30.9.12

Ketika Senyumanmu Mendamaikan Hatiku

30.9.12
Ini tentang suatu hari, saat aku pertama kali bernyanyi dan tampil di depan publik. Aku katakan padamu bahwa aku hanya pencinta alam biasa dan tak pandai bernyanyi. Suaraku sengau. Aku juga tidak hebat dengan nada-nada tinggi.

Saat itu yang kuingat darimu hanya satu. Kau tersenyum. Seakan-akan hendak berkata, semua akan baik-baik saja.

Ketika pertama kali berjumpa dengan stage panggung yang sebesar kolam renang, aku gugup. Sebentar-sebentar ke belakang panggung. Keringat dingin merambat dari dahi, telapak tangan, hingga ujung kaki. Anyep. Lagi-lagi kau mengeluarkan jurus saktimu. Senyum.

Malam demi malam pun berlalu. Aku mulai terbiasa. Tapi sang waktu sedemikian kejam memutar balikkan hati. Satu persatu dari keluarga tamasya disibukkan oleh kenyataan hidup. Satu persatu mulai berbenah. Ada yang bekerja di luar kota, ada yang menikah, ada yang menghabiskan waktu dengan buah hatinya, dan masih banyak lagi.

Kau tersenyum. Senyummu diikuti oleh senyum-senyum baru. Senyum kawan-kawan pencinta alam yang baru, senyum para seniman dan para penulis belia, senyum tulus dari kawan-kawan luar kota, dan masih banyak lagi senyum yang berdatangan.

Ada yang datang lalu pergi lagi, ada yang pergi namun tetap di hati. Semuanya saling memberi sekuntum cinta. Ah, indahnya keluarga tamasya.

Dan semalam kita berdendang, di anniversary tamasya band yang ke lima. Bersama Tape Ketan Band, dan bersama banyak senyuman. Diantara taburan senyum itu, senyummu masih saja setia hadir.


Lima tahun memang bukan usia yang tua. Tapi siapa yang bisa membayangkan jika tamasya band bisa tetap berkarya sampai saat ini. Kini aku sangat percaya, senyum adalah sumber kekuatan.

Ahaaa.. Satu lagi.

Akhir-akhir ini kita senang menyebutkan nama-nama sahabat blogger setiap kali tamasya live perform. Sepintas terlihat lucu. Tapi kita tahu, doa adalah sumber kekuatan yang lain setelah senyuman.

Para sahabat blogger, terimakasih. Salam Lestari...!

28.9.12

Jatuh Mengajarkan Kita Untuk Bangkit

28.9.12
Suatu hari Superman terjatuh. Ada seseorang yang melihat kejadian tersebut. Dia tertegun dengan gurat wajah tak percaya. Lalu dia bertanya pada Superman, "Kenapa anda bisa jatuh?"

Hening. Tak lama kemudian Superman menjawabnya. Singkat saja, dia hanya berkata, "Karena kita harus bangkit.."

Kisah di atas saya dapatkan dari Bob (Bapak mertua saya) ketika kemarin pulang ke rumah Tuban. Beliau bukan hanya mendongengkan penggalan skenario film Superman pada saya. Lebih dari itu, Bob seperti sedang meringkas seribu nasehat dalam satu kisah.

Pribadi yang luar biasa seperti Superman bisa menjadi biasa-biasa saja secara tiba-tiba. Begitu juga sebaliknya. From zero to hero. Setiap orang bisa menjadi pahlawan, tanpa perlu menyebut dirinya pahlawan.

Apakah saya pernah terjatuh? Ya tentu saja. Meskipun saya tak bersayap, ada banyak cara untuk terbang. Beberapa kali saya terjatuh, baik dalam arti yang sebenarnya maupun kiasan. Tapi saya tahu, detik terus berputar tak peduli apakah kita bangkit atau tidak.

26.9.12

Ferry Nafaro Sang Kamituwo Desa Sukamade

26.9.12

Hari ini saya update status --disertai foto di atas-- yang panjang sekali. Berkisah tentang seorang sahabat bernama Ferry Nafaro. Saya mengenalnya ketika kami sama-sama sekolah di SMA Arjasa - Jember.

Begini ceritanya.

Di waktu SMA, Ferry dua kali mengajak saya dan kawan-kawan yang lain untuk berkunjung ke rumahnya, di ujung timur pulau Jawa. Tepatnya di sebuah tempat bernama SUKAMADE, masuk Kabupaten Banyuwangi. Jaraknya dari Jember tidak sangat jauh, sekitar 127 km. Yang membuatnya terlihat jauh adalah 15 km terakhir menuju Sukamade. Jalannya berbatu, dengan kontur yang curam lagi berkelok.

Itu adalah kali pertama saya memegang punggung penyu.

Di kesempatan yang lain, saya dan Ferry berebut untuk saling menunggangi punggung penyu. Seorang Jagawana yang ada tak jauh dari kami hanya bisa tersenyum kecut. Beruntung Ferry mengenalnya. Kalau tidak, mungkin kami sudah dibentak-bentak.

Saya dan Ferry berhenti melakukan aksi gila tersebut, demi melihat linangan air di mata sang penyu. Sungguh, waktu itu saya mengira si penyu benar-benar sedih.

Beberapa tahun kemudian, ketika saya memilih untuk bergabung di komunitas pencinta alam SWAPENKA, baru saya tahu arti dibalik tangis penyu. Dia menangis bukan karena sedih, melainkan untuk mengusap pasir di seputar kelopak matanya.

Bukan hanya itu, saya juga lebih mengenal dunia penyu. Akan saya persingkat pada spoiler di bawah ini.

7 Jenis Penyu di Dunia :

Dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia, enam diantaranya ada di Indonesia.

Dan di pantai Sukamade, ada empat jenis penyu yang tercatat mendarat di sana. Keempatnya adalah penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu slengkrah (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriaceae).

Penyu yang paling sering mendarat adalah penyu hijau. Sedangkan penyu yang dirindukan kehadirannya adalah penyu jenis belimbing.

Dua jenis penyu lainnya, yang tidak pernah tercatat mendarat di Sukamade adalah penyu tempayan (Caretta Caretta) dan penyu pipih (Natator Depressus).

Satu jenis penyu yang tidak ditemukan di perairan Indonesia adalah jenis penyu Kempi (Lepidochelys Kempii). Penyu ini hanya bisa ditemukan di samudera Atlantik.


Pada 2001, ketika SWAPENKA mengadakan acara trans Bandealit - Sukamade, saya menyempatkan diri untuk singgah di rumah Ferry. Oleh Bapaknya, saya dan kawan-kawan dipaksa untuk bermalam di rumahnya yang kecil.

Saat itu saya bersama rombongan besar plus Pak Budi, pemandu kami dari TN Meru Betiri. Secara logika, rumah itu tidak mungkin muat untuk kami. Tapi ternyata saya salah.

Selain jamuan makan malam dan sarapan pagi berlauk ayam kampung, ada satu lagi yang saya ingat. Bahwa itu adalah perjumpaan terakhir antara saya dan Ferry. Saya tidak pernah lagi ke Sukamade. Sedangkan Ferry, dia terakhir ke Jember tahun 1999 / 2000, saat saya masih bekerja di SPORT Cafe.

Haripun berlalu. Kabar terakhir tentang Ferry saya dapat dari seorang sahabat SMA. Kabarnya, Ferry bekerja sebagai satpam PT. LDO sejak tahun 2006. Lalu menikah dan dikaruniai seorang putra bernama Kaka.

Hingga pada 22 - 23 September 2012 kemarin (di ultah tamasya band yang ke-lima), saya berkesempatan untuk kembali berkunjung ke Sukamade.

Apakah saya bertemu dengan Ferry? Ya, tentu saja. Sangat membahagiakan.

Tidak ada yang berubah dari Feri. Dia masih bersahaja, humoris, dan ceria. Bedanya, sudah sejak 2010 Feri tak lagi bekerja sebagai satpam. Dia dipercaya oleh warga pemukiman Sukamade sebagai KAMITUWO.

Menurut Bapaknya, Feri terlalu muda untuk menjadi Pak Kami (julukan untuk seorang Kamituwo atau Pak Kampung). Tapi saya yakin dia bisa.

Ah, senangnya bisa singgah di rumah Feri. Meskipun listrik hanya ada pada pukul 5 sore hingga 11 malam, dan meskipun sinyal hape hanya ada di beberapa titik (butuh perjuangan dan kesabaran untuk mendapatkan sinyal pantulan yang ketinggiannya kurang dari satu meter ini. Namun jangan khawatir, beberapa tempat yang ada sinyal-nya sudah ditandai oleh warga. Kita hanya tinggal menumpang saja), tapi suasana kedamaiannya sangat terasa.

Desa Sukamade, semoga tetap damai lestari.

21.9.12

Sepatu Warrior

21.9.12
Saya tidak memiliki banyak waktu untuk posting. Tapi ketika hari ini saya membuka blog acacicu tersayang, eh ternyata ada PR dari Cheila. PR itu berupa sebelas pertanyaan. Hmmm, saya suka yang serba sebelas, dan saya akan menjawabnya dengan riang.

Sekolah, Guru, Auditori, Sepatu, Daniel, Pancasila, Gingsul, Bapak, Midnight, Bunda, Cheila. Itu dia pertanyaannya. Oke Cheila, akan saya jawab secara acak. Dimulai dari pertanyaan ke sebelas.

1. Cheila itu pemilik blog Si Guru Kecil yang memberikan sebelas pertanyaan (dalam episode The Pink Award) ini pada saya. Wajahnya manis dan sepertinya gingsul, hehe.

2. Gingsul itu saya, Niar, Cheila, dan Bapak saya sendiri.

3. Bapak itu pria yang keren. Saya pernah mengukir gurat wajahnya di sebuah lirik lagu berjudul Untuk Bapak. Ini cuplikannya, "Bapak lihatlah bintang di langit yang hitam, aku juga ingin begitu.." Terhitung dalam waktu yang sangat panjang, Bapak adalah guru bagi saya.

4. Guru itu bernama Ibu Reni, perempuan cantik yang mengajari saya huruf i di hari pertama sekolah, di SD Patrang I.

5. Sekolah itu sebuah tempat yang kadang terasa sangat menyebalkan. Di hari yang lain, kita akan merindukan suasananya. Pada saat SMA, saya memiliki banyak sahabat, diantaranya bernama Daniel.

6. Daniel itu aneh. Hobinya cari ular di sungai belakang gedung SMA Arjasa - Jember. Tapi dia hanyalah satu dari sekumpulan bocah-bocah aneh berseragam putih abu-abu. Bicara tentang keanehan masa SMA, saya ada sedikit masalah dengan yang namanya sepatu.

7. Sepatu yang saya kenakan saat SMA adalah sepatu milik Bapak dari Bapak saya. Terbuat dari kulit sapi dan ada 'janggel-nya'. Keren. Tapi itu menurut saya. Ketika saya naik kelas dua SMA, teman-teman satu kelas membelikan saya sepatu merk warrior sebagai kado di hari lahir saya. Ah, indahnya. Saya masih ingat, si warrior tak lepas dari kaki saya hingga tengah malam.

8. Midnight itu ketika kau hidup di kota kecil dan ingin menonton film di bioskop dengan harga yang murah. Percayalah, kau akan butuh midnight show. Kau hanya harus pandai menyelinap masuk ke dalam kamar (di hari yang sudah larut) dan jangan sampai terpergok Ibumu.

9. Bunda itu my auditori.

10. Auditori itu saya, karena memori saya lebih hebat dalam mengingat sesuatu dengan cara mendengar daripada membaca. Ketika saya disuruh menghapalkan Pancasila, maka saya akan berjuang keras menghapalkannya. Tapi di suatu hari, seseorang bercerita tentang Pancasila dari sisi yang lain. Dia seperti sedang mendongengkan kisah-kisah heroik. Setelah itu, saya tidak butuh menghapalkannya, karena saya sudah paham.

11. Pancasila itu keren.

Cheila, PR - nya sudah saya kerjakan dengan riang. Makasih ya...

Sahabat blogger sayang, sebentar lagi saya akan ada di sebuah tempat tanpa sinyal dan tanpa koneksi internet, hingga tiga hari ke depan. Jadi mohon maaf semisal ada komentar, saya tidak bisa langsung membalasnya.

Ohya, saya tertarik dengan poin nomor tujuh. SEPATU. Kira-kira, apa anda masih ingat jenis sepatu yang anda kenakan saat sekolah dulu? Adakah yang memiliki kenangan dengan sepatu merk warrior? Mari kita berbagi penggalan kenangan di sini. Salam Lestari..!

18.9.12

Dua Tahun Acacicu

18.9.12
Untuk banyak hal, saya senang memulai sesuatu pada bulan September. Misalnya, ketika saya harus melamar Mbak Pipit | apikecil, itu terjadi pada 10 September 2011, hehe.

Hari jadi tamasya band juga ada di bulan September, tepatnya pada 23 September 2007. Ya benar, beberapa hari lagi keluarga tamasya band genap berusia 5 tahun. Dan itu menjadi alasan kenapa beberapa waktu terakhir saya jarang mengunjungi blog.

Saya dan kawan-kawan (tamasya) memiliki satu dua agenda, ada beberapa hal yang harus kami persiapkan. Jadi, untuk sementara acacicu akan sedikit terbengkalai.

Sangat menyedihkan jika harus berlama-lama meninggalkan blog, apalagi di saat acacicu sedang ada di bulan kelahirannya. Hei.. Saya lupa bercerita. Blog ini juga saya mulai di bulan September, dua tahun yang lalu. Alhamdulillah.

Sahabat blogger, saya tidak akan pernah bosan untuk mengucapkan terimakasih atas persahabatan yang indah ini. Salam Lestari...!

12.9.12

Komentar-Komentar Cinta

12.9.12
Saya meninggalkan blog acacicu dengan artikel berjudul 5 tips agar blog anda populer. Kemudian saya segera berkemas, esoknya meluncur pulang ke rumah Tuban.

Ketika kemarin saya membukanya, wew.. ternyata banyak komentar yang masuk. Terima kasiiiih.. Mohon maaf atas segala kengawuran saya di tips trik blogging tersebut, hehe..

Terus terang, saya terpingkal membaca komentar-komentar yang masuk. Lucu, cerdas, segar dan sangat bersahabat. Tak heran bila banyak orang yang melanjutkan kisah persahabatannya, dari maya ke nyata.

Perihal Komentar

Komentar bersifat melengkapi tulisan. Dia juga cerminan dari komentatornya. Hebatnya, jarang ada orang usil yang senang meng-copas komentar. Jadi, benar-benar orisinil dan spontan. Terlebih jika itu adalah komentar OOT, tak mungkinlah ada yang copas.

Dan saat ini, tiba-tiba saya ingin mengucapkan terima kasih atas jalinan persahabatan yang cantik.

Ohya, sedikit lagi..

Buat sahabat blogger yang terlahir di bulan September, selamat hari lahiiir...

Happy Ultah :

blogger september

Buat Ami Osar, Mama Cal-Vin dan Mbak Susindra.. Selamat Hari Lahir yaaa...


Eh, siapa lagi ya yang ultah di bulan September? Ohya ding, si Mput Putri Rizkia, kemarin ultah di 4 September. Hepi Ultah ya Mput. Teruslah meloncat lebih tinggi.

Ada yang ingin mengucapkan komentar-komentar cinta pada mereka? Mari berkomentar cinta di sini.

6.9.12

5 Tips Agar Blog Anda Populer

6.9.12
Memiliki blog yang populer dan dikunjungi oleh banyak orang adalah impian kita semua. Bagaimana caranya? Apakah bisa? Apakah ada trik khusus untuk mempopulerkan blog? Tentu saja bisa. Selama kita mau mencobanya, segalanya akan terlihat menjadi mungkin. Selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha.

Ini dia rahasianya.

5 Tips Agar Blog Anda Populer :

1. Belilah kembang api (atau bikin sendiri) yang jika disulut bisa menimbulkankan efek bunga-bunga api di udara, dimana percikan kembang api itu bisa membentuk sebuah tulisan berupa nama blog anda. Misalnya, www.deyfikri.com.

2. Buatlah sebuah banner atau kain seukuran bendera, yang ditengahnya tertulis nama blog anda. Ketika ada HELIKOPTER parkir, 'cantolkan' kain itu pada helikopter hingga menjadi seperti contoh gambar di bawah ini.

Gambar Helikopter :

acacicu spoiler

- Gambar didapat dari google -
3. Di sebuah postingan, saya pernah menulis artikel berjudul, Latah adalah budaya paling Indonesia. Sekarang mari kita memandang latah dari sisi yang berbeda. Maksud saya, kalaupun harus latah, kenapa tidak kita sebutkan nama blog kita saja?

4. Memasang alamat blog di papan reklame itu biasa. Ada yang lebih keren dari itu, yaitu menuliskan URL blog kita pada gerbang perbatasan kota.

Gerbang Blogger :
gerbang spoiler

Gerbang Kota Jember dari arah Kabupaten Bondowoso. Diedit dengan menggunakan paint net dan photoscape. Dan inilah hasilnya, kacau :)
5. Silahkan anda lanjutkan sendiri di kolom komentar, tentang tips dan trik agar blog menjadi populer. Komentar bebas, seliar-liarnya ide dari yang bisa anda pikirkan.

5.9.12

Teringat Slalu

5.9.12
Saya sedang ingin menyemarakkan Monilando's First Giveaway. Dan yang hendak saya ceritakan adalah tentang Almarhum Ibu saya. Mohon maaf jika tulisan kali ini panjang. Saya sudah berusaha keras menyingkatnya tapi tidak berhasil.

Antara Saya, Ibu, dan Tamasya Band

Diantara setumpuk kenangan manis antara saya dan Ibu, ada dua hal fenomenal yang ingin saya tuliskan. Pertama, Ibu ingin melihat anak bungsunya perform di atas pentas, dan saya selalu menolaknya. Kedua, ada satu hal dalam hidup ini yang selalu Ibu takuti, tidak lain adalah jarum infus.

Pernah pada suatu siang di tahun 2007, Ibu (berdua dengan Kakak perempuan saya) naik becak menuju GET-Net. Saat itu Prit masih bekerja sebagai operator di warnet tersebut. Tujuannya hanya satu, membuka youtube dengan kata kunci tamasya band.

Sampai pada waktu yang sangat lama, saya tidak tahu menahu tentang hal itu. Ibu, Kakak, dan Prit benar-benar menjaga rahasia tersebut layaknya keluarga mafia. Lagipula saya jarang pulang ke rumah. Jadi, potensi saya untuk mengetahui hal tersebut sangat kecil.

Pertengahan tahun 2007 dan seterusnya, kondisi kesehatan Ibu memburuk. Beliau terserang stroke. Kondisi semakin parah manakala Ibu terjatuh di kamar mandi, sekitar akhir tahun 2007.

Di awal tahun 2008, saat di rumah hanya ada saya dan Ibu, dengan gerakan yang sangat lambat dan dipaksakan, Ibu membuatkan saya kopi. Beberapa saat kemudian, saya dan Ibu sudah ada di suasana yang romantis.

1.9.12

Tamasya di Bulan September

1.9.12
Sudah bulan September. Jadi ingat saat-saat ketika dulu Ibuk menyenandungkan lagu september cerianya Vina Panduwinata..

Kemarin saya mengisi bulan Agustus dengan segala hal yang menyenangkan. Dan di bulan ini saya juga masih ingin melakukan hal yang sama. Menjadi lebih bermanfaat dan sekaligus bersenang-senang.

Memang, hidup bukan hanya tentang bersenang-senang. Sesekali menikmati sedih, kehilangan, rasa sakit, dan beberapa hal menyebalkan lainnya. Tapi itu semua adalah bagian dari anak tangga kehidupan, kita harus melewatinya. Setidaknya kita harus tahu, itu semua adalah proses menuju bahagia.

Walah, saya ini lagi nulis apa ya?

Oke, kembali ke bulan September.

Tadi siang saya mengantar Prit ke 'aktifitas' barunya. Sementara dia mengurusi gono gini, saya merapat di kantin. Sangat menyenangkan menikmati segelas kopi di depan sekretariat MAPALA, saya jadi merasa tidak terasing.


Sorenya, saya dan Prit menyempatkan diri untuk singgah di sekretariat SWAPENKA tercinta. Ternyata sepi. Akhirnya saya putuskan untuk menyiram bunga, bersih-bersih, dan membuat perapian. Mumpung sepi.


Saat malam, kawan-kawan tamasya pada kumpul di rumah, ngopi plus briefing. Kami membicarakan banyak hal seputar kegiatan tamasya band.

Akhirnya disepakati tentang tiga hal. Bertamasya ke Ranu Kumbolo pada 14 - 16 September, bikin acara tasyakuran 5 tahun tamasya, tepat pada 23 September 2012 (bertempat di kedai gubug), dan membuat anniversary tanggal 29 September, bersama sebuah band komedi bernama Tape Ketan.Acara tersebut bertempat di pelataran parkir Gedung Soetardjo Universitas Jember.

Eh ada satu lagi ding. Kami mulai bersiap-siap membuat album indie. Kali ini album yang keempat, dan rencananya masih akan diedarkan antar teman. Doakan semoga menjadi sebuah manfaat.


Saya mengawali bulan september dengan segala hal yang menyenangkan. Semoga begitu juga dengan anda. Selamat berkarya dan bergembira.
acacicu © 2014