

Sebaran dan bentuk gumuk terlihat mengecil ketika jaraknya semakin jauh dari gunung Raung. Gumuk gumuk besar dengan ketinggian lebih dari 50 meter dapat dijumpai di Kecamatan Sukowono, SumberJambe, dan Mayang. Sementara di Kecamatan Wuluhan, Balung dan Kencong, ketinggian gumuk hanya sekitar 1 – 2 meter saja.

Unsur utama Gumuk adalah batuan. Karena gumuk berasal dari lontaran gunung berapi. Bagian atas gumuk menjadi tanah yang subur. Ini karena ribuan tahun formasi gumuk berubah. Terjadi proses pelapukan. Macam2 batuan di dalam gumuk. Batu padas, batu pondasi, batu koral, batu piring, dan batu pedang. Itu yang mengundang adanya eksploitasi Gumuk untuk ekonomi.

Akan saya bahas di artikel berikutnya tentang manfaat Gumuk dari beberapa sisi.

Tulisan ini juga saya terbitkan di sebuah blog yang bercerita tentang seputar jember, jemberspot.blogspot.com

Terima kasih..

Asal Usul Jember

Ada beberapa versi kisah tentang asal usul kota Jember. Diantaranya adalah versi yang mengatakan bahwa Jember dulunya daerah yang berawa rawa. Kotor dan becek. Dibahasakan dengan kata "JEMBREK". Seiring berlalunya waktu, kata jembrek berubah menjadi Jember. Mengikuti lidah dan kebiasaan masyarakat lokal Jember.

Saya akan mengambil satu versi yang lain untuk anda. Semoga bermanfaat.

Pada jaman dulu. Saat pulau Jawa masih lebih banyak hutan belantara dibanding populasi yang ada. Manusia seringkali melakukan perpindahan untuk mencari tempat yang lebih baik. Ini bercerita tentang dua kelompok migrasi.

Kelompok pertama berasal dari suku Jawa. Jawa timur pedalaman. Seperti Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Bojonegoro Ponorogo dan sekitarnya. Kelompok migrasi kedua adalah Dari suku Madura. Kedua kelompok tersebut bermigrasi. Mencari tempat yang lebih baik dari sebelumnya. Keduanya bertemu pada satu titik.

Kelompok pertama dari suku Jawa berkata,”Nang kene ae, lemahe sik Jembar. Artinya, disini saja tanahnya masih luas. Kelompok kedua dari suku Madura juga berujar, “Iyeh, neng dinnak beih, tananah gik Jembher. Artinya, Iya disini saja, tanahnya masih luas. Begitulah awal terjadinya akulturasi. Percampuran kebudayaan.

Seiring dengan berjalannya waktu, kata Jembar dan Jembher berevolusi (dan berasimilasi) menjadi seperti yang kita tahu sekarang. JEMBER.

Itulah legenda singkat tentang asal usul kota Jember. Sampai hari ini, Jember masih di dominasi oleh dua suku besar tersebut. Jawa dan Madura

Sedikit Tambahan

Asal Usul yang lebih lengkap ada di tulisan saya yang di sini.

Manfaat Kopi Untuk Kesehatan

Meskipun dunia kedokteran masih saja mencurigai bahwa kopi tidak baik untuk kesehatan, tapi saya tidak pernah berhenti untuk mencari bahan bahan tentang manfaat kopi. Ini bukan karena semata mata akan saya jadikan pembenaran saja. Lebih dari itu, untuk meredakan rasa penasaran saya terhadap apa yang ada di balik kopi.

Nah, pas lagi jalan jalan dari satu blog ke blog yang lain, saya menemukan blog menarik yang juga kebetulan tertarik dengan yang namanya kopi. Klop deh. Daripada saya susah susah menuliskannya kembali, saya rekomendasikan anda untuk langsung menuju ke TKP. Ini alamatnya, www.kopitips.com. Maaf saya masih belum bisa bikin link, jadi bisanya cuma kasih tanda coret di kopitips, maap ya..

Semoga dengan membaca artikel tersebut kita jadi lebih tahu dan lebih mengenal kopi. Meskipun bukan tanaman asli Indonesia, tapi kopi memiliki kedekatan emosional dengan rata rata orang di negeri ini.

Itu saja para blogger, tengkyu..

Arti Secangkir Kopi

Blog ini lahir bersama secangkir kopi. Selama utak atik, pusing lantaran mikirin bagaimana baiknya sebuah blog, ada kopi hitam pekat yang setia menemani. Jadi, bila kepala rasanya sudah ber-putar2, terdengarlah suara merdu. Srupuuutttt....

Ada yang bilang, kopi bermanfaat untuk menghilangkan rasa kantuk dan lemas. Tentang kafeinnya yang bisa membangkitkan stamina dan menghilangkan rasa sakit, tapi harus dalam skala rendah. Ada juga yang bilang, hati-hati dengan kopi. Kopi bisa membuat kita kecanduan. Bukan hanya itu, kafein juga dapat menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan cepat marah.

Terlepas dari itu semua, saya tetap ingin mengedepankan satu hal, bahwa blog acacicu ini lahir bersama secangkir kopi. Semoga saja acacicu juga dapat membangkitkan stamina, menyegarkan dan menjadi candu untuk diambil manfaatnya, sekiranya ada manfaatnya.

Para netter, ada yang ingin join kopi dengan saya? Mari kita sruput. Srupuuuutttt....hemmmmm...
acacicu © 2014