22.10.13

Capung Untuk Billy

22.10.13

Crocothemis Servilia Jantan

Hai Bil, aku masih mengingat perjumpaan kita di 18 Oktober 2013 kemarin. Waktu itu, terik mengecup kulit bumi, kita sama-sama baru keluar dari masjid. Jum'atan. Kau mengendarai motor matic dan menawarkan diri untuk mengantarkanku. "Aku jalan aja Bil, siapa tahu nemu capung," begitu kataku.

Sebelum kau berlalu, aku mengajakmu janjian ngopi. Kau bilang, "Nanti malam di tempatnya Bogi." Sayangnya, malam itu aku dan Prit meluncur ke Jember Selatan, kira-kira 45 menit perjalanan dari rumahku.

Rencana ngopi di tempat Bogi, sahabat karibmu, menguap sudah.

Esoknya. Sabtu, 19 Oktober 2013. Prit mewek, dia menerima kabar duka yag disampaikan oleh adiknya, si Iben Siena. "Mbak, Bogi meninggal dunia. Kecelakaan." Selama ini Iben tidak pernah berbohong. Lagipula, Iben adalah tetangga rumah Bogi di Lamongan. Innalillahi Wa Innailaihi Roji'un.

Lalu, tak lama kemudian di jejaring sosialnya Prit menulis sepert ini:
Selamat Jalan Bogi...

Kita pernah menjadi teman seperjalanan ketika mudik. Entah tahun berapa. Aku lupa. Ekspedisi mudik terlama menggunakan motor, karena waktu itu kita mbarengi mas Telo yang baru pertama kali mudik pake motor. Memenuhi jalan dengan harapan ngopi dan cangkruk di setiap jalan, haha. Kita sampai hapal mana kopi yang enak, dan mana kopi yang hanya menggunakan air termos. Ku rasa itu perjalanan yang menyenangkan ya. Makan sahur di rumah Pece dengan oseng cumi-cumi dan sate. Betapa campur aduknya perut kita waktu itu.

Saat tiba di Lamongan, masih ada masalah tersisa. Bengek (Iben Siena) ketiduran, dan kita sudah berulangkali mengetuk pintu rumahnya sampai dia benar-benar terjaga.

Masih ingat, ketika kita menghabiskan malam dengan bergelas-gelas kopi dan poker. Sampai kartu-kartu itu usang dan memudar. Tapi, yakinlah, semua kenangan tentang dirimu takkan pernah pudar. Bogi, selamat jalan kawan. Segala doa terbaik mengiringi kepergianmu.

Lalu Aku Teringat Dirimu Bill..

Billy, adalah mudah mengatakan banyak hal yang bersifat menghibur. Aku bisa saja sekarang berkata, cara terbaik untuk mengenang Bogi adalah dengan mendoakannya. Tapi pastilah kau telah melakukannya, dan akan selamanya begitu. Aku juga mempersembahkan doa terbaik untuk Almarhum.


Crocothemis Servilia Betina

Sehari setelah kepergian Bogi, aku mencoba menghibur Prit dengan mengajaknya jalan-jalan dan sekaligus mengamati capung. Kata Prit, capung ini untukmu. Berharap semoga kau kembali berdiri dan kembali menggiring bola. Lihat Billy, aku berhasil menemukan Crocothemis Servilia Jantan. Warnanya merah. Semoga kau suka.

Sampaikan salamku untuk calon istrimu, Anindita Mindiasari.

"Hai Anin cantik, capung kuning tua ini untukmu.." Jenis Crocothemis Servilia Betina. Dia juga dikenal sebagai capung pengawas. Hidupnya di persawahan dan di rawa. Terbanglah. Terbang dan hiburlah si Crocothemis Servilia Jantan. Saat ini dia mungkin rapuh, tapi pura-pura kuat.

Sedikit Tambahan

Dua foto di atas dijepret oleh Pije, saat kami melakukan pengamatan capung di belakang rumah panaongan, 20 Oktober 2013.


Ketika berteduh di Gang Melawai, Balung Lor, aku dan Prit berjumpa dengan Pak Su sang penjual arbanat. Hari itu, 20 Oktober 2013, beliau berkata, "Ojo lali, kabeh sing urip iku pasti bakalan mati." Bill, Nin, Prit, mari kita ingat-ingat saja apa yang telah diucapkan oleh lelaki sepuh tersebut.

Istirahat dengan tenang, Bogi Setiawan. Terima kasih untuk semuanya..

18 komentar:

  1. Turut mendoakan agar dia diberikan tempat yang layak disana.. Amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Jas. Amin Ya Robbal Alamin

      Hapus
  2. Ikut mendoakan yang terbaik untuk beliau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Lidya..

      Hapus
  3. Innalillahi.. Bogi siapa sam? semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.. aamiin

    Hehehe... jadi inget awakmu "njaluk turu" sam hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bogi yang kadang-kadang main ke panaongan Sam. Iyo, awakmu durung sempat kenal ketok'e.

      Hapus
  4. Ya...kita semua akan menyusul Bogi. Semoga Bogi tenang di sisiNya.

    BalasHapus
  5. Iya, semua yang hidup pasti mati bahkan benda mati pun akan hancur dan hilang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali Mbak. Terima kasih

      Hapus
  6. Mba Prit mempunyai banyak kenangan dengan Bogi ya, Mas.
    Semoga dia mendapat tempat yang terbaik di sana. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar Mbak Idah, istri saya sempat shock mendengar kabar tentang Almarhum. Amin Ya Robbal Alamin..

      Hapus
  7. Semoga amal ibadahnya menjadi saksi baik untuk Bogi. Dan benar kata bapak penjual arbanat itu. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maturnuwun doanya, terima kasih..

      Hapus
  8. cantik capungnya...............

    BalasHapus
  9. Anonim14.55.00

    hai, boleh minta emailnya untuk kerjasama?

    BalasHapus

acacicu © 2014