30.12.10

Menggenjreng Blog Di Akhir Tahun

30.12.10
Sebuah gitar akan tetap menjadi gitar yang tidak melahirkan suara apa apa jika tidak disentuh, dibelai dan dicumbui jemari.

Sebaliknya, dia akan memperlihatkan kecantikan dan memperdengarkan kemerduannya pada orang orang yang tahu bagaimana cara mencintai seonggok gitar.

Ada yang pernah tahu kalimat di atas? Saya dapetnya dari skenario pilem tapi sudah lupa judul pilemnya. Trus kalimatnya juga nggak se-mbulet itu.

Terus terang saya senang dengan perumpamaan di atas. Beberapa kali saya menuliskan kata kata itu untuk saya baca sendiri. Ini tentang kemauan. Juga tentang rasa cinta.

Seperti halnya gitar, blog juga butuh disentuh, dibelai dan digenjreng. Bagaimanapun, mencintai peran dan aktifitas kita sebagai seorang blogger, itu jauh lebih indah.

Mustahil kita akan bisa bertahan menulis dan terus menulis, kalau kita nggak suka dengan aktifitas itu. Apalagi yang nggak digaji alias blog personal.

Pertanyaan yang muncul kemudian, bisakah saya? Apakah saya mampu setia pada proses kreatif sebagai seorang blogger? Bagaimana bisa setia pada proses kreatif bila urusan perut belum selesai? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang seirama.

Akan saya coba sebisa mungkin, itu jawaban saya. Kalaupun pada akhirnya proses ini nggak lama, tidak masalah. Toh berkarya itu berbanding lurus dengan kata hati dan kemerdekaan. Setidaknya dengan mencoba saya tahu akan batas kemampuan.

Hmmm.. Semoga saja saya bisa. Doakan ya paranetter. Dan moga moga tulisan ini bisa menjadikan muhasabah akhir tahun saya, sedikit lebih indah dari yang lalu lalu.

Paranetter, selamat menikmati akhir tahun 2010. Mari kita merayakannya dengan merenungkan perjalanan hidup dan memetik hikmah dibalik semuanya.
Dan jangan lupa untuk menggenjreng blog kita masing masing setiap kali ada kesempatan.

"Jreeeeng..."

29.12.10

Sepak Bola Di Negeri Kita

29.12.10
Sepak bola adalah empat suku kata yang begitu digemari di negeri ini. Bisa dibilang ini adalah olah raga yang paling mencuri perhatian. Ya begitulah. Medan magnetnya menyedot hampir seluruh rakyat nusantara.

Kenapa bisa begitu?

Pertanyaan yang singkat padat dan saya kira sangat jelas. Sayang, ternyata jawabannya tidak berhasil saya rangkum menjadi sebuah kalimat yang juga singkat. Tentu saja, karena dari segi apapun sepak bola memang sangat menggiurkan.

Sebutlah apa yang ingin anda sebut, lalu hubungkan dengan sepak bola. Bagaimana hasilnya, apakah nyambung? Entahlah, mungkin banyak yang tidak bisa disambung sambungkan meskipun sudah dipaksa. Tapi saya menemukan yang sebaliknya.

Dari segi bisnis, sepak bola adalah pangsa pasar tersendiri. Dan ini sambung menyambung dengan piranti lainnya. Membola salju. Katakanlah pembuat aksesoris, pedagang, pemodal, konsumen, sponsor, pewarta, dan seterusnya, semua berhubungan.

Dilihat dari sisi supranatural pun oke. Dari sisi perjudian laris manis. Dari sudut politik, wah jangan ditanya. Dari segi medis? Setidaknya setiap kesebelasan butuh sebuah tim medis untuk mendukung kelancaran, memastikan bahwa semua baik baik saja.

Bagaimana bila dilihat dari segi HANKAMNAS? Wuih, terlalu muluk ya? Gak apa apalah, namanya juga belajar nulis, hehe..

Dari segi Keamanan Negara, sudah pasti negara akan aman dari isu isu yang membelenggu. Setidaknya para penyelenggara negeri ini masih bisa bernafas lebih panjang dari biasanya. Why?

Karena konsentrasi massa, itu jelas. Dan satu lagi, karena kita punya 'musuh' bersama.

Paranetter, diakui maupun tidak, pertandingan sepak bola kali ini adalah perang dalam skala kecil. Apalagi lawan mainnya adalah negara tetangga. Ini tentang pengendapan energi yang tak tersalurkan. Tentang arti sebuah eksistensi.

Wajar jika tiba tiba banyak komentator sepak bola di sekitar kita. Banyak yang bicara tentang nasionalisme. Banyak yang menyebutkan kata kata GANYANG. Banyak propaganda. Tiba tiba bertebaran filsuf sepak bola. Hebat, mungkin lebih hebat dari final piala dunia kemarin.

Itulah sepak bola di negeri kita. Sepak bola yang seharusnya menjadi sebuah olah raga yang menyenangkan, berubah menjadi semacam tumpuan harapan. Ada sebuah mimpi besar yang dititipkan di dalam bola yang kecil.

Ibaratnya sebuah bola, negeri ini adalah sebuah bola yang ditekan ke dalam air. Semakin ia di tekan, semakin ia ditindas, semakin ia di injak injak, saat ia berhasil keluar dari tekanan nanti, saya yakin bola itu akan mencuat tinggi mengecup mimpi.

Bila mak bedunduk banyak yang bicara tentang nasionalisme tapi grambyang akan apa itu nasion, sangat dimaklumi. Artinya pendidikan di negeri gibol ini butuh sekali sekali ditengok.

Bila tiba tiba banyak filsuf, saya justru senang. Bukankah itu menandakan dunia sastra di negeri ini patut diacungi jempol? Bukankah itu modal dasar cinta damai?

Nah, kalau yang terjadi nanti ada banyak taruhan, ada banyak asongan, ada banyak pemulung di sekitar GBK, itulah wajah negeri ini. Dan itu semua butuh perhatian, seperhatian Bapak Presiden saat menonton sepak bola.

Paranetter, itulah acacicu saya tentang bola. Mari kita berbuat sesuatu untuk kemajuan negeri ini, apa saja asal berbuat sesuatu.

Selalu ada doa dan cinta untuk tim GARUDA, apapun hasilnya.

Catatan nggak penting :

Ada yang berani menebak berapa kira kira skor Indonesia vs Malaysia nanti? Mari kita budayakan ngeBLOG sambil bermain tebak tebakan, hiyahaha...

Salam 4-0 untuk Indonesia..!

27.12.10

Sekeping Cinta Untuk TIMNAS

27.12.10
Jika saja yang kalah itu adalah kesebelasan kebanggaan kota Jember bukan TIMNAS, saya masih bisa menyanyikan sebuah lagu. Lagu yang memang tamasya persiapkan untuk menghadapi kekalahan.
Berjanjilah padaku kau kan tetap tersenyum
PERSID kalah lagi bukanlah satu satunya alasan
Engkau tidak lagi berkarya
Tak lagi bersorak dan bernyanyi
Itu adalah petikan lagu Untuk Letoy Sang Dirigen, biar tidak terlalu sedih saat PERSID kalah lagi.

Tapi ini tentang Garuda. Ini tentang Merah Putih. Tentang warna kebanggaan rakyat Indonesia. Ini juga tentang kesedihan WNI yang ada di luar negeri. Seperti yang terlukis pada Lagu Para Pengembara.
Indonesia Indonesia
Berani dan suci bukankah
itu arti dari warna bendera kita

Paranetter, inilah sepak bola. Ada yang menang dan ada yang kalah. Wajar bila yang menang tersenyum manis.

Bagaimana dengan yang kalah? Apakah harus terjebak sedih dan meratap? Saya kira tidak perlu. Itu tidak merubah keadaan.

Bangkit dari keterpurukan, instropeksi dan bisa memandang kedepan, itu baru istimewa.

Untuk TIMNAS, mari kita bangkit bersama. Mari kita lanjutkan meski kita lelah. Percayalah bahwa kita masih punya celah. Bukankah setiap celah menawarkan sebuah kemungkinan?

Yang pasti, saya masih punya sekeping cinta untuk TIMNAS

Salam GARUDA...!

NB :

Lagu bisa di share di SINI

25.12.10

Teman

25.12.10
Dari semua lagu yang ada di album kedua tamasya band, ada dua lagu yang diciptakan oleh Mungki Krisdianto. Salah satunya berjudul teman.

Nah, hari ini 25 Desember si pencipta lagu sedang ulang tahun. Tiba tiba saya berpikir, gimana ya rasanya kalau orang yang sedang ultah dihadiahi karyanya sendiri?

Ini dia lagunya. Judulnya singkat saja, TEMAN.

Teman

Berjalan perlahan
Menyusuri tempat yang indah
Tuk lepaskan gundah

Bersamamu teman
Mari kita lanjutkan meski
kita lelah

Engkau ada saat kuhilang arah
Engkau ada saat aku lelah dan resah
Untuk menemaniku
Untuk mengingatkanku
Bahwa hidup di dunia tak mungkin sendiri

Trimakasih untukmu sahabatku

Reff :

Biarkan ku disini
Bersamamu hilangkan sepi
Menatap mentari
Di tempat ini kunikmati


Share : Klik di SINI

Yang nyiptain lagu ini, yang ngaransemen, yang recording, mixing, semuanya adalah, ya yang sedang ulang tahun itu, Mungki Krisdianto.

Selamat berhari bahagia ya dulur, semoga selamanya berkarya dan berdansa dengan alam raya.

Paranetter, ini dia gambar sahabat saya, orang pertama yang memanggil saya Bro sejak 1999.



Nah, ini dia orangnya


Keren Gak Keren Sing Penting Eksyen


Ada yang ingin mengucapkan selamat ulang tahun?

Terimakasiiiiih...

23.12.10

Untuk Dija

23.12.10
Pada 23 September 2010 Tamasya Band mengadakan tasyakuran ultahnya yang ketiga.

Dan dihari yang sama, lewat blognya Mas attayaya, saya temukan seorang blogger yang juga sedang ulangtahun. Tanpa babibu, saya langsung meluncur ke TKP.

Dan ups.. Sepertinya ada yang janggal di blog ini.

Namanya Dija. Lengkapnya, Khadijah Putri Nur Aini. Dija sedang merayakan ultahnya yang ke 6. Bukan tahun tapi bulan. Mana mungkin? Bisakah seorang bayi ngeblog? Apalagi masih berusia setengah tahun. Wah, ini pasti blog palsu.

Maksud hati segera berlalu dari blog tersebut, tapi apa daya saya masih penasaran. Akhirnya mata saya mulai mencari cari.

Ternyata tidak butuh waktu lama untuk membongkar teka teki ini. Ya, di pojok kanan bawah ada sebuah widget tersendiri. Di sana ada tulisan yang menjawab pertanyaan saya.

Yang Bantuin Ngetik, begitu saja tulisannya. Tapi cukuplah untuk meredam persangkaan kurang baik. Elsa, itu nama yang bantuin si Dija ngetik. Akhirnya, terjawab sudah.

Aneh, bukannya berhenti sampai di sana, saya malah dibuat penasaran lantaran di kolom tersebut, persis di bawah nama Elsa, ada tulisan sedang berkabung. Ada apa ini? Semakin rasa penasaran ini membola salju, semakin saya mendadak menjadi detektif.

Dan..

Akhirnya saya tahu bahwa Elsa adalah adek kandung mamanya Dija, Ibunda Noni. Akhirnya saya mengerti bahwa mamanya Dija meninggal dunia seminggu kurang dari 2 x 24 jam setelah melahirkan Dija. Akhirnya saya paham bila Almarhummah meninggalkan sebuah nama buat putrinya.

Khadijah, itu nama yang diamanahkan.

Paranetter, bagi saya Dija istimewa. Bukan saja karena ultah enam bulannya sama persis dengan ultah tamasya. Ada satu lagi. Karena Dija punya blog. Tepatnya, karena ada yang membuatkan dia blog.

Saya senang dengan blog seperti blognya Mas Arman yang seringkali menceritakan kisah lucu si Andrew. Atau blognya BundaMahes. Atau Mbak Erry Titi Teliti yang berkisah tentang Kayla dan Fathir. Atau blognya Mbak Zee dan Vaya. Dan atau atau yang lainnya lagi.

Karena ini adalah kado terindah bagi si kecil saat mereka besar nanti.

Untuk Dija, istimewa karena dia dibuatkan blog pada saat usianya masih hitungan hari. Sekitar dua minggu. Masih saat saat berkabung atas kepergian mamanya.

Dija, selamat berusia sembilan bulan ya sayang.. Salam kenal buat ketiga kakak kandungmu.

Saat kau besar nanti dan sudah bisa menulis, menulislah. Seperti kata Pak De Pramudya, jika umurmu tak sepanjang dunia, sambunglah dengan tulisan.


Paranetter, itulah cerita tentang Dija. Ohya, satu lagi yang membuat Dija istimewa bagi saya, karena saya dan Dija sama sama dilahirkan pada 23 Maret.

Salam Hangat Dari Rasi Bintang Aries..

22.12.10

Mother How Are You Today

22.12.10
Ibu..

Ibu adalah dua suku kata yang sulit saya cari arti tepatnya selain bila dilihat dari sudut biologi. Saya nggak bisa merangkai definisi tentang dua suku kata ini bila tidak dengan menggunakan kata bantu bagaikan, seperti, ibarat, layaknya, dan kata kata yang semacam itu.

Kenapa? karena definisi seorang Ibu pada masing masing insan itu berbeda. Karena Ibu adalah argumen yang tak pernah tuntas. Itulah kenapa saya memilih media lagu untuk menyampaikan rasa kagum saya pada sosok seorang ibu.

Seperti pada sosok BunDa Yati, seorang blogger sepuh berusia 71 tahun, saya ciptakan sebuah lagu berjudul Untuk BunDa.

Atau saat Manda, salah satu keluarga tamasya, meminta pada saya untuk diciptakan sebuah lagu istimewa hanya untuk ibunya, saya ciptakan lagu berjudulUntuk Mama.

Dan untuk Ibu saya sendiri, saya belum pernah bisa. Setiap kali saya coba untuk menciptakan sebuah lagu untuk beliau, selalu saja tidak pernah selesai.

Mother How Are You Today. Lagu ini yang sekarang ingin saya nyanyikan untuk Almarhumah.

Paranetter, Selamat Hari Ibu.

21.12.10

Menjemput Hari Ibu

21.12.10
Ini adalah sebuah tulisan pendek ringan saja. Dimulai dari penggalan lirik lagu ciptaan sendiri, dan diakhiri dengan kata kata, selamat hari ibu.

Karena liriknya agak panjang, saya tuliskan bait reff nya saja ya. Semoga bisa sedikit menghibur dan bermanfaat.
Setara Itu Indah

Reff :

Setara bukan berarti aku
Ingin jadi seperti lelaki
Aku mencintai kodratku
Menemani kekuranganmu

Hanya ingin ada di sampingmu
Merdeka tapi tetap kau lindungi
Meski peran kita berbeda
Di mata Tuhan kita sama..

Nah, itu dia reff lagunya. Seperti biasa, jika sekedar tergelitik mendengarkan, bisa di share di sini.

Lagu ini saya dedikasikan untuk perempuan perempuan anggun lagi kreatif Indonesia, teristimewa BunDa Lily DontWorry. Selamat Hari Ibu ya BunDa.


NB :

Yang ngaransemen lagunya masih orang yang sama, Mungki Krisdianto. Nantilah kapan kapan saya cerita sedikit tentang Mungki dan GARASI Record nya.

Yang nyanyikan lagu ini seorang cewek bernama Tita, salah satu keluarga tamasya.

Paranetter.. Selamat Hari Ibu..

19.12.10

Kisah Seorang Dirigen Sepak Bola

19.12.10
Ini tentang kawan saya yang juga personil Tamasya Band. Namanya Andi Letoy. Dia adalah seorang dirigen sepak bola. Itu lho, yang biasanya memimpin supporter kalo pas nyanyi nyanyi. Nah, si Andi Letoy ini adalah dirigennya supporter PERSID Jember.

Apa yang menarik dari seorang dirigen sepak bola?

Jadi pusat perhatian penonton satu tribun, itu yang pertama. Seperti memiliki kharisma ratu lebah. Terus, bisa jadi panutan, setidaknya selama pertandingan berlangsung. Mau nyanyi apa, geraknya seperti apa, mau loncat loncat, pasti diikuti oleh penonton, lha wong itu emang tugasnya dirigen.

Masih ada banyak lagi sebenarnya. Tapi takutnya tulisan ini malah jadi novel, haha.

Sekarang, apa sih nggak enaknya jadi seorang dirigen sepak bola? Menurut cerita si Letoy, ada dua yang paling nggak enak.

Seorang dirigen adalah satu satunya orang yang nggak ngerti bagaimana proses gol tercipta. Bagaimana bisa tahu, kan dirigen selalu menghadap ke arah penonton dan membelakangi lapangan.

Ada lagi yang nggak enak buat seorang dirigen. Nggak pernah masuk tipi. paling2 yang kena shoting cuma punggungnya aja.

Terlepas dari itu semua, seorang dirigen dituntut untuk peka terhadap keadaan, pandai membaca situasi, dan sekuat tenaga harus mampu mengendalikan suasana.

Itulah cerita tentang Andi Lethoy, dirigen Persidmania yang juga gitarisnya Tamasya Band.

Ohya, kalau ada yang pengen ngerti seperti apa wajah Andi Letoy, ini dia orangnya.


Ada juga lagu di album kedua Tamasya yang memang didedikasikan untuk sang dirigen. Judulnya Untuk Lethoy / PERSIDMANIA. Bercerita tentang apa yang harus Letoy lakukan saat timnya kalah dan terpuruk.

Paranetter, terutama yang pencinta sepak bola. Selamat atas kemenangan Tim Merah Putih atas Filipina. Semoga persepak bolaan di negeri ini semakin berkibar.

Salam Olah Raga..!!!

18.12.10

Bila Pencinta Alam Jatuh Cinta #3

18.12.10
Artikel kali ini masih tentang dunia pencinta alam dan pernak pernik asmaranya. Setelah selesai dengan bila pencinta alam jatuh cinta volume satu dan dua, saya kok jadi pengen bikin volume tiganya ya.

Paranetter, bila pencinta alam dihadapkan pada sebuah pilihan, antara mendaki dan pujaan hati, mana kira kira yang akan dia pilih? Itulah garis besar cerita dari lagu tamasya yang akan saya tuliskan di bawah ini. Semoga bisa dinikmati.

Aku Bukan Hanya Untukmu

Ku bukan seorang pecundang sayang
Ku tak selalu di dunia hitam
Dan itu semua ingin aku buktikan
Ku ingin semua termaafkan

Yang tak pernah aku sadari
Keinginanku membuat dirimu pergi
Kau hanya tak ingin melihatku mendaki
Sayang...

Reff :

Tak mungkin ku hanya
Kunikmati indahnya
Pesona alam sekitar kita

Hanya
Kunikmati merdunya
Kicau burung di cemara kita

*******

Lagu bisa di unduh di SINI

Aranger Mungki Krisdianto / G - Rec

Orang bilang hidup adalah pilihan. Pencinta alam lain lagi. Mereka bilang hidup adalah sebuah keputusan. Lho sama aja ya? hehe. Pada akhirnya kita memang harus berani memutuskan sesuatu, diantara pilihan pilihan yang ada.

Paranetter, pernahkan anda membuat sebuah keputusan diantara pilihan yang sulit? Kita pantas bersyukur bila masih sanggup melakukannya.

Salam Lestari...!!!

17.12.10

Bila Pencinta Alam Jatuh Cinta #2

17.12.10
Cinta yang tiada pernah.. Aku ungkapkan rasa itu
Ku terlalu hanyut dibuai alam.. Nikmati pesona hutan
Hingga ku tenggelam
Dan lupa kupaparkan.. Aku padamu...
Apa yang ada di benak anda setelah membaca penggalan dari lirik lagu tamasya di atas?

Ya benar, ini tentang sebuah penyesalan. Tentang seseorang yang terlalu larut berdansa dengan alam raya, hingga melupakan satu hal. Lupa mengucapkan sepenggal kata pada edelweissnya.

Bagaimana dengan yang ini?

Cinta yang tiada pernah aku ungkapkan rasa itu.. Ku denganmu slalu kukatakan yang tak seharusnya aku katakan.. kini kau menghilang.. Jauh melayang..

Hmmm..sama sama tentang penyesalan. Menyesal mengapa tidak dari dulu dia mengungkapkan perasaannya. Menyesal mengapa jika ada di dekatnya, justru bukan kata cinta yang dia katakan. Kini, setelah semuanya hilang, kerinduan pun memuncrat.

Paranetter, ini yang seringkali terjadi bila pencinta alam jatuh cinta.

Adakalanya kita butuh berani mengungkapkan uneg uneg isi hati kita, sebelum semuanya terbang dan melayang. Kalimat lebih baik nekad daripada terlambat kadang juga butuh dipertimbangkan, hehe..

Paranetter, adakah di antara anda yang pernah memiliki pengalaman seperti penggalan lirik lagu ini? Senang sekali jika kita bisa saling berbagi.

NB :

Judul Lagu : Harusnya Kukatakan
Ciptaan saya sendiri
Rekamannya di Garasi Record
Yang Ngaransemen Mungki Krisdianto
Masuk dalam Album perdana Tamasya Band

Silahkan klik judulnya jika sekedar ingin mendengar secara keseluruhan. Mator Sakalangkong alias Terimakasih.

16.12.10

Bila Pencinta Alam Jatuh Cinta

16.12.10
Ini hanya berdasarkan pengamatan subyektif dari saya. Jadi kalau ada yang sekiranya kurang pas, mohon dipaskan ya paranetter..

1. Bila anak PA jatuh cinta, jangan harap ada setangkai bunga apalagi edelweiss seperti adegan sinetron.

2. Bila anak PA jatuh cinta, sulit melahirkan kata kata manis yang sifatnya puitis, sedang lokasinya tidak di alam bebas. Kalaupun ada itu pasti dirancang. Yang ada malah pembicaraan yang ngalor ngidul apa adanya.

Sulit mengungkapkan perasaan, itulah mereka.

Pencinta Alam tidak terbiasa dengan hal hal romantis. Harap digaris bawahi, tidak terbiasa. Jangan salah tebak. Tidak terbiasa bukan berarti tidak bisa.

Pertanyaannya adalah, apa yang mereka lakukan bila jatuh cinta?

Hal yang pertama kali dilakukan. Cerita ke teman temannya sesama Pencinta Alam, itu yang pasti. Ini jelas berbanding terbalik dengan pada saat dia ada di depan seseorang yang dicintai.

Berikutnya, pergi ke tempat yang dianggap indah. Entah itu mendaki gunung atau kegiatan lain yang sifatnya petualangan. Tujuannya mudah ditebak, menarik simpati dari pujaan hati.

Ada juga hal hal kecil lain yang kadang dilakukan. Misal, membuat sebuah taman berhias bunga bunga. Berharap si dia memandang hasil karyanya. Atau genjrang genjreng nggak jelas. Dan yang pasti, sejantan apapun penampilannya, lagunya tetap lagu cinta, haha..

Adakah hal termanis yang mungkin dilakukan? Ada dong. Saya beri satu contoh saja ya.

Mengajak pujaan hati keluar sekedar memandang bintang malam. Kemudian mengisyaratkan pada si dia untuk merentangkan salah satu tangannya ke arah langit sambil jari jarinya agak membentang. Tak lama kemudian berujar, "lihat, ada bintang di sela jarimu"

Paranetter, begitulah adanya dunia Pencinta Alam. Dibalik penampilannya yang liar dan dibalik hobinya yang ekstrim, ada tersimpan kelembutan di sana.

14.12.10

Sebatas Kenangan

14.12.10
Iseng iseng saya membuka album photo manual yang sudah termakan jamur. Eh ndilalah saya menemukan selembar photo kenangan. Photo jaman saya masih gondrong dulu. Dibelakangnya tertera, Desember 1999. Wow..


Di sebelah kanan saya adalah seorang sahabat. Namanya Ribut. Sudah sekitar tujuh tahunan saya tidak tahu bagaimana kabarnya.

Tentang siapa yang motret, itu yang saya lupa. Hmmm, siapa ya?

Paranetter, adakalanya sesuatu yang dianggap sepele oleh orang lain, begitu berarti bagi kita. Entah itu photo yang sudah berjamur, sapu tangan kumal, gelas yang sudah retak, sepatu butut, celana bolong bolong, dan masih banyak lagi. Semua itu adalah media penyimpan kesan yang baik. Ada kenangan indah di balik kekumalannya.

Photo di atas contohnya. Sederhana tapi indah buat saya. Mengingatkan saya pada banyak hal.

Bagaimana dengan anda? Adakah sesuatu yang sepele tapi memiliki arti?

Bukan maksud saya mengajak anda untuk mengkultuskan sesuatu. Bukan, bukan seperti itu. Ini hanya tentang kenangan. Tentang dimana kesan itu masih melekat.

Paranetter, mari kita saling berbagi cerita.

12.12.10

Ingin Menjadi Sesuatu

12.12.10
Waktu terus bergulir. Tiba tiba kita sudah sampai di bulan desember. Mau nggak mau, siap nggak siap, nantinya kita harus mengganti penanggalan lama dengan yang baru.

Ya, 2011 sudah di depan mata. Benar kata Pak De Cholik, ini adalah saat yang tepat untuk instropeksi diri.

Yang saya renungkan di tahun ini, mulai dari 1 januari 2010 sampai dengan detik ini, semua masih sama. Sama sama tentang usia. Tentang berapa lama lagi jatah hidup kita di dunia ini. Tentang bagaimana cara memaknainya.

Siapa yang bisa menghentikan tua? Tidak ada. Sama seperti tidak akan ada yang bisa menebak dengan akurat datangnya kematian.

Tapi bukan itu maksud dari penulisan artikel ini. Saya hanya sekedar merenungkan satu hal. Akan saya habiskan untuk apa sisa hidup ini?

Setidaknya ada satu karya yang tertinggal
Setidaknya ada satu pohon yang tertanam


Itu yang sering saya katakan, paling tidak untuk diri saya sendiri.

Bukan hanya ingin menjadi sesuatu, saya juga ingin meninggalkan sesuatu sebelum jatah hidup ini habis. Ingin di 2011 lebih produktif dibanding tahun ini. Ingin meninggalkan sebuah karya meski hanya berupa lagu sederhana. Atau sebuah tulisan. Atau apa saja asal hidup saya berguna.

Wah, ternyata hasil perenungan saya membuahkan banyak keinginan. Padahal katanya keinginan adalah sumber penderitaan, hehe.

Paranetter, hidup hanya sekali. Itulah kenapa saya ingin menjadi sesuatu. Bagaimana dengan anda?

Artikel ini pernah diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.

11.12.10

Ada Cinta Di MeruBetiri

11.12.10
Hutan Tanam Nasional Merubetiri selalu memberi ketenangan pada batin saya. Begitu juga saat beberapa hari kemarin, enam hari saya mencumbui cantiknya Merubetiri.

Tidak ada listrik, tidak ada sinyal apalagi warnet. Tentu saya juga nggak bisa ngeBLOG, hehe. Tapi saya senang. Kerinduan saya terobati. Kerinduan untuk mencumbui alam raya.

Merubetiri selalu memberi inspirasi kreatif buat saya. Beberapa lagu yang saya ciptakan juga lahir di Merubetiri. Salah satunya lagu berjudul Hutan Hutanku. Lagu ini ada di album kedua Tamasya Band yang bertitel Save The Tree. Sekaligus menjadi lagu andalan album ini.

Baiknya saya tuliskan saja liriknya untuk paranetter semua. Semoga ada yang bisa dipetik, Amin.

Hutan Hutanku


Ada apa dengan hutan hutan kita
Semakin lama semakin sempit saja
Semakin lama semakin banyak saja


Apa karena salah pengaturannya
Atau karena mati kesadarannya
Mungkin hanya masalah serakah saja
Tak tahulah aku takut aku salah

Reff :

Hutan hutanku
Tetaplah menjadi hutan
Tetaplah gelap jangan menjadi terang

Simpan misterimu
Seperti kau menyimpan
Harimau jawa yang belum pasti punah



Bagaimana nanti anak cucu kita
Bila hutan hanya tinggallah cerita
Sekarang saja air ada harganya
Bagaimana nanti anak cucu kita

Ciptaan sendiri
Aransemen : Mungki Krisdianto
Record : GARASI Record
Album : SAVE THE TREE #2 TAMASYA
Unduh : Hutan Hutanku


Paranetter, hampir semua orang memiliki tempat favorit, seperti saya yang jatuh cinta pada Merubetiri. Bagaimana dengan anda? Dimana dan tempat favorit seperti apa yang anda merasa bahagia saat ada di sana?

Mari kita saling berbagi sepenggal cerita.

Salam Lestari..

9.12.10

Planning B

9.12.10
Seminggu di hutan TN Merubetiri, tentu saya membawa oleh oleh cerita buat paranetter semua. Nah, pas lagi pengen pengennya menceritakan itu, eh, ndilalah salah satu huruf di keyboard nggak berfungsi. Itulah mengapa saya memilih untuk putar haluan. Menuliskan tema yang lain, yang bisa menghindari huruf setelah huruf i ini.

Planning B

Ini tentang sebuah huruf yang hilang. Sepertinya sepele, tapi ternyata efeknya lumayan menggerogoti semangat. Padahal masih satu huruf. Bagaimana kalau dua, tiga, atau lebih banyak lagi?

Paranetter, kita terbiasa dibuai oleh fasilitas. Terbiasa menggunakan huruf dari a sampai z. Manakala ada perubahan kecil, hal pertama yang menghinggapi kita adalah gelagapan.

Pesan moral yang ingin saya sampaikan sederhana.

Adakalanya kita harus berani menghadapi segala kemungkinan, meskipun itu diluar kebiasaan. Minimnya fasilitas semoga tidak menghalangi proses kreatif kita. Intinya, kita harus pinter membaca peluang. Karena memang setiap celah menawarkan kemungkinan.

Salam hangat dari kota kecil *ember.
acacicu © 2014