22.6.14

Cerita Kemarin

22.6.14
Ini cerita kemarin, 21 Juni 2014. Siang hari, kawan-kawan Kalisat datang berkunjung ke rumah kami. Mereka mengajak saya dan istri untuk jalan-jalan ke Puncak Rembangan. Tentu kami senang dan tidak keberatan. Tak lama kemudian kami pun meluncur bersama-sama ke Rembangan. Menikmati jus alpukat di ketinggian.

Kawan-kawan Kalisat mengajak kami ke Rembangan ternyata ada maksudnya. Mereka mempersiapkan kejutan untuk Prit.

"Selamat hari lahiiir."

Lalu mereka mengeluarkan sebuah kotak kardus yang dihias dengan klaras, daun-daun pisang yang sudah mengering. Oleh mereka, disuruhnya Prit membuka kotak tersebut. Prit membukanya, dengan ekspresi wajah yang campur baur. Ketika bungkus telah terbuka, di sana ada terlihat kue tar. Terlihat sangat cantik. Menjadi semakin cantik ketika mereka bercerita bahwa kue tersebut buatan sendiri, dengan memanfaatkan bahan dari telo atau ubi jalar. Keren! Di atas kue tersebut dihiasi kremer warna kuning, lilin-lilin kecil, dan seekor capung mati sebagai pajangan.

Prit nampak terharu ketika meniup lilin di atas kue tar ala Jember tersebut.

Turun dari Rembangan, kami langsung meluncur ke Tamanan Kecamatan Bondowoso. Rencananya saya akan mengajak mereka untuk menghadiri acara pernikahan adik saya, Anaz Gembeng namanya. Namun di tengah jalan, tepatnya di Desa Sukoreno, hujan turun dengan lebatnya. Kami berteduh di sebuah tempat pembuatan batu bata. Lama sekali kami menanti hujan reda, sekitar dua jam.

Ohya, saya hampir lupa hendak bercerita tentang motor. Saya tidak membawa motor sendiri, melainkan membawa motor spin milik Lukman Hakim. Punya saya dibawanya ke Taman Nasional Alas Purwo. Sebelum berangkat ke Rembangan, knalpot motor spin itu masih harus di las. Turun dari Rembangan, knalpot itu putul. Eh, ternyata tadi salah tempat. Harusnya yang di las ada di bagian yang lain. Kami mengelasnya kembali di Arjasa, tepat di seberang SMA 1 Arjasa.

Hingga menjelang maghrib, hujan tak juga mereda.

Rian, putra seorang Kepala Desa Ajung, dia membawa mobil dan menyusul kami. Rian tidak sendirian, melainkan berdua dengan Oldis. Akhirnya saya dan Prit menyetujui gagasan mereka. Kami naik mobil menuju Kalisat, sementara motor dipakai oleh kawan Kalisat.

Kami memang tetap menuju pernikahan si Anaz, tapi sekitar jam sembilan malam.

Pulang dari rumah Anaz di Bondowoso, kami masih menyangkut di warung kopi di Sukowono. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul dua belas malam ketika saya dan Prit meluncur pulang.

Hari yang keren. Selamat hari lahir Prit.

Catatan

Hari ini tidak ada CLBK on air di Prosatu RRI Jember. Jam untuk acara tersebut digunakan untuk Debat Capres. Ada baiknya juga buat saya dan kawan-kawan. Kebetulan hari ini ada tiga kawan asal Jakarta yang tidur di rumah kami. Mereka baru turun dari Gunung Rinjani, tidak dapat tiket kereta api menuju Jakarta. Jadi mereka beristirahat di Jember, di rumah saya.

10 komentar:

  1. selamat hari lahir ya mba..tolong sampaikan mas :) banyak org2 terdekat lahir di tanggal ini. eh koq hiasannya capung mati di kue sih? aneh2 wae hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, sudah saya sampaikan. Terima kasih :)

      Kami terbiasa mengamati capung bersama-sama, hingga saat ini. Jadi, hiasan capung itu memang disengaja biar kuenya tampak lebih manis, hehe...

      Hapus
  2. sangat mengharukan bila hari lahir kita mendapat "kejutan" dari sahabat

    BalasHapus
  3. sealamt hari lahirm,maaaftelat mengucapkannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Lidya

      Hapus
  4. seru banget...tapi sayang nggak ada potonya,,pengen lihat kue tart dan ekpresi wajah mbak prit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... nanti ya Mbak, fotonya nyusul :)

      Hapus
  5. Krimer kuning, membuat tambah bahagia ya, Mba Zuhana. :)

    Perjuangan banget, Mas. Lain waktu kudu teliti kalai ada rusak2 di motor, ya.


    Selamat ulang tahun buat Kaka Zuhanna. Semoga sehat dan bahagia selalu. ^*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, terima kasih Idah :)

      Hapus

acacicu © 2014