24.5.14

Sop Ayam Rasa Cinta

24.5.14
Sampai tiga hari yang lalu, saya masih baik-baik saja. Tak ada keluhan apapun seputar kesehatan. Lalu, saya melayangkan satu artikel di blog personal ini. Judulnya, Stanley Matthews dan Sroedji. Kata seorang teman, postingan itu terlalu berat untuk dibaca. Saya maklum, khusus untuk data diri Stanley Matthews, saya memang terlalu banyak googling. Proses risetnya juga terbilang cepat, seperti bim salabim.

Sekitar dua jam setelah posting artikel tersebut, tiba-tiba ada masalah dengan perut. Rasanya sakiiit sekali. Sebentar-sebentar saya pergi ke kamar kecil, padahal sedang tidak diare. Semakin dibuat bergerak semakin terasa sakitnya. Mungkin saya sedang dikunjungi maag.

Sakit, mulas, perih. Malam itu saya keluarkan lagi apa yang tadinya telah termakan. Prit, istri saya, dia menangis tanpa suara.

Saya berjuang untuk tidur. Gagal. Saya terus mencobanya, dan berusaha untuk tidak banyak bergerak. Entah pada pukul berapa, mungkin pukul satu dini hari, datang dua adik saya, Rotan dan Acang. Sebelumnya mereka memang mendapat sms dari Prit, ia meminta tolong pada Acang dan Rotan untuk dibuatkan sop ayam.

Ohya, ketika perut saya sakit, Prit juga sedang tidak enak badan.

Hari sudah larut, sedangkan Prit tak siap dengan bahan-bahan untuk membuat sup ayam. Jadi, mereka berdua urung memasak, lalu kembali pulang ke khost.

Ari dan Odhol, dua adik saya di pencinta alam, mereka juga sedang menginap di rumah. Mereka membuatkan saya minuman anget 'Korean one gingseng granule tea.' Teh gingseng kiriman teman Ari tersebut tak berhasil membuat sakit di perut saya mereda. Tapi ia mendatangkan kebahagiaan kecil, sebab Ari mendidihkan airnya dengan trangia buatan sendiri, berbahan bakar spirtus. Rasanya seperti bikin teh di dalam hutan.

Tuhan mendengar doa saya tentang ingin tidur nyenyak. Saya melewatkan adzan subuh dengan pulas.

Pagi-pagi sekali, sambutan tidak datang dari kicau burung prenjak, melainkan dari rasa nyeri yang menggodam perut bagian kanan. Saya menghabiskan waktu seharian bersama sleeping bag.

Bebeh sahabat saya, ia tidak bisa ke rumah sebab di meja kantornya masih ada kerjaan yang menumpuk. Bebeh hanya berpesan pada Prit untuk membelikan saya madu. Sore hari menjelang maghrib, barulah Bebeh ke rumah. Dia ngomel-ngomel sambil tertawa sebab madu yang dibeli Prit adalah madurasa, satu sachet harganya seribu lima ratus rupiah. Lalu ia mengajak Korep keluar. Pulang-pulang mereka membawa sebotol kecil madu dan serenteng jamu-jamuan. Yang saya ingat hanya serbuk temulawak.

"Ojok sering-sering bedagang, gak usah ngopi disek, koen iki kurang banyu putih, opomaneh wes gak tau olahraga, bla bla bla..."

Bebeh, ia baik sekali.

Dini hari, Bebeh datang lagi. Ia ada di rumah hingga hampir subuh, saat satu persatu dari kami mulai tergeletak tidur.

Di pagi hari yang cerah...

Ini hari yang istimewa untuk adik saya di Pasuruan. Namanya Dinda, hari ini ia dan lelakinya melangsungkan pernikahan. Bapak dan Kakak saya tentu berangkat kesana. Si kecil Aldin turut bersama mereka. Saya di rumah, ditemani istri tercinta.

Kabar bahagia juga datang dari salah satu keluarga tamasya, Furaida Duri. Dia yang biasa saya panggil Sapi, hari ini melangsungkan akad nikah dengan Bayu Resky Akbar Pratama. Dulu ketika kami menikah, Sapi menyertai hingga ke Tuban. Ia membawa mobil, mempersiapkan ini itu dan seringkali ada di samping kami. Kini ketika Sapi menikah, saya terkapar.

Pagi yang cerah, secerah hati pasangan-pasangan baru. Selamat untuk Dinda, selamat untuk Furaida Duri.

"Mas, ayo makan dulu."

Hari ini Prit membuatkan saya sop ayam. Rasanya gurih, sedap sekali. Saya menikmatinya sambil mendengar lantunan suara Mayangsari. Sekali lagi, saya mengamini kata orang bahwa cinta adalah sederhana.

Ketika kau sakit, mengerang, kedinginan, gagal berjuang untuk tidur nyenyak, lalu ada tangan-tangan cinta yang setulus hati merawatmu, itulah semonumental dan sesederhananya cinta.

Pelan namun pasti, saya mematikan lagu lama milik Mayangsari dan menggantinya dengan dua lagu ciptaan sendiri, Zuhanna dan Untuk Bunga.


Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Cimoners

38 komentar:

  1. Terima kasih sdh berpartisipasi di GA kami... Salam Cimoners.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, terima kasih kembali. Salam Cimoners :)

      Hapus
  2. Anonim14.33.00

    Ah romantisnya. Saya juga seneng bikin lagu sendiri mas. Nggak seprofesional punya mas Hakim pastinya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga tidak profesional. Hanya saja, kawan-kawan di tamasya, Mungki dll, mereka membuatnya terdengar lebih gurih.

      Hapus
  3. so sweet....sop ayam memang bagus utk org yg sedang sakit....apalagi sop ayam penuh cinta....biyuhhh pasti nikmat tenan....lain kali beri perasan kunyit dicampur madu...kunyit utk anti biotik alami dan madu utk menyembuhkan segala macam penyakit perut ( ada hadist shohihnya ttg madu )....semoga lekas sembuh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, saya juga mengkonsumsi kunyit dan madu, tapi tidak dicampur dengan sop, hehe.. Terima kasih.

      Hapus
  4. sekarang saya begitu mengutamakan konsumsi air putih mas..karena itul aksana tameng ampuh sebelum jatuh sakit tak berdaya..dan sebaiknya demikianlah mas Hakim .. yang penting jangan sering kecapean yo mas..:) oia good luck kontesnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali Mbak Ketty. Terima kasih.

      Hapus
  5. Apapun dihidangkan dan dinikmati dengan cinta akan memiliki kenikmatan yang tiada tara

    salam dari pamekasan madura

    BalasHapus
  6. Cinta itu memang sederhana ya Mas, sesederhana semangkuk sop..
    Tapi justru semangkok sop itulah yang bikin hubungan semakin sip... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh ada Uda, lama sekali saya tidak mengintip catatan Uda Vizon, maaf.

      Iya Uda, sederhana dan cimoners :) Terima kasih....

      Hapus
  7. hahah aku kaget lihat judulnya eh gini ceritanya asik juga ya...

    BalasHapus
  8. Cinta memang indah jika saling memahami, semoga sukses ya Mas!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Siti Aisah..

      Hapus
  9. Kok ndak ada foto sop ayamnya? Huhehehe lagunya mayang sari ya, yang judulnya apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sop ayamnya diimajinasikan saja ya :)

      Saya suka lagu Mayang yang judulnya Rasa Cintaku.

      Hapus
  10. touche!...love it...sederhana itu cinta....tapi terasa monumentalnya...semoga selalu sehat maaas...makasih sudah ikutaaan ...cheers..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. terima kasih Mbak. Salam Cimoners.

      Hapus
  11. ehem..ehemmm wuhuiiiiii muanissssssss

    BalasHapus
  12. Sudah lamanya ku tak berkunjung ke tempat sini. Ada banyak perubahan. Tampilannya sudah semakin bagus, penuh dengan warna putih dibanding yang kemarin yang masih dominasi cokelat. Sebenarnya tulisan emas diam-diam menjadi perhatianku, maklum pengalaman jenengan sudah segudang terkait dunia menulis. Aku kagum sekali.. semoga suatu ketika bisa bertemu pada kesempatan yang ditentukan oleh sebuah kata “takdir”. Aku ingin belajar banyak, tentang dunia menulis. Semoga....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih apresiasinya Mas Agha Maruf. Tentu, saya akan sangat senang sekali jika kita bisa belajar bersama, saling 'sinau' perihal dunia tulis menulis.

      Aamiin.. Amin Ya Robbal Alamin

      Hapus
  13. semoga sukses ya kontesnya http://ceritajengyuni.blogspot.com/

    BalasHapus
  14. sop ayam yang uweeenak adalah cekernya he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya suka brutu, hehe. Almarhummah Nenek saya adalah satu-satunya orang yang tidak marah ketika saya suka brutu.

      Hapus
  15. jadi pengen ketemu mba prit, kali aja bisa nyicip sop ayam buatannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja kita bisa kopdar ya Ila :)

      Jika kamu sudah sampai di Surabaya, berarti perjalanan menuju Jember hanya kurang 199 km saja kok, hehe.

      Hapus
  16. aku mau sup ayamnya masss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesini dong Cheil :)

      Hapus
    2. segera deh buat kesana :)

      Hapus
  17. romantisnya, seoga menang ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Lidya

      Hapus
  18. Wah, romantis, salam kenal Mas :) Mas ini suaminya Mbak Prit api kecil ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali. Iya benar sekali :)

      Hapus
  19. Terimakasih mas RZ Hakim partisipasinya.. touchy

    BalasHapus

acacicu © 2014