4.10.13

Saat Kau Kehilangan Sahabat

4.10.13

Poetri Maharani Septiana Dewi

Hai Poet, bagaimana dengan udara Kota Malang? Pasti tak sedingin dulu, hehe. Hmmm, begini Poet. Barusan aku baca komentarmu di jejaring sosial. "Aku pengeeeen pulaaaaaaaaang.. Nangis di kampus nggak ada yang nge-pukpuk.."

Kalau dipikir-pikir, itu hanyalah kalimat yang biasa-biasa saja ya Poet. Tapi aku mengenalmu, dan aku rasa kau memang benar-benar kehilangan. Seorang Poetri Maharani Septiana Dewi manalah pernah berbohong? Jadi kuputuskan untuk menulis sesuatu di sini, di blog acacicu. Berharap, kau bisa kembali tersenyum dan kembali menikmati peranmu sebagai Mahasiswi Baru di Agroekoteknologi Pertanian UB.

Kehilangan adalah sebuah kepastian Poet. Itu adalah ritme ketidak-abadian. Begitu juga ketika kita kehilangan seorang sahabat baik seperti Haidar Wisyam. Adalah tugas kita untuk mendoakan yang terbaik kepada Almarhum. Jadi Poet, berdoalah. Tidak baik terus menerus larut dalam kesedihan.

Tentang Haidar Wisyam

Selanjutnya kata 'aku' berganti 'saya.'

Lelaki kecil bernama Haidar Wisyam ini akrab dipanggil Bejat oleh rekan-rekannya sesama Pencinta Alam PASSIGA SMAN 3 JEMBER, juga oleh kawan-kawan PA SMA yang mengenalnya. Dunia PA memang identik dengan nama lapang. Bisa jadi, Bejat adalah nama lapang (rimba) dari Haidar Wisyam. Dia menjabat ketua umum PASSIGA, menggantikan Adam Al-Farisyi yang sekarang tercatat sebagai maba di Fakultas Bahasa dan Seni jurusan Pendidikan Seni Rupa UNY.

Seingat saya, orang pertama yang mengajaknya bermain ke rumah saya (panaongan) adalah si Adam. Haidar juga pernah datang ke panaongan, berdua dengan Poetri.

Kebetulan di rumah singgah panaongan ada beberapa geliat aktifitas, diantaranya adalah keberadaan komunitas PGG atau Panaongan Gambar_Gerak, tempatnya kawan-kawan muda usia SMP-SMA belajar tentang dunia media rekam. Yang menemani mereka adalah kawan saya bernama Donny Dellyar. Donny pula yang menggagas PGG.

Geliat aktifitas lainnya adalah CLBK, singkatan dari Cangkruk'an Lewat Botol Kosong. Dalam CLBK, kawan-kawan membuat gerakan kecil yaitu mengumpulkan botol kosong dan segala barang bekas lainnya. Setelah terkumpul, sampah-sampah itu dijual kemudian hasilnya dijadikan senjata untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Nah, Haidar pernah ikut berproses di dua kegiatan itu meskipun tidak sangat aktif. Dia hanya sesekali saja datang dan turut ambil bagian. Setelah dia menjabat sebagai ketua umum PASSIGA, tentunya ada banyak 'job description' yang harus dia lakukan. Jadi wajar jika Haidar mulai mengurangi aktifitasnya di luar PASSIGA.


Haidar (pojok kiri, yang mengenakan scraft PASSIGA dan membawa karung) ketika turut serta bersama CLBK di acara Bersih Pantai Papuma, 13 januari 2013

Bersih PAPUMA adalah acara yang sulit terlupa. Malam sebelum kami memulai bersih pantai, ada badai menerjang Papuma, meluluhlantakkan pepohonan. Air meluap hingga ke trotoar. Paginya, masih ada berita duka. Ada 4 orang terseret arus. Hanya satu yang selamat. Saya pernah menuliskannya di sebuah artikel (di kompasiana) berjudul, Ketika Tanjung Papuma Diterjang Badai.

Diantara itu semua, acara bersih pantai tetap berjalan. Berkarung-karung sampah telah kami bersihkan, toh Papuma tak kunjung bersih. Sampah dimana-mana. Papuma oh Papuma. Kalau dipikir, lelah juga. Tapi orang-orang seperti Haidar Wisyam selalu bisa menyegarkan suasana.


Diskusi Panaongan Gambar_Gerak - 26 Maret 2013

Tampak dalam foto, Haidar Wisyam (yang berbaju hijau lengan panjang) sedang memperhatikan Mas Ahmad Yusuf (Odol SWAPENKA) yang memberikan materi diskusi tentang penggunaan kamera DSLR untuk film pendek. Ketika itu panaongan ramai sekali. Sementara di luar sedang ada diskusi film pendek, di dalam 'tamasya band' sedang proses recording di studio darurat panaongan.

Begitu Cepatnya September Berlalu

September tahun ini adalah bulan #SaveGumuk untuk tamasya band, dan untuk berbagai komunitas di Jember. Ya, kawan-kawan muda di kota kecil ini sedang menggagas sebuah gerakan bersama yang menyuarakan betapa pentingnya keberadaan gumuk-gumuk di Jember, mengingat Jember adalah kota yang diapit oleh Gunung Raung dan Gunung Argopuro.

Pada 18 September, sepintas saya lihat di beranda facebook tentang laporan hari ulang tahun. Ada nama Haidar Survivor di sana. Ah, lelaki kecil kelahiran 18 September 1995 ini ternyata sedang merayakan hari lahirnya yang ke 18.

Lima hari berikutnya, yaitu 23 September 2013, gantian tamasya band yang merayakan hari lahirnya (6 tahun tamasya). Tapi kami tidak merayakan apa-apa. Sepi. Selama tamasya band berproses, ini 23 September paling senyap. Waktu itu, saya dan Prit hanya berdua saja menikmati secangkir kopi di panaongan.

Begitu cepat September berlalu. Ketika satu persatu dari kita tertindas keadaan, ketika Bapak saya memulai usaha membuat toko pracangan (yang mulai dibuka sejak semalam, 3 Oktober 2013), ketika lorong panaongan sudah disemen, ketika kami kembali menebus sepeda Astrea 800 yang sempat lama tergadai, ketika CLBK on air 22 September 2013 telah usai dan meninggalkan cerita, ketika acara makan-makan bersama di panaongan tanggal 24 September 2013 meninggalkan ide-ide dan menyisakan sepi, ketika Opik sudah memutuskan untuk menggeluti dunia usaha, ketika....

Ketika itulah datang sms dari M. Afwan Fathul Barry (Persma Millenium) tertanggal 25 September 2013. Begini bunyi sms-nya, "Mas, sampeyan sudah ngerti kabar arek PA SMA jatuh dari Wall Climbing?" Sms itu saya terima pukul 20.33 (lewat 55 detik) WIB.

Saya katakan saya tidak tahu, karena saya memang tidak mendengar kabar itu. Detik berikutnya, pikiran saya mulai disibukkan dengan acara #SaveGumuk. Kurang tiga hari lagi, bathin saya. Ya, malam acara #SaveGumuk dilaksanakan di gumuk gunung batu Jember pada 28 September 2013. Karena kesibukan itulah saya tidak berusaha mencari tahu siapakah sispala yang jatuh saat panjat dinding?

Di akhir bulan September, ketika malam pagelaran #SaveGumuk telah usai, barulah saya mengerti bahwa siswa SMA yang jatuh dari wall itu bernama Haidar Wisyam, dengan nama facebook Haidar Survivor.

Kelak, pada 2 Oktober 2013, saya menerima kabar duka.

Innalillahi wainnailaihi roji'un.. Berita duka HAIDAR WISYAM... XII IPS II, Ketua umum PASSIGA - SMA Negeri 3 Jember, telah meninggal hari ini tanggal 2 oktober 2013, pukul 12.35 WIB. Mohon doanya. Semisal ada salah tolong di maafkan... Semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, Amin Ya Robbal Alamin

Beberapa jam sebelumnya, di akun facebook milik tamasya band, saya menampilkan foto Haidar dengan menyertakan kalimat, Semoga lekas membaik Haidar Survivor - PASSIGA. Berikut adalah foto yang saya pilih.


Puncak Sejati Raung - Agustus 2013

Tulisan: Buat kalian semua yang aku sayangi!!! Trimz bwat kalian yg sudah bantu aku. I LOVE YOU.

Cerita dari Ratnaning Ekawati Oktaviana

Waktu itu (25 September 2013) Haidar sedang latihan panjat di wall climbing STAIN Jember. Sebelum latihan dimulai, Haidar memasang pengaman (tali temali dan lain-lain) di papan panjat, berdua dengan temannya. Kalau tidak salah, anak IKASAPAMUGA. Trus setelah selesai, yang anak IKASA turun lewat kerangkanya (di balik papan panjat), yang Haidar-nya pengen repling kalo gak salah (turun dengan menggunakan tali), tapi wes diteriakin sama orang-orang kalo gak ada bellayernya. Moro-moro dia wes jatuh pas di depanku. Tangannya dulu yang nyampe tanah, mangkanya patah.

Apakah sebelumnya Haidar nggak melihat ke bawah? tanya Arief Pleh Pleh.

Liat, pas dia teriak iku liat kebawah, tapi sama mas2 wes diperingatkan. temen2e pada boulder dibawah, jadi gak ada yg bellay. gak tau, moro wes jatuh. untung gak di semennya, jatuhnya dirumput. tapi tetep ae, patah tulang. langsung dibawa k puskesmas pake motorku, mulutnya keluar darah..

Masih dari Ratnaning..

Mungkin saya tidak sepenuhnya mengenal Haidar, tapi saya dipertemukan di beberapa kesempatan dan baru saya ketahui sekitar beberapa tahun lalu bahwa namanya adalah Haidar. Ia merupakan adik sepupu laki-laki sahabat saya "Septiana". Dengan ciri khasnya, ia selalu mengembangkan senyum di bibirnya setiap bertemu dengan siapapun. Namun senyum itu akhirnya berakhir menjadi sebuah luka.

Ketika beberapa waktu lalu (25 September 2013) saya berkunjung ke tempat latihan panjat dinding, berencana untuk bercerita pada salah satu sahabat bahwa saya telah menjadi sarjana.

Duduk di sebelah barat papan panjat yang menjulang tinggi sekitar 15 meter, saya mulai mengamati satu persatu teman-teman yang akan latihan panjat dinding. Setelah saya mulai mengobrol dengan sahabat saya, baru saya ketahui bahwa mereka berasal dari berbagai SMA. Tak berselang lama dua pemuda memasang pengaman di papan paling atas. Satu diantaranya adalah Haidar, seorang pecinta alam asal PASSIGA. Setelah selesai salah satu pemuda turun melewati kerangka belakang papan, tapi Haidar bersuara bahwa ia ingin turun menggunakan tali (entah apa sebutannya), namun keinginan tersebut ditolak dengan alasan tidak ada yang menjadi bellayer.

Entah terpeleset atau bagaimana, tiba-tiba bunyi yang sangat keras terdengar disertai tubuh kurus tinggi tergeletak pas didepan saya. Haidar terjatuh dari ketinggian 15 meter. Sontak semua berkerumun dan segera membawanya ke puskesmas terdekat sebelum dirujuk ke RS.

Malam harinya saya mendengar kabar bahwa tangannya patah dan muntah darah, tapi ia telah diijinkan dokter untuk pulang kerumahnya. Setelah sekian hari, saya membayangkan bahwa ia sudah dapat kembali beraktivitas dengan tangan di gips, tapi dugaan saya salah. Pagi hari tadi (2 Oktober 2013) saya mendapat kabar bahwa ia akan operasi dan kekurangan darah. Sekitar pukul 14.00 WIB saya mendapat kabar bahwa ia telah berpulang ke Rahmatullah.

Selamat jalan kawan. Semoga semangtmu selalu tumbuh diantara kami. Canda tawamu akan selalu kami rindukan

R.I.P Haidar Wisyam

Hai lelaki kecil yang tampan, ini Mas Hakim. Setengah jam yang lalu Mas Hakim kembali membuka facebookmu. Ada temanmu (namanya Affandi Arselaz) yang menulis seperti ini. "Mas ayo tangi mas tak undangne tamasya lek samean tangi mas???:')"

Ahahaaa... jadi ingat lagu tamasya yang kau suka, Edelwiess. Terima kasih ya Haidar atas apresiasi tulusmu. Kita memang tidak sering bertemu. Mungkin hanya beberapa kali saja. Tapi Mas Hakim masih ingat kisahmu di awal perjumpaan kita, suatu hari di rumah singgah panaongan.

"Bapakku pegawai sastra Mas.."

Iya, Mas Hakim mengenalnya. Pak Darwis orang yang baik. Di hari yang lain setelah pembicaraan kita, ketika Mas Hakim bermain ke SWAPENKA, kebetulan waktu itu Bapakmu melintas tak jauh dari tempat Mas nongkrong. Kita ngobrol lumayan lama. Kami membicarakan dirimu kawan. Hmmm, rupanya beliau sayang padamu. Bapakmu hanya ingin melihatmu baik-baik saja.

Bingung mau nulis apa lagi. Sudah dulu ya kawan. Segala doa, cinta, dan laguku untukmu. Salam Lestari!

Penutup: Untuk Poetri

Saat Kau Kehilangan Sahabat...

Hai Poetri Malvaceae, cup cup jangan bersedih lagi. Teruslah melangkah meraih bintang yang belum kau dapatkan. Jika benar kau menyayangi sahabat-sahabatmu, doakan mereka. Doakan Ica yang di Melaka, doakan Mellyntan, doakan semua. Jangan berhenti berdoa Poet. Berdoalah untuk Haidar, doa terbaik yang bisa kau terbangkan ke langit biru.

Lihat Poet, langit siang masih biru, bintang malam masih berkerlip. Meski demikian, Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa persahabatan akan baik-baik saja. Suka duka selalu ada, begitu juga dengan kehilangan. Sekali lagi Poet, berdoalah. Sebab Tuhan bersama para pencinta alam yang senang berdoa.

Sudah ya Poet, Salam Lestari!

33 komentar:

  1. Semoga Haidar mendapatkan tempat yang terindah di sisi ALLAG ya Mas...
    Hiks hiks...entah kenapa, saya jadi ikutan menitikkan air mata,...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Ya Robbal Alamin. Terima kasih ya Mbak Hannie.

      Hapus
  2. >.<
    semoga amal ibadah Haidar diterima Allah swt.
    Untuk Poet, semoga bisa tersenyum kembali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..

      Nah Poet.. Tersenyumlah.. Mari kita lanjutkan cerita hidup ini :)

      Hapus
    2. bismillah...
      :)

      Hapus
  3. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu.....
    semangat ya poet^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin YRA.. Terima kasih Mbak Hanna.. Maturnuwun semangatnya untuk adik saya.

      Hapus
  4. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, juga keluarga dan sahabat diberi kesabaran dan kenangan terbaik yang tak terlupakan bersama almarhum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih doanya. Turut mengaminkan.. Amin Ya Robbal Alamin

      Hapus
  5. huaaaaaa , mas....
    dia adik terbaikku mas :'(
    2 tahun yang singkat untuk sebuah hbungan
    hbungan kekeluargaan
    dia terhebat mas :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kau masih ingat lirik lagu ini kan Poet?

      "Bagaimana mungkin bisa.. kita tak ingin bertahan..
      Jika untuk berlari pun itu bukan satu pilihan..
      Genggam erat kata hati.. Percayakan pada Ilahi
      Apapun yang terjadi tetaplah kau pilih menghadapi..
      Menghadapi... menghadapi.."

      Jadi, ikhlaskan kepergiannya. Doakan yang terbaik untuk Bejat.

      Kamu baik-baik di sana ya Poet.. Jangan lelah belajar.

      Hapus
    2. ikhlas mas ikhlas seikhlasnya...
      benar2 waktu yg singkat

      iya mas , sip deh makasih

      Hapus
  6. Huaaa,jadi nangis baca ceritanya :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak ya, cerita kronologisnya sangat melengkapi dan informatif. Mari kita sama-sama berkirim doa untuk Almarhum Haidar..

      Hapus
    2. iya mas. sama2..
      iya insya allah selalu kirim doa untuk haidar..
      salam untuk mbak prit mas, pengen ketemu :)

      Hapus
    3. Yuk ketemuan :)

      Hapus
  7. Senang bisa mengenal semangat mereka.

    Semoga Haidar di terima di sisiNya.

    Dan untuk Poetri, semangat belajarnya jangan sampai turun ya Ndok?.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tengkyu apresiasine :)

      Hapus
  8. terharu aku bacanya mas bro.. ternyata tidak hanya aku yg sedang merasakan kehilangan. semoga Haidar diberi tempat terindah disisi-Nya.

    salam hangat dari Bandung, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, ternyata kita sama-sama sedang merasa kehilangan :)

      Terima kasih komentarnya, salam dari jember...

      Hapus
  9. aku bingung seng arep komen sam ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebab cara terbaik mengenang sahabat yang telah tiada adalah dengan mendoakannya

      Hapus
  10. Turut berduka cita, semoga lamarhum dilapangkan jalannnya dan diampuni dosanya. Dan untuk para sahabatnya, dapat terus menjaga dan mejalin rasa kebersamaan ddalam berkarya untuk setap maju dan tersenyum menyongsong hari esok yang cemerlang.

    Salam wisata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ya Mas :)

      Hapus
  11. Kehilangan memang tak pernah mudah ya masbro.
    Semoga semua amalan baik almarhum diterima Allah SWT. Amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suka dengan kalimat, "Kehilangan memang tak pernah mudah.." Layak direnungkan.. Amin YRA, makasih ya Mbak Susi.

      Hapus
  12. Semoga Haidar mendapat tempat terbaik di sisi Allah...saya turut berdoa untuk Haidar semoga diberi kelapangan jalannya. semoga Allah menerimanya dengan baik.

    Pas saya SMA saya pernah ikut PA juga mas, namanya SMADAPALA. Saya juga sempat ikut latihan wall climbing beberapa saat untuk disiapkan jadi atlit. tapi saya melakukannya secara diam2, akhirnya ketahuan oleh ibu saya dan batal jadi atlit.

    Ada juga senior saya, yg sempet saya taksir :), demo panjat dinding tanpa menggunakan tali pengaman satupun saat persami. duh aduh itu bikin saya merinding. tapi Alhamdulillah lancar sampai di atas wall..

    ini aku komen agak OOT gak popo kan mas? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Ya Robbal Alamin, terima kasih doanya untuk Haidar Mbak.

      Ow.. jadi dulu Mbak Ayu anak PA juga ya? Wew, pencinta alam memang tempatnya anak cantik, hehe..

      Cihuiii.. ada edisi curhatnya juga, wkwkwk... Gak apa-apa Mbak, saya lagi butuh cerita ringan yang menyegarkan.. Ya, seperti kisah di atas, tentang senior yang malu-malu modus :)

      Hapus
  13. semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Nya

    BalasHapus
  14. semoga Haidar di sisi-Nya diterima segala amal ibadah dan kebaikannya
    dan semoga doa teman2 yg menyayanginya yg mengalir terus menenangkannya
    amiin
    lain kali kalau panjat tebing lebih hati hati ya buat teman2nya juga

    BalasHapus
  15. Lewat blognya mbak hanna, saya kembali kesini membaca kisahnya mas Hakim.
    Saya sedih melihat berita meninggalnya adik haidar. Harapan kedepannya, semoga meninggalnya dia diberikan jalan yang lurus atas segala amal yang di lakukannya selama ini.

    Mas hakim dan Ucle Loss, juga harus berhati-hati kalau bepergian kemana-mana. Hanya itu penutup komentar dan doa untuk kalian berdua.

    Salam dari sodara :)

    BalasHapus

acacicu © 2014