31.5.12

Bangkit Dari Tidur

31.5.12
Copas dari tulisan saya sendiri, berjudul awal : Pohon Itu Bernama Indonesia

Ada sebuah pohon besar yang tumbuh di atas rawa-rawa. Di setiap cabangnya, di ujung daunnya, dan di setiap urat akarnya, ada kehidupan kecil. Mereka senang menyebutnya dengan suku, dan kesemuanya tumbuh dalam satu rumpun. Di rawa-rawa yang luas ada juga terlihat beberapa kapal kecil yang dihuni oleh sesuatu yang hidup.

Pohon itu bernama Indonesia..

Di sebuah ranting terkecil di salah satu cabang pohon Indonesia, hiduplah seorang anak bernama Erzet. Dia suka bertanya dan suka bingung sendiri oleh pertanyaan yang ia lontarkan. Orang-orang di sekitarnya tak ada yang bisa menjawab kegelisahan yang dia ciptakan sendiri (lewat sebuah tanya). Akhirnya pada suatu hari Erzet memberanikan diri untuk melangkahkan kaki, menyusuri ranting-ranting pohon Indonesia. Langkah kakinya mengantarkan Erzet menuruni batang pohon hingga menuju ujung akar yang menghunjam di kegelapan sana. Di antara kemiskinan cahaya, Erzet menemukan seorang lelaki tua bernama Pak Durrahem. Kepada Pak Durrahem dia melontarkan pertanyaan yang muncul begitu saja.

“Kenapa Bapak mau tinggal di sini? Bukankah di sini gelap? Tidakkah lebih baik jika kita semua tinggal di atas sana?”

Orang yang terpanah tanya tidak segera menjawabnya. Beliau terkekeh sambil menatap wajah lelaki muda di depannya. Kemudian Pak Durrahem mengatakan sesuatu.

“Anak muda, jika saja semua warga pohon memaksakan diri untuk tinggal di atas sana, lalu siapa yang bertugas menyimpan bergalon galon air? Lagipula, pohon ini akan cepat tumbang karena muatan berat dari atas sana, sementara pondasi akarnya rapuh.”

Erzet termangu untuk kemudian menganggukkan kepala. Dia mengerti sekarang. Pak Durrahem mengajarkannya tentang kesetaraan. Bahwa setara bukan tentang sama rata sama rasa, melainkan tentang semangat hidup saling menghargai diantara perbedaan peran.

Perbincangan antara Erzet dan Pak Durrahem tidak berhenti sampai di sana. Erzet seakan akan sedang muntah. Dia melontarkan begitu banyak pertanyaan yang selama ini menggelisahkan hati dan belum ada orang-orang yang mencoba menjawabnya.

“Kenapa pohon ini diberi nama Indonesia? Siapa yang memberinya nama?”

3.5.12

acacicu © 2014