14.8.14

Gagasan Yang Tidak Lazim

14.8.14
Saya membuat akun di jejaring sosial Facebook sejak enam tahun yang lalu, di pemula bulan Desember. Terbilang terlambat beberapa bulan jika dihitung dari demam Facebook di Indonesia yang terjadi pada pertengahan 2008. Facebook sendiri pertama kali diluncurkan sejak 6 Februari 2004.

Hingga pertengahan 2007 Facebook nyaris tak dilirik pengguna Internet. Namun di tahun berikutnya ia melejit. Stasistiknya menjulang tinggi.

"Indonesia tercatat dalam sepuluh besar negara pemakai situs yang mulai dibuka untuk umum pada 2006 ini.” (Wiguna, 2009).

Meroketnya Facebook ditandai dengan meredupnya Friendster, sebuah jejaring sosial yang berdiri sejak 3 Januari 2001. Semakin hari Friendster semakin menepi. Hingga di akhir bulan April 2011, pihak Friendster mengumumkan bahwa mereka akan tutup buku pada 31 Mei 2011.

Friendster pernah berjaya. Terlebih, antara tahun 2003 hingga 2008. Tentu, ada banyak orang yang memiliki kenangan bersamanya, tidak terkecuali saya. Mengingat Friendster, teringat pula pada warnet-warnet jadul di sekitaran kampus Bumi Tegalboto Jember.

Dulu di Jember hanya ada sedikit warnet. Misal, Warnet Mulia di Jalan Jawa. Di Jalan Sumatera ada Warnet Binawidya. Lalu ada Bintang, Javanet, Smile, Godonk. Di masa-masa itulah saya membuat akun friendster, tepatnya di Godonk Net. Ketika itu penjaga warnetnya teman sendiri, Noy Cokroadiningrat. Sayang saya lupa, tahun berapakah itu.

Saya pernah menuliskan penggalan pengalaman seputar Friendster di sini. Ada satu catatan lagi. Sebelum Friendster tutup akun, saya pernah menulis sesuatu di sini.

Sejarah bersifat berulang, dengan ruang dan waktu yang tentunya berbeda. Jika belajar dari meroketnya Facebook dan meredupnya Friendster, maka ini semua adalah tentang inovasi. Penyegaran. Facebook tampil simpel dan elegan, didukung oleh banyaknya fitur dalam satu halaman. Sedangkan Friendster, ia hanyut oleh popularitasnya. Bahkan Frienster terlambat memasang fitur chatting.

Hari ini sudah terlihat tanda-tanda bahwa Facebook harus melakukan penyegaran. Jejaring sosial semakin banyak, ponsel pintar bertebaran. Mereka menawarkan fitur-fitur yang menarik. Jika Facebook tidak melakukan sesuatu, kiranya ia bernasib sama seperti Friendster.

Facebook Baru

Saya adalah pengguna Facebook, aktif menaruh link-link tulisan blog di sana, serta sekali waktu membuat status yang panjang. Melihat fenomena yang ada, menjadi aneh ketika hari ini saya berencana untuk menghapus facebook secara permanen dan menggantikannya dengan akun baru. Semua hanya karena link yang rusak, seperti update status saya kemarin.

Maksud hati ingin merubah/mengatur ulang nama pengguna, namun gagal. Jadi apabila diketik domain facebook/masbro.acacicu, halaman tidak ditemukan. Kini link url jejaring sosial fb yang saya gunakan memakai id berupa angka-angka, dengan nomor id=12156579**

Tentu saya mengerti, gagasan membuat Facebook baru adalah tidak lazim dan sangat tidak populer. Bahasa lokalnya, "leter."

Gagasan ini tentu membuat saya harus menyisihkan sebagian waktu luang untuk mengunduh data-data yang sekiranya saya butuhkan. Pilihan berikutnya adalah membiarkan Facebook lama menjadi 'sampah' maya. Jadi saya masih bisa mengunjunginya kapan saja. Harga mahal lainnya yang harus dibayar adalah kembali melakukan konfirmasi pertemanan. Belum lagi misalnya, ketika saya sudah melakukan semuanya, tanpa disangka-sangka, Facebook tutup.

Semua itu telah saya renungkan. Hari ini, saya mengeksekusi langkah pertama dari gagasan aneh yang bersemayam di kepala. Iya benar, saya telah membuat akun baru di jejaring sosial Facebook. Hehe, ada-ada saja saya ini. Tapi tidak apa-apa, ada baiknya saya coba. Semua akan pindah pada waktunya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

acacicu © 2014