31.1.12

Jika Yang Kau Cintai Adalah Seorang Pencinta Alam

31.1.12
Jika yang kau cintai adalah seorang pencinta alam, persiapkan hatimu untuk mencemburui gunung, hutan, tebing, jurang, burung burung, edelweiss, nyanyian dedaunan, dan masih banyak lagi yang butuh kau cemburui. Ya ya ya.. Persiapkan hatimu, karena itu semua membutuhkan energi yang besar.

Para pencinta alam adalah mereka yang senang berpetualang, senang meneriakkan anti tambang emas Gunung Tumpang Pitu Banyuwangi (yang ini hanya diistimewakan pada wan kawan PA sesama plat P), senang meneriakkan "konservasi atau mati", senang memanfaatkan Sumber Daya Alam sesuai dengan batas kebutuhan, juga senang menikmati keindahan.

Karena pada dasarnya, pencinta alam senang menciptakan kenangan

Jika kau laki laki, berikanlah kesempatan pada perempuanmu untuk sesekali mengecup kebebasan. Beri mereka segudang kepercayaan, itu terdengar lebih indah. Lebih indah lagi jika kau dampingi dia berdiri di atas awan.

Begitu juga sebaliknya, jika kau perempuan dan lelakimu adalah seorang pencinta alam. Beri segenggam kepercayaan pada mereka untuk tidur merdeka di rerumputan sambil menggigit bunga rumput. Ingat ya, segenggam saja jangan banyak banyak. Kabarnya, hati lelaki memang tak berkaki, tapi bersayap.

Lebih baik kau persiapkan rasa cemburumu itu pada pepohonan daripada pada rekan rekannya. Sebab sudah menjadi rahasia umum bila setiap pencinta alam bersaudara.

Usahlah mengkhawatirkan mereka akan ber-vandalisme pada batu, tebing, atau batang pohon. Dan jika kau menemukan seseorang menuliskan namanya pada sebuah tebing, itu bukan pencinta alam. Dalam bahasa yang lebih halus, kepencinta alamannya dipertanyakan. Lebih terdengar halus lagi, khilaf.

Pencinta alam adalah mereka yang pada saat ada di alam bebas, suka mendengung dengungkan kalimat di bawah ini.

Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan mengambil apapun kecuali foto, dan jangan membunuh apapun kecuali waktu..

Jika yang kau cintai adalah seorang pencinta alam, bersiap siaplah untuk bahagia. Karena mereka bisa survive walau hanya dengan makan bersayur rumput, sate ayam, nugget, iwak pindang, iwak pe, iwak nus, sego kuning, udang, soto, bakso sayur, sosis, tempe yang digoreng tipis tipis, pecek tahu, pecel, lalapan sambal mentah dan telur puyuh. Ya ya ya, walau hanya dengan itu..

Jika yang kau cintai adalah seorang pencinta alam, bersiap siaplah untuk menikmati hari hari yang keren.


Salam Lestari...!

30.1.12

Perihal Pemberlakuan Timeline FB Secara Global

30.1.12
Akhirnya facebook akan memberlakukan timeline secara global pada 31 Januari 2012.

Ah saya jadi ingat tulisan saya tentang keamanan facebook yang semakin lemah. Dari pencarian data tentang facebook saat itu, saya menemukan halaman filosofi facebook. Di sana tertulis bahwa keamanan harus dibincangkan. Hmmm, ternyata pihak facebook sedang berinovasi. Semoga tambah keren dan saya tetap bisa sesekali nongkrong di warung blogger.

Menjaga keamanan online sama saja dengan menjaga keamanan saat offline, itu benar sekali. Nantinya, tampilan Timeline anda akan dapat dilihat oleh siapa saja walau mereka belum menjadi teman anda.

Nah, mumpung masih ada waktu, yuk kita setting ulang apa saja yang dirasa butuh di privasi. Atau kalau tidak, kita tempatkan itu di komputer pribadi. Sekaranglah waktu kita untuk mengatur ruang privasi.

Setelah facebook berganti timeline, kronologis facebook akan mudah terlihat (dan beberapa hal baru lainnya). Mari kita menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada.

Catatan Tambahan

Tulisan ini hanya sekedar rangkuman dari tulisan Mas Valentino

29.1.12

Kepada Yang Bernama Osar

29.1.12
Hi my little brother..

Barangkali saat ini kau masih sedang belajar merangkak, atau hanya sedang mencoba mengungkapkan sesuatu. Lakukanlah kawan, karena itu adalah anak tangga yang harus kau lewati untuk menuju fase kehidupan selanjutnya.

Suatu hari nanti, saat kau terbangun dari tidur dan tiba tiba mendapati dirimu sudah besar, bacalah ini. Itu juga bila kau suka. Bila tak tertarik, katakan saja. Bagaimanapun, ada saatnya laki laki harus berani berkata tidak. Percayalah, itu akan membuatmu semakin terlihat jantan.

Osar, kuceritakan padamu sebuah rahasia (ini antara kita saja, semoga Mamamu tidak nguping)..

Kau tahu, aku jatuh cinta di saat usiaku sebelas tahun. Sungguh, aku tidak bohong. Saat itu aku baru kelas enam SD dan aku jatuh cinta. Bagaimana, keren bukan? Sayangnya, cerita menjadi kurang menarik gara gara sampai lulus SD, aku nggak berani mengatakan bahwa aku suka.

Begitulah kawan, aku mencintai seorang perempuan kecil dengan cara perempuan (Hanya sekedar memandang dari jauh saat dia bermain penthil karet, dan tak pernah mengatakannya).

Bukan maksudku untuk mengguruimu, tapi lihatlah sekitar. Kau tumbuh di era yang cool and smart. Bisa jadi, cinta monyet akan datang lebih cepat. Mungkin saat kau berusia sepuluh atau sembilan tahun, siapa yang tahu.

Saat si cimon menghampirimu, bersiaplah untuk tertawa sendiri. Cermin adalah sahabat setiamu kawan. Sebuah tips dariku, hindari berdandan saat ada orang dewasa karena mereka tidak suka (apalagi sambil menyenandungkan lagu mereka).

Itu kabar baiknya. Dan kabar buruknya, kau juga harus bersiap untuk menangis meraung raung. Ya, aku dulu juga begitu. Suatu siang saat jam istirahat SD, tak sengaja aku menjumpai cinta monyetku sedang asyik bercengkerama dengan Pak Syamsul, guru olah raga SD Patrang 1. Apa yang terjadi? Aku berakting, pura pura sakit. Saat seorang guru menyarankan aku pulang, aku bersegera pulang. Di rumah hanya ada Ibu, dan aku meraung, menangis sejadi jadinya. Saat Ibu bertanya, mulutku terkunci rapat, hanya dadaku yang terguncang hebat. Tapi sedikit saja beliau lengah, aku kembali meraung.

Aku lelaki dan aku menangis, apakah itu memalukan? Santai saja, tidak akan ada yang merisaukan lelaki belasan tahun menangis. Kelak saat besar, aku juga pernah menangis. Asal alasannya jelas, its oke. Toh, menangis (yang bukan tentang cinta seperti itu) bukan indikasi kerapuhan jiwa. Itu adalah tentang kepekaan hati. Tapi ingat ya, menangislah pada saat saat yang istimewa saja. Tempat menangis yang paling indah adalah di puncak gunung. Di tempat tempat seperti itulah kau akan tahu, betapa kecilnya dirimu.

Ada sedikit lagi rahasia kecil yang ingin kukatakan padamu. Hmmm, semoga orang tuamu benar benar tidak turut membacanya.

Kawan Osar, aku sudah melewati banyak petualangan. Ingin sekali untuk terus mengulang dan mengulang kembali. Percayalah, berpetualang itu keren. Kau hanya harus pandai memilih kata kata saat hendak berpamitan pada orang tuamu.

Kabarnya kau senang berbagi cerita di OsarSmile. Mantab..! Itu dia maksudku.

Teruslah berdansa dengan karya. Saat besar nanti, saat kau ingin mengisi waktu senggangmu dengan menulis, menulislah. Tulislah apapun yang hati nuranimu bisikkan . Pelajari juga tentang kehidupan para penulis hebat. Maka kau akan mendapati sosok para pengelana. Mereka adalah orang orang hebat yang seakan akan hidup dalam satu putaran. Beribadah dan menikmati hidup dengan cara berkelana, bertapa, berkarya, dan kembali berkelana.

Jadi kawan, jika kau ingin menjadi penulis yang baik, berpetualanglah. Langkahkan kakimu ke tempat yang jauh, lalu ceritakanlah kisahmu. Biar dunia tahu bahwa kau adalah seorang Fikho Badhra Al Kautsar.

Hmmm, sudah panjang. Maaf kawan, aku harus segera mengakhiri tulisan ini.

Sebagai penutup, aku akan memberimu sebuah rahasia hidup. Bukan untuk di baca, tapi untuk kau resapi maknanya.

"Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Al-Jumuah : 10)

26.1.12

Keajaiban Senyuman

26.1.12
O a.k.a Osar


Fikho Badhra Al Kautsar

Senyum Adalah Ibadah








Koepoe biroe

25.1.12

Hatiku Tak Mungkin Lari

25.1.12
Hatiku Tak Mungkin Lari

Sayang.. Aku hanya bernyanyi
Hanya menciptakan lagu
Mereka juga hanya ikut bernyanyi

Tidak semua dari mereka cantik
Ada juga kok yang manis

Kenapa kadang kau sebegitunya?
Apakah kau cemburu?

Kau tahu, setiap pagi saat kau berbelanja
Setiap pagi itu pula aku biasa saja
Meskipun aku tahu..
Tukang sayurnya lumayan tampan

Sayang.. hatiku tak mungkin lari
Karena dia tak punya kaki
Dan akan kubiarkan dia tak berkaki

HTML
Don't worry

“Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML“

24.1.12

Saya Bukan Pencuri Sandal

24.1.12
Tiba tiba, laki laki tinggi besar itu hampir menampar wajah saya. Kalau saja istri di sampingnya tidak menahan tangan yang melayang itu, mampuslah saya.

Dengan posisi duduk di sofa yang empuk (di sebuah ruang tamu) dan kiri kanannya dipenuhi oleh warga yang kesemuanya tidak saya kenal, manalah bisa saya coba melawan. Lagipula, saya tidak sedang ingin melawan.

"Hayo ngomong, darimana kau dapatkan sandal Neckermann itu kalau bukan nyuri punya anak saya..!!"

"Pak, wis Pak.. Mas ini tadi kan sudah bilang, dia beli sendiri." Sang istri lagi lagi membela saya.

"Halah, penjual tempe kok sandalnya Neckermann, ora umum..!"

Saya diam seribu bahasa. Sekuat tenaga menahan air mata agar berkaca kaca saja, jangan sanpai menetes. Ini benar benar sore yang memuakkan. Mimpi apa saya semalam, kok tiba tiba disangka nyolong sandal.

Apalagi yang harus saya katakan, semua sudah terkatakan. Nama saya Hakim, rumah saya di sini, rumah juragan tempe saya di sini, dan nomor telepon rumahnya tertera di sablonan plastik pembungkus tempe.

Semua sudah saya paparkan dengan jelas. Bahkan keuntungan dari menjual tempe pun saya beberkan. Per tempe saya ambil dengan harga 400 rupiah. Saya menjualnya 500 rupiah. Jadi, bila saya ngider seratus tempe, keuntungan saya 10.000 rupiah. Sementara harga sandal Neckermann yang saya pakai, 59.900 rupiah. Hanya butuh beberapa hari menabung untuk bisa membelinya.

Saat sedang kalut kalutnya, ada seorang bocah laki laki yang usianya jauh di bawah saya. Dia bongsor. Baru saya ketahui ternyata dia masih SD, entah kelas berapa. Kedatangannya disambut dengan keheningan. Tak seorangpun mengeluarkan suara. Diantara warga yang berkumpul, baik yang di dalam rumah maupun yang diluar, kesemuanya memfokuskan pandangannya pada si bocah, putra tunggal tuan rumah (tempat dimana kursi sofanya saya duduki).

"Pak, sandale wes ketemu.."

Harusnya saya bahagia mendengarnya. Ternyata tidak. Entah kenapa, tiba tiba air mata yang sedari tadi saya tahan, meleleh begitu saja. Saya menangis. Padahal saya laki laki. Padahal saat itu saya sudah sangat boleh dibilang besar. Ibu di sebelah saya (seorang warga), menyediakan bahunya untuk saya.

Tidak butuh satu menit, hanya beberapa detik saja, sudah tercipta keramaian. Bagi saya, suara itu hanya seperti ribuan lebah yang berdengung.

"Mas, saya antar pulang ya?"

Saya mendengarnya, tapi saya tidak tahu suara siapakah itu. Saya menjawabnya dengan menggeleng ramah. Tak lama kemudian saya pamit. Tuan rumah hanya bisa mematung. Tak bisa saya gambarkan reaksi canggungnya secara rinci, maaf.

Tas jaring berisi tempe (yang masih laku beberapa saja) setia menunggu saya di pojok beranda rumah. Saya melangkah kesana. Sesekali ada orang yang menepuk bahu saya. Ada juga ibu ibu sepuh yang mengelus rambut saya sambil berkata, "Maaf ya Nak..", entah siapa beliau, saya benar benar tidak tahu. Di luar rumah masih ada beberapa pemuda yang memegang pentungan. Mereka kikuk menyembunyikan senjatanya. Saya berusaha sekuat tenaga tersenyum ke arah mereka.

Kenangan yang sebenarnya tidak ingin saya kenang. Saya sudah berusaha menguburnya dalam dalam. Tapi entah mengapa, hari ini saya ingin membagikannya di kecebong tiga warna. Bukan kesedihannya yang ingin saya tebarkan, tapi sesuatu di balik kesedihan.

Kisah di atas mengajarkan satu hal. Saya benar benar mengerti arti dari Allahu Akbar (Saat itu, entah kenapa hanya kata ini yang bisa saya ingat, dan saya mengucapkannya dalam hati tanpa henti). Allahu Akbar = Cobaan itu kecil.

Itu sepenggal kisah saya, suatu sore di tahun 1999.




“Berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia

Disponsori oleh : "Jeng Anggie, Desa Boneka, Kios108"

23.1.12

Opera Van Jungkrak Jungkrak'an

23.1.12
Opera Van Java..

Diantara begitu banyak acara pilihan,acara komedi yang satu ini berhasil mencuri perhatian saya. Kelucuannya mampu membuat saya tanpa sadar mengolahragakan syaraf otak biar senantiasa beraura positif.

Tapi.. Maaf ya, ada tapinya..

Ada sesuatu yang menggugah jiwa kepencinta alaman saya. Tidak lain adalah tulisan berupa “Adegan ini tidak berbahaya karena properti terbuat dari styrofoam”. Kenapa harus menggunakan styrofoam? Bukankah itu sama sekali tidak ramah lingkungan?

Itu kesan saya saat nonton Opera Van Java. Saya sih masih berbaik sangka, dalam hati saya berdoa mudah mudahan team OVJ sudah punya solusi daur ulang.

Saya yakin, tanpa tata artistik panggung styrofoam mereka sudah lucu. Apalagi pada akhirnya kita tahu, styrofoam itu hanya digunakan untuk jungkrak jungkrak'an (salah satu komedian mendorong komedian lain biar disangka lucu). Padahal sebenarnyalah penonton tidak membutuhkan itu.

Harapannya ke depan, semoga dunia haha hihi di negeri ini (teristimewa Opera Van Java) semakin haha hihi dan semakin cerdas dalam berkomedi.

Salam Prit Kitiw

21.1.12

Markises : Mari Kita Berproses

21.1.12
Kakak Akin sedang punya gawe. Dia bikin giveaway tentang sesuatu seputar cool and smart. Hmm, blogger yang keren dan cerdas menurut saya adalah dia yang senang berproses, menghargai proses dan setia terhadap proses.

Blogger yang senang berproses biasanya tidak akan berhenti berkarya (dimanapun berada) meski sesekali terjatuh. Dia sangat memahami arti dari sebuah kalimat, bahwa seseorang tidak dihitung dari berapa kali terjatuh, melainkan dari berapa kali dia mau bangkit dan kembali berproses.

Blogger yang menghargai proses adalah blogger yang juga menghargai orang orang di sekitarnya. Penghargaannya terhadap sesama blogger tidak pandang usia. Dalam artian, dia akan menyayangi yang muda dan menghormati yang tua. Sesederhana itu saja, tapi dampaknya sangat luar biasa. Merekalah yang bisa memancing dunia untuk mengangkat kedua ujung bibirnya.

Blogger yang setia pada proses, sudah pasti mereka keren. Masalah cerdas belakangan. Karena orang yang setia pada proses, dia punya kemauan ekstra. Kemauan ini diharap bisa mengangkat kemampuan diri, baik dalam hal menulis maupun bersosialisasi.

Kemauan dan kemampuan, dua duanya memang penting. Tapi apalah artinya orang yang punya kemampuan tinggi jika dia tidak punya kemauan untuk berbagi? Bogger tidak seperti itu. Naluri mereka adalah naluri berbagi. Ini adalah salah satu nilai lebih dunia blogger, diantara sekian nilai lebih lainnya.

Kembali pada proses. Mereka yang cinta berproses adalah mereka yang paham target hidupnya. Akan dibawa kemana langkah langkah kecil ini, tiap tiap huruf yang dituliskan, dan butir butir senyum yang ditebarkan.

Saya jadi teringat tulisan dari Pak Mars tentang aktifitas mengumpulkan dan menebarkan. Indah sekali beliau memaparkan tentang seputar aktifitas manusia yang sejatinya hanya ada dua. Mengumpulkan dan menebarkan. Mengumpulkan apa yang bertebaran dan menebarkan kembali apa yang sudah dikumpulkan.

Begitu juga dengan proses. Proses adalah tentang mengumpulkan sesuatu yang menarik hati kita. Seperti mengumpulkan ilmu, harta ataupun karya. Akan tiba saatnya dimana kita kembali menebarkannya. Dengan kata lain, setelah proses telah berhasil melewati target yang kita bidik, kita akan menebarkannya kemudian kembali berproses.

Haduh, saya bingung mau nutup tulisan ini, hehe.. Ya sudah gitu saja. Markises, mari kita berproses.


Pernah disertakan pada Cool and Smart Blogger Giveaway yang diadakan oleh KakaAkin


Sedikit Tambahan

Tentang menjadi seorang blogger yang cool and smart, saya banyak belajar dari para sahabat blogger semua. Semoga saya juga bisa sekeren anda, dan turut memberi warna di persahabatan yang alangkah indahnya ini. Salam Lestari.

Si Orange

Di sebuah tulisan berjudul Barang Yang Murah Itu Ternyata Mahal, saya bercerita tentang si orange yang tak terbeli. Padahal si orange sudah dalam pelukan. Hanya gara gara penempatan harga barang yang tidak sama dengan harga yang tertera di barcode, kami urung membawanya pulang.

Siapakah si orange? Dia adalah tempat roti, hehe. Bentuknya (yang paling mendekati) sejenis dengan gambar di bawah ini. Hanya saja warnanya orange.

Tempat Roti


Gambar di ambil dari google

Tulisan tentang si orange di atas, saya ikutkan di kontesnya Kang Yayat. Dan Alhamdulillah, tulisan tersebut nyantol di urutan ketiga, setelah Pak De dan Jeng Soes. Wah, siap siap nih, memburu si orange, hehe..

Selamat buat Pak De, Jeng Soes dan seluruh pemenang kontes cerita unik berbelanja. Buat Kang Yayat, sukses ya Kang acaranya. Terima kasih.


Sedikit Tambahan

Yang belum ikutan kontesnya Kakak Akin silahkan merapat di sini.

Trus info tentang kontes Saweran, bisa dibaca di sini. Masih ada sisa waktu 4 hari lagi.

Yang sayang anak, monggo mengikuti acaranya Pak De, Membangun Blog Foto Anak Anak.

20.1.12

Bersenang Senang Kemudian

20.1.12
Dalam sebuah perjalanan, apa yang akan dilakukan oleh seorang pencinta alam bila menemui sungai yang lebar? Jawabannya adalah tetap menyeberanginya. Jika arusnya tenang, mereka lebih suka menyeberang biasa (tanpa alat pengaman yang lengkap). Khusus untuk yang satu ini, naluri PA mereka benar benar di uji oleh alam yang kadang tak mudah ditebak.

Yang pertama kali mereka lakukan adalah memastikan baju tidurnya tetap kering (karena itu sangat penting). Lalu mempacking logistik dan barang barang lain, menghindari agar tidak basah.

Bagaimana dengan diri mereka sendiri? Aw, ternyata mereka lebih senang berbasah ria asal barang bawaan tetap kering.

Mempersiapkan Rakit


Memulai Menyeberang dan Bergaya


Senada dengan sebuah kalimat sakti, bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian, begitulah mereka, adek adek saya di Pencinta Alam SWAPENKA. Setelah berbasah basah ria (dan meskipun pada akhirnya mereka tetap basah oleh hujan), kini saatnya bersenang senang. Bercumbu bersama debur pantai.

Bersenang Senang Kemudian


Salam Lestari..!


Sedikit Tambahan

Foto diambil dari kegiatan survey DIKLATSAR 2009 SWAPENKA, Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam, Fakultas Sastra Universitas Jember.

Lokasi, masuk zona Taman Nasional Merubetiri Jember - Banyuwangi. Ini yang wilayah Jember.

17.1.12

Sepotong Cerita Cinta

17.1.12
Baru ingat kalau saya dapat PR dari seorang sahabat blogger bernama Rakyan Widhowati Tanjung. Ada lima pertanyaan yang harus saya jawab di sana. Ini dia pertanyaannya.

1. Siapa guru favoritmu?
2. Apa makanan yang kamu sukai dan yang tak kamu sukai?
3. Ceritakan pengalamanmu yang berkesan
4. Siapa cinta pertamamu?
5. Who is your best friend?

Baiklah, akan coba saya jawab satu persatu pertanyaannya. Dimulai dari yang pertama, tentang siapa guru favorit saya. Pertanyaan sederhana yang tidak bisa saya jawab secara lugas. Karena saya berpikir, setiap orang adalah guru bagi saya.

Kalaupun harus memaksa, saya akan memilih Ibu Reni. Beliau guru saya di SD Patrang 1 Jember. Guru yang saya jumpai saat pertama kali masuk dunia SD. Bu Reni juga yang mengajarkan huruf pertama pada saya. Dan itu adalah huruf i. Sejak lulus SD sampai detik ini, saya belum pernah berjumpa dengan beliau.

Sekarang tentang makanan yang saya sukai dan tidak saya sukai. Saya pencinta tempe dan sambal mentah. Dan saya menghindari bothok tawon karena saya alergi lebah. Kok bisa ya? Padahal saya pencinta madu.

Tentang pengalaman yang berkesan? Banyak. Salah satunya adalah kisah kopdar saya dengan Cak Citro Mduro. Ternyata rumah Cak Citro ada di daerah perbukitan, keren dah pokoknya. Lebih keren lagi, kita makan bareng di sana. Ada banyak menu pilihan. Tempe dan sambal mentah juga ada. Esseeeep..

Makaaaaaaaaaan...!!!


Nah, kini tiba waktunya menjawab pertanyaan yang keempat. Siapa cinta pertama saya? Hehe... Saya punya banyak nama nama, mulai dari Ita Purnamasari, Mayangsari sampai Bangsalsari. Ups bukan ding, yang terakhir itu nama daerah di Jember. Itulah kenyataannya. Saya kaya akan nama nama tapi miskin kisah cinta. Satu satunya saat dimana saya bisa menciptakan lagu cinta adalah ketika saya mengenal seorang perempuan kecil bernama Hana.

Daaaan... Siapa teman terbaik saya? Saya memilih jawaban klasik saja ah. Bahwa semua orang yang saya kenal dan mereka yang mengenal saya, semuanya adalah teman terbaik. Mereka sengaja dihadirkan oleh Tuhan untuk melengkapi kekurangan saya.

Terima kasih Awardnya


Nah sekarang gantian saya mau bertanya perihal cintrong pertanyaan nomor empat. Siapakah cinta pertama sahabat blogger? Hayyooooo... Mari kita berbagi sepotong cerita cinta di sini.

16.1.12

Berharap Kau Membacanya Dan Kembali Tersenyum

16.1.12
Ini tentang suatu hari, saat aku harus bernyanyi di depan massa yang banyak, di siang hari yang terik. Saat itu, kesebelasan kota kecil Jember sedang punya gawe, dan tamasya band tampil sebagai pelengkap acara.

Orang orang semakin mengerubung. Hampir semuanya tampil dengan warna baju serba kuning, sama seperti warna seragam kesebelasan PERSID yang baru (tadinya memang kuning, terus berganti biru dan kembali lagi mengenakan warna kuning).



Lututku bergetar hebat. Jemariku lemas meski hanya untuk menggenggam microfon. Aku selalu tidak bisa menikmati saat saat dimana tamasya band harus berdendang di panggung yang besar. Itu sama halnya tatkala tamasya harus tampil sebagai band pembuka artis Ibukota. Sangat menyebalkan. Mereka bahkan tidak tahu apa itu salam lestari.

Sudah kepalang tanggung. Aku sudah ada di atas pentas yang luas, yang dibelakangnya ada kursi berjajar, istimewa disediakan untuk para pembesar. Ada banyak kue di sana. Yang lebih menyebalkan lagi, beberapa kue terbungkus oleh wadah dari styrofoam. Ah.. Sepertinya aku bernyanyi di tempat yang kurang tepat.


Dua sampai tiga lagu sudah aku kumandangkan. Lututku masih belum selesai gemetarnya. Demam masih belum menurun. Tapi memasuki lagu yang ke empat, kedua mataku mendapati sesosok bidadari diantara massa yang membludak. Tahukah kamu bahwa detik detik yang hanya beberapa detik itu sangat berarti untukku?


Akhirnya aku bernyanyi, lepas dan benar benar menikmati. Lutut dan jemari seperti memiliki kekuatan ekstra, tak lagi seperti sebelumnya. Kuteriakkan salam lestari di tengah tengah pencinta sepak bola. Kukabarkan pada mereka bahwa bumi tidak sedang baik baik saja. Aku juga menyanyikan lagu lagu lingkungan, dan itu benar benar diluar draft. Anehnya, mereka menyambut tamasya dengan apresiasi yang lebih dari sebelumnya.


Alhamdulillah, akhirnya tuntas sudah tamasya berdendang. Semua bergembira. Terlebih aku. Karena semakin tersadari betapa arti kehadiranmu begitu dahsyat di hari hari dan kehidupanku. Jadi ingat lirik lagunya Boomerang yang berjudul kehadiranmu.


Kehadiranmu kaulah semangat perjalanan hidupku

Tribute To Apikecil

Sayang, kenapa wajahmu terlihat murung?
"Karena itu", katamu

Apa yang harus aku lakukan biar kau tak berkaca kaca lagi?
"Aku hanya butuh Mase ada di sampingku dan sesekali bernyanyi untukku"

Apakah hanya itu? Tidak adakah lagi?
"Menulis, mengajakku ke puncak rengganis, dan selalu tersenyum untuk hidupku"

Lalu?
"Yakinkan aku bahwa hidup itu indah dan butuh dinikmati. Sudah, itu saja"

Benar benar tidak ada lagikah?
"Iya, ada lagi"

Apa?
"yakinkan aku | lagi |, bahwa di setiap kesedihan pasti ada kebahagiaan"

Sudah?
"Sudah"

Bunga.. Tentu saja aku ada di sampingmu.
Kau tahu, setiap lagu tentang cinta yang aku ciptakan, itu hanya untukmu
Kau juga tahu, sebelumnya aku sangat tidak bisa menciptakan lagu cinta

Ya aku akan menulis
Aku akan mengantarkanmu ke sana
Dan akan selalu kusediakan senyum untukmu

Yakinlah, adalah tugas kebahagiaan untuk menghapus kesedihan
Janganlah kau mengutuk kesedihan, karena dia adalah utusan Tuhan
Terkadang, kenyataan yang berjalan baik baik saja, bisa saja berubah sebaliknya

Seperti yang para bijak bestari katakan..
Daripada kau memaki kesedihan, lebih baik nyalakan saja api kecilmu..

15.1.12

Bumi Belum Bulat

15.1.12

Qiqie dan Prit saat Jambore Scooter se-Indonesia di Bondowoso


Dalam hidup manusia memang penuh dengan berbagai kejutan. Semakin bertambah umur kita, semakin berkurang pula jatah hidup kita di dunia. Namun semakin banyak kita dikejutkan dengan rencana-rencana Tuhan terhadap alur hidup yang harus di lalui.

Entah bagaimana proses melaluinya atau memang adalah rute hidup kita, kita tak akan pernah tahu. Yang ada, kita akan segera tahu dan harus melewatinya.

Seperti halnya rencana atau grand plan hidup kita yang sudah kita rancang, bisa berubah berputar begitu saja dengan berbagai alasan yang tentu tidak memaksa. Tapi keadaanlah yang memberikan peluang kepada kita untuk kita melaluinya di tantangan yang baru.


***

Tiga paragraf di atas itu bukan tulisan saya. Itu hanyalah hasil copas dari tulisan seorang adek bernama Qiqie. Apikecil pernah menceritakannya di sebuah postingan berjudul Qie, Ijinkan Aku Menitipkan Mata.

Qiqie, seorang pencinta alam yang juga seorang drummer, yang kemarin masih bekerja sebagai seorang penyiar radio (sebelumnya jurnalis), sekarang memilih jalan sebagai seorang fotografer. Semoga sukses ya Qie.

Hepi Ultah


Berdansalah Dengan Jalan Hidup Yang Qiqie Pilih



Catatan

Qiqie bisa ditemui di blognya, Bumi Belum Bulat. Terima kasih.

13.1.12

Mata Saya Dan Pena

13.1.12



Saya tidak dibai’at dengan janji-janji duniawi maupun surgawi saat memilih menjadi blogger. Tapi blog Acacicu menjadi salah satu blog yang menginspirasi.

Sebenarnya kegemaran ini dimulai karena suka membaca. Namun, ternyata seperti katub paru-paru, membaca tidak akan pernah nikmat jika tidak menulis. Bagaikan mendengarkan tapi tidak pernah berpendapat atau berpendapat tapi tak punya kemampuan mendengar.

Menulis menjadi kesadaran awal saya untuk ambil bagian dari hidup. Untuk alasan itu, saya (rasa) telah memilih bidang kuliah tepat agar dapat menulis sebagai bukti keberadaan peradaban dan rekaman sejarah dalam bentuk notulensi.

Di bangku ini saya mendapat serangkaian teknik menulis serta pola penulisan yang teoritis dan metodologis. Tentu saja hal ini membuat cita-cita dan keinginan menulis menjadi lebih besar. Namun karya tulis publis baik yang digital maupun cetak belum juga tercipta. Segala macam metodologi akademik membuat saya menjadi murid kelas menembak yang mendapat nilai A tanpa pernah memegang senapan.

Jika saya ingat masa itu, saat dimana saya suka membaca novel-novel indah dan saya mengidealkan tulisan yang indah, cerita-cerita besar. Epos dari sebuah kerajaan tentang kepeminpinan dan masyarakat yang mahdani. Kisah cinta yang membuat hidup ini jauh dari kata apes (tidak beruntung). Harapan yang muncul akan tulisan indah yang struktural dan mengubah dunia.

Hingga dua lebaran kemaren (2009) Acacicu sering promo tulisannya dengan tautan URL di facebook (karena waktu itu saya adalah penulis tetap menitan | tiap menit | facebook), dan saya klik tautan yang disertakan dalam posting (waktu itu hosting akun facebook yang promo adalah akun Masbro sendiri bukan Acacicu). Bercerita tentang alam dan cinta yang universal termasuk cinta pada alam. Saya sedikit lupa judulnya kalau tidak salah “Jadilah kau edelweisku”(wes, mas, areke wis dadi endhel-weismu), kemudian saya mulai rutin membaca Acacicu. Namun saya masih memberi komentar tentang tulisan lewat posting di facebook bukan langsung pada tulisan di blog.

Saya suka dengan tulisan-tulisan di Acacicu kemudian mulai rajin berselancar dan jadi viewer blog teman-teman yang sudah saya kenal secara pribadi. Ternyata banyak tulisan yang menginspirasi tentang narasi kehidupan dengan setting sehari-hari yang berangkat dari ide-ide sederhana. Seperti fotografer yang menangkap gambar dan cahaya, tulisan-tulisan ini menangkap kehidupan dalam bentuk narasi yang historis dan jujur.

Kemudian saya sadar, ternyata tidak perlu Pulitzer dan Nobel Piece Price untuk merubah kehidupan. Pembaca hanya haus dengan tulisan yang jujur, dan kejujuran itu kebanyakan lahir dari kesederhanaan. Kemudian pula saya mulai berani menulis. Menulis tentang dunia dari sudut pandang keterbatasan mata saya menangkap maksud hidup. Menulis tentang kehidupan sehari-hari yang sederhana.

Ternyata benar, semenjak menulis budaya baca menjadi meningkat. Mungkin seperti analogi gelas penuh yang tidak bisa diisi air lagi sebelum air didalamnya ditumpahkan. Menulis ternyata membebaskan (kemudian kalimat ini menjadi jargon Blog AjengHerliyanti).

Membebaskan dari keresahan dan membebaskan dari keinginan untuk menjadi serba tahu.

Terima kasih Acacicu, telah mengajarkan tentang menjadi penulis narasi yang berani. Sampai hari ini, saya suka membaca tulisan Acacicu (walaupun tidak dikomentari). Terima kasih untuk mengajari keberanian berpendapat dalam notulensi.

Iya...saya tobat... kembali nulis lagi, karena 2 bulan terahir ini saya sibuk mensenjatai blog saya dengan navigasi dan widget-widget cantik (biar laris), sampai saya lupa isi contentnya.

Tulisan ini akan saya ahiri dengan monolog.

“Mas Bro, bapaknya arsitek developer perumahan ya?.... tahu gak kenapa saya bisa menebak....karena kau telah mem-blo(ck)ggerkan hatiku” (preeeeeet)

12.1.12

Alangkah Indahnya Bila Kita Tidak Menghujat Hujan

12.1.12
Sebelum membaca, saya ingatkan dulu. Mohon maaf, tulisan ini agak panjang.

Januari bulan penuh berkah. Satu diantaranya adalah hujan, dia adalah berkah yang indah. Utusan Tuhan yang satu ini memang cantik, tiap tiap butirnya memberi inspirasi bagi banyak jiwa jiwa seni. Hujan bisa menyegarkan yang kering dan meromantiskan apa apa yang tadinya sudah manis.

Sayang sekali, tidak semua orang senang dengan hujan. Manusia memang mahluk yang paling sulit merasa puas. Dikasih hujan minta panas, dikasih panas mintanya hujan.

Bagaimana bila hujan datangnya sangat deras sekali? Apakah kita layak untuk menyumpah serapahinya? Tentu saja tidak. Hujan tetaplah rahmat Tuhan. Kalaupun dia datang dengan membawa banjir, itu bukan salah hujan. Hujan tidak pernah salah. Dia hanya sedang mencoba mengingatkan akan kesalahan kita. Dengan kata lain, lewat hujan Tuhan sedang menjewer kita.

Belajar dari keluarga Mak Ti di Wonoasri Jember, tiap tahun menghadapi banjir. Bulan ini bahkan sudah tujuh kali banjir. Bukan keluarga Mak Ti saja yang rumahnya kebanjiran. Masih ada 500 lebih KK yang harus menghadapi ini. Sambil menunggu dan terus menunggu janji janji pihak tertentu untuk menangani masalah ini, mereka mau nggak mau tetap harus siaga. Apakah mereka akan marah? Mungkin, suatu hari nanti, saat janji hanya tinggal janji.

Sederhana saja cara keluarga Mak Ti (dan keluarga keluarga yang lain di desa Wonoasri) dalam menghadapi hujan. Saat curah hujan semakin meninggi, mereka segera mengikat perabot rumah tangga yang berisi barang pecah belah. Apalagi kalau bukan almari. Belajar dari banjir yang sudah sudah, setiap kali datang musim hujan, mereka mempersiapkan ban dalam dan segera di isi angin. Satu lagi, barang barang elektronik, pakaian, dan lain lain segera diangkut ke loteng darurat. Jadi jangan heran bila anda bertamu ke rumah warga Wonoasri Jember (yang rumahnya masuk denah ancaman banjir), di atas ruang tamu anda akan melihat loteng darurat. Mereka seperti sedang menghadapi perang.

Loteng Darurat Untuk Menghadapi Banjir


Siaga Ban Dalam Yang Sudah Terisi Angin


Mengikat Erat


Di Samping Rumah Mak Ti


Banjir telah Surut

Begitulah cara mereka menghadapi banjir, sangat manual. Yang lebih hebat lagi, pada saat saya dan rekan (teman pencinta alam) berkunjung ke rumah Mak Ti, putri Mak Ti menyambut kami dengan senyum ramah. kami bahkan dibuatkan kopi olehnya. Sambil ijin njepret njepret dan sesekali nyruput kopi, saya mengajak keluarga ini berbincang. Dari putri Mak Ti saya tahu, sebenarnyalah mereka resah dengan keadaan ini dan sangat berharap masalah pengairan sungai yang selalu meluap (sejak era 90 an) segera bisa ditangani. Saat saya tanya apa kiranya yang dibutuhkan, jawabannya hanya satu. Mereka hanya butuh menguras sumur dan memberinya kaporit, itu saja.

Menatap keluarga di Wonoasri, saya jadi ingat lirik lagu padi yang gini. "Kita mungkin terluka ataupun bisa mati, tapi janganlah pernah menyalahkan hidup. persiapkan jiwa, persiapkan hati, atas segalanya yang bisa terjadi"

Itulah sepotong cerita dari saya tentang banjir di Wonoasri Jember. Saya tiba di lokasi empat hari yang lalu, saat banjir Wonoasri sudah mulai surut.

Dan kurang lebih 15 jam yang lalu (dari saat saya menuliskan ini) rumah saya kebanjiran. Air yang masuk ke dalam rumah hanya sekitar beberapa centimeter saja. Sementara di pelataran depan dan belakang, ada kalau 30 sentimeter. Semua heboh, sandal sandal mulai mencoba selingkuh tak lagi setia dengan pasangannya. Timba yang tadinya digunakan sebagai wadah tempat yang bocor, ikut ikutan berenang mengejar sandal. Saya, Bapak, Budi, dan Mas Ipar berbasah basah ria. Bukannya sibuk menguras air, saya malah menikmati hujan. Sesekali menciprati Prit dengan air.

Sore yang indah, ada banyak tetangga yang ikut ikutan bertingkah seperti saya. Berkedok melihat aliran air, padahal mereka sedang hujan hujanan.

Saya percaya, Tuhan sedang menjewer kami dengan caranya. Dan sepertinya semua tahu akan kesalahannya. Para tetangga (termasuk keluarga saya, haha) terlalu tidak memperdulikan hak air atas saluran irigasi depan rumah yang harusnya bisa dibuat lebih lebar. Butuh biaya yang tidak sedikit memang, tapi semoga saja nanti saya dapat rejeki. Adalah kewajiban saya untuk memberikan hak kepada air.

Sahabat blogger, mari kita belajar dari orang orang hebat seperti Mak Ti, untuk tidak menghujat hujan.

8.1.12

Secangkir Puisi

8.1.12
Kopi Dalam Secangkir Gerhana Coklat


Tangan diperankan oleh blogger pendatang baru, Mbudi Katreka

Setiap kali nyruput kopi dengan gelas ini, yang saya ingat hanya satu, Mbak Julie. Nah, kalau sudah ingat Mbak Julie, saya juga teringat akan puisi puisinya. Ada tiga puisi yang paling melekat di hati. Yang pertama berjudul ajari aku. Lalu puisi berjudul menangkap bintang. Dan puisi ketiga berjudul begitu saja.

Dari ketiga puisi tersebutlah saya terinspirasi. Ya benar, dulu saya pernah menuliskan sesuatu dengan judul, Ajari Aku Menangkap Bintang Begitu Saja.

Secangkir Puisi :

Ajari Aku Menangkap Bintang Begitu Saja

Kupu kupu kecilku, ajari aku mengepakkan sayap
Ajari aku memandang manisnya kehidupan

Ajari aku mengubah keburukan menjadi sesuatu yang anggun
Ajari aku menjemput kematian dengan cara yang romantis dan berakhir manis

Kupu kupu kecilku..

Ajari aku terbang
Ajari aku melayang

Ajari aku menangkap bintang
Begitu saja..




Itu dia puisi yang pernah saya tuliskan untuk kupu kupu kecil. Terasa lengkap manakala puisi tersebut dibaca sesaat setelah menyeruput kopi (atau teh, atau jahe, hehe). Kita seperti sedang menyeruput secangkir puisi. Terima kasih ya Mbak Julie atas inspirasinya.

7.1.12

Emas Itu Diam

7.1.12
Saya terkesan dengan tulisannya Pak De Cholik yang berjudul Hindari Bara Api Neraka. Di sana Pak De sekedar menjelaskan dari sudut pandang seorang muslim, bahwa laki laki dilarang memakai perhiasan yang terbuat dari emas. Sesederhana itu saja, tapi inspiratif.

Dari yang sederhana itu, saya jadi teringat postingan saya yang berjudul Cinta 22 Karat. Di sana saya mengutip cuplikan sebuah buku berjudul Menambang Petaka Di Meru Betiri.

Bahwa dari 100 ton batuan, hanya 3% yang diambil untuk diproses lebih lanjut guna mendapatkan kandungan emas. Sedangkan 97% batuan sisanya dibuang sebagai limbah tailing.

Begitulah, ada 97 persen limbah dari emas yang tak bisa dimanfaatkan kembali karena penuh dengan racun. Diantaranya sianida. Biasanya, limbah penuh racun ini dibuang ke laut dan menimbulkan berbagai dampak negatif. Ya samalah seperti kasus kasus yang marak diberitakan. 97 persen itu sama artinya dengan 3 truk penuh limbah buangan. Wew..

Logam mulia emas memang dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Bahkan logam ini disepakati untuk dijadikan alat tukar standart Bank Dunia. Bukan hanya itu, logam emas dibutuhkan untuk mendukung kinerja beberapa perangkat lunak. Buat investasi pun menggiurkan. Dan mengikuti alur budaya, logam emas dibutuhkan seorang istri agar senantiasa tampil cantik di depan suaminya.

Sebab dibutuhkan itulah, mari kita manfaatkan sesuai dengan batas kebutuhan, bukan keinginan

Apa jadinya jika kita memanfaatkan logam emas sesuai dengan batas keinginan dan bukan kebutuhan? Dapat dipastikan, cepat atau lambat hutan hanya akan tinggal cerita. Lubang lubang besar akan tetap menganga di dasar bumi ini, karena para penambang (asing) enggan menutup kisah pengerukan mereka dengan happy ending.

Jurang pemisah antara si kaya dan si miskin juga akan semakin menganga. Coba kita tengok bagi hasil logam emas antara Indonesia - Freeport. Kita cuma dapat 1 persen. Itupun masih dibagi bagi lagi soalnya pusat minta upeti dari otonomi daerah. Belum lagi sunat sunatannya.

Ingin rasanya saya bercerita tentang bagaimana suasana moral di kota tambang, bagaimana ngenes-nya kisah mereka yang melakoni hidup sebagai penambang gelap lokal. Tapi nggak jadi deh, nanti malah kepanjangen, hehe..

Para sahabat blogger, Indonesia kaya dengan SDA. Tapi kita belum bisa maksimal menikmatinya. Itu semua karena segala urusan pengerukan kita jual pada pihak kolonial (perusahaan asing). Dan yang menyedihkan, hampir semua yang kita punya, dikelola oleh mereka. Memang, dari sisi ekonomi sangat menggoda, semenggoda senyum adek Osar, hehe.. Tapi dari sisi ekologi?

Emas itu diam. Tidak dikelola secara besar besaran seperti sekarang inipun, emas juga nggak bakalan ngomel. Nggak bau dan nggak berpindah tempat. Justru, akan semakin essip. Alangkah lebih eloknya jika kita sisakan buat generasi nanti. Percayalah, mereka pasti akan menemukan sebuah kejutan di bidang tehnologi pengolahan emas yang ramah lingkungan.

Kembali pada apa yang dituliskan Pak De. Alhamdulillah, saya bersyukur ada tuntunan yang seperti itu. Sangat pencinta alam.

Bumi kita tidak sedang baik baik saja, dia butuh cinta. Mari kita manfaatkan sumber daya alam sesuai dengan batas kebutuhan, bukan keinginan.

Salam Lestari

5.1.12

Barang Yang Murah Itu Ternyata Mahal

5.1.12

No Rek : xxxxxx5858

Pada pertengahan bulan Desember 2011 yang lalu, saya mengantarkan istri Hana ke sebuah supermarket yang ada di kota Jember. Terus terang, ini pertama kalinya saya melangkahkan kaki ke sana. Biasanya cukup berbelanja di Pasar Tanjung, sebuah pasar tradisional di kota saya yang segala pembayarannya masih dilakukan dengan cara manual alias tanpa barcode.

Hmmm, sebelum saya bercerita lebih lanjut tentang pengalaman berbelanja bersama Hana di supermarket, saya kok jadi tertarik memperbincangkan barcode ya?

Barcode sudah menjadi bagian penting dalam peradaban modern. Kehadirannya memudahkan manusia untuk melakukan beberapa hal, yang paling populer adalah di bidang niaga. Apa sebenarnya barcode?

Anda pernah membeli suatu barang dan di sampulnya ada susunan garis vertikal hitam putih dengan ketebalan yang tidak sama? Nah itu dia barcode. Sangat sederhana namun sangat berguna. Kegunaannya bukan hanya terletak pada sebuah transaksi pembayaran saja, tapi lebih dari itu. Barcode mampu menyimpan data data spesifik seperti nomor identitas, tanggal kadaluwarsa barang yang dimaksud, dan kode produksi.

Sederhananya seperti itu. Barcode adalah sebuah konsep yang menggunakan sistem pengkodean baris. Aduh, kok tambah mbulet ya? Pokoknya gitu deh. Alat ini menggunakan asas kerja digital. Contoh gampangnya, seperti gambar di bawah ini.


Gambar diambil dari google

Selain memudahkan, barcode juga diharapkan bisa mengatasi hal hal klasik di dunia niaga seperti menutup peluang manipulasi, dan kesalahan kesalahan dalam pencatatan manual.

Sekarang kembali ke laptop (meminjam istilahnya Mas Tukul). Tentang pengalaman saya mengantarkan Hana berbelanja di sebuah supermarket.

Tiba tiba saya sudah ada diantara barang barang yang kinyis kinyis. Lebih menggoda lagi, saat itu hipermarketnya sedang ada program diskon. Wew, padahal saya hanya punya uang yang tidak banyak. Catatan barang barang yang akan dibeli (yang sudah dicatat dari rumah) tidak berhasil membujuk sepasang mata ini untuk tidak memandang barang dagangan yang berceceran itu. Akhirnya, yang bisa saya (dan Hana) lakukan hanya berdoa.

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari godaan diskon yang terkutuk..

Lama saya berputar putar di supermarket itu. Meskipun hanya satu lantai, tapi luasnya minta ampun. Setelah lebih dari satu jam berkeliling, saya dan Hana mendapati barang berwarna orange yang tidak ada di daftar catatan kami. Dengan kata lain, barang ini tidak termasuk target yang harus dibeli. Tapi entah kenapa, kita mempunyai keinginan yang sama. Sama sama ingin memboyong si orange ini. Lagipula harganya terjangkau. Lima puluh ribu kurang seratus rupiah. Angkuuut... Ah akhirnya kami tergoda juga.

Sesampainya di mesin kasir, kami dilayani oleh seorang kasir cowok berusia muda, sekitar 20 tahunan lah. Entah, dia sedang magang atau benar benar bekerja. Saya tidak tertarik untuk mencuri pandang ke arahnya, karena ada yang lebih menarik. Apalagi kalau bukan si orange. Saat sedang asyik asyiknya memandang si orange itulah, tiba tiba saya mendengar suara Hana yang sedikit memekik.

"Lho Mas, kok harganya jadi segini?"

Eng ing eng.. Ternyata si orange yang tadinya berharga 49.900 rupiah, berubah harga menjadi melambung sangat tinggi. Syukurlah Hana masih sempat sempatnya melirik layar kecil tempat nongkrongnya nominal harga harga. Kalau tidak? Mungkin saya harus meninggalkan STNK sepeda motor (pinjaman) di sana.

Yang terjadi kemudian adalah, kami disuruh menunggu. Sementara saya dan Hana berdiri di dekat mesin kasir, si Mas kasir yang masih muda itu pergi menuju tempat dimana tadi si orange bertengger manis. Tentu saja sambil menggendong si orange. Tidak terlalu lama, kurang dari sepuluh menit saja si Mas kasir sudah berjalan kembali ke arah mesin kasir. Kami yang harap harap cemas, akhirnya bisa bernafas lega saat Mas kasir bilang begini.

"Mohon maaf, pihak kami yang salah menempatkan barang ini. Jadi bagaimana? tetap dibeli atau digagalkan?"

Bisa ditebak, saya langsung menggeleng mantab. Saat itu saya sempat melirik Hana. Wajahnya terlihat seperti wajah anak kecil yang ingin sekali dibelikan mainan tapi tidak diijinkan oleh orang tuanya. Begitulah, tapi mau bagaimana lagi?

Mas kasir segera memproses pembatalan itu. Dia memanggil rekannya (mungkin atasannya), seorang laki laki dewasa. Bapak ini segera merogoh kunci dan memutarnya di lubang kunci mesin kasir. Setelah terbuka, dia memencet sesuatu (seperti sedang memainkan kalkulator) lalu menutup dan menguncinya kembali.

Itulah pengalaman saya dan Hana, di sebuah supermarket (di kota kecil Jember) yang berkantor pusat di Perancis, dan merupakan kelompok ritel kedua terbesar di dunia. Ah, semoga saja ada hikmah besar di balik pengalaman sederhana ini. Seperti slogan yang digunakan oleh sang supermarket, UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK.

Setidaknya kami kembali teringat dengan sebuah kalimat sakti, teliti sebelum membeli. Sekarang saya tambahkan. Teliti sebelum membeli, dan teliti saat kita ada di dekat mesin kasir. Kesalahan memang bukan pada mesin. Tapi siapa tahu anda akan memiliki pengalaman serupa seperti kisah antara saya, Hana dan si orange.


Artikel ini pernah diikutsertakan dalam Kontes Cerita Unik Belanja di BloggerPemula.Com

4.1.12

Keamanan Facebook Semakin Lemah?

4.1.12
Belum hilang rasa cremet saya pada akun facebook dengan nama ID, S BROTO WIYONO KP, eh ada masalah baru lagi.

Ini tentang kekagetan saya kemarin. Saat membuka facebook, tiba tiba ada komentar dari seorang teman di salah satu foto (di dalam album fb saya). Lho kok bisa ya? Padahal album yang saya kasih titel SWAPENKA itu sudah saya privasi. Seharusnya hanya saya yang bisa melihat foto foto di album tersebut.

Apakah keamanan facebook semakin melemah?

Wah wah wah, semoga saja tidak demikian. Karena bila keamanan fb semakin melemah, dikhawatirkan akan ada banyak orang yang dirugikan. Setidaknya, tingkat kepercayaan kita akan menurun drastis. Dan setidaknya lagi, kita akan resah dengan foto foto yang tersimpan, bahkan meskipun di setting privasi.

Lagipula, saya masih krasan ngopi di warung blogger, hehe..

Di halaman filosofi facebook saya temukan kata kata berikut ini. "KEAMANAN HARUS DIBINCANGKAN". Saya membacanya secara tekstual saja. Dan saya jadikan alasan untuk memperbincangkan facebook di sini. Saya pelajari juga mengenai facebook dan penegakan hukum, di sini.

Okelah, kalau masalah album foto privasi (tapi masih jebol) masih bisa saya cuekin. Tapi bagaimana dengan facebook yang merugikan orang lain tapi menyembunyikan identitasnya? Apakah harus kita hack sendiri? Kalau benar demikian, pertanyaannya adalah seberapa berguna fasilitas LAPORKAN / BLOKIR di pojok kiri bawah. Padahal sudah ada keterangan yang jelas di halaman kebijakan.

Perihal facebook palsu bernama S BROTO WIYONO KP, barusan saya mencoba lagi untuk melaporkannya dengan cara klik laporkan / blokir (dengan akun FB milik teman). Kemudian memencet tulisan "Profil ini menyaru sebagai seseorang atau palsu". Setelahnya, ada tulisan pilih jenis. Sengaja saya tidak memilih "menyamar sebagai seseorang yang saya tahu". Yang saya pilih adalah jenis "tidak mewakili orang yang sebenarnya".

Dan yang saya dapati adalah sebentuk tulisan laporan seperti di bawah ini :

Anda akan melaporkan S Broto Wiyono Kp karena tidak mewakili orang yang sungguh ada.


Kami serius menangani laporan profil palsu. Lanjutkan hanya jika informasi ini memang benar sepanjang pengetahuan Anda.


Saya mengkonfirmasi bahwa laporan ini benar
Informasi tambahan untuk membantu penyelidikan kami :

Maksimal 300 karakter

Harap dicatat, laporan ini bukan merupakan pemberitahuan hukum

Ternyata saya punya kesempatan untuk menyampaikan uneg uneg langsung pada tim facebook.

Semoga saja kali ini hasilnya lebih baik, dan si palsu tidak muncul lagi. Kalau tidak? Terpaksa deh..

1.1.12

Bapak

1.1.12
Bapak Abdul Rohim


Dan sebuah lagu Untuk Bapak

Lirik Lagu Untuk Bapak :

UNTUK BAPAK

Hai Bapak RW
Itu bukan pangkat orang gedhe
Sejak aku kelas lima SD Bapak jadi RW
Sebelumnya sebutan Bapakku
Pak Mandor jalan

Hai Pak Mandor jalan
Yang Menghisap rokok dalam dalam
Yang rambutnya gondrong dan beruban
Itu kan Bapakku
Itu kan satu satunya Mandor kesayanganku

Bapak memahat doa di sana
Di nama ROHIM ZABRIANSYAH HAKIM

Bapak ingin anaknya penyayang
Sabar lagi bijaksana....


REFF

Bapak lihatlah bintang di langit yang hitam
Aku juga ingin begitu

Bapak Maafkan
Maaf maafkanlah aku
Hanya ini yang aku mau

Bapak maafkan
Maafkan aku anakmu
Hanya ini yang ku mau


Back Song

Hai Bapak Rohim
Kurindu dengar dongeng Ibrahim
Kelak kisah itu mengantarku
Mencintai alam
Taffakur pada ayat ayat Tuhan yang berceceran

Kembali ke REFF

Memandang Manisnya Kehidupan

Malam pergantian kalender menuju 2012, saya nikmati dengan tertidur pulas, haha. Bangun bangun sudah memasuki detik detik awal 2012. Ah ternyata saya tidur setahun.

Bukan hanya secangkir kopi yang saya lewati, bukan pula api unggun di belakang rumah seperti yang sedianya akan saya nyalakan. Jember seharian dicumbui gerimis, sampai sekarang belum berhenti. Dan tidur adalah pilihan yang essip untuk dilakukan, hehe..

Yang saya inginkan di kalender 2012 adalah ..

Lebih kuat lagi mendayung sampan kehidupan

acacicu © 2014