29.11.10

Baju Seragam Di Mata Para Pengungsi

29.11.10
Pengungsi dari mana mas? Sudah lama jadi pengungsi? Sabar ya mas, semua pasti ada hikmahnya.

Kalimat kalimat pendek itu paling sering menghiasi telinga saya manakala tergabung dalam team rescue. Atau setidaknya saat menemani para pengungsi di sebuah lokasi bencana.

Kalau diingat ingat lucu juga. Menggelikan. Tapi anehnya saya justru senang dengan predikat baru tersebut. Lho kok bisa?

Padahal saya juga mengenakan baju lapang standart, sepatu PDL, dan tas yang sudah terpacking. Yang membuat saya tampak seperti pengungsi tidak lain karena rambut yang sering awut awutan. Satu lagi, karena badan saya kurus seperti kurang makan. Kalau ini memang sudah dari sononya, haha.

Dengan cap yang saya sandang, saya justru merasa lebih mudah bergaul dengan para pengungsi.

Dari obrolan obrolan kecil, saya jadi tahu, rata rata para pengungsi kurang sreg dengan mereka mereka yang mengenakan seragam formal. Yang bisa mereka maklumi mungkin hanya para aparat. Lebih disukai yang angkatan darat. Di luar itu mereka cenderung menghindari orang orang berseragam, juga yang ber id card. Anehnya gejala ini bersifat kolektif.

Kenapa ini bisa terjadi? Nah itu yang saya kurang mengerti
.

Ada banyak kemungkinan memang. Kemungkinan paling masuk akal adalah karena mereka juga ingin dimanusiakan. Para pengungsi bukan tontonan, itu jelas. Tapi kenapa banyak yang menonton? Terus, apa hubungannya dengan seragam?

Paranetter, apakah anda punya sudut pandang tentang rasa penasaran saya ini? Tentang baju seragam di mata para pengungsi. Terimakasih jika anda mau berbagi.

Salam hangat..

27.11.10

Persahabatan Yang Alangkah Indahnya

27.11.10
Saya jadi ingat tulisan saya yang berjudul Yang Saya Dapat Dari NgeBLOG. Ternyata ada banyak yang belum saya tuliskan di sana.

Saya bahkan belum mengucapkan terimakasih pada Mbak Debhoy, blogger pertama yang memberi saya award. Makasih Mbak Deb, semoga rejekinya tambah lancar, hehe.

Award berikutnya saya dapat sekitar dua minggu kemarin, dari Mbak IyHa. Makasih ya Mbak. Hmmm.. doanya masih sama, semoga rejekinya mengalir deras. Ohya, tambah cantik juga.

Terus buat Bli TuSuda. Wah Bli, saya senang banget baca artikel Bli yang berjudul Syair Pencinta Alam. Kita bacanya rame rame lho. Kebetulan waktu itu anak anak tamasya lagi kumpul. Semoga kita diberi rejeki untuk bisa kopdar ya Bli, Amin.

Ada lagi sebuah artikel yang ditulis oleh sahabat saya, Lozz Akbar. Artikelnya membahas tentang lagu ciptaan saya yang memang saya dedikasikan untuk Lozz. Dia sendiri yang melantunkan. Judulnya Luka Yang Indah. Tengkyu ulasannya Kang.

Nah, masih tentang artikel. Hari ini saya dikagetkan oleh info dari BunDa Lily di kolom komentar acacicu. Ini yang BunDa tuliskan.

Aiiimmmm................di blognya Mas Aldy ada profilnya Aim dgn Tamasya Band nya lho......
buruan kesana ...kererreeenn....deh....
salam


Wow, ternyata saya dapat kejutan manis dari Om Aldy. Sebuah ulasan tentang tamasya band. Terimakasih ya Om, Mator sakalangkong (ini bahasa Madura Om, hehe).

Semua pemberian ini sangat berarti buat saya, juga buat orang orang di sekitar saya.

Seperti pada bulan kemarin saat saya mendapat tali asih sebuah buku tentang dunia blog dari Pak De Cholik. Buku itu nggak saya nikmati sendiri, melainkan bergiliran.

Paranetter, terimakasih untuk persahabatan yang alangkah indahnya ini.

Salam hangat..

26.11.10

Hidup Hanya Sekali, Jangan Bunuh Diri

26.11.10
Perjalanan selama dua minggu, tentu saja ada banyak cerita yang bisa saya tuliskan. Tapi saya kok pinginnya menceritakan yang terakhir ya. Tentang proses kepulangan saya. Begini ceritanya.

Saya memilih untuk naik kereta api logawa. Dari stasiun lempuyangan menuju stasiun terakhir, Jember. Biasanya, waktu normal perjalanan kurang lebih 12 jam untuk kereta ekonomi. Tapi kali ini perjalanan molor dua setengah jam dari estimasi waktu. Apa yang terjadi?

Saat perjalanan sekitar empat kilo dari stasiun Probolinggo, tiba tiba kereta api yang saya tumpangi berhenti. Mulanya para penumpang tidak ada yang tahu akan apa yang terjadi. begitu juga dengan beberapa asongan yang berlalu lalang. Mereka bahkan membuat versi yang berbeda beda tentang mengapa kereta api berhenti. Syukurlah, pada akhirnya saya mengerti juga dengan apa yang terjadi.

Ya, benar. Ada seorang laki laki yang sukses melaksanakan niatnya untuk bunuh diri. Omongan pun menjalar secepat cahaya. Mulai dari para pedagang asongan sampai para penumpang sendiri. Intinya mereka menympah serapahi orang yang bunuh diri tersebut.

Masih banyak lagi sebenarnya cerita dibalik tragedi ini. Tapi rasanya itu semua kurang sedap untuk saya paparkan. Jadi langsung saja kita renungkan pesan moral dari kisah nyata di atas.

Yang pertama, jangan sekali sekali mencoba bunuh diri karena setelah anda mati, anda hanya meninggalkan sumpah serapah saja.

Berikutnya, bunuh diri tidak membuat segalanya selesai, seperti yang diharapkan.

Paranetter, apa penilaian anda tentang bunuh diri? Mari kita saling berbagi di sini, karena ngeBLOG lebih indah jika kita saling berbagi. Salam hangat dari saya di kota kecil Jember.

12.11.10

Salam Lestari

12.11.10
Paranetter, ada sesuatu yang harus saya kerjakan. Setelah tertunda oleh sakit dan jadwal perform tamasya band, akhirnya saya bisa mengerjakannya juga sekarang. Jadi mohon maaf untuk beberapa hari kedepan kemungkinan saya akan kesulitan online.

Dibawah ini akan saya tuliskan lirik lagu ciptaan saya sendiri, juga link download MP3 nya. Sekali lagi mohon maaf bila saya tidak bisa jalan jalan ke blog paranetter. Semoga lagu ini bisa lebih mempererat tali persaudaraan kita, Amin.


LESTARI

Aku ingin kita saling mengingat
Aku ingin kita ada kenangan manis
Aku ingin nantinya kita saling merindukan
Aku ingin yang kita semua saling menginginkan


Persahabatan
Dibawah atap yang sama
Melangkah dengan langkah indah

Reff :
Kuingin ada yang bernyanyi
Bila baladaku malu bernyanyi
Kuingin ada yang menari
Bersama gemulai indah lestari

Lestari
Siapakah kau sebenarnya
Lestari
Ataukah hanya sebuah kata
Lestari
Jika benar kau sarat makna
Lestari
Nggak mungkin hanya di salam saja



Record : GARASI Record
Album : SAVE THE TREE #1 - Tamasya BanD
Link lagu : Lestari

11.11.10

Untuk Api Kecil

11.11.10
Postingan kali ini sederhana saja. Tapi istimewa saya persembahkan untuk Zuhanna si api kecil, perempuan yang biasa saya panggil Prit.

Selamat ya Prit sudah berhasil menang di kontes lagak dan lagu yang diselenggarakan Pak De Cholik. Meskipun nggak juara satu, tapi kan nyantol di kategori khusus sukses membuat hati jingkrak jingkrak, haha. Semoga semakin semangat ngeBLOG-nya.


Ohya, poto ini setidaknya menjadi penghibur buat saya. Meskipun tidak sempat berpartisipasi di kontesnya Pak De, ternyata gambar saya ikut nimbrung juga. Lumayanlah.

NB : Pie (si kerudung merah), selamat menempuh hidup baru. Asyik kan, baru dua hari akad nikah photonya langsung nyebar. Salam buat suami tercinta.

Pak De, terimakasih. Juga buat buku kirimannya yang buat saya. Buku itu kita baca bergiliran. Jadi secara tidak langsung, Pak De sudah memberikan satu buku untuk banyak orang.


Paranetter, terimakasih atas persahabatannya. Salam hangat dari kota kecil Jember.

10.11.10

Ketika Presiden Datang

10.11.10
Ini bukan tentang Mr. Obama yang sekarang lagi hangat hangat kuku diperbincangkan. Tapi tentang kedatangan Presiden Republik Negeri ini, Bapak SBY.

Masih ingat banjir bandang yang terjadi di Panti - Jember, pada pembuka tahun 2006? Saat itu banyak nyawa melayang. Pengungsi jumlahnya ribuan. Korban yang dinyatakan hilang jumlahnya lumayan. Kerugian materi juga tidak sedikit. Dan semuanya butuh uluran tangan.

Suplai bantuan pun datang dari segala arah mata angin. Mulai dari obat obatan, makanan, sampai pakaian hangat. Sayangnya bukan hanya itu yang berdatangan. Masyarakat saling berbondong bondong mendatangi lokasi. Kalau istilahnya mas Joe di posting terbarunya, ini namanya wisata bencana.

Nah, beberapa hari paska bencana itulah, Presiden datang ke lokasi. Sepanjang hari, sedari pagi radio radio di Jember terus menyiarkan tentang kunjungan SBY dan team ke lokasi. Masyarakat yang berdatangan semakin berlipat. Entah, ini karena efek media atau bukan, saya tidak berani memastikan.

Apa yang terjadi saat Bapak Presiden datang?

Yang jelas lokasi menjadi steril. Masyarakat yang berdesakan di portal terakhir, dilarang keras untuk masuk ke lokasi kunjungan. Jalan jalan tembus, semua dijaga oleh Bapak2 Aparat. Poster2 partai yang tadinya menghiasi banyak posko sampai ke kardus2 bantuan, semua bisa dibikin tidak nampak. Setidaknya, tidak mencolok seperti sebelumnya.

Tiba tiba ada banyak tenda. Tiba tiba ada sekolah darurat untuk para korban usia sekolah. Singkatnya, tiba tiba ada banyak fasilitas dari yang sehari sebelumnya nggak ada. Hebat, ternyata semua bisa disulap.

Yang menyedihkan pada saat Presiden datang, team SAR jadi kesulitan untuk sekedar wira wiri. Saya sendiri pada saat itu sedang bersama SRU alias team kecil. Evakuasi korban hidup. Langkah kami tersendat karena berpapasan dengan rombongan.

Paranetter, jika ada yang menyedihkan pasti juga ada kabar baik. Kabar baiknya, kedatangan Presiden ke lokasi sangat menghibur hati para korban bencana. Ini benar. Sekilas saya melihat banyak pasang mata yang berbinar hanya karena menatap Presiden dari dekat. Beberapa dari mereka menitikkan air mata karena sempat berjabat tangan dengan SBY.

Di suasana Indonesia yang seperti ini, saya berdoa semoga tidak ada lagi sulap menyulap. Melengkapi segala kebutuhan hanya pada saat ada orang orang penting datang. Terlebih Bapak Presiden yang terhormat. Apalagi seperti yang terjadi di Panti.

Presiden datang fasilitas terbentang. Presiden pulang fasilitas banyak yang kembali hilang.

Harapan saya, semoga tidak ada yang mencuri kesempatan dalam keadaan yang seperti ini. Bagaimana paranetter, setuju?

8.11.10

Yang Saya Dapat Dari NgeBLOG

8.11.10
Siapapun mempunyai peluang yang sama untuk menjadi seorang penulis di blog. Tidak perduli apa kita merasa berbakat atau tidak. Itu yang saya tangkap dari komentar para sahabat blogger di artikel sebelum ini. Tentang apakah blogger wajib punya bakat menulis?

Tidak wajib. Karena memang selain kadang kita tidak menyadarinya, yang lebih diutamakan adalah kemauan. Jika kita sudah ada kemauan dan hasrat yang besar untuk menulis, maka kemampuan akan mengikuti.

Di tambahkan oleh Dek Dani, blogger belia yang berusia hampir sebelas tahun. Dek Dani bilang, yang dibutuhkan oleh seorang blogger adalah warna hidup atau pengalaman yang dapat di ceritakan dengan maksimal. Pandangan sederhana yang menarik.

Ada juga komentar yang menggelitik dari Kang Ian. Gimana mau jadi penulis, kalau mencoba untuk menulis saja tidak pernah. Hehe..kalimat yang asyik. Hal senada juga dikatakan oleh Mbak Isnuansa dan MyLitleUsagi. Dan masih ada banyak lagi komentar yang memberi semacam multivitamin. Semuanya menyehatkan.

Ohya ada lagi komentar yang mencuri perhatian saya. Dari Mas Darin. Membicarakan tentang satu hal yang bernama imajinasi. Dan saya sependapat dengan ini. Menurut saya, kehebatan seorang penulis bukan terletak pada kepopulerannya, tapi pada ruang imajiner hasil karya yang mengarah pada sebuah perubahan. Tentu saja perubahan ke arah yang lebih baik.

Ah, ternyata menjadi blogger membuat kita kaya. Kaya sudut pandang, kaya pengetahuan dan kaya persahabatan. Kaya akan pembelajaran. Pun masalah sopan santun dalam penulisan. Saling menjadi media pengingat, itu sungguh menyenangkan. Dunia blogger benar benar memberi sebuah penghargaan tinggi pada yang namanya proses.

Para sahabat blogger, sementara ini itu yang saya dapatkan. Bagaimana dengan anda, apa yang anda rasa dan dapatkan selama ngeBLOG?

Salam hangat dan semoga sehat selalu..

7.11.10

Apakah Blogger Wajib Punya Bakat Menulis?

7.11.10
Sebuah pertanyaan terlontar dari salah seorang keluarga tamasya. Begini pertanyaannya. Mas Hakim. saya juga pengen punya blog, tapi saya nggak bakat menulis. Pertanyaan yang keluar begitu saja, tapi saya repot juga menjawabnya.

Apakah seorang blogger wajib punya bakat menulis?

Ketika saya bilang nggak butuh bakat misalnya. Dan saya jawab dengan yang penting usaha, apa memang demikian? Bukankah jika kita berbakat pada suatu bidang, maka kita akan lebih mudah mempelajarinya? Hmmm..Ternyata gampang gampang susah untuk memberi sebuah jawaban.

Singkat cerita, akhirnya saya lebih memilih berdongeng daripada menjawabnya dengan ringkas, padat dan tepat sasaran.

Saya ceritakan padanya bahwa sejak SD, saya paling kesulitan saat ada tugas mengarang indah. Tapi saya tetap mengerjakannya. Dan tidak pernah berpikir apakah hasilnya berbobot apa nggak. Maklum masih SD, hehe.

Saya juga memberi contoh tentang seorang tukang batu yang memasang batu bata untuk pertama kali. Hingga akhirnya menjadi sebuah tembok yang panjang. Atau bahkan gedung yang tinggi. Semua diawali dengan memasang satu batu bata saja. Begitu juga dengan menulis. Pasti ada awalan.

Ternyata saya berdongeng lumayan panjang. Saya bicara ngalor ngidul. Padahal maksud hati hanya ingin berkata, jika ada kemauan maka kemampuan Insya Allah akan mengikuti.

Bila ingin menjadi penulis, yang kita butuhkan adalah hasrat untuk menulis. Selanjutnya memelihara hasrat tersebut
.

Paranetter, menurut saya, penulis yang berhasil adalah mereka yang tidak pernah menyerah untuk berproses. Menulis dan terus menulis. Melakukan pengulangan pengulangan. Tidak mau terpenjara dengan kalimat, saya tidak punya bakat.

Bagaimana menurut anda, apakah seorang blogger wajib punya bakat menulis atau tidak? Saya sangat berterimakasih jika anda mau berbagi sudut pandang di sini. Salam hangat..

6.11.10

NgeBLOG Rame Rame

6.11.10
Keinginan saya untuk menciptakan suasana kopdar ternyata disambut hangat oleh beberapa kawan di Jember. Teristimewa oleh sahabat saya yang punya blog baru, Mas Lozz Akbar.

Tadi siang saya juga sempat diskusi dengan beberapa kawan di sebuah warung kopi. Tema diskusi awalnya tentang menambah titik penggalangan dana bencana. Setelah dirasa selesai, baru ngobrol tentang bagaimana caranya biar bisa menciptakan semangat ngeBLOG secara kolektif. Nah, bukankah ini awal yang menyenangkan untuk melangkah ke diskusi diskusi selanjutnya?

Dari obrolan ringan itu saja, sudah menghasilkan dua lagi kawan yang bikin blog. Keduanya adalah sales yang biasa mangkal di warung kopi tersebut. Alhamdulillah sekarang blognya udah jadi semua, meskipun di media yang gratis.

Di artikel sebelumnya juga sudah ada beberapa pandangan dari para blogger. Tentang apa saja yang harus dipersiapkan jika ingin bikin acara kopdar. Atau jika ingin membuat kelompok kelompok diskusi tentang dunia blog, meskipun hanya skala kecil. Itu semua menyemangati saya untuk terus menyebarkan semangat untuk berkarya lewat media blog.

Paranetter, terimakasih atas doa dan semangatnya. Semoga ini berarti buat kami di kota kecil Jember untuk mencoba terus berkarya, di dunia perbloggeran.

Salam hangat..

2.11.10

Menciptakan Suasana KopDar

2.11.10
Setiap kali membaca postingan kawan kawan tentang KopDar sesama blogger, saya selalu ikut membayangkan. Senangnya jika bisa berkumpul dengan orang orang yang memiliki minat sama.

Di kota kecil saya Jember bukannya nggak ada ajang kumpul kumpul sesama blogger. Ada dan sudah terhimpun dalam satu wadah, namanya suwarsuwir dotkom. Komunitas ini terbentuk tahun 2008. Tapi kok kalau dilihat dari blognya, komunitas ini adem ayem saja. Apa saya yang salah nilai ya.

Bagaimanapun, saya ingin merasakan yang namanya KopDar. Ingin punya komunitas dengan kesamaan minat. Dan itu hanya ada dua cara. Jika tidak bergabung dengan sebuah komunitas yang sudah ada, maka saya harus merintis sebuah komunitas baru. Nah, yang kedua inilah yang akan saya pilih.

Saya ingin memperkenalkan dunia blog pada orang orang di sekitar saya. Jika mereka sudah punya blog, akan saya semangati mereka. Siapa tahu mereka mau kembali menyentuhnya. Dengan begitu, setidaknya suasana di sekitar saya akan kondusif. Dan saya nggak perlu jauh jauh bila ingin berKopDar ria.

Salam hangat..


acacicu © 2014