26.2.11

Lagu Untuk Paranetter Tersayang

26.2.11
Mohon maaf saya masih belum bisa bertandang ke rumah maya paranetter semua. Semalam ada waktu sebentar, tapi saya cuma bisa mampir ke beberapa blog saja.

Buat yang tersesat di blog ini, sudah saya persiapkan hidangan ala kadarnya. Silahkan dinikmati sebuah lagu yang saya ambil dari album kedua tamasya band. Lagu ini ciptaan Mungki Krisdianto, gitarisnya tamasya.


HARUSKAH

Jauh jalan yang kulewati
Lelah sudah kusandarkan kaki
Berteduh di bawah pohon yang tinggi
Menatap keheningan anugerah Ilahi

Indah bila ku ingat lagi
Semua tentang cerita itu
Saat kita habiskan waktu
Dipuncak pegunungan yang tinggi terbentang
Begitu damai berteman alam..

Reff :

Haruskah semua itu menghilang
Karna kita tak perduli

Haruskah semua itu berlalu
Bila kita tak ingat lagi

Jangan biarkan semua tenggelam
Jangan biarkan menghilang
Alamku yang terlupakan
Jangan biarkan...

Jangan biarkan semua menghilang
Jangan biarkan...

Link untuk share lagu : Di SINI


Nah, itu dia lagu sederhana ciptaan kami sendiri. Semoga lagu yang apa adanya ini bisa menemani anda di acacicu. Ohya, untuk melengkapi hidangan dan untuk narsis narsisan, akan saya lengkapi dengan gambar saat saya ngamen, hehe.



Oke paranetter, sampai jumpa lagi. Saya mau ngamen lagi ya.. Dadaaaah...!

Salam jreng jreng jreeeeeng..

24.2.11

Iklan Numpang Lewat

24.2.11
Terkadang kita harus berterimakasih pada iklan di media.

Dengan adanya iklan, sejenak kita lepas dari kekerasan, lepas dari kemiskinan, lepas dari sinema elektronika, lepas dari korupsi, dan lepas dari berita berita akan hancurnya hutan di negeri ini.

Nah, sekarang saya mau ikut ikutan ngiklan. Bukan produk, dan bukan iklan layanan, tapi cuma sekedar iklan numpang lewat, hehe.. Ini dia iklannya.

Jreeeeeng...!!

Saya pamit mau ngamen dulu ya paranetter sayang. Dadaaaaaah.. Twing..!!

Salam Lestari

23.2.11

Kabar Terbaru Tentang Manusia Kerdil

23.2.11
Tulisan ini masih tentang Manusia Kerdil di Taman Nasional Merubetiri

Hmmm, ternyata banyak yang pengen lihat gambar si siwil ini. Setidaknya penasaran pengen lihat bentuknya. Saya sampai ngabsen siapa saja yang penasaran pengen tahu sosok manusia kerdil tersebut.

Ini dia :


Nah, lumayan kan? Belum lagi yang penasaran pengen tahu tingginya berapa, populasinya berapa, survive nya gimana. Terus, ada juga yang pengen ngerti perbedaan antara manusia kerdil di merubetiri dengan yang ditempat lain.

Mas Prima juga sempat nanya, hubungan para siwil dengan cerita jawa kuno.

Ada juga lho, yang kepikiran mau membuatkan KTP buat mereka, hehe. Kalau yang ini dari Bunda Yati.

Wah, pokoknya ada banyak pertanyaan tapi kesimpulannya cuma satu. Semua penasaran dengan gambar siwilnya. Dan saya membalas komentar komentar itu dengan sedikit kecut, "Iya saya usahakan".

Yah, namanya juga belum ada jawaban, pasti kecut lah, hihi.

Dan apakah saya benar benar berusaha mencari tahu? Tentu dooong.. jreng jreng jreng gitu lho, cihui...

Kabar baiknya, saya sudah menghubungi salah seorang kakak pencinta alam yang ternyata baru saya tahu, dia terlibat di tim pencari jejak manusia kerdil ini. Namanya Mas Anang Ritarno, salah satu dari tim kecil tran* 7 jejak misterius.

Usaha kedua, mencoba kontak beberapa kakak yang masih aktif dengan perkembangan TN Merubetiri.

Dimana ada kabar baik, di situ pasti ada potensi kabar kurang baiknya, hehe. Nah ini dia kabar kurang essip nya. Bahwa semuanya belum memberi kabar baik. Maaf..

Daripada nanti hasilnya nihil, mending saya minta maaf duluan. Kan seorang blogger yang manis baik harus berani minta maaf seandainya ada yang kurang essip, betul? Hehe, ngeles nih ceritanya.

Tapi saya belum berhenti berusaha kok. Dan tidak menjadikannya beban. Soalnya sebenarnyalah sejak dulu saya juga sangat penasaran dengan si siwil, hehe..

NB : Buat Adek Dija, selamat ulang bulan ya..

Paranetter, salam jreng lagi..!

22.2.11

Antara Award dan Potret Manusia Mini

22.2.11
Sebenarnya saya hanya ingin menampilkan award yang saya dapat dari maspri dotkom. Tapi berhubung kemarin ada beberapa permintaan tentang gambar manusia kerdil mini di TN Merubetiri, ya sekalian saja saya cantolkan di postingan ini.

Ohya, hasil perburuan saya akan para siwil ini cuma dapat jejak kakinya saja. Itupun dapatnya di google halaman pertama, hehe. Jadi, sekalian saya mohon maaf ya paranetter.

Nah ini dia gambarnya. Eng ing eng..


Jejak manusia mini Merubetiri yang hanya seukuran korek gas.



Dan gambar manusia mini


Eh maap salah ketik, hehe. Ini dia award pemberian Mas Pri. Tengkyu dulur, semoga persahabatan ini semakin bermakna, Amin.

Ohya, seperti biasa saya akan berikan award ini buat seorang sahabat blogger.

Dan saya memberikannya pada Mas Kamal. Soalnya dia pernah komentar di tulisan saya. Gini komentarnya :

"aduh...kapan ea... aku...dapat award...hehehe: salam kenal" all!"

Tapi barusan saat saya bewe ke sana, eh lha kok Mas Kamal sudah dapet award. Gak apa apalah biar tambah banyak. Lagipula saya sudah sediakan alasan lain kok, hehe. Karena kita sama sama suka dunia seni dan sama sama paling males bangun pagi, cihui..

Paranetter, salam saya masih sama, jreeeeng..

19.2.11

Manusia Kerdil Di Taman Nasional Merubetiri

19.2.11
Akhir akhir ini kawan kawan pencinta alam Jember lagi seneng ngobrol tentang manusia kerdil di Taman Nasional Merubetiri. Gara garanya, salah satu televisi swasta Indonesia sedang mengangkat tema ini.

Sebenarnya fenomena manusia kerdil tidak hanya ada di TN Merubetiri. Di beberapa wilayah di dunia juga ditemukan manusia kerdil, bahkan yang kerdil sekali.

Saat saya mencari di mesin pencari tentang manusia kerdil, saya menemukan banyak definisi. Dari yang menganggapnya benar benar ada, hingga yang dengan tegas mengatakan bahwa manusia jenis liliput ini hanyalah mitos belaka.

Bagaimana dengan manusia kerdil di Merubetiri?

Orang orang yang hidupnya ada di sekitar Taman Nasional biasa menyebut manusia kerdil ini dengan sebutan wong wil, atau owil, atau ada juga yang menyebutnya siwil.

Anatomi tubuh makhluk ini sama seperti manusia pada umumnya. Hanya saja mereka kerdil. Tingginya tidak lebih dari satu meter. Dan telanjang. Beberapa dari mereka menutupi badannya dengan kain yang mereka temukan di sungai.

Saya pernah bercakap cakap dengan Pak Budi, salah seorang petugas TN Merubetiri yang katanya pernah memergoki keberadaan para siwil ini. Menurut beliau, siwil paling suka mencari udang dan ikan di susuran sungai yang ada di hutan. Biasanya mereka mempersenjatai diri dengan tongkat kayu yang ujungnya runcing.

Masih dari cerita Pak Budi, para siwil ini bisa berbahasa jawa ngoko (kasar). Tapi yang sering keluar dari mulutnya hanyalah suara suara tidak jelas. Terkadang mirip dengan suara bebek.

Keberadaan manusia kerdil di Merubetiri juga pernah diteliti oleh dua peneliti asal inggris, Debbie Martyr dan Jeremy Holden. Mereka meneliti pada tahun 1992 atas biaya organisasi flora dan fauna Internasional. Meskipun telah melakukan penelitian yang lumayan panjang dan didukung oleh peralatan yang lumayan canggih, mereka tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.

Pandangan saya pribadi tentang manusia kerdil di Merubetiri.

Melihat sejarah negeri ini, ada banyak kemungkinan bila manusia kerdil tadinya adalah orang orang buangan. Atau mereka yang sengaja mengasingkan diri. Bisa jadi sejak jaman kerajaan, bisa juga sejak jaman penjajahan. Yang pasti, mereka adalah orang orang yang tidak mau hidupnya terkungkung oleh upeti, atau tidak ingin dipaksa jadi prajurit, atau bahkan mereka lari dari kewajiban tanam paksa dan semacamnya.

Mereka kemudian menemukan kemerdekaan di dalam hutan. Tentu saja untuk bertahan hidup, mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ketidakpercayaannya terhadap manusia lain membuat mereka menghindar dari orang asing. Dan ini berlaku turun temurun secara genetis.

Nah, karena mereka jauh dari lautan, ada banyak kemungkinan jika mereka tidak mengkonsumsi garam beryodium. Kita tahu, orang yang kekurangan zat yodium akan berpengaruh terhadap perkembangan tubuhnya.

Alasan kedua, karena mereka ada di dalam hutan yang pohonnya lebat, menyebabkan mereka kekurangan akan sinar matahari. Ini juga tidak baik terhadap perkembangan tubuh.

Dan yang terakhir, mereka dituntut untuk regenerasi. Padahal jumlah mereka sedikit. Dan mereka menutup diri dengan dunia luar. Yang terjadi adalah perkawinan antar lawan jenis dengan kekerabatan yang dekat. Atau bisa jadi dengan saudara sedarah. Ini sangat berpengaruh terhadap generasi yang dilahirkan.

Itulah teori sederhana tentang adanya manusia kerdil di Merubetiri versi subyektif dari saya sendiri. Adapun tentang info yang didapat dari saksi mata mengenai cara berjalan mereka yang sangat cepat, bagi saya itu hanya sebuah evolusi untuk bertahan hidup saja.

Paranetter, bagaimana pendapat anda? Salam Rimba..!

Sedikit Tambahan

Lanjutan tulisan ini ada di artikel saya yang berjudul : Siapa Sebenarnya Manusia Kerdil di Taman Nasional Meru Betiri.

Sketsa Siwil bisa ditemui di tulisan berjudul : Mumut Folklor Manusia Katai Dari Jawa

17.2.11

Oleh Oleh Dari Ngamen

17.2.11
Beberapa waktu yang lalu saya ngamen dari satu blog ke blog yang lain. Dan apa yang saya dapatkan?

Ternyata bukan hanya uang koin sekarung yang saya bawa pulang, tapi ada juga yang ngasih amplop. Yah, meskipun imajiner tapi lumayanlah, sempat membuat saya ber haha hihi..

Yang lebih mengasyikkan, saya juga dapat ilmu dari Pak Mars. Membuat blog baru yang berfungsi sebagai teropong atau semacam blog agregator. Blog ini saya manfaatkan untuk menaruh link blog para sahabat blogger. Bisa anda cek di acacicu. Dan buat paranetter yang link nya belum saya pasang, mohon saya diingatkan.

Hmmm.. apalagi ya yang saya dapat dari genjrang genjreng kemarin? Ohya ada lagi. Masih dari blognya Pak Mars, tentang kebiasaan yang tak biasa. Tentang apa saja kebiasaan aneh yang biasa kita lakukan.

Disana saya komentar, saya nggak bisa tidur kalo nggak pake selimut meskipun itu siang hari dan panasnya tar centaran (panas pool). Eh, ternyata banyak juga yang punya kebiasaan seperti saya. Diantaranya Mbak Julie, Mbak Erwin dan Mbak YSalma.

Ealah, ternyata banyak toh yang suka tidur kemulan meskipun hawanya panas. Pantesan Mas Ade Truna bilang kalo kebiasaan saya jadi nggak biasa lagi, haha...

Saat saya tambahkan satu kebiasaan yang lagi lagi menurut saya tak biasa yaitu nyanyi nyanyi sendiri kalo pas naik sepeda motor, eh ternyata masih biasa. Hmm, apa ya kebiasaan saya yang paling unik?

Yang pasti saya suka ngleles berburu dan mengumpulkan barang aneh aneh dari pasar loak. Tapi apa itu masuk kategori ya? hehe..

Begitulah paranetter, oleh oleh yang saya dapat dari ngamen. Sekarang saya mau ngamen lagi ah, mau menebarkan virus jreng jreng jreng dari blog ke blog.

15.2.11

Menikmati Puisi Bang Aswi

15.2.11


Lari : Meraih Kemenangan

Berlarilah untuk meraih
apa yang ingin diraih
Kendati harus tertatih
dan berteriak dalam pedih


060210

Sebuah puisi yang manis. Oleh penciptanya lebih suka disebut dengan puisi grafis. Argumentasinya, karena karya yang satu ini merupakan perpaduan antara kata dan grafis.

Paranetter, puisi adalah sebuah karya sastra yang sifatnyat personal. Dalam artian, dia bisa berdiri sendiri tanpa harus ada pihak kedua, ketiga dan seterusnya. Berbeda dengan karya sastra yang lain.

Teater misalnya. Karya yang satu ini masih membutuhkan pihak lain, tidak bisa berdiri sendiri. Apalagi jika sudah dalam tahap dipentaskan. Mulai dari penulis skenario, tata artistik panggung, tata rias, publikasi dokumentasi hingga bagian lampu, semua bekerja sama hanya untuk sebuah karya.

Puisi berbeda, sama sekali tidak bersifat kolosal.

Bagaimana bila sebuah puisi diberi embel embel grafis? Bagi saya itu tidak masalah. Hanya sebuah sarana pendukung saja. Meskipun saya mengerti, seni puisi dan seni grafis adalah ekspresi seni yang berbeda.

Ketika saya mengimajinasikan, seumpama saya menemukan empat baris kata di atas tertulis di sebuah tembok, atau di papan belakang almari, saya tetap menganggapnya sebagai sebuah puisi, lengkap dengan tanggal dibuatnya. Kenapa?

Karena pesan yang disampaikan bisa saya tangkap, karena diksi yang sederhana namun terkesan begitu jujur dan lugas, dan karena itu adalah memang sebuah puisi. Itulah rasa yang terasa kala saya membacanya. Dan itu bukan basa basi.

Dari sini saya mencoba menarik kesimpulan, bahwa tanpa desain grafis pun untaian kata ini sudah berkarakter.

Berikut adalah komentar saya untuk puisi yang diciptakan oleh Sosok Itu.

"Di depan ada duri, tapi tetaplah berlari. Karena setelah kau terseok, akan ada mentari yang menyambut luka luka di kakimu.."

12.2.11

Cinta 22 Karat

12.2.11
Paranetter, apakah anda tahu tokoh Marlena? Itu lho, Istri dari Pak Sakera. Seorang tokoh legendaris berdarah Madura yang hidup di abad 19. Tapi saya tidak hendak menceritakan tentang Marlena.

Ini tentang Almarhumah nenek saya. Beliau lahir dan bertumbuh di pulau garam, tapi survive dan memejamkan mata di sini, di kota kecil Jember.

Perempuan bersahaja yang bahkan tidak bisa membaca tapi pandai berinvestasi. Pinter ngatur urusan dapur. Sampai sebesar ini saya masih ingat apa saja yang beliau persiapkan di dapur.

Yang harus tersedia adalah beras, itu harga mati. Lalu kayu bakar yang di tumpuk di sebuah sudut dekat perapian. Itu saja. Masalah lauk pauk dan lain lain mengikuti.

Nenek saya bilang, kalau urusan perut sudah selesai, hidup akan menjadi lebih indah.

Diluar masalah dapur, nenek punya cara tersendiri untuk berinvestasi. Menabung di bank bukanlah cara yang beliau pilih. Nenek lebih suka menyisihkan sebagian hasil berjualan rujaknya dengan menaruh uang di bawah bantal. Atau di antara tumpukan baju di dalam lemari. Sesederhana itu.

Setelah uang terkumpul, barulah nenek melangkahkan kakinya ke toko emas yang ada di jalan raya Jember. Yang beliau sukai adalah membeli emas di toko Apollo. Alasannya sepele, lantaran si koko bisa berbahasa madura. Terus terang saja, nenek saya tidak bisa berbahasa Indonesia.

Lalu, apa hubungannya nenek saya dengan Marlena?

Marlena adalah seorang tokoh legendaris berdarah Madura yang berkarakter. Dari lakon seni topeng (sejenis ludruk) nenek saya mengerti bahwa Marlena paling suka mengenakan perhiasan emas. Mulai dari anting, kalung, gelang tangan sampai pada pergelangan kaki, semua dipenuhi dengan perhiasan emas. Marlena mengenakan itu bukan hanya untuk tampil cantik, tapi juga tentang menghargai diri. Bahasa kasarnya, gengsi.

Dan nenek saya hidup di jaman dimana cerita Marlena populer.

Bahwa emas adalah investasi yang menguntungkan karena bisa menangkal lajunya inflasi, nenek tidak tahu menahu. Bahwa naiknya nilai tukar dollar Amerika terhadap rupiah berbanding lurus dengan harga emas, apalagi. Nenek tidak akan mengerti tentang ini. Nenek saya tidak akan mempunyai pemikiran, bila nilai tukar dollar Amerika terhadap rupiah menguat, berarti harga emas meroket.

Paranetter, kita tentu masih ingat krisis ekonomi yang pernah melanda Indonesia pada 1998 silam. Ketika itu, harga emas yang semula hanya 24 ribu rupiah per gram melonjak hingga 140 ribu per gram. Mereka yang saat itu menanam emas, tentu saja mempunya keuntungan besar besaran.

Tanpa krisis pun, harga emas cenderung naik setiap tahun. Emas adalah investasi perhiasan yang cenderung aman dan minim resiko.

Menurut Elvyn G. Masassya, penulis buku Cara Cerdas Memutar Uang, investasi emas biasanya berupa perhiasan, batangan dan koin, yang masing masing memiliki karakter tersendiri.( Sumber : tabloid Chic 18-1 )

Tapi nenek saya tidak mengenal Elvyn G. Masassya. Yang dia tahu hanya Marlena.

Tentang investasi emas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), mana mungkin beliau mengerti? Padahal, dengan investasi jenis ini, nenek tidak perlu memiliki emas secara fisik, tapi cukup mencatatnya secara administratif. Prinsipnya sama dengan investasi emas secara konvensional. Nenek bisa membeli emas pada saat harga murah, dan menjualnya ketika harga tinggi.

Kata orang pandai, ahli ekonomi, dan para pengamat pasar, berinvestasi emas model BBJ mirip dengan bermain saham. Tingkat kesulitannya cukup tinggi. Itulah kenapa saya yakin nenek akan plengen (pusing) dengan investasi model begini.

Mana mungkin nenek saya mengerti tentang high risk dan high return, lha wong berbahasa Indonesia saja beliau kesulitan. Belum lagi, nantinya nenek harus membekali diri dengan informasi mengenai naik turunnya harga emas, huuf..!

Nenek tidak akan pernah menyukai cara cara seperti itu, saya yakin. Paling paling nenek akan menjawab dengan satu kalimat saja. Marlena tidak seperti itu.

Seumpama nenek saya terpelajar, sudah pasti akan saya ceritakan pada beliau tentang sisi negatif tambang emas. Akan saya paparkan kepada beliau tentang proses pengambilan logam emas dari perut bumi.

Bahwa dari 100 ton batuan, hanya 3% yang diambil untuk diproses lebih lanjut guna mendapatkan kandungan emas. Sedangkan 97% batuan sisanya dibuang sebagai limbah tailing. (Cuplikan dari buku, Menambang Petaka Di Meru Betiri)

Bayangkan jika ada 1 gram emas menghiasi sepasang telinga nenek, bukankah seolah olah beliau membawa beban tiga gerobak truk penuh limbah? Tapi saya tidak setega itu menceritakannya pada nenek. Beliau pasti menangis dan tak lagi ingin menjadi seperti Marlena.

Yang saya tahu, nenek lebih mencintai saya daripada Marlena. Apapun yang saya katakan, beliau selalu menanggapi dengan senyum penuh cinta.

Itulah Almarhumah nenek saya. Kadar cintanya pada saya murni 22 karat. Itu juga satu satunya alasan kenapa saya tidak ingin melihatnya menitikkan air mata.

Para netter, kita tidak sedang hidup dijaman Marlena. Dan kita tahu, dari segi lingkungan, sudah tidak ada alasan lagi untuk merintis tambang baru demi mengeruk logam emas sampai ke akar akarnya. Kira kira, apa pendapat anda?

Salam Lestari..!

10.2.11

Awas Ada Pengamen

10.2.11
Jreeeeng...


Paranetter tercinta, harap anda siapkan uang receh. Atau jika tidak ada, cukuplah sebuah senyum manis. Karena akan ada seorang pengamen yang akan menggenjreng gitarnya di depan pintu rumah maya anda.

Jreng jreng jreng

Salam Persahabatan...!!!

7.2.11

Yang Dimaksud Dengan Award Blog

7.2.11
Semalam waktu ronda, saya menemukan sebuah silang pendapat tentang definisi award di blognya Mas Sugeng. Hmmm, sedikit menyeramkan tapi saya suka. Seenggak enggaknya, komentar yang tampil beda ini memperkaya sudut pandang saya akan arti sebuah award.

Apa benar award blog hanya sekedar kentut belaka?

Memang jika dikembalikan pada esensi ngeBLOG, tujuan kita bikin blog adalah untuk berkarya sebaik dan semerdeka mungkin, semata mata bukan untuk menerima award.

Menyuarakan pendapat tentang apa saja dalam bentuk tulisan, gambar maupun visual, begitulah esensi ngeBLOG yang saya mengerti. Intinya, mencoba menyampaikan pesan.

Berkarya, itu yang seharusnya didahulukan. Sedangkan blogwalking, meninggalkan komentar dan saling berbagi adalah media pendukung dari proses ngeBLOG itu sendiri.

Bagaimana dengan award?

Sejauh ini saya sangat menikmati jika ada seorang sahabat blogger yang menganugerahi sebuah award. Entahlah, mungkin karena blog acacicu ini tergolong baru di dunia persilatan, hehe.

Usia blog acacicu masih belum setengah tahun. Itu adalah alasan terkuat kenapa saya sangat menikmati manakala mendapat sebuah award.

Ada dua poin yang paling sering saya temui di jagad blogosphere. Yang pertama, mereka yang masih bertanya tanya tentang apa itu award. Ya samalah seperti saya kemarin.

Dan yang berikutnya adalah mereka yang seperti merasa terbebani saat menerima award. Tapi ini cuma prediksi saya aja lho, maaf kalau kurang benar.

Untuk yang kedua, bisa jadi ini disebabkan karena setiap award blog seringkali disertai dengan tugas yang harus diselesaikan. Setidaknya, menyebarkan kembali.

Paranetter, sengaja tulisan di atas tidak saya lengkapi dengan definisi award blog. Karena menurut saya sepertinya kita butuh satu kesepemahaman lagi tentang arti sebuah award di dunia blogger.

Karena acacicu terbilang belum lama di dunia blog, maka ijinkan saya bertanya kepada anda paranetter tercinta.

Apa yang dimaksud dengan award blog? Bagaimana perasaan anda saat menerima award blog dari sahabat blogger? Bahagiakah seperti yang saya rasakan?


SALAM PERSAHABATAN

OOT : Buat keluarga tamasya. Jangan lupa nanti kita on air dulu di pro dua FM, baru setelah itu ngopi rame rame di tempat yang tidak biasa..

6.2.11

Buat Bapak Berbaju Ijo Blonteng Blonteng

6.2.11
Buat Bapak Bapak berbaju ijo blonteng blonteng
Yang pandai membaca peta topografi
Yang mengerti pentingnya arah mata angin
Yang menjunjung tinggi koordinasi lapang

Tadinya saya pernah melewati fase
Kurang simpatik dengan kehadiran anda
Maaf, tapi itu benar adanya
Itu sekitar limabelas tahun yang lalu

Buat Bapak Bapak berlaras panjang
Sekarang saya bahkan telah mengenal salam jabat komando
Tradisi jabat tangan ala PA yang kami adopsi dari anda

Jiwa korsa adalah salah satu yg juga kami adopsi
Itulah kenapa setiap pencinta alam bersaudara

Wahai Bapak Berbaju ijo blonteng blonteng
Kami orang PA paling tidak suka dengan baris berbaris
Dan punya definisi sendiri pada kata disiplin
Tapi kami suka saat anda tanggap bencana

Bapak Bapak yang bajunya ijo blonteng blonteng
Jarang jarang saya mengatakan ini
Tapi tetap akan saya katakan
Karena bagaimanapun, saya pikir anda berhak tahu

Terimakasih
Semoga selamanya siaga bencana



Kata Kata Inspiratif :


Makan bersama sama, istirahat bersama sama, bekerja bersama sama, susur sungai bersama sama, mendaki bersama sama dan ngeSAR bersama sama, adalah cara istimewa untuk menilai kepribadian seseorang.

Untuk Prit Apikecil, silahkan dilanjutkan amanat dari Uni fitr4y.

Salam Lestari

5.2.11

Menunda Datangnya Kiamat

5.2.11
Baru beberapa hari kemarin blog ini saya tinggal jalan jalan ke Lombok, eh ndilalah sekarang mau saya tinggal lagi.

Anda masih ingat Banjir Bandang Panti Jember pada satu Januari 2006? Nah sekarang di tempat yang sama ada banjir dan tanah longsor lagi, dengan skala lebih kecil ketimbang bencana sebelumnya.

Lokasi tepatnya di kali klepuh, jalan menuju Tancak. Sedang barang barang yang dibutuhkan adalah logistik plus air mineral dan terpal. Juga tenaga untuk stand by di lokasi.

Sementara saya libur ngeBLOG, sudah saya persiapkan hidangan istimewa buat anda semua. Silahkan dinikmati lagu suguhan ini. Lagu ciptaan sendiri berjudul DUNIAKU.

Ini adalah sedikit cuplikan lirik lagunya, saya ambil di bagian chorus.
Walaupun nantinya hanya ada satu
bunga yang sempat kutanamkan di dunia

Seenggak enggaknya aku masih bisa
Sejukkan pemandangan dan warnai dunia..

Semoga lagu tersebut bisa membuat anda merasa nyaman di sini.

Paranetter, mari kita menunda datangnya kiamat dengan mencintai alam sekitar kita.

Salam Lestari...!!!

4.2.11

Blog Adalah Kantong Ajaib

4.2.11
Dunia blogger memang dunia yang penuh cerita. Kadang ada kejutan kejutan kecil yang menyenangkan.

Beberapa waktu yang lalu saya dapat kejutan dari Uni Fitr4y, tiba tiba harus mengiringi Uni menyanyikan lagu laila canggung, hehe. Meskipun imajiner, tapi alangkah menyenangkannya.

Bukan itu saja, di blognya BundaMahes saya juga dapat kejutan kecil. Tiba tiba gravatar wajah saya menghiasi bemper belakang metromini. Lumayanlah, mendadak jadi cover boy. Biasanya kan cuma jadi cover raport, haha..

Dan hari ini masih ada kejutan kecil untuk saya, dapat tali asih dari BlogCamp, karena berhasil menebak wajah Mbak Silvia Dewi El Haris, istri dari Mas Achoey. Padahal saya nebaknya lantaran lirik sini lirik sana lho, hehe. Makasih Pak De.

Begitulah dunia blog, serba tiba tiba dan seringkali ada kejutan kecil.

Menurut saya, blog seperti kantong ajaib. Bagaimana menurut anda?

3.2.11

Jon Bon Dasrun Award

3.2.11
Cihui, saya dapat award dari Prit si apikecil. Si Prit dapat dari Ummi Rizka. Award yang sambung menyambung model si Jon Bon Dasrun.

Awalnya bingung, mau diapain nih award, soalnya ada PR nya. Beruntung barusan inceng inceng di blognya Mbak IyHa yg lagi nggarap PR. Lumayan bisa ngerpek alias nyontek.

Pertama, saya harus menjawab pertanyaan berikut ini.

1. Thank and link to the person who awarded me this award

Terimakasih buat Prit Zuhanna. Trus buat yang bikin award ini. Entah siapa yang bikin, saya sendiri nggak tahu, makasiiih.




2. Share 8 things about myself

Saya penikmat keindahan, itu yang pertama. Makanya saya memilih untuk jadi anak PA, haha.

Yang kedua. Di saat teman teman saya lagi suka sama musik musik cadas, majang poster poster serem di kamarnya, saya malah suka sama lagunya Mayangsari yang judulnya rasa cintaku, haha. Anehnya, cuma satu lagu itu yang saya suka. Waktu itu saya masih kelas dua esempe. Ini rahasia lho ya.

Senang menciptakan lagu

Senang melukis

Suka ngopi

Senang berkebun

Hmm, sudah ada enam ya. Terus yang ketujuh, suka keluyuran pake sepeda BMX. Sayangnya sekarang sepeda saya bannya kempes.

Apa lagi ya? Kok poin poin suka semua? Oh, penutupnya anu ae wes, yang paling saya takuti di dunia ini.

Paling takut sama cindil alias anaknya tikus yang masih belum ada bulunya, hiii... gilo. Kalo sama yang satu ini ampun wes.

3. Pay it forward to 8 bloggers that i have recently discovered

1. Mbak Debby, soalnya dia orang pertama yang dulu ngasih saya award. Bersejarah sekali buat acacicu.

2. Mungki Krisdianto, musisi indie yang profesinya juga indie.

3. Om Aldy, inspiratif.

4. Bli TuSuda, terimakasih dulu pernah menulis syair pencinta alam.

5. BunDa Yati, yang semangatnya menjalar sampai ke jember, haha.

6. Mas Joe, senang ngasih info yang asyik asyik.

7. Mas PriM, sama sama suka berkebun.

8. Denuzz Si Burung Hantu, lucu dan sering buat saya ketawa ngakak, haha..

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya bagi award ini. Seperti Gerhana Coklat, Pendar Bintang, Bli Budiarnaya, Adek Dija, Mbak Fitr4y, BundaMahes, dan semuanya. Tapi sayangnya cuma dibatasi delapan.

4. Contact those blogger and tell them about their awards

Buat yang dapat award sambung menyambung ini, terimalah salam jreng dari saya.


Paranetter, ternyata sambung menyambung itu indah ya, seindah cerita Jon Bon Dasrun, haha..
acacicu © 2014