30.11.11

Ada Gerhana Coklat di Pagi Pagi Buta

30.11.11
Hari ini saya menerima paket dari Jakarta. Eh ternyata dari Mbak Julie. Cihuiii.. Berarti dalam seminggu saya dapat dua bingkisan dari dua sahabat blogger. Sebelumnya, paket dari Amel di Sulawesi Tenggara.

Nggak percaya kalo saya dapat kiriman dari Mbak Julie? Beneran nggak percaya? Saya nangis ginjal ginjal lho kalo sahabat blogger nggak percaya, hehe..


Ini dia bukti otentiknya



Lha wong saya masih nyruput kopi kok disuruh eksyen

29.11.11

Tiba Tiba Nongol di Tabloid POSMO

29.11.11
Jadi ceritanya, tiba tiba wajah saya nongol di sebuah tabloid. Nama tabloidnya POSMO, anak perusahaan dari JP Group.

Lha kok bisa tiba tiba saya numpang keren di tabloid POSMO? Nah itu dia, saya juga bingung, hehe. Akhirnya, pada 26 bulan sebelas 2011 kemarin saya membeli tabloid yang dimaksud.

Tabloid POSMO sudah ada di genggaman saya. Dan benar, ada potret diri saya (bersama seorang rekan) di sana. Tepatnya di POSMO edisi 653 halaman 29, rubrik jelajah. Tulisan berjudul SIWIL MAKHLUK MISTERIUS.

Apakah ada yang salah?

Iya benar, ada 7 poin yang membuat saya merasa tidak nyaman. Dan saya benar benar butuh ruang klarifikasi.

27.11.11

Gurindam Pada Bulan Sebelas

27.11.11
Kenapa ya kok saya kesulitan bikin gurindam
Tak henti memikirkannya hingga larut malam

Padahal yang ingin saya sampaikan hanyalah
Selamat Tahun Baru 1433 Hijriyah

Sebelas hal terbaru tentang saya dan keluarga



Pasangan Bulan Sebelas


1. Saya masih baru belasan hari berkeluarga

2. Beristrikan seorang blogger

3. Dan itu membuat saya bahagia

4. Lebih bahagia lagi, pernikahan kami dihadiri oleh Komandan BlogCamp

5. Pernikahan kami dilaksanakan pada 15 Bulan Sebelas 2011 pukul 19.45 WIB

6. Pada pukul 19.00 - 19.30 WIB, hujan turun dengan derasnya disertai angin dan blitz alami

7. Sanak saudara yang ada di dapur, beberapa dari mereka menitikkan air mata

25.11.11

Masih Tentang Sebelas

25.11.11
Dapat pe er dari dua orang bidadari, Kakak Akin dan Mbak Meilya Dwiyanti. Tentang sesuatu yang serba sebelas.

Pertama tama yang harus saya lakukan adalah menyebutkan sebelas hal tentang saya. Baiklah, ini dia sebelas hal tentang diri saya.

Nomor satu sampai sepuluh : Saya manten anyar, haha ..

Yang nomor sebelas : Hari ini saya lagi bahagia soalnya dapat kiriman dari Amel di BauBau, Sulawesi Tenggara. Mamanya sendiri yang mengantarkan. Maklum Amel kan sekota dengan saya. Lho kok saya malah curhat ya? heeee...

Udah, itu kesebelas poin tentang saya. Semoga tidak ada yang protes. Sekarang waktunya menjawab pertanyaan. Saya komentari yang dari Kakak Akin dulu ya.


Sebelas Pertanyaan dari Kakak Akin

1. Apakah tujuanmu menulis di blog? Hanya karena ingin menulis.

2. Lebih suka postingan panjang atau pendek? Alasannya? Tergantung. Kadang kadang suka nulis panjang kadang juga sangat pendek sekali. Tergantung kemana hati membawa.

23.11.11

Suka Duka di Bulan Sebelas

23.11.11
Dibawah ini adalah sebuah lagu teristimewa untuk istri saya, Zuhana apikecil. Berjudul Mahar Hidupku. Dan benar benar saya jadikan mahar untuknya.

Dan untuk Mas Mungki Krisdianto (gitarisnya tamasya band) yang sudah support habis habisan pada lagu ini, maturnuwon brade. Selamat juga atas kelahiran putra pertamanya, tadi pagi pukul lima. Selamat menjadi Bapak.

MAHAR HIDUPKU

Saat ini tlah kutemukan arah hidupku
Bersamamu di sini menemani aku

Kehadiranmu meluruhkan resah hatiku
Aku jadikan dirimu perempuanku

Reff :

Jadikan aku lelaki di hatimu
Biarkan aku menemani hidupmu
Dan bersamamu..


Jadikan lagu ini sbagai mahar dariku
Dan tulus kuucapkan lirik ini untukmu

Berikanlah kesempatan pada kata
Untuk mengikat janji kita berdua

Reff :

Jadikan aku lelaki di hatimu
Biarkan aku menemani hidupmu

Dan bersamamu aku habiskan waktu
Hanya denganmu.. tetaplah disampingku


Catatan

Sangat sulit untuk menceritakan tentang pernikahan saya kemarin. Entahlah, mungkin karena tulisan Pak De Cholik (yang berjudul Kala Suara SAH Berkumandang)sudah sangat cukup mewakili.

Mungkin juga karena saya turut berduka atas meninggalnya seorang sahabat blogger (meskipun kami tidak pernah saling berkunjung).

Itulah kenapa pada postingan kali ini saya hanya akan memaparkan cerita dalam bentuk lagu saja. Semoga dirasa lebih fresh.

Mari kita sediakan waktu untuk menghaturkan doa pada Almarhumah Yusnita Febri.

Bagi sahabat blogger yang ingin mendengarkan lagu ini, monggo. Dipersilahkan merapat di SINI. Terima kasih.

19.11.11

Kok Bisa Ya

19.11.11
Edisi Merem Bersama


Para lelaki ini, mereka semua sedang memejamkan mata. Kok bisa ya?


Catatan

Padahal yang pengen saya tulis panjaaaaang. Tapi lha kok ndilalah endingnya cuma posting foto merem, hehe.

Saya juga ingin bercerita tentang Pak De Cholik. Tentang Bu De, tentang keramahan mereka, tentang kesan pertama saat bertemu Pak De dan Bu De. Tentang semuanya. Juga tentang doa doa dari banyak sahabat blogger.

Ah, semoga besok saya bisa menuliskan semuanya.


Keterangan Foto

Dari kiri ke kanan. Bapak mertua, saya, istri saya (jiahahahaha), dan Bapak saya.

16.11.11

Posting di Malam Pertama

16.11.11
SAH..!


Ada begitu banyak doa
Dan aku mengikatnya menjadi sebuah cinta

Para sahabat blogger tercinta..
Terima kasih terima kasih dan terima kasih

11.11.11

Sebuah Dongeng : Brad & Pitt

11.11.11
Alkisah pada suatu masaa, hiduplah seorang pria bernama Brad. Dia berperawakan kurus tapi hatinya digemukkan oleh keceriaan. Brad baru saja menikahi seorang perempuan mungil bernama Pitt. Dia adalah gadis yang apa adanya. Tapi senyum Pitt tak semungil tubuhnya.

Brad dan Pitt, mereka seperti kepingan puzzle yang saling melengkapi...

Hari demi hari mereka lewati dengan senyum yang ceria. Bahkan hari yang menyebalkan pun mampu mereka lewati dengan tanda titik dua dan kode kurung tutup di belakangnya. Itulah mereka, pasangan yang kadang kadang terlihat aneh. Bagaimana tidak aneh? Tuhan menciptakan segalanya berpasangan seperti logo yin yang, tapi mereka memilih untuk melewati satu jalur saja.

Hingga pada suatu hari mereka disadarkan oleh tatapan orang orang di sekitar mereka.

"Pitt, ada yang salah dengan kita", kata Brad. Dia mengucapkan itu pada istrinya di suatu malam yang manis. Pitt menggeleng. Bradd mengulangi kata katanya. Sa'at Pitt kembali menggeleng, sa'at itu juga Brad mengulang ucapannya. Masih dengan kata kata yang sama.

"Kalau tidak ada yang salah, kenapa harus ada tatapan tatapan yang seperti itu?"

Pitt diam demi mendengar ucapan suaminya. Dengan lemah dia akhirnya bersuara, tak lagi menggeleng seperti yang beberapa kali dia lakukan sebelumnya.

"Lalu apa yang haru kita lakukan?"

Brad tersenyum. Tak lama kemudian dia menjawab sebaris tanya itu.

"Kita harus seperti keluarga normal lainnya"

Ingin sekali Pitt mengejar pernyataan itu dengan sebuah tanya. Tapi urung. Pitt keburu tersenyum. Itu membuat Brad tidak punya pilihan lain selain melanjutkan kata katanya.

"Kita harus bertengkar, karena memang harus seperti itulah sebuah keluarga".

Tidak berhenti sampai disana, Brad terus melanjutkan celotehnya. Dia memberikan contoh dengan apa yang telah ia dengar dan lihat, pada kehidupan para tetangga, handai taulan, dan orang tuanya sendiri.

Adegan yang sebelumnya mereka lakukan kini terulang kembali. Brad nyerocot dan Pitt menggeleng.

Tiba tiba keadaan menjadi di luar kendali. Gelengan Pitt semakin mantap, berpadu dengan volume suara Brad yang semakin meninggi.

Kemudian..

"Bruwaaaakk..!"

Sekuat tenaga Brad membanting hp yang letaknya sangat dekat dengan jangkauan tangannya. Sangat sempurna. Hp yang terpecah berai itu bukan hanya berhasil melukiskan ledakan emosi Brad, tapi juga sukses membatik hati Pitt yang berkeping keping.

Bisa ditebak, detik selanjutnya yang ada hanya krsunyian. Itu adala sa'at dimana kita bisa mendengar degup jantung kita sendiiri tanpa harus memiliki indra keenam.

Deg.. Deg.. Deg..

Sunyi. Sunyi sekali. Dan terasa lama...

Siapa yang akan menyangka bila kesunyian yang sepanjang rel kereta api itu menguap begitu saja hanya karena Brad dan Pitt saling memandang? Ya, bahkan sutradara sekaliber Hanung Brahmantyo pun tak mungkin berani memberika prediksi yang serupa itu. Dua pasang mata yang berbeda aura (antara sepasang mata beraura air dan yang sepasang lagi beraura api) beradu pandang, kesunyian pun muksa.

Tak ada lagi mata yang membara, tak ada lagi mata yang berair. Tinggalah kini yang ada hanya gelak tawa. Tidak dimulai dengan senyum senyum kecil. Gelak hadir begitu saja tanpa butuh pembuka.

Tentu saja Brad tergelak sa'at tiba tiba menyadari bahwa dia telah belajar bagaimana seharusnya marah. Pun begitu dengan Pitt. Ini adalah tangisan perdana dalam sejarahnya sebagai seorang istri.

Indah sekali. Brad dan Pitt akhirnya berhasil belajar menciptakan sebuah pertengkaran sekaligus belajar menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai.

2.11.11

Hati Hati Film Korea Itu Candu

2.11.11
Keluarga Bulan Sebelas


Nonton rame rame


Maaf paranetter, saya mau istirahat dulu. Soalnya lagi sibuk nonton film korea, hahahaaa...

Salam 사랑

1.11.11

Surat Kaleng Buat Amel : Djember

1.11.11
Hai Mel..

Ini udah hari ketiga aku mikirin mau nulis surat kaleng buat kamu. Bingung. Rasanya susaaaah banget. Padahal kan aku cuma pengen nulis surat. Padahal kan harusnya suka suka.

Hmmm, bikin judulnya aja rasanya susah. Bagaimana kalau aku bercerita saja tentang Djember? Kan suka suka aku, hehe..

Okelah.. aku mulai ceritanya..

Kabarnya, kota kecil ini dulu hanya berupa hutan lebat dan berawa. Nggak ada peradaban. Itu bertahan sampai orang orang Londo masuk ke Jawa lho Mel. Yang ada malah peradaban di samping kiri kanannya. Di sebelah utara ada Afdeling Bondowoso, sebelah satunya lagi ada Lumajang (ini adalah kota tua).

Berarti dulu Djember sepi dong?

Sepertinya sih begitu. Siapa yang betah tinggal di hutan berawa. Kalaupun ada yang mencoba, dia harus bisa bertahan hidup dari ancaman binatang buas, ganasnya hutan, incaran malaria, wabah kolera dan masih banyak lagi.

Djember hanyalah lahan ekstim yang ganas belaka. Katakanlah Djember adalah sebuah mahluk, dia tidak akan pernah tahu tentang apa yang terjadi di luar sana. Tentang penemuan penemuan. Tentang telephone, tentang lampu, dan tentang semuanya. Dan itu bertahan hingga awal abad 19.

Sampai pada akhirnya..
acacicu © 2014