1.7.13

Belum Ada Judul

1.7.13
Bisa dibilang, istri saya jatuh cinta pada lagu-lagu Iwan Fals sejak ia masih ada dalam kandungan. Jadi wajar ketika mendengar Iwan Fals akan menghibur masyarakat Jember pada 29 Juni 2013, dia berharap bisa berjumpa meski hanya sejenak.

Jumat, 28 Juni 2013

"Mas, besok pagi ada acara Plant More Tree with Iwan Fals, di Gedung Baru Fakultas Teknik Universitas Jember. Sebelum acara penanaman pohon, ada sesi tanya jawab. Ikut yuk Mas." Saya yang baru datang Jum'atan cuma bisa bengong sambil memandang wajah Prit. Mendapati saya hanya terbengong-bengong, Prit merengut. Melihat tingkahnya, ekspresi wajah saya berubah dari bengong ke tertawa.

Esoknya, Sabtu - 29 Juni 2013

Saya mbangkong alias bangun tidur di siang hari. Lalu saya teringat ajakan Prit untuk menceriakan acara 'Plant More Tree with Iwan Fals.' Terlewatlah sudah, pasti hari ini tak ada secangkir kopi untuk saya. Aneh, yang saya dapati justru senyuman, secangkir kopi, dan aroma lezat yang datangnya dari dapur. Oalah, ternyata dia sudah ketemuan sama Iwan Fals, pantas sumringah. Syukurlah kalau begitu, hidup saya tidak jadi sengsara.

"Aku nggak bisa ikut acara penanaman pohon dan sesi tanya jawab Mas, soalnya masih ada urusan di kampus. Sepulangnya, aku langsung minta antar Bencot untuk nyamperin Bang Iwan di Aston Hotel," kata Prit.

Dia terlihat bahagia, auranya memancar kemana-mana. Hari itu Prit hiperaktif, melakukan banyak hal mulai dari bersih-bersih kamar hingga mengelap kompor. Saking bersihnya dia mengelap kompor, sampai-sampai saya bisa berkaca di pelapis kompor, hehe.

Semangat Prit yang berkobar-kobar lekas menular. Saya jadi ikut-ikutan bersih-bersih botol plastik bekas air mineral yang berserakan di rumah. Lagipula, botol-botol itu memang sudah waktunya dijual. Semua kawan-kawan yang ada di panaongan turut membantu.

Ternyata acara ringkes-ringkes botol kosong itu berlangsung hingga malam hari. Sementara saya dan kawan-kawan beres-beres botol, berjarak tiga kilometer dari rumah saya (di Stadion Noto Hadinegoro), Bang Iwan sedang mendendangkan lagu-lagu legendarisnya, plus lagu baru di album Raya, yang baru saja launching pada 25 Juni 2013 (di RollingStone Cafe - Jakarta).

Bermain di Sekolah Bermain

Minggu, 30 Juni 2013

Seorang sahabat bernama Cak Oyong sedang menggagas berdirinya sekolah alam yang dia namai dengan Sekolah Bermain, dan opening untuk sekolah ini diadakan pada penghujung bulan Juni. Acaranya dimulai pukul satu siang, dan saya datangnya ngepres jam satu, sebab saya masih ada urusan kecil dengan kawan kecil usia tujuh tahun bernama Kris.

Yang hadir di acara Opening Sekolah Bermain banyak sekali, dari berbagai kalangan, mulai dari rombongan Gus dan Ning Jember, kawan-kawan mahasiswa, persma, kesenian, hingga Pak Ketut pelukis senior Jember yang namanya mendunia. Kehadiran saya di sana adalah untuk nyruput kopi (haha) dan turut berdendang bersama Tamasya Band.

Mojok sambil mendengar celoteh

Pas sekali lokasi Sekolah Bermain ini, tepat ada di kaki Gumuk Kerang, dengan aneka pepohonan di sana-sini. Saya menikmati keindahannya sambil mojok di sudut gazebo bambu dan ngobrol bareng Antok, Yongki (bassis tamasya), Dedi (pemilik Kedai Gubug, tempat ngopi yang biasa dijadikan markas kedua tamasya selain panaongan), dan kawan-kawan yang lain. Kadang saya tertawa saat mendengarkan cerita Antok selama menemani Iwan Fals kemarin.

"Lha wong aku enak-enak nyetir, de'e moro-moro nunjuk papan nama 'SOTO HAJI SUKRI.' Yoweslah, langsung belok kiri, mangan disek," kata Antok saat menceritakan keinginan mendadak Iwan Fals yang tiba-tiba ingin makan soto.

Masih menyambung cerita di atas. Kata Antok, "Wah, Haji Sukri iku rek.. Wes njaluk foto, sotone yo sek mbayar ae. tak pikir gratis." Haha.. lucu juga si Antok ini saat menuturkan kisahnya.

Tiba-tiba hujan, deras sekali..

Hujan membuat orang-orang yang ada di lokasi Sekolah Bermain semakin terlihat guyup, sebab mereka saling berdesakan menghindari cipratan air. Lalu selesailah sudah. Hujan mulai mereda. Kawan-kawan terlihat benar-benar guyup (rukun). Mereka saling membenahi. Ada yang membenahi jalan, membuatkan aliran pada air yang menggenang, ada yang ngurusi sound sistem yang tadinya ditutup dengan terpal, ada pula yang tidak berbuat apa-apa, itulah saya.

Kemudian, tibalah saatnya tamasya berdendang, ditemani oleh semua yang ada di lokasi Sekolah Bermain. Senang sekali bisa cangkruk'an di sana. Terima kasih buat Cak Oyong dan kawan-kawan, kalian keren!




Dokumentasi Mas Riyadi BerbagiHAPPY

8 komentar:

  1. Brati Mbak Prit ketemu sama Iwan fals ya mas...

    hehehe...
    Haji Sukri untung 2 dong Mas, yo poto yo sotone laris :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi cuma sebentar. Gak ada waktu reportase, soalnya Iwan Fals butuh istirahat. Mau main ke pantai Watu Ulo & Papuma aja nggak sempat.

      Pancen enak sotone Haji Sukri iku Mas, rasane maknyoss :)

      Hapus
  2. Kelihatan meski cuma dari foto, benar-benar guyup ya suasana Sekolah Bermain. Eeee, anak-anak kelihatannya juga senang nonton band Tamasya. Hehehe. Itu yang ada di lingkaran anak-anak Mbak Prit kah? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar, itu Mbak Prit :)

      Makasih ya Mbak atas apresiasinya.

      Hapus
  3. wah anak-anak senang ya di hibur Tamasya

    BalasHapus
  4. Kegiatan yang positif dan memberikan inspirasi bagi kita semua Kang, untuk bisa melakukan suatu tindakan nyata dalam hal menyentuh hati untuk kehidupan anak-anak.

    Salam wisata,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mas Indra, salam :)

      Hapus

acacicu © 2014