10.11.13

Sayap Capung Untuk Catherine

10.11.13

Catherine Harum Senja Ramadhani. Dokumentasi Pribadi

Hai Catherine..

Hari ini kau tampil cantik sekali. Berkostum capung, lengkap dengan body paintingnya. Kau juga bersayap. Ah, betapa kau terlihat anggun Catherine. Lalu Om, Bapakmu, Mas Fanggi, Om Bajil, Om Revo, Tante Prit, dan lain-lain, kita semua mengajakmu mendaki puncak gumuk tak jauh dari rumahmu.

Kau harus bersyukur nduk, hidup di lingkungan yang dikelilingi oleh gumuk-gumuk. Pantaslah jika kau tampak sehat. Air masih mngalir dengan jernihnya, pun begitu dengan udara. Di sini kita bisa dengan mudah menghirup udara segar. Entah sampai kapan.

Ketika kau berdiri di puncak gumuk, kau mulai mengedarkan pandangmu ke segala arah. Om tahu tahu karena Om memperhatikanmu dari samping. Hanya doa yang bisa Om panjatkan, semoga kau tak bertanya-tanya tentang kenapa nun jauh di sana sudah ada terlihat banyak tower yang menjulang. Karena jika kau tanyakan itu, Om tidak tahu harus berkata apa. Terlebih, jika kau bertanya kenapa akhir-akhir ini lebah mulai jarang nampak. Ah Catherine, tower memang sangat berhubungan dengan jumlah lebah yang semakin sedikit.

Kelak, kau mungkin akan bertanya. "Kenapa gumuk di sekitar rumahku hanya tinggal cerita?" Om hanya bisa menebak, saat kau sudah bisa menanyakan itu, air tak lagi jernih, dan capung menjadi serangga terbang yang teramat sangat langka. Kemudian kau duduk terpekur di sudut ruang tamu. Kedua tanganmu merangkul sepasang kaki yang kau tekuk. Lalu kau mulai menatap pigora foto yang membingkai kenangan masa kecilmu. Aku harap, ketika saat itu datang, engkau sudi mengangkat kedua ujung bibirmu sambil berucap, "Dulu aku pernah menjadi capung."

Iya Catherine, kau bersayap. Dengan atau tanpa kostum capung, kau tetaplah bersayap.

Don't worry catherine, itu hanyalah sepenggal mimpi buruk. Selalu ada usaha untuk mencegah datangnya mimpi buruk. Dan kelak saat kau besar, capung-capung cantik itu masih mudah kau temui. Begitu juga dengan gumuk-gumuk itu.

Ohya sayang, ada kabar baik untukmu. Hari ini, ketika kau berdiri di puncak gumuk dengan kostum capung, di luar sana orang-orang sedang merayakan Hari Pahlawan Nasional. Banyak dari mereka yang merayakannya, namun sedikit yang merenungkannya. Lebih sedikit lagi yang memetik inspirasi dan memperlakukan sejarah dengan indah. Kau tidak boleh begitu ya nduk. Perlakukanlah sejarah seanggun mungkin.

Cintai sejarah, cintai keanekaragaman hayati, cintai habitatnya, cintai kedua orang tuamu.

Sudah dulu ya Catherine, Salam Lestari!

Sedikit Tambahan

Turut bersyukur dan bergembira dengan lahirnya Bintang Abrisam Berwyn Soemantri, putra dari pasangan Manda dan Tria, keluarga tamasya.

4 komentar:

  1. Bukankah masih ada Catherine.. bunga-bunga cintaku yang lain.

    Yang slalu ada saat kuingin.. menghibur hati yang berkeping-keping

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha.. iyo Kang. Nama si kecil Catherine dulu inspirasinya memang diambil dari lagu tamasya band dengan judul yang sama :)

      Ayo dulin nang omahe Catherine..

      Hapus
  2. capung itu hidup di lingkungan dengan udara masih bersih ya masbro...berbahagialah jika di lingkungan kit masih ada capung...
    di jkt udah ga ada :(

    BalasHapus
  3. mungkinkah sikecil ingin bebas dikemudian hari,terbang tinggi menembus awan

    BalasHapus

acacicu © 2014