21.4.14

Ada Yang Mencuri Perhatian Saya di Seminar Lingkungan Hidup

21.4.14
Ruang Auditorium tiba-tiba hening. Adalah seorang siswi sebuah SMA yang menciptakan keheningan itu. Ia bertanya, apakah Air conditioning juga berdampak pada pemanasan global? Pertanyaan yang cerdas. Sudah sepantasnya penghuni Auditorium merayakan keheningan, sebab pertanyaan itu lahir di tengah acara Seminar Lingkungan Hidup yang diadakan oleh kawan-kawan Imapala STIE Mandala Jember.

Saya menjawab singkat. "Ya, benar."

Tepat di belakang saya ada sebuah banner panjang membentang. Di sana tertulis tema acara. Di sisi kanan tersedia sebuah layar putih sebagai peraga. Saya sama sekali tidak memanfaatkan media tersebut. Mas Wahyu Giri aktif menggunakannya. Kami saling mengisi, sebab memang hanya kami berdua yang menjadi pemateri seminar.

Ketika mengarahkan pandangan ke meja di depan kami, ada saya dapati beberapa botol air mineral dalam kemasan. Syukurlah saya membawa botol air sendiri dari rumah, sebab di sana kami berbicara tentang udara, air, tanah dan alam raya.

Akhirnya ada juga yang bertanya tentang air. Mas Giri memberi keterangan panjang lebar tentang betapa pentingnya air. Keren, ia juga menceritakan tentang serapan air yang ia buat di rumahnya sendiri, juga tentang pohon-pohon yang sengaja ditanamnya di pekarangan. Saya menambahkan sedikit tentang hubungan romantis antara manusia dan air, tentang betapa butuhnya kita pada air dan tentang air sebagai Hak Asasi Manusia.

Saat sedang asyik bercerita tentang cara orang-orang Baduy memperlakukan makanan, tiba-tiba perhatian saya tercuri. Di pojok belakang Auditorium, ada seorang perempuan berjilbab yang mengenakan kacamata hitam. Dari kejauhan, ia mirip Shin Eun-kyung ketika memerankan Cha Eun-jin dalam film My Wife is a Gangster. Perempuan berkacamata hitam itu, dia adalah Zuhana a.k.a Prit, istri saya sendiri. Ia sedang sakit mata.


My Wife is a Gangster

Seluruh audiens turut menoleh, mereka mencoba mencari tahu siapa gerangan perempuan berkacamata hitam yang saya maksud. Tentu saja Prit menunduk malu. Hehe, maaf ya.

Seminar berlangsung cukup lama, sedari setengah dua siang hingga pukul lima sore. Ada jeda waktu setengah jam untuk istirahat dan shalat. Sebenarnya, acara sudah usai pukul setengah lima. Tapi panitia masih menyediakan satu acara lagi berupa musik. Saya terhibur oleh aksi kawan-kawan UKM Kesenian STIE Mandala. Mereka keren.

Kami sudah bersiap-siap pulang ketika MC memanggil nama saya. Hah, saya disuruh bernyanyi? Ndandong sudah ada di posisi gitar, Boncel juga sudah siap membetot senar bass. Sulit untuk menolak permintaan mendadak tersebut. Lalu kami pun bernyanyi. Terima kasih kawan-kawan semua.

Selamat merenungkan Hari Bumi di Hari Kartini. Mari kita sama-sama mencari cara untuk senantiasa menjadi manusia yang berguna.

Sedikit Tambahan

"Ayo Mas kita pulang."

Sore yang gerimis, saya menerobosnya. Diantara rintik Prit berkata, "Aku harus cepat-cepat online Mas." Ketika saya tanya kenapa, dia bilang, sedari tadi sedang memikirkan Lomba Review Novel Sang Patriot. Ada link yang belum sempurna. Jadinya saya ikut kepikiran.

Lalu kami menderap pulang menerobos gerimis sambil bernyanyi kecil.

Salam saya, RZ Hakim

15 komentar:

  1. aih..artis korea ini berasal dari jember yak..hahaha....

    cepet sembuh mbak...keren juga pakai kacamata hitam :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal dia sakit mata, eh masih sempat-sempatnya berselfie ria di ruang seminar :)

      Hapus
    2. begitulah wanita..selfie adalah salah satu cara buat menghibur diri....hahahahaha

      Hapus
  2. whuakakaka,, bininya keren bingits.. mbak pritt kalian berdua bikin iri ga kepalang tahu!! hiks

    BalasHapus
  3. Semoga cepat sembuh mak Priiiit, meski lagi sakit mata tetep gaya mak! :D hehe

    BalasHapus
  4. wah,,ternyata bisa nyanyi ya mas,,,yakin dech suaranya bagus...kalo nggak ...nggak bakalan diminta nyanyi...., kira2 waktu nyanyi...apakah perhatian sang istri jadi tercuri kepada sang penyanyi.......siapa tahu sakit matanya bisa segera sembuh gara2 lihat sang suami menyanyi..., ah aku juga belum buat review buku sang patriot.....
    keep happy blogging always....salam dari makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha.. Saya tidak pandai bernyanyi Bang, sekedar suka saja. Waktu saya nyanyi, istri saya lagi dikerubungi adek-adek SMA. Entah mereka lagi ngapain, hehe...

      Terima kasih Bang Hariyanto, salam dari kami di Jember.

      Hapus
  5. Ahh kalian, membuat saya iri saja. Nantilah suatu saat akan ada pria yang menulis untuk saya. :D
    Salam buat mbak prit mas, semoga lekas sembuh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Karena hujan tak pernah mengeluh meski ia harus jatuh hingga berulang kali."

      Eh, gak nyambung ya? hehe... Aamiin..

      Tunggulah, dia pasti datang. Kini ia masih sedang berburu kuda tunggangan berwarna putih :)

      Hapus
  6. hahaha hampir saja tdk kenal sama istri ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kirain dia Gangster :)

      Hapus
  7. cepat sembuh ya buat mbak prit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dia sudah sembuh Mbak. Biasa, timbilen dan iritasi ringan, hehe..

      Hapus

acacicu © 2014