25.12.13

Dunia Kita Telah Menjadi Maya

25.12.13
Iya benar, dunia kita telah menjadi maya. Jadi ingat guyonan Kang Yayat. Betapa susahnya orang jaman sekarang, mau makan aja masih difoto. Ahaha, benar juga. Ingat juga ketika mengantarkan Anggi Alfonso menengok reruntuhan Gumuk di Jember. Saat itu saya memotretnya, dengan menggunakan kamera Anggi. Berharap, ketika dia pulang ke Balikpapan dan bercerita tentang hancurnya jajaran Gumuk di Jember, tak ada yang menuduhnya hoax.


Anggi dan Reruntuhan Gumuk di Jember

Semakin hari kita semakin akrab dengan sebuah kata bernama hoax. Contoh kasus, "Saya tidak percaya jika Harimau Jawa masih ada, sebab tidak ada foto terbaru tentang itu." Masih ada sederet contoh tentang hoax. Kata hoax mencuat bersamaan dengan dunia teknologi yang semakin pesat.

Dulu, ketika hanya masih ada TVRI, orang seakan tak peduli apakah itu hoax atau tidak. Ketika guru sejarah di sekolah mengajarkan pada kita bahwa Majapahit adalah Kerajaan yang memiliki teritorial sebegitu luasnya, kita hanya bisa manggut-manggut. Sepi. Tak ada yang lantang berteriak bahwa itu hoax belaka. Ini begini itu begitu, wajah Gajah Mada seperti ini, wajah para sunan seperti itu. Kita menelannya mentah-mentah. Barangkali karena memang sistem pendidikan di negeri ini tidak didasarkan pada ruang-ruang berpikir kritis.

Teringat guyonan seorang sahabat, "Saiki arek-arek wedok nek foto gayane miring-miring, kadang rodok melet, gara-gara enek facebook." Ahaha, benar juga. Banyak saya temui para kaum Hawa yang berpose sedikit miring ketika di depan kamera, salah satunya istri saya sendiri. Ini menggeser gaya 'eksyen' sebelumnya yaitu menjulurkan dua jari, atau lebih baru dari itu, menjulurkan jari ke kamera dengan membentuk tanda metal.

Dunia kita telah menjadi maya. Adalah Almarhummah Ibu saya yang pandai sekali memperlakukan mesin ketik, bahkan dengan mata yang terpejam, dia terkaget-kaget mendapati kenyataan bahwa mesin ketik telah digeser dengan beringas oleh teknologi yang lebih modern. Sampai Ibu memejamkan mata, dia tak pernah tertarik menulis di depan monitor hanya karena efek suara yang dihasilkan sungguh jauh berbeda. I Love You Buk. Selamat hari lahir, Desember 1953 - Desember 2013.

Facebook tidak lelah-lelahnya mengingatkan kita tentang ulang tahun seseorang. Hari ini, 25 Desember 2013, sahabat saya Mungki Krisdianto sedang merayakan hari lahirnya. Tanpa merasa berdosa, saya memberinya ucapan lewat jejaring sosial. Hanya doa yang harus saya lakukan sendiri secara manual, sebab itu adalah kerja hati. Ah, dunia kita telah menjadi maya. Semua menjadi serba tinggal pencet. Yang tadinya sulit menjadi mudah.

Saya lihat, Prit tak pernah lagi menyentuh kamera SLR manual merk Braun kesayangannya (ah, kenapa hidup ini harus dikelilingi oleh begitu banyak merk?). Maya dan digital, dua istilah yang padu dan saling menguatkan. Manual semakin menjauh.

Lalu datanglah Mas Anik. Dia adalah sahabat adik sepupu saya, si Budi (terima kasih kalomarnya Bud). Keduanya sama-sama Oi, sama-sama pencinta lirik-lirik lagu Iwan Fals. Mas Anik pernah sangat lama sekali mendampingi Suku Baduy Dalam. Sebelum menikah (istrinya adalah tetangga saya), dia datang dan pergi ke sana. Adalah wajar jika Mas Anik paham tentang kehidupan sedulur Baduy.

Sungguh, saya tersentak ketika Mas Anik bilang seperti ini.

"Mereka memiliki adat yang keren. Jangan heran jika Mas ke sana dan disuguhi hidangan, nasi yang Mas makan adalah hasil panen 80 tahun yang lalu."

Dari Mas Anik saya jadi tahu pandangan filosofis Baduy pada apa yang dimaksud dengan modern. Hmmm, jadi ingat gugatan Cak Dai pada kata maju (atau kemajuan) dan modern.

"Modern itu apa? Maju itu apa? Apakah modern dan kemajuan itu identik dengan lampu-lampu yang gemerlap? Apakah harus begini? Apakah harus begitu? Apakah jika tidak memiliki akun di jejaring sosial maka kita tidak modern? Apakah jika kita menolak untuk mengikuti trend, maka kita layak diberi label kuno?"

Menurut Cak Dai, modern itu ekonomis, efisien, adil, dan tentram. Sejahtera adalah ketika semua tercukupi, tapi belum tentu adil. Dan itu semua telah dilaksanakan oleh Baduy sejak lama sekali. Jadi, mana yang lebih modern dan berpikiran maju, Indonesia apa Baduy? Ingat, tak pernah terdengar kasus korupsi di Baduy.

Kita terlalu mudah terhegemoni keinginan pasar, sebab dunia kita telah menjadi maya. Begitu mudahnya kita melabeli diri orang lain dengan kalimat-kalimat pendek seperti, "Dasar kuno." Bahkan meskipun kita tak paham dengan apa yang dimaksud kuno, modern, atau maju, dengan mudahnya kita memaksa untuk modern dan mengolok-olok mereka yang dianggap kuno. Aneh, dan terasa bodoh. 

Modern yang sekarang disepakati secara membabi buta adalah modern yang hanya pencitraan, bentuknya dibuatkan oleh pasar. Adapun Baduy, mereka memiliki 'modern' sendiri, atas gagasan dan pilihan mereka sendiri pula. Mereka ekonomis, efisien, adil, dan tentram.

Ah, dunia kita telah menjadi maya..

22 komentar:

  1. makin lama terkesan makin malas ya mas bro...
    Pengen yang praktis n simpel langsung jadi...., apalagi dengan teknologi yang terus berkembang....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Nova Novili, teknologi diciptakan untuk meringankan hidup manusia. Saya juga tidak bisa menutup mata pada teknologi. Ketika membalas komentar ini, saya adalah pengguna teknologi mutakhir bernama internet. Sayangnya, fasilitas itu tak membuat banyak orang tergerak untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Saya juga sering terjebak untuk berleha-leha, santai, dan terbuai.

      Ada sebuah contoh kecil. Dulu, sewaktu saya masih pelajar SMP, saya suka menulis di atas kertas. Hal itu berlanjut hingga SMA dan seterusnya. Tapi kini saya mengalami sebuah kemanjaan. Sulit sekali mengemukakan gagasan yang ada di otak, untuk saya tuliskan di atas kertas. Mungkin saya mengalami ketergantungan menulis lewat keyboard. Ini tidak baik. Jadi, kemana-mana saya tetap membawa bolpoint dan notes kecil>

      Teknologi yang baik adalah teknologi yang tidak menghilangkan sisi filosofis, dan tidak merubah kita menjadi sangat kapitalis. Kiranya begitu idealnya.

      Terima kasih apresiasinya ya Mbak Nova :)

      Hapus
    2. Saya malah belajar nulis langsung dari papan ketik. Gak kebayang seandainya belajar nulis pakai kertas, pasti banyak coretannya di sana sini.

      Hapus
  2. Beneran makin pengin aja berkunjung ke sodara kita suku Baduy.

    BalasHapus
  3. dunia memang sudah mengalami pergeseran mas, di setiap waktu pasti akan ada sesuatu yang bergeser, dan untuk kali ini lifestyle lah yang bergeser

    saya ingat salah satu kalimat teman saya, teknologi hadir itu karena orang yang malas
    malas jalan kaki ada sepeda dan motor
    malas berkunjung ke teman ada facebook
    dan banyak lagi dah

    sudah jamannya dunia yg instan mas
    satu lagi pesan teman saya
    pelajari dan nikmati prosesnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha, guyonan temanmu ekstrim juga ya Boll :)

      Gaya hidup dan pola pikir seperti itu akan terpatahkan dengan sendirinya jika kita menjalani hidup ini penuh filosofis, tak peduli apapun keyakinan yang kita peluk. Dengan sendirinya, teknologi akan mendekatkan kita pada alam, sesama manusia, dan Tuhannya.

      Ada beberapa sahabat pencinta alam di sekitarku yang meminimalisir menggunakan sabun (kecuali hanya di hari Jumat, karena mereka muslim). Apakah itu pertanda mereka tidak modern? Hehe...

      Hapus
  4. manusia sekarang mau cepat dan instan mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa karena terlalu sering makan mie instan ya Mas? hehe. Jadi ingat kalimat, kita adalah apa yang kita makan. Ingat pula kisah tentang bagaimana cara orang Baduy memperlakukan makanan dengan indah, sedari tanam hingga dikonsumsi.

      Hapus
  5. Ya,
    sepakat dari pokok bahasan ini Cak,
    Serba maya yang tak jarang justru menjauhkan kita dari yang nyata, bahkanacapkali kita dibikinnya buta melihat yang nyata dihadapan kita ini.... Apa saja...

    Tentang peradaban, sungguh Badui (utamanya yang Badui dalam) sangat keren, mereka itulah yang benar-benar DIY alias DO It Yourself.

    Tapi kurasa bukan Badui saja, masih ada banyak contoh peradaban canggih dari leluhur kita, simak saja candi, saluran irigasi, altar, dan lain sebagainya.

    Ah, tapi lagi2 kudu belajar sejarah, padahal bukankah sejarah itu sebagian besarnya adalah milik pemenang a.k.a penguasa...? :)

    Semoga ada teman2 di sini yang bersikap bahwa memang sudah saatnya kita juga butuh menyikapinya secara realistis... (cut, tak usah disambung lagi)
    :)

    Thanks Cak... *Malah dadi ngomyang aku ik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita harus kritis pada sejarah yang ada Mastriez, harus mau membaca sejarah di balik sejarah, hehe..

      Iya, Baduy adalah Punk, Baduy adalah kemerdekaan. Mereka mandiri dan tak takut dihina. Bukankah itu akar dari kemerdekaan? Ada baiknya kita belajar dari suku-suku adat di negeri ini, agar bisa menjadi Indonesia seutuhnya.

      Dunia maya itu baik selagi tidak melalaikan, selagi kita bisa menjinakkannya. Mungkin begitu ya Mas, hehe. Ayo nyruput jahe anget disek Mas :)

      Hapus
  6. btw, ketika sudah setua ini, saya juga kaget mendapati kenyataan bahwa kebedaran majapahit ternyata hanyalah hoax. Masbro bisakah engkau membuat postingan tentang itu??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pernah menuliskan sebagian Mbak, tapi lupa apa judulnya dan saya tulis di blog yang mana. Mungkin di sini, di acacicu. Sementara sitemap masih belum bisa dibuka dengan sempurna, ada malware-nya :)

      Tentang gambar Gajah Mada versi Bapak M. Yamin juga butuh kita kritisi. Kapan hari, ketika berjumpa dengan Mas Andreas Harsono, masalah ini juga sempat diperbincangkan.

      Majapahit tidak hoax Mbak, saya mengakui keberadaannya, tapi tidak seluas itu. Ia adalah sebuah kerajaan kecil di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun di jaman pemerintahan Sukarno dan berlanjut ke Suharto, terlihat ada kepentingan untuk membuat mitos Majapahit sebagai kerajaan besar. Barangkali untuk mendukung agenda mereka masing-masing. Tentang jiwa kebangsaan dan kepentingan ekonomi.

      Jadi, tergantung bagaimana kita memandangnya. Bagaimana Mbak Elsa memandang sejarah yang seperti itu? hehe.. Sampaikan salam saya buat bidadari kecil.

      Hapus
  7. wah, saya bingung mau kasih komen nih, lha saya pengguna semua fasilitas yg dikatakan menciptakan kemalasan itu je. njuk piye ki enake? ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik... Ahaha.

      Ketika manusia mengalami masa hidup berpindah-pindah dari satu gua ke gua yang lain, mereka memanfaatkan batu-batu kapur (segala warna) untuk melukis di dinding gua. Perkenalan pertama kita pada yang namanya vandalisme :)

      Kapur yang digunakan itu adalah teknologi sederhana, tapi sepertinya tidak melalaikan. Peradaban harus tetap berlangsung, ada maupun tidak ada kapur.

      Ketika tiba masa bercocok tanam, mereka mulai menggunakan kayu, entah sebagai pengungkit entah sebagai yang lain. Di sini pelajaran fisika dan matematika mulai berperan. Kayu tidak membuat mereka lalai.

      Jadi Bulikku yang cantik, selama tidak melalaikan, mari kita manfaatkan alat-alat peradaban di sekitar kita untuk sesuatu yang baik dan ada manfaatnya meskipun sak ndulit. Ya, seperti yang sudah Bulik lakukan selama ini.

      Bulik, nyuwun kopine, hiks :(

      Hapus
  8. saya jadi ingat sekali tentang kata kata : mereka lebih banyak pengetahuan karena mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca buku, tapi di saat mereka terjun ke masyarakat mereka tidak bisa bersosialiasi.

    kata kata serupa dari Cak Dai yang sempat di utarakan dalam hidup itu mesti seimbang

    kesimpulan Jangan sampai teknologi membutakan akan orang di sekitar kita.
    itu ilmu yang saya dapat dari rz hakim dan cak dai sewaktu di jember.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata Mahatma Ghandi, dunia ini cukup untuk sebanyak-banyak manusia, tapi tidak akan pernah bisa mencukupi satu orang yang serakah. Kemarin itu diucapkan kembali, saat kita berbincang di panaongan, ketika di luar sana hujan turn dengan derasnya.

      Hapus
  9. Wah... tulisannya mas berasa sekali. Dalam dan maknanya menyiratkan keadaan sosial yang realistis dan relavan..
    Modern bukan kemajuan dari dunia, namun kebermudahan untuk hidup bahagia, sejahtera dan tentram. Teknologi, tak ada jaminan manusia bisa hidup rasakan ketiganya.

    Salam hangat dan salam kenal.
    Dari blogger Kediri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, salam kenal kembali dari saya di Jember.

      Kita tidak salah hanya karena memanfaatkan teknologi. Selama itu sesuai dengan kebutuhan dan mendatangkan kebaikan, oke-oke saja. Yang menyedihkan adalah ketika kita terlalu memujanya, berlebihan, hingga melalaikan banyak hal.

      Sekali lagi terima kasih apresiasinya, salam hangat!

      Hapus
  10. KOk sedih saya baca artikel post ini ya Mas ???

    yang mas tulis benar2 terjadi, eh mungkin yang benar Mas menulis yang terjadi. Ah embohlah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha.. emboh pisan Mas. Maturnuwun apresiasinya :)

      Hapus
  11. Produk yang Kami Tawarkan Semuanya Asli Original,
    Ada Garansi Resmi Distributor dan Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.dan Buruan belanja dan dapatkan promo dar kamii untuk semua produk kami.Dijual> BlackBerry> Nokia> Samsung> Apple> Acer> Dell> Nikon. beminat hub/sms 0857-3103-0120 atau klik website resmi kami http:/Citra-shopelektroniik.blogspot.com

    Ready Stock !
    BlackBerry 9380 Orlando - Black
    Rp.900.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Curve 8520 Gemini
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Bold 9780 Onyx 2
    Rp.800.000,-

    Ready Stock !
    Blackberry Curve 9320
    Rp.700.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Tab 2 (7.0)
    Rp. 1.000.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Nexus I9250 - Titanium Si
    Rp.1.500.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Note N7000 - Pink
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White
    Rp.500.000,-

    Nokia Lumia 800 MORE PICTURES
    Ready Stock !
    Nokia Lumia 800 - Matt Black
    Rp.1.700.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia-710-white
    Rp. 900.000,-

    Ready Stock ! Nokia C2-06 Touch & Type - Dual GSMRp.450.000,-

    Nokia Lumia 710 T-Mobile MORE PICTURES
    Ready Stock !
    Nokia Lumia 710 - Black
    Rp. 900.000,-
    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari XL) - Black
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari Telkomsel)
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPod Touch 4 Gen 8GB
    Rp.700.000

    Ready Stock !
    APPLE iPod Nano 8GB - Pink
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4755G Core i5 2430 Linux Blue
    Rp 1.700.000

    Acer Aspire One AOD270 10.1" Netbook
    Ready Stock !
    Acer Aspire One AOD270 10.1
    Rp. 1.000.000,-

    Acer TravelMate TM8481-2462G32 14" Notebook
    Ready Stock !
    Acer TravelMate TM8481-2462G32
    Rp. 1.400.000

    Acer ICONIA Tab W500 10.1" Tablets Notebook (with Keyboard Docking)
    Ready Stock !
    Acer ICONIA Tab W500 10.1" Tablets Notebook
    Rp. 1.100.000,-

    Ready Stock !
    Nikon D7000 kit 18-105mmRp.1.700.000

    Ready Stock !
    Nikon D90 Kit 18-105mm Vr
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix L 120 Red
    Rp. 900.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix P 500 Black
    Rp 1.000.000 Ready Stock !
    BlackBerry Z10
    Rp.2.500.000

    Ready Stock !
    BlackBerry Q10
    Rp.3.200.000

    Ready Stock !
    BlackBerry Q5
    Rp.1.200.000

    Ready Stock !
    Samsung galaxy S4 I9500
    Rp.2.500.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy S3
    Rp. 2.100.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Note N7100
    Rp.2.500.000,-

    Ready Stock !
    Iphone 5 32GB
    Rp.3.500.000

    Ready Stock !
    Iphone 5 64GB
    Rp.3.700.000

    BalasHapus

acacicu © 2014