10.4.14

Twilight Express dan Penulisnya

10.4.14

Mbak Imelda Coutrier dan duo jagoannya - Foto diambil berdasarkan ijin pemilik

Ada banyak tulisan blog yang tetap bisa saya nikmati dengan nyaman meskipun disajikan secara panjang. Misalnya, tulisan-tulisan milik Mbak Imelda Emma Veronica Coutrier-Miyashita. Ia pandai sekali menggambarkan gerak hidup keseharian di Jepang lewat kata-kata. Penempatan EYD juga pas, seringkali disertai dengan dialog. Wajar jika pengelola blog menguasai dengan baik masalah bahasa hingga tanda baca. Sebab selain penerjemah, ia juga seorang Dosen Bahasa Indonesia di dua Universitas di Jepang.

Mbak Imelda senang berbagi ilmu pada sesama blogger. Dia juga pernah mengingatkan tentang bagaimana sebaiknya menulis kata 'Anda' dengan awalan huruf A besar.

Suatu hari Mbak Imelda bercerita tentang percakapannya dengan Watanabe san, seorang lelaki yang sudah berusia 94 tahun -- Ia meninggal dunia dua tahun berikutnya, tepatnya pada 7 Maret 2012. Gurih sekali cara Mbak Imelda menyuguhkan itu. Sesekali ia menggunakan paragraf-paragraf pendek, namun bukan berarti ia takut menuliskan sesuatu dengan paragraf yang tebal. Saya sangat menikmati kisah yang dituturkan. Yang menjadi menarik adalah ketika Mbak Imelda sedikit menyelipkan adat kebiasaan di Jepang tanpa harus memberi daya tekan. Bernas.

Berikut adalah penggalan percakapan antara penulis dan Watanabe san.

“Sensei… saya senang sekali bertemu sensei”… dia menjabat tanganku… dan memelukku. Aduh …aku benar-benar terharu dan ingin menangis. Laki-laki Jepang mana yang mau memeluk wanita di depan umum? Meskipun istrinya. Aku merasakan kerinduannya yang besar untuk bertemu denganku. Ahhh Bapak… aku merasa tersanjung… aku tahu kamu menghormati aku sebagai sensei, tapi aku lebih menghormati bapak bukan sebagai murid. Entah harus kukatakan sebagai apa, sebagai sesepuh yang mengingatkan terus… Hai manusia, Jangan kalah oleh umur!

Mbak Imelda menulis tentang data dirinya di blog, berjudul Who am I, dengan panjang dan runtut. Saya membacanya tuntas tanpa merasa terbebani dan menghujat penulis sebab ia merangkainya dengan panjang sekali.

Tentu saya mengerti, ada baiknya membuat paragraf pendek jika kita sedang menulis di blog. Paragraf yang menggunung hanya akan melelahkan mata saja. Namun saya kira, ada saat-saat tertentu dimana kita butuh menggunakan alenia panjang. Biasanya hal itu akan terjadi ketika antar kalimat masih saling berkaitan erat. Jadi, panjang pendeknya paragraf juga harus dilihat dari berbagai sisi, baik sisi kebutuhan, etika, tingkat keterbacaan, refreshing, informasi dan sentuhan edukasi.

Terlepas dari semuanya, kita berdaulat atas blog yang kita kelola sendiri.

Kembali ke artikel-artikel Mbak Imelda Coutrier. Ia lengkap sekali ketika menuliskan sesuatu, sekaligus terasa sentuhan personalnya. Khas tulisan seorang blogger. Ada unsur haha hihi, kisah-kisah keseharian, kenangan, gagasan-gagasan, perjalanan, kelucuan-kelucuan buah hatinya dan tentang istilah-istilah Jepang. Sebagai pembaca saya merasa fresh, juga mendapat informasi dari yang ia tuliskan.

Mbak Imelda menulis dengan merdeka. Ibaratnya ia adalah seorang pianis yang menghayati permainannya, tak peduli apakah nanti akan mendatangkan banyak visitor atau tidak.

Twilight Express tak pernah sepi pembaca, bahkan ketika penulisnya kerap menggunakan paragraf-paragraf tebal. Mengapa? Sebab ia menulis dengan apa adanya, menjadi diri sendiri dan tak mengekor tulisan orang, mengutip sana sini hanya agar dianggap pintar.

Karena Mbak Imelda menulis apa yang ia mengerti dan seringkali menuliskan apa yang ia alami sendiri, tulisannya terbaca dengan nyaman. Dengan sederhana sekali Mbak Imelda menggambarkan isi blog Twilight Express. My journey from dawn to dusk. Bukankah itu sangat sederhana?

Meski ia lebih senang menggunakan kata-kata keseharian dan menghindari diksi yang genit, kentara sekali jika Mbak Imelda senang melakukan perjalanan dan senang membaca. Seolah ia ingin menyampaikan pesan, "Penulis yang baik tentu juga seorang pembaca yang baik dan mau memandang hidup dengan lebih luas."

Happy Anniversary Twilight Express, terima kasih atas inspirasi dan kisah-kisahnya.

10 komentar:

  1. Aduuuuhhhh Masbro! Terima kasih untuk ucapannya dan tulisannya tentang T.E. Aku curiga kemarin minta ijin pakai foto hehehe. Semoga aku bisa terus menulis ya.... Kebetulan sampai dengan Juni nanti saya harus bekerja setiap hari, jadi sulit menemukan waktu kosong untuk menulis.

    Keep blogging ya ~~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mbak:) Hehehe, maaf ucapannya telat sembilan malam.

      Senang bisa mengenal T.E sejak awal ngeblog. Saya banyak sinau dari sana. Selamat menikmati hari-hari yang sibuk ya Mbak Imelda, saya doakan dari tanah air.

      Semangaaaat!

      Hapus
  2. Waaa Happy Aniv blognya Mbak Imelda ^^
    Aku seneng baca blognya Mbak Imelda... sering 'oooh gitu toh kalau di Jepang' XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Una cantik, makasih apresiasinya. Piye kabarmu? Ayo ngopi nang Jember.

      Hapus
  3. Seringlah baca2 menudi TE. Tapi, jarang komen. Belum PD komen di sana. Hahaha

    Happy Anniversary buat TE. Selamat juga buat Mba Imm. . . :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai drummer cantik :) Makasih ya apresiasinya.

      Sama dong. Jadi, kalau mau kuliah Sastra Jepang cukup di TE hehe

      Hapus
  4. happy anniversary buat mbak imelda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang ultah si Twilight Express, bukan si empunya :) Sudah saya tuliskan di atas.

      Hapus
  5. oo ternyata ada yang ulang tahun yaa
    semoga semangat menulisnya terus dikembangkan dan menular ke saya

    BalasHapus

acacicu © 2014